30 April 2007

SUATU HARI DALAM PERJALANAN






Sms diterima, 10:02….

Kamu tau, kereta ini didominasi ma orang-orang aneh yang rada primitif kali ya?! Ugh namanya bawa barang gak kira-kira, ada pasar pindah di sini. Duren, kelapa, dandang, pisang, sirsak, dll yang semuanya dalam jumlah karungan. Wis, layaknya kendaraan pribadi bagi mereka, gak peduli yang lain amat sangat terganggu dan tersiksa. Nyebelin puol, kakiku dah beranak-pinak dan keinjek berkali-kali, kepalaku juga dah jadi tongkrongan gratis besinya asongan. Iih belum lagi keringetnya orang-orang yang seliweran, jijik banget kalo dah nyentuh2 tanganku, makanya tangan kuumpetin aja di belakang kresek trus tak angkat di depan dada, itung-itung proteksi asset barang berhargaku bo. Ini dah di Garahan tapi kalo kaya gini siapa yang doyan makan?! Iih jijik…
From : Iu

Kami semua tergelak membaca sms itu. Bukankah begitu gambaran sebenarnya saat kita naik kereta api? Saya rasa tak cuma saya atau Iu saja yang pernah merasakan ketidaknyamanan saat naik kereta, orang-orang lainnya pun begitu. Ada kalanya kita ngedumel tak karuan karena sebagai penumpang, keamanan dan kenyamanan kita seolah diabaikan, tapi toh sebuah dumelan nggal bakalah merubah keadaan. Mau demo atau kirim petisi agar alat transportasi kita diperbaiki, ck…berartikah usaha itu? Rasanya semua orang sudah TST apa yang sebenarnya terjadi dengan keruwetan perkeretapian kita, sudah banyak stasiun televisi yang mengedarkan cerita buruk tentang alat transportasi rakyat itu mulai dari kecelakaan hingga calo-calo tiket yang gentayangan di stasiun kereta. Sebenarnya siapa yang salah dalam hal ini, sistemnya atau manusianya ya? Auk…..Saya awam banget soal ini.

Yang jelas ada satu hal lain yang kemudian bikin saya kadang miris untuk naik kendaraan umum(entah bis atau kereta), apa coba? Yak, si tangan tak bertuan yang suka gerayangan mencari daerah-daerah jajahan. Dia bukan copet bukan pula pencuri tapi patutlah diberi tendangan ala shaolin karena tangannya celamitan kemana-mana terutama saat kondisi sesak penumpang. Ulah orang-orang iseng bin ajaib ini kadang bikin kita tercengang dan bertanya bagaimana bisa dalam kondisi sesak begitu ia masih melihat kesempatan untuk memuaskan hasrat miringnya. Pernah seorang teman jadi ketakutan begitu sadar dari tidurnya bahwa yang menyentuh-nyentuh tangannya sedari tadi adalah daerah berbahaya pria yang berdiri di sebelahnya. Sengajakah? Entahlah tapi yang jelas teman saya jadi bergidik karenanya. Sementara teman saya yang lain pernah mengumpat gara-gara ada tangan asing meraba-rabanya. Nggak berapa lama pria yang cuma cengar-cengir malu di depan kawan saya itu, langsung kabur begitu ada kesempatan. Kenapa hal tersebut leluasa dilakukan, jawabnya karena saat itu penumpang lebih aware pada dirinya sendiri dan bawaannya, jadi saat ada si tangan tak bertuan beraksi tak ada yang ngeh. Barulah jika ada yang mengumpat atau teriak orang-orang tersadar ada yang telah bertindak kurang ajar. Lalu bagaimana denganmu? Pernahkah kamu mengalami hal ini, jika belum ada baiknya berhati-hati……..

gambar: courtesy of wikipedia