Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2008

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

HALAMAN-HALAMAN TERAKHIR SEBUAH DIARY

Gambar
Aku pikir diary itu kosong saja, tapi ketika halaman-halaman terakhir terbuka justru disanalah cerita bermula…17.23 (15 November’ 07)Kau hunjamkan senyum itu untukku. Pedih merayapi dada dan entah kenapa seperti patah hati kurasa. Kau suarkan tawa itu renyah itu lantas melenggang riang bersamanya.Fine, I’m fine…tapi air mata ini berderai, membadai hujan. Hei, kenapa begini? Bukankah aku sudah menyiapkan untuk kejadian terburuk hari ini? Bukankan aku tahu cinta itu tak pernah untukku? Dunia memang tak runtuh saat kau pergi. Pohon-pohon masih juga berdiri di tempatnya.Tapi sepasang sayappengharapan yang selalu kupasang telah patah di hempas kenyataan.Sejujurnya takkan mudah untuk memutihkan kembali kertas putih yang pernah memerah muda. Bagaimanapun usahanya tetap akan ada jejak tertinggal disana.18.30 (23 November ‘07)Serpihan hati ini kupeluk eratAkan kubawa sampai ku matiMemendam rasa ini sendirianKu tak tahu mengapa aku tak bisa melupakanmuKupercaya satu hari nanti Aku akan merebut …

BINTANG DAN HARAPAN

Gambar
Malam tahun baru, dan hujan deras menderu bersama desau angin yang berputar-putar menghembus kota kecilku. Halilintar menggelegar, keras menghantam entah apa.
Tak ada yang kulakukan selain menyembunyikan diri dalam selimut tebal bersama kompie di sebelah bantal. Modar dah! Genteng black out, gelap menyusur dan melingkupi kotaku seperti hantu.

Baru jam 12 malam listrik hidup kembali, sholat sebentar sambil meneteskan embun kecil-kecil saat bercerita pada Empunya Alam, Sang Kekasih Tengah Malam, Sang Kekasih Maha Dahsyat, yang membuat manusia (aku, kamu dan mereka) takkan berarti apa-apa jika Ia tak inginkan kita berada di dunia. Setelahnya kembali aku menghabiskan waktu di depan kompi hingga jam 3 pagi. Lalu ketiduran sampai sholat subuh kelewatan (memalukan!).

Terima kasih Maha Akbar, atas setiap kejadian yang kualami setahun ini. Aku lelah Tuhan mengejar bintang, selama ini itulah yang kulakukan untuk jadi sesuatu. Aku sedih Tuhan karena ia tak juga tergenggam meski aku berusaha meraihn…