23 Maret 2010

BRAD PITT DAN WHITE LIES

BRAD PITT

Namanya jomblowati mana ada yang ngapeli sabtu gini. Kecuali sejenis, nyamuk dan sebangsanya. Makanya sampai jam tujuh aku belum mandi. Pilih meringkuk di atas kasur sambil menekuri karya Dan Brown. Lagi asyik-asyiknya ponsel bunyi. Ternyata si Ciput, kembaran saya, beda ibu beda Bapak.
“ Apa, Put?”
“ Aku dapat gratisan ngobrol 200 menit.”
“ Cik apese kamu itu. Wong gratisan gini kok yang ditelepon aku. Mbok ya pacarmu.”
“ Mbahmu itu! Wong sesama penderita penyakit belum laku kok ngejek aku. Piye kamu? Vita aja udah dapet loh. Lihat statusnya yang kuterima engkau dengan basmallah itu nggak?”
“ Belum dapet. Kemarin sih udah mesen tapi embuh ya?”
“ Kamu mesen yang kayak gimana?”
“ Brad Pitt.”
“ Terus yang dipeseni gimana?”
“ Dia bilang gini : Boleh aja kalau bibirmu jontor kayak Angelina Jolie.”
“ Hahahahahahahahahahahahahaha!”


WHITE LIES

Jam 20.00. Baru niat mau mandi, eh udah ada yang telepon lagi. Siapa siiih?! Gemes jadinya. Kenapa nggak tadi-tadi pas belum mau mandi?
“ Yellow?”
“ Kristi, Mol.”
“ Nomer baru, Kris?”
“ Hu-uh. Uhuk, uuhuuk…”
“ Kowe ki nyapo to, Kris? Nangis to?”
“ Iya. Aku tengkar sama pacarku. Aku sebel.”
“ Kenapa sih?”
“ Akhir-akhir ini sms-ku nggak pernah di bales. Aku curiga dia suka ama cewek lain. Dia bilang enggak. Tapi ditanya kenapa jawabannya nggak ngeyakinin aku. Sebel deeh!”
“ Terus…”
“ Bantuian aku, Mol. Plisss…aku pengen tahu dia mudah tergoda enggak. Nih nomernya 0813886779xxx.”
“ Terus maksudnya gimana?”
“ Sms dia, yang mesra.”
“ Ogah, ah. Cari perkara!”
“ Plis!”
Mendengar suara “plis” itu saya yang tekenal baik hati dan tidak sombong luluh juga (cieeh gayamu, Nduk). Selesai dia bicara, aksi langsung dijalankan.

Apa kabarmu di tengah gemilang cahaya bintang? Kembang ini ingin bertanya kabar.

Message send.

Duhai siapakah engkau gerangan? Adakah puan seorang putri kahyangan?

Balasan tiba.

Hamba bukan putri kahyangan, hanyalah sahaya. Bukan siapa-siapa.

Aku me-reply sms itu.

Jangan merendah duhai jelita. Oh ya, jika tak keberatan bolehkah saya tahu nama puan?

Wahahaha…dia termakan umpan. Saya mesam-mesem sendiri. Sambil garuk-garuk kepala saya ngeloyor ke kamar mandi, ketimbang membalasnya. Dan apa yang terjadi? Selesai mandi kulihat ada dua panggilan tak terjawab dari kekasih Kristi. Kristi sendiri baru telepon aku sekitar jam 11 malam, memastikan bagaimana hasil test kejujuran sang pacar.
“ Gimana? Dia bales nggak?”
“ Enggak,” bohong saya.
“ Masa? Uh, leganya.”
“ Makanya kamu jangan parnoan dunk, Kris. Bikin ribet diri sendiri,” kata saya sambil mereject panggilan kekasihnya untuk ketiga kalinya.
Sementara Kristi ketawa-ketiwi saya diam-diam ngakak sendiri. Maaf, Kris, kalau aku berbohong padamu. Kurasa enggak bijaksana banget kalau aku mengatakan hal itu.
Pikir deh apa yang bakal kamu dapat jika hasil test kubeberkan. Apa hubungan kalian enggak tambah runyam? Bukankah kalian sebentar lagi bertunangan. Aku belum cukup edan untuk menghancurkan hubungan cinta seorang teman hanya karena sebuah test konyol yang kau lakukan atas sebuah kecemburuan. (Pa lagi kalo kalap kamu suka asal)
Pikir juga dalam-dalam, bagaimana jika tanpa babibu kau terima sms bernada rayuan. Nggak penasaran? Nggak termakan umpan sepertinya? Kita ini normal sayang, punya hati dan perasaan. Kurasa wajar kalau priamu itu pengen tahu siapa yang mendadak meng-sms dirinya. Ingat nggak waktu kamu termehe-mehe dengan entah siapa itu yang tiba-tiba sering meng-sms puisi indah untukmu? Nah kasusnya sama dengan itu, Bu.

Tidur yang nyenyak sana…Jangan gila!

Mendadak Vanessa Mae berteriak kencang, mengagetkan saya yang udah siap-siap melayang ke pulau kapuk.

Apa kabar? Boleh kenalan dunk?

Lhadalah sms siapa pula ini?

Maaf, sampeyan siapa? Teman saya di FB, blog, atau YM?

Kalau dari ketiga tempat itu berarti aku kan sudah kenal. Lha wong kebanyakan orang-orangnya sama. Dan artinya nih orang cuma ngerjain doing.

Bukan ketiganya. Hahahaha…penasaran ya? Jangan.

Woh, mbelgedez tenan cah iki! Aku bukan penasaran! Pengen makan orang! Tau nggak kamu ganggu tidur malamku?

Terima kasih smsnya. Kalau bukan urusan kantor dan sejenisnya lebih bagus nggak usah sms saja.

Message delivered.

Hehehe…jangan marah. Aku tuh benernya udah tahu kamu. Lewat sms ini aku pengen lebih akrab denganmu.

Penting gitu? Capeek deh.
Pet! Lampu padam. Ponsel dimatikan. Nggak penting bales sms orang yang tak dikenal. Paling-paling juga orang-orang sekantor yang nggak punya kerjaan seperti beberapa waktu lalu.

Eh iya, moral cerita : Jangan godain orang kalau enggak pengen dapat balasan. Oke? So good night yew…

1 komentar:

  1. nah lho Fin...
    klo yg terakhir nge-SMS itu Brad Pitt piye? dia lagi di Indonesia atas saran Obama, mo nyoba sate sama nasi goreng

    :B

    BalasHapus