Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

KESOMBONGAN

Seringkali kita yakin kita benar
Mengucap segala hal tanpa pikir panjang
Mungkin jujur itu yang dimaksudkan
Tapi satu hal dilupakan
Perasaan orang-orang yang mendengar si ucapan

Ada kalanya kita merasa paling tahu
Meski sesungguhnya tidak tahu
Acapkali menyodorkan sesuatu
Menganggapnya sebuah kebaikan
Tanpa dipikir ulang apakah kebaikan itu baik juga untuk semua orang

Maka, pelajaran hari itu membuat kepalaku benderang
Cerah oleh sebuah sinar
Meski perih pula bila dirasakan
"Kenapa harus menunggu diberi kisikan jika yang kau lakukan itu sebuah kesalahan?
Kenapa intuisimu tak kau gunakan?"

Tetapi seringkali cara Tuhan memperingatkan tidak semanis madu atau gula-gula
Bisa jadi pahit adalah cara terbaik untuk mengobati diri kita
Lain waktu, pelajaran itu masam dirasa
Bukan untuk membuat kita mundur ke belakang
Tapi bagaimana menjadi manusia baru yang kaya pengalaman

Rythm of The Rain

Gambar
Oleh : Akhi Dirman Al Amin Biarkan hujan itu… Membasahi segala yang kering Meski lukamu akan perih Tetaplah tertawa Tetaplah tersenyum Biarkan hujan itu… Biarkanlah! Biarkan pula laron-laron menuju lampu Mencari damai yang hilang Di dalam pelosok Hati kita.
pic : vemurivenkatrao.com

RUINS

Gambar
Bintang-bintang dimatanya pudar tersaput mega. Senyum getir menghiasi perginya.
Aku kaku. Hendak menjangkau tangannya dan berkata maaf tetapi kelu.

Kau tahu, aku senang kau jadi sahabatku. Mendengar keluh kesahku. Tapi cinta? Kurasa aku tak tepat untukmu. Aku bukan pria baik-baik itu. Terlampau baik dan terlampau lugu kau itu dimataku. Tak tahu seberapa dalam kau tentangku, perilaku kelamku di masa lampau.
Sungguh aku tak bisa mengecewakanmu. Maka biarkan aku menolakmu. Ada yang lebih pantas untukmu. Seorang pria yang dikirimkan Tuhan sebagai qawwam-mu.

Flash fiction
84 kata


*qawwam : pemimpin

While hearing I’ll stand by you and The Reason (Hoobastank)

pic : stockfresh.com