14 Desember 2011

SEMAKIN KITA MENGENAL SESEORANG



Semakin kita mengenal seseorang
Semakin kita mengetahui banyak kesalahan
Sesungguhnya itulah bentuk teguran
Betapa kesempurnaan hanya milik Tuhan
Manusia tak ubahnya seonggok debu di lautan

Semakin dalam kita memasuki hati seseorang
Semakin kita dikenalkan pada sisi-sisi kelam
Sesungguhnya pula itu pelajaran
Betapa manusia itu gudangnya kesalahan

Seorang guru pernah berkata padaku ,”Jangan terlalu jika kau mencintai sesuatu, begitu pula bila kau membenci sesuatu. Siapa tahu yang kau cinta itu satu ketika menyakitimu, sebaliknya yang kau benci justru membawa manfaat bagimu.”

Dan aku belum mampu melakukan itu
Hati manusiaku memiliki kecenderungan “terlalu”
Maka ketika kisah demi kisah dihamparkan padaku
Aku termangu
‘Tak salah apa yang guru itu katakan padaku,” gumamku

Maka aku kembalikan semua kepadamu, Tuhanku
Bukankah setiap lekuk kisahmu itu serangkaian pelajaran?
Agar semakin bijak aku menyikapi kehidupan
Menyadari padaku tersimpul banyak kekurangan

Lalu pantaskah aku menepuk dada dan berkata—padaku tersemat seribu kebaikan?


141212

4 komentar:

  1. Kereeen deh ... mudah dimengerti oleh saya yang susah mengerti puisi ...

    BalasHapus
  2. Heheheh, Bundanya Fiqthiya, saya malah bingung itu jenisnya apaan. Puisi apa curhatan ya?
    Salam kenal nggih

    BalasHapus
  3. Nokia 808 PureView Review and Spec | A phone with 41Mp Camera?

    BalasHapus
  4. hmm, pengingat diriku jg :')

    BalasHapus