28 Oktober 2013

PRIA GAGAH PERKASA ATAU GAGAH PERKAKAS?




 pic taken from : http://impruvism.com/abs/ 


Hadooooh, capek juga mendengarnya cerita. Keluhan tentang anak-anaknya seolah tak ada habisnya. Memangnya anak siapa? Dulu kan bikinnya berdua sama istri sampeyan to? Masa apa-apa diserahkan pada ibunya. Maksudnya itu apa?
Et dah sekarang yang dibahas soal istrinya yang katanya kurang anu, kurang itu, kurang embuh apa lagi. Sampai saya mikir, kok ndak ada benernya toh si istri?

Ck, Bapak Anu yang terhormat di tempat. Menurut saya yang bodoh ini, pria itu hebat jika :
-       Tak canggung mengangkat jemuran saat istrimu tersayang sibuk menggoreng ikan, bukannya malah marah-marah kala cucian basah didahului hujan. Gunakan tanganmu yang bebas untuk memberi bantuan bukannya ngedumel tanpa ujung pangkal.
-        Tak segan membantu istri berkutat di belahan dunia belakang (dapur) jika istri kerepotan, tak cuma cuap-cuap mencela kalau makanan tak segera terhidang. Siapa tahu di belakang istri kerepotan, si adik nangis dan kakaknya harus dibujuk supaya tidak rewel
-    Santai saja ketika baju kerjanya dilepoti ingus anak-anaknya, mengangkatnya di pundak, dan mendukungnya agar ia tak salah jalan. Bukan malah ngambek kalau melihat anak-anak ingusan atau minta gendong sampeyan.

 Pria sama sekali tak perkasa jika :
-        Malu ngangkuti jemuran karena malu dilihat orang karena kepikiran ,”Lah saya ini pria kok disuruh ngangkat jemuran.”
(Seberapa sih susahnya ngangkat jemuran? Beratnya lho nggak sampai se-ton!)
-        Malu jika ketahuan membantu istrinya di dapur, lagi-lagi karena berpikir bahwa “ Dapur itu urusan perempuan, bagi pria haram!”.
(Plis deeeh, mikir pake kepala, bukan pake dengkul…tangan perempuan itu cuma dua, ya kalau apa-apa diserahkan perempuan itu lho kapan selesainya? Sudah kalau capek ndak mau mijitin, eh malem-malem masih minta dilayani EXTRA EXTRA HEIBAT! Byuh, nyebelin amat!)

-       Ogah dekat-dekat dengan anak-anaknya, selalu membuat mereka ketakutan dengan hardikan karena menurutmu begitulah harusnya memperlakukan anak-anak agar tetap hormat dengan orang tua.
(Oh ya? Hari gini masih jadul aja…Baca dong baca! Sudah nggak jaman orang tua menunjukkan kekerasannya demi menjaga kehormatan dimata anak-anaknya. Cara kuno jaman baheula masih dipakai aja)
-      Emoh mengusap ingus anak-anaknya padahal tangannya bebas merdeka, benci jika anak-anaknya melepoti baju kerjanya dengan tangan-tangan bernoda, mematikan imaji anak-anaknya dengan mencela
-     Nggak mau menggendong anak-anaknya walau otot lengan menyembul dimana-mana, karena menurut adat lama tugas itu seharusnya menjadi tugas istri saja.

Coba sesekali lihat orang-orang yang sepanjang perjalanan hidupnya sepi, sebab tak dikaruniai Allah anak-anak yang lucu macam sampeyan itu.

Tanyakan pada mereka bagaimana rasanya bagaiman irinya mereka ingin merasakan kerepotan seperti itu? Tak sadarkah kau jika semua itu tak kan berlangsung lama? Anak-anak cepat dewasa. Lalu meninggalkanmu setelahnya. Jangan sia-siakan waktu yang sempit itu, Pak. Segera ulurkan tangan, dekati mereka dan biarkan mereka tahu sampeyan menyayanginya. Jangan biarkan tertanam di hati mereka bahwa sampeyan Ayah yang menakutkan, bisanya cuma marah doang walau tanpa alasan. Berikan waktu sampeyan, agar kelak jika besar mereka takkan pernah meninggalkan sampeyan dalam kesendirian karena dendam sebab sampeyan telah membiarkan mereka tumbuh tanpa rengkuhan cintamu.

Dan berhentilah mengumpati mereka dengan kata-kata busuk semacam asu, matamu, jancuk, dan lainnya…Karena akan terserap dan mengakar di kepala anak-anakmu. Jangan salahkan jika suatu ketika saat mereka dewasa mereka berani mengatakannya pada sampeyan. Gimana lagi wong sampeyan sendiri yang mencontohkan dan menjadikan mereka berpikir bahwa misuh itu amat sangat diperbolehkan. Halal saja dilakukan!

Jadi jika sampeyan mengira sampeyan adalah pria yang labelnya “GAGAH PERKASA” hanya karena perut six pack dan lengan berotot sebesar batang pohon sampeyan salah. Sampeyan hanya “GAGAH PERKAKAS” doang.

Maaf ya saya kurang ajar. Maaf banget, tapi siapa tahu ini bisa jadi bahan perenungan  saat anda sedang sendirian. Saat istri yang kelelahan sudah tidur dan anak-anak hilang di alam impian.


Salam.

16 komentar:

  1. SEPAKAT, mak! apalagi kalo gak mampu menggaji asisten rumah tangga untuk membantu istrinya. wajib hukumnya membantu istri di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ihihi, yap setuju Mbak Damae

      Hapus
  2. tapi pria yang sudah menikah dan mencintai istri dan anaknya biasanya melakukan apa saja kok untuk membantu istri menyenangkan anak.. nah.. kalau ada pria yang tidak mau membantu istri dan menyenangkan anaknya, sebenarnya itu perlu dipertanyakan cintanya.. jangan2 dia nikah karena dijodohin dan cintanya gak tumbuh2 lagi.. nah loh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. atau pria model jadul Mbak Ade, itu tuh yang menganut aliran pria itu diatas wanita. Artinya emoh ngelakuin hal-hal diatas karena merasa nggak pantas dilakukannya, masih ada lho yang begono

      Hapus
  3. biarpun suamiku gak six pack tapi gak malu ngangkatin jemuran atau cuci piring kok hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahah, kayaknya lebih asyik yang ini Mbak Lidya ketimbang berotot tapi gak berguna

      Hapus
  4. ehhehe, nyari suami yang pengertian gitu di mana yak :D *nungguin*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo ada yang pasang iklan kita langsung datengin rumahnya aja kali ya, ketimbang ilang

      Hapus
  5. Wah padahal menurut saya pria yang gendong anaknya sendiri dan bantu istrinya tu gentleman lho. Seksi. Gausah pake sixpack. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi, terlalu six pack jadinya kaya roti kasur *grawk

      Hapus
  6. ihihiiii...mak Afin koq kayak lagi emosi banget yak? ;) Tapi emang suami model gak mau bantuin istri begitu nyebelin koq. Toh dalam rumah tangga kepentingan keluarga kan yg nomer 1, jadi gak ada salahnya bahu membahu. Suamiku aja enggak malu saat kumintain tolong sekedar beli cabe rawit di warung saat lagi masakin rekuesannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iye mbak uniek, rada sebel aja dengerinnya. Lha ketimbang ngeluh mbok turun tangan ya? Kan cepet selesai

      Hapus
  7. amin, semoga mendapatkan suami yang benar-benar sayang dengan keluarga. ringan tangan terhadap segala pekerjaan rumah tangga. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin Jeng Vera, semoga mendapatkannya.

      Hapus
  8. kalau boleh pesan... , saya mau dua-duanya mbak...
    gagah perkasa n gagah perkakas... hi2...

    lucu baca judulnya

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, salam kenal juga mbak novi. Pst ntar kalo nemu dua-duanya kontek aye ya, depe berapa *dikata rumah apa?

      Hapus