02 Januari 2014

PESTA TAHUN BARU : HITUNG MUNDUR HARI KEMATIANMU

kembang api meluncur ke angkasa


Pesta tahun baru selalu identik dengan pesta dan beragam keseruannya. Tapi Misty berbeda, dia bilang di Pesta Tahun Baru : menghitung mundur hari kematianmu.

Semua dimulai ketika ia bertanya  ,”Kamu merayakan tahun baru kemarin itu?”

Saya geleng kepala. Saya memilih di rumah, nonton, teve, lalu tidur nyenyak guling-guling kasur.

“Ha, kenapa?” tanyanya.

“Hujan, Mis. Males basah-basahan. Lagian juga isinya begitu-begitu aja.”

“Saya juga,” Misty yang biasanya cengengesan berubah jadi serius.

“Saya malah mewek malem itu.”

“Kenapa? Karena situ jomblo, jadi ndak ada yang ngajakin keluar gitu.”

“O, sontoloyo! Bukan.”

“Terus kenapa, Sri Misty Plekenut Hokya?”

Misty diam lalu berkata ,”Lha piye to kamu itu? Setiap tahun berlalu usia berkurang satu. Detik-detik jelang pergantian tahun waktu orang menghitung mundur, saya kok jari mikir sebenarnya kita sedang menghitung mundur hari kematian kita sendiri? Orang-orang ndak sadar soal itu, dan justru merayakannya.”



Saya cengo, saya ndak pernah tuh kepikiran hal seberat itu. Saya mikirnya sederhana aja, ganti tahun ya ganti tahun aja.

“Mestinya kita ini nangis tiap ganti tahun, waktu kita semakin sempit tapi hal baik yang kita lakukan cuma sedikit.”

Wah berat ini, beraaat...Lebih berat dari bobot badan saya topiknya. Pikir saya sambil garuk-garuk kepala. Ikut-ikutan menatap langit seperti Misty. Biar disangka mikir sih, padahal ndak ngerti.




                                       kembang api menyala, menerangi angkasa

Hidup kita seperti kembang api, Fin. Singkat saja. Begitu syut, meluncur ke udara, mewarnai dunia dengan beragam warna hidup kita, lalu redup dan akhirnya...Pet! Mati.” Misty menggerak-gerakkan tangannya, memperagakan bagaimana si kembang api dari awal muncul hingga mati. “Kalau selama itu kita nggak manfaatin baik-baik terus kita mau jawab apa kalau ditanya sama Malaikat nanti? Masa kita jawab ngabisin hidup buat galaunisasi, gara-gara nggak bisa beli pernak-pernik Burberry? 
Menyedihkan...”



                                                                       redup dan mati

“Sik to Mis? Burberry itu apa? Adiknya blackberry dan temennya Bvlgari bukan?”

Misty mendelik. “Wo dasar ndesit! Colek Mbah Google sana, biar ngerti Burberry itu apa,” sewotnya.

Hik, saya langsung diam. Nggak berani nanya-nanya lagi.

“Terus yang paling penting Fin, ada yang lebih menyedihkan lagi.”

“Apa?” Saya menyiapkan diri mendengar omongan Misty yang lebih berisi lagi.

“Orang-orang nanya saya kapan kawin, lagi dan lagi? Mosok tiap tahun berganti jawabnya selalu May...Maybe. Huhuhuh, ini menyedihkan sekali.”

Krik, krik, krik...jangkriknya bunyi, suasana jadi sunyi dan saya cengo menatap Misty yang bersedih hati.

*Pst, kalau-kalau ada yang tertarik dengan Misty coba kontak dia ke nomer telepon 081 anu anu anu...atau kirim saja proposal ke email Misty—YangPalingCaemItuAku@ngekmail.com
Oke ditunggu ya? Jangan sampai nggak lho, sepuluh pengirim pertama dapat gratisan pulsa (dari emaknya sendiri-sendiri).



7 komentar:

  1. duh misty mau bagi2 hadiah ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia Mbak Lidya, gaya dia

      Hapus
  2. saya tahun baru hanya di rumah saja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, sama aya malah nyungsep di kasur tuh tamasyanya

      Hapus
  3. Sama dong. Tahun barux dikamar aja guling2 kasur hehehee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha itu tamasya paling murah bin menyenangkan hehehe

      Hapus
  4. Sama dong. Tahun barux dikamar aja guling2 kasur hehehee....

    BalasHapus