Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK PRABOWO SUBIYANTO

Gambar
Assalaamu’alaikum Bapak Prabowo yang terhormat,

Saya bukan siapa-siapa dan tidak berniat mencela keputusan yang Bapak sampaikan di televisi tanggal 22 Juli 2014 pukul 15.00. Saya sadar apalah saya. Tak pantas saya mencela sementara saya ini masih banyak melakukan dosa.

Saya justru hendak mengajak Bapak duduk dan merenungi peristiwa yang baru-baru ini terjadi lewat Kisah Imam dan Jamaah. Di dalam kisah ini Bapak  adalah imam, saya serta rakyat lainnya adalah jamaah, partai-partai yang ada adalah surau-suraunya, dan negara ini adalah masjidnya.

Sebagai Imam Bapak adalah orang yang mumpuni dan jelas punya kemampuan. Itu sudah dibuktikan oleh jamaah Panjenengan. Menurut mereka Bapak adalah imam yang hebat dan punya visi ke depan.

Pada akhirnya kemampuan Panjenengan itu menarik minat banyak kalangan. Tak  hanya jamaah dari surau lain yang terpukau oleh Panjenengan,  bahkan imamnya pun  merasa demikian. Maka tak heran ketika sebuah masjid besar mengadakan pemilihan imam baru Panjenengan dical…

GAYA OLD SCHOOL, GAYA JUARA MEMPERINGATI IDUL FITRI 1435 H

Gambar
Lebaran segera tiba. Wajar kiranya bila semua ingin tampil paling thok cer untuk memperingati hari raya 1435. Mungkin agak telat membahasnya mengingat  lebaran sudah tinggal beberapa hari lagi. Tapi apa salahnya? Siapa tahu ini bisa jadi bekal bagi anda yang belum atau baru berniat belanja karena THR belum tiba (hihi).
Seperti kebiasaan kita lebaran tanpa baju baru rasanya seperti sayung kurang garam. Tapi apakah itu sebuah keharusan? Ah, nggak. Nggak kok.Nggak ada keharusan memakainya.

Lalu bagaimana sih asal muasalnya? Kok memakai baju baru jadi tradisi setiap lebaran di negeri kita?

Saya kurang paham asal muasalnya. Tetapi ada sebuah cerita mampir di telinga saya bahwa lebaran itu sebenarnya berasal dari kata bar dalam bahasa jawa yang artinya bubar. Bubar dalam hal ini bukan dalam artian habis-habisan membiayai beragam keperluan lebaran. Tapi habis-habisan mengikis segala hal buruk yang ada dalam diri kita. Menjadi manusia baru yang pandai menahan hawa nafsu, pandai memanfaatkan…

PILPRES 2014 : SIAPAPUN PEMENANGNYA, RAKYAT YANG UTAMA

Gambar
sumber  gambar : www.indopos.co.id


Hari ini adalah hari penting buat kita semua. Jam 16.00 nanti kita akan mendengar pengumuman KPU siapa pemenang Pilpres 2014 yang dilaksanakan 9 Juli silam.

Tak ayal saya jadi berpikir betapa bulan Juli ini kita diberi banyak keberkahan. Tidak hanya soal puasa yang jatuh di bulan ini tapi juga banyak soal lain yang tanpa kita sadari kita pelajari bersama-sama.

Jika biasanya seruan untuk menahan diri di bulan puasa ditujukan untuk umat muslim secara umum, bulan ini seluruh rakyat Indonesia melakukannya bersama-sama. Tak peduli apapun agamanya.
Ada yang lolos dan bersikap santai menghadapi provokasi di sosial media. Meski mereka adalah pendukung salah satu capres mereka tidak serta merta terpancing emosinya bila ada berita buruk terkait capres pilihannya. Golongan ini memilih bersikap bijak dan realistis.Mereka menyaring seluruh berita dan kemudian memilih untuk mengeluarkan statemen positif yang menenangkan ketimbang statemen negatif.

SAAT STASIUN TV MEMIHAK

Gambar
tv kok memihak, preeet......


Saya tidak tahu apakah anda sependapat dengan saya bahwa dua teve swasta (Me**otv dan Tvo*e) punya kecenderungan mendukung salah satu capres dan cawapres. Yang satu lebih condong pada Jokowi-JK, satu lagi Prabowo-Hatta.

Menurut saya condong itu wajar, tapi jika berlebihan rasanya memuakkan.  Saya orang awam, saya tidak mengerti soal jurnalisme. Tetapi bukankah seharusnya teve itu media yang independen? Boleh saja punya kecenderungan tetapi haruskah sedemikian kental. Sajikan saja informasi tentang mereka dengan berimbang, tak usah berat sebelah.