20 Agustus 2014

GUNJINGKAN SI DIA? JANGAAN!






Hanya butuh didengarkan, begitu beberapa teman perempuan beralasan ketika ditanya kenapa ia harus curhat masalah pasangannya kepada orang lain. Katanya lega setelah berbagai-bagai kegundahan ia sampaikan kepada sahabat dekatnya.
Tapi masalahnya sering kali curhater (sebutan untuk tukang curhat) seringkali tidak sadar kalau dirinya tengah mengumbar aib pasangan. Yang semula dangkal jadi makin dalam, makin dalam, dan akhirnya membuat seluruh kejelekan si pasangan terbuka lebar. 



Lho, apa sih efek menggunjingkan pasangan bagi keharmonisan hubungan anda? 

Kemungkinan besar, omongan anda menjadi bumerang bagi diri sendiri. Alih-alih melegakan perasaan justru anda akan membuat pasangan anda marah besar. Kok bisa? Bagaimana pun teman curhat anda itu adalah manusia, jika sampai ia kelepasan bicara, meski hanya bercanda apakah itu tidak menyakiti hatinya? Alhasil, bukan habis gelap terbitlah terang yang terjadi pada anda. Melainkan habis gelap terbitlah kilat. Anda bertengkar dengan si dia, hanya karena anda tidak berhati-hati mengungkapkan masalah pribadi.

Aih, teman curhat gue nggak gitu kale...Dia itu pandai menjaga mulutnya

Oh, oke. Dia pandai menjaga mulutnya, tapi apakah dia pandai untuk menjaga hati anda tetap dingin? Bagaimana jika ia  tergolong orang yang suka mengompori? Bukannya membuat hati anda ringan,
omongannya justru membuat anda semakin berpikir yang bukan-bukan. Misalnya anda lagi curhat soal si dia yang parfumnya baru,  padahal anda kurang menyukai bau parfum barunya itu. Bila teman curhat anda adalah tukang kompor maka bisa saja dia berkata ,”Ih, jangan-jangan itu tuh di kasih pacar gelapnya? Kamu harus waspada lho!”

Maka itu hati-hatilah mencari tempat curhat. Curhat pada tempat yang tepat jelas akan membawa manfaat. Lantas bagaimana  cara mencari tempat curhat yang tepat? Kan nggak gampang tuh. Ya memang, tapi setidaknya kita bisa melihat 2 ciri penting tempat curhat yang tepat, yaitu :
1.      Netral
Setiap kali menerima aduan permasalahan orang lain dia mampu melihat secara berimbang, tidak berat sebelah.
2.      Bijak dan mampu memberi solusi
Biasanya memang orang-orang  yang lebih mature-lah  (dewasa) yang mampu menjalankan kedua fungsi ini. Sudah banyak makan asam garam menjadikan mereka mampu memberikan jalan keluar tanpa harus mengandalkan emosi. Akan lebih baik bila dia punya pengetahuan agama baik.
Bagaiman dengan teman sebaya? Bisa saja, banyak kok teman sebaya yang memang punya kebijakan lebih dari sesamanya. Hanya saja perlu diingat kebanyakan teman sebaya itu punya kecenderungan memihak. Jadi bukannya mendapat solusi malah dikompori. Meleduk deh!
Jika kedua kedua hal itu ada pada teman anda, silakan saja. 

Semoga setelah membaca tulisan ‘Gunjingkan si Dia? Jangan!’  ini menjadikan kita lebih hati-hati. Berpikir sepuluh kali ketika hendak curhat dengan orang lain.

Hug, hug!

16 komentar:

  1. ahh tdk mudah menemukn org yg tepat buat dicurhatin,klo sy curhat'y di laptop ditulis panjang lebar setelah mewek surewek lalu tulisan tdi dihapus :(. salam kenal mbak dari jakarta....:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga Mbak Aira. Saya setuju banget deh dengan apa yang mbak Aira lakukan. Itu lebih tepat ketimbang diceritakan pada orang, belum tentu orangnya mampu memberi masukan baik

      Hapus
  2. shahih.....
    sepaket setujuh dah pokoknya:)

    BalasHapus
  3. Ahiiih, mbak sarah. Sepaket harganya sama dengan harga sepaket ayam KFC gak? xixixix

    BalasHapus
  4. Thx mba share nya jd diingat kan:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh mbak kania, hatur nuhun atuh.
      Saya juga nulis begini karena saya sendiri perlu diingatkan

      Hapus
  5. baguss artikelnya, mbaak Afin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ania, lama tak jumpa euy makasiiih

      Hapus
  6. wah musti hati hati ya curhat itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ihihihi, kalo curhatnya sekedar wah masak apa hari ini,atau dengkul kok gempor obatnya apa kali nggak papa mbak Agustina. Kalo udah nyangkut pasangan, hiihi...

      Hapus
  7. Hmm... iya sih, mak. Sedekat apapun, sebaiknya tetap harus dijaga terus privasinya. Tapi kadang, obrolan yang bisa menghanyutkan, sampai2 keluar deh urusan personal. Anyway, makasih sudah diingatkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Mira, kadang kita suka nggak nyadar soal itu. Apalagi kalo dibarengi mewek jaya, waaah bablaaas

      Hapus
  8. Tempat curhat teraman dan nyaman ya sama Ibu, Mba. Saya sering melakukannya. :D

    Ini versi saya lhooooo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sama. Saya juga curhat ke ibu aja Mbak Idah.

      Hapus
  9. sejak menikah, saya rasanya gak pernah menggunjingkan suami bahkan ke sahabat. Karena itu privasi saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mbak, saya senang membaca komen njenengan. Privasi, jangan diumbar ya.

      Hapus