02 Oktober 2014

CUACA HATI





CLOUDY HEART
Kadang mendung dan hujan datang menghampiri. Turun saban hari seolah tak mau berhenti. Cuaca cerah hanya sekejap muncul lalu hilang lagi. O,o...dunia serasa tak berkawan dengan kita. (dompet kering, tinggal 17 ribu doang, orang yang diem-diem ditaksir ternyata udah nikah dan mau punya anak = nangis bombay). 



SPRING HEART
Keesokan hari mendung dan hujan hilang. Langit biru cerah, dan awan putih berarak riang. Matahari tersenyum lebar dan bunga-bunga bermekaran. Dan kita pun lupa akan hujan yang sempat datang. (Duit lagi banyak, kondisi sehat wal ngapiat, nggak kurang suatu apa => dada membusung, leher mendongak ampe kecengklak). 





FOGGY HEART
Lalu mendadak suram datang. Kabut muncul entah dari mana datang. Jarak pandang terbatas, dan bikin potensi kita untuk nabrak semakin besar. (saldo di bank gak nambah, ada hutang yang mesti dibayar, diuber-uber pertanyaan kapan nikah, ponsel rusak dan nggak punya duit buat beli baru, jualan nggak ada yang laku, sakit pula => gigit tembok)



SNOWY HEART
Suramnya kabut belum hilang, badai salju sudah datang. Semakin menggigil kita di tengah keramaian. Hendak meminta pertolongan tetapi tak sanggup mengatakan. (kronis banget, celengan ayam  dikorek nggak ngeluarin apapun juga, dompet sampai dipenuhi sarang laba-laba saking nggak pernah ada isinya, kiriman artikel belum ada kabarnya, mulai berhalusinasi ketemu bread pitt keju, keanu crepes saus coklat, nasi justin timbel-ake, robert (pindang)patin-son => berdoa semoga ada konglomerat muda  nan ganteng nyamper dan ngajak nikah sekarang juga)
Tapi seekor cicak berdecak lalu bilang ,”Hei, hei...Nona! Cuaca hati itu takkan berubah jika kau tak melakukannya. Letakkan kembali matahari di dalam sana, agar hati bersinar ceria.”
“Pakai apa? Aku kan nggak punya ilmunya.”
“Kata siapa? Kau punya..luruskan pikir, kembalikan semua pada Tuhan. Bukannya ia yang punya semua hal?”
The question is :
Mudahkah?
Answer : Nggak!
Tapi saya setuju dengan cicak itu, kalau kita nggak mau usaha Cuaca Hati nggak akan berubah. Begitu aja. Nggak move on kemana-mana.
Saya percaya, tiap manusia punya kesedihannya sendiri-sendiri. Tapi yang membedakan satu dengan lainnya adalah bagaimana dia menghadapi kesedihan ini. Apakah dengan meratap atau justru bergerak maju dan berujar ,

Sedih itu biasa. Justru itu  nunjukin kalau kita masih manusia. Makhluk lemah yang masih butuh Tuhannya. Kalau nggak pernah sedih, nggak pernah berduka, jangan-jangan kita semakin jumawa. Merasa bisa segala-gala.”

Hug, hug.

9 komentar:

  1. selalu senang baca tulisan afin, santai tapi tetap menginspirasi. Moga afin makin ceria hari ke hari yaaa...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahaha, Mbak Sarah makasih ya udah mampir kemari dan bilang tulisan aye menginspirasi.
      Padahal saya sih maunya tulisan saya itu mengenyangkan lho *nasi kali mengenyangkan

      Hapus
  2. hug hug hug...setuju sama cicak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mbak Ida, iya cicaknya emang bijaksono-bijaksini dah.
      Tau aje ada orang lagi mendung hatinya

      Hapus
  3. suka ilustrasi gbrnya

    BalasHapus
  4. hug hug hug.. pict-nya buat sendiri, mbaaak? kreatif.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iye jeng bikin sendiri. Hihihi...saking kurang kerjaan

      Hapus
  5. yang terakhir itu somplak sekali ..hahaha .. semoga ada konglomerat nan ganteng yang ngajak nikah sekarang juga .wkwkwk

    BalasHapus