04 Maret 2015

BACK PAIN MENDERA? ATASI DENGAN RUKU SAJA!








“Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu”. Saya sudah sering membaca dan mendengar kalimat yang terdapat dalam Al  Qur’an surat Al Baqarah ayat 45 itu. Tapi tak benar-benar memikirkannya sampai suatu hari, ketika sakit punggung menguasai saya. Sebagai orang yang kerap duduk berjam-jam di depan komputer saya kerap mengalami sakit punggung atau back pain.
Memang bukan sakit punggung kronis, tetapi membuat saya terganggu. Kerapnya merasakan hal semacam ini membuat saya benci bila harus duduk berlama-lama di depan komputer. Seolah kali saya duduk, saya akan diingatkan akan rasa sakit di punggung itu. Alhasil hal tersebut mempengaruhi produktivitas saya.

 Penasaran dengan keadaan diatas, saya pun browsing dan menemukan bahwa kebiasaan duduk berjam-jam di depan komputer ternyata memberi tekanan pada piringan sendi dan ruas-ruas tulang belakang
ketimbang saat berdiri atau berjalan. Yang pada akhirnya menjadi sumber timbulnya sakit di bagian punggung.
Lantas apa yang harus saya lakukan? Itu hal pertama yang saya pikirkan hingga saya menemukan jawaban bahwa melakukan  stretching (peregangan) bisa meningkatkan fleksibilitas tubuh yang ujung-ujungnya bisa membantu menyembungkan sakit punggung yang saya alami. 

Pada kesempatan lain saya mendapatkan informasi bahwa gerakan ruku juga membawa efek serupa. Nah, hal inilah yang membuat saya bertanya-tanya apa sebenarnya hubungan peregangan (stretching) dengan gerakan ruku’?
Rupanya saat kita melakukan gerakan ruku’ akan terjadi peregangan (stretching) yang menyebabkan relaksasi di bagian ruas tulang belakang. Hal ini bisa dicapai bila kita melakukan gerakan ruku’ yang sempurna, dimana posisi punggung, leher, dan kepala sejajar.
“Nabi bersabda : tidak sempurna shalat seseorang hingga diluruskannya belakangnya di waktu ruku’ dan di waktu sujud.” (HR. Abu Dawud dan Tirmizi).

Tak hanya itu, gerakan ruku’ melancarkan aliran darah serta membuat tubuh kita lebih fleksible. Tetapi perlu diketahui, bahwa efek  ruku’ akan terasa bila gerakan ini dilakukan lebih lama. Atau tuma’ninah bahasa lainnya.
Nah lho! Mau tak mau hal ini membuat saya mengevaluasi bagaimana sholat saya. Saya sholat dengan tergesa. Bertemu dengan Tuhan hanya karena saya tak mau disebut pendosa yang melalaikan kewajibannya.

Maka ketika kalimat “Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu” itu terngiang di kepala, saya tahu jelas-jelas saya tak melakukannya. Ketidaksabaran saya tercermin dari bagaimana saya melakukan sholat dengan tergesa. Shalat sebagai penolong masih saya pahami sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah terutama di kala mendapat cobaan. Setelah cobaan selesai, maka sholat pun kendor bahkan ogah-ogahan.
Ketika saya membaca sabda Nabi yang berbunyi “Wahai Bilal jadikan shalat sebagai istirahatmu”, saya tidak begitu. Saya tidak beristirahat waktu shalat. Segala pikiran berkecamuk, terutama bila pekerjaan tak kunjung terselesaikan. Dengan demikian wajar bila manfaat baik dari sholat tak saya dapatkan. Baik secara rohani maupun psikis. Efeknya shalat pun menjadi aktivitas menjemukan. Bikin capek dan melelahkan.

Nah,  dari sanalah kemudian saya memulai sebuah  perubahan. Saya mulai belajar melakukan sholat dengan gerakan yang benar dan pelan. Mula-mula memang sulit membiasakannya. Maklum, sudah terbiasa dengan gaya sholat lama yang serba cepat, tak ubahnya mengikuti lomba. Tetapi saya paksakan untuk melakukannya diantara ketidaksabaran yang kerap muncul ke permukaan. Dan benar saja, lama-lama efeknya mulai terasa. Ketika ruku’nya dilakukan dengan cara yang benar, ternyata sakit punggung saya berkurang. Dari sanalah  mata saya terbuka bahwa sabar dan shalat memang penolong kita. Shalat memberi efek  baik bagi manusia, dalam hal ini adalah kesehatan kita.
Jadi, tunggu apalagi? Bila back pain mendera, atasi saja dengan ruku saja!



*Telah terbit di rubrik Nuansa Wanita, Majalah Ummi, Edisi Februari 2015, dengan judul "Rahasia di Balik Gerakan Sholat"

14 komentar:

  1. Saia juga punya riwayat back pain ni, emang kerasa banget klo ruku'nya benar. tenkyu sharingnya :)

    BalasHapus
  2. Sama-sama Mbak Cesa
    Memang kalo ruku'nya pas di bagian punggung itu terasa ada tarikan-tarikan tertentu ya

    BalasHapus
  3. Setuju, dengan posisi rukuk sempurna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya setelah selesai ruku' itu punggung jadi enak ya mbak?

      Hapus
  4. wow iya memang gerakan sholat fungsinya untuk menyehatkan kok, apalgi takbir katanya bisa menarik aura positif dari dalam diri hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha ya itu Mas Salman Faris, dengan fungsi sebaik ini rupanya saya itu baru menyadari. Oh, dodol banget dah saya

      Hapus
    2. Dan semuanya penyakit bisa sembuh kalau kita rajin sholat loh, hebat banget ya

      Hapus
    3. nah seringkali nggak tahu soal hal ini, ya Mas. Emang bener manusia itu biangnya dodol, sering meremehkan hal baik di depan mata

      Hapus
  5. Allah Maha Besar ya, rukuk bisa jadi pengobat nyeri :) Salam kenal, mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak mbak Fita Chakra. Andai saya nggak nyeri mungkin saya juga tidak tahu dan tidak repot mencari tahu kalau ada cara yang mudah seperti ruku' untuk mengatasi back pain

      Hapus
  6. Saya pernah baca tentang mengatasi nyeri punggung dengan ruku. Makanya, saat nyeri punggung atau punggu terasa capek, saya melakukan gerakan seperti saat ruku'.

    Tapi untuk hadistnya, memang baru kali ini saya baca tentang penerjemahannya.
    nice info, Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya dapat hadist itu kebetulan gara-gara cari benefit ruku' mbak, dari buku apa ya? saya lupa.
      Saya pikir itu benefit dari saking punggung, saya jadi banyak pengetahuan

      Hapus
  7. TFS mak..mmg ruku perlu yg benar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Mbak Fee, iya nih saya juga belajar ruku' lagi gara-gara sakit punggung.

      Hapus