Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Unggahan Terbaru

PELAJARAN DIBALIK TERBITNYA SEBUAH BUKU

Gambar
Tahun ini adalah tahun luar biasa buat saya. Dua antologi (LoveAt School terbitan Elex dan Jomblo :Prinsip Atau Nasib terbitan Indiva), tiga novel kolaborasi saya juga terbit berurutan. Dimulai dari Short Story Girl: Pendek itu Menyakitkan (Sheila, imprint Penerbit Andi) yang terbit November 2014. Lalu disusul The UdikGirl (Sheila), Maret 2015. Tak berapa lama kemudian (hanya selang beberapa hari dari The Udik Girl), Glamo Girl terbit juga. Kali ini yang menerbitkan adalah Senja, imprint Diva Press.


Lalu apa yang saya rasakan setelah itu? 
Bangga nggak sih?
Bangga, senang...layaknya orang yang bukunya diterbitkan. Tetapi setelah itu saya kok malah jadi kepikiran, ternyata setelah lebih dari sepuluh antologi dan tiga novel diterbitkan, saya semakin merasa kurang.
Hah, apanya? Duitnya? 
Eh, bukan ( kalau duitnya tak usah dibahas hihi). Kurang yang saya maksudnya itu justru soal pengetahuan. Dan saya merasa terbitnya buku-buku itu memberi banyak pelajaran.

TAK BISA DIBERI KOMENTAR? APA YANG TERJADI DENGAN BLOG KITA?

Gambar
Beberapa waktu lalu saya mengalami hal seperti yang tertera dalam judul itu. Saya tak bisa membalas komen dan orang lain pun tidak bisa komen. Nah jika anda mengalami seperti saya, blog tak bisa diberi komentar, maka yang harus dilakukan adalah : 1.Cek Setting komen Cek apakah setting komen anda sudah enable atau belum. Jangan-jangan tanpa sadar kita sudah melakukan perubahan. Jika ternyata setting berubah jadi disable, maka segera ganti settingnya menjadi enable seperti semula.
2.Koneksi letoy Jika setting komen di cek ok saja, cek saja koneksinya. Kalau koneksi letoy, jangankan membuka web baru, komen saja susahnya minta ampun.Jadi jika ini yang terjadi maka tunggu saja koneksinya membaik baru komen lagi. 
3.Cek Web Browser Bila koneksi sudah membaik namun tetap tidak bisa komen atau balas komen, coba cek pakai