Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

PERLUKAH MENGHUJAT LUKMAN SARDI?

Gambar
Lukman Sardi pindah agama. Saya membaca berita itu lewat sebuah portal berita. Tidak hanya membaca berita tersebut tapi juga komen-komen mengenainya. PEUDEUS ALIAS PEDES! Begitulah kebanyakan isi komennya. Bahkan saling berbantahan antar satu dengan lainnya. Saya menutupnya. Saya tidak mau ikutan komen juga. Karena saya tahu kapasitas saya. Komen pun tidak ada gunanya? Buat apa? Yang ada justru berbantahan tidak jelas di dunia maya.
Sebaliknya saya bertanya balik ke diri sendiri “Perlukah Menghujat Lukman Sardi?” sambil ngaca. Jawabannya : PERLU!
Perlu menghujat Lukman Sardi jika : a.Sampeyan ingin memanasi hati sampeyan sendiri, bikin sampean mengeluarkan kata-kata buruk untuk orang yang bahkan tidak sampeyan kenal

BERBOHONG ITU TIDAK GAMPANG

Gambar
Hari yang menyenangkan ketika teman saya menelepon. Seperti yang sudah-sudah kami ngobrol panjang tentang banyak hal. Tapi diantara semua hal yang ia ceritakan ada satu yang menarik perhatian saya yaitu berita soal (sebut saja namanya) Bunga.
Bunga yang sekarang jauh berbeda dari Bunga yang dulu saya kenal. Gadis cantik, pintar dan baik itu telah bermetamorfosis menjadi orang yang suka omong besar. Mengaku punya usaha ini-itu dengan skala mencengangkan, tapi ketika dibuktikan tidak sesuai sama sekali. Maka bisadibayangkan apa yang terjadi kemudian—di jaman dimana komunikasi itu berada di ujung jari. Tak perlu telepon, tak perlu kirim surat. Tinggal buka saja BB atau WA maka berita itu menyebar dan akhirnya justru mengungkap hal lain yang lebih mencengangkan—seperti tidak bayar barangyang ia pesan pada X padahal si barang sudah diterima, bertanya soal beberapa produk tetapi ketika diberikan contohnya dia menghilang tanpa jejak dan sebagainya.

Pertanyaannyasekarang ,”Kenapa melakukan kebo…