07 Agustus 2015

4 CARA AGAR TIDAK MENJADI KOMENTATOR DODOL DUNIA MAYA






Layaknya penonton sepakbola begitulah kita saat mendapati berita yang berseliweran di beranda sosial media. Seenak-enaknya saja komentar, bahkan tanpa pikir panjang. Efeknya  runyam. Begitu komen  bodoh terlontar, kita jadi bulan-bulanan atau malah dimejahijaukan. Kalau sudah begini mau menyalahkan siapa?

Sebelum itu terjadi, berikut ini ada 4 cara agar tidak menjadi komentator dodol dunia maya :
1.      Pastikan anda membaca dengan benar
            Jangan sekali-kali anda berkomentar sesaat setelah membaca judulnya.  Banyak judul provokatif yang menyesatkan. Maka setelah membaca judul, bukalah tautan beritanya. Baca benar-benar agar komentar anda sesuai dengan isi berita. Kalau tidak siap-siapalah dicemooh seisi dunia.

2.      Saat berita panas muncul jangan keburu ditanggapi
            Biasakan untuk berdiam diri dulu sebelum menanggapi sebuah berita. Maklum banyak oknum di luar sana yang gemar memelintirnya. Kalaupun beritanya sesuai, kondisinya kerap dilebih-lebihkan. Tunggulah barang satu dua hari, biasanya setelah itu akan muncul berita yang berimbang. Di saat sudah mendapatkan dua sisi pemberitaan itulah baru anda boleh berkomentar atau memberi tanggapan. 


3.      Jangan mudah percaya berita hoax
            Banyak sekali hoax berkeliaran. Dan tanpa sadar kita membantu menyebarkannya secara viral. Semisal kasus artis Prilly Latuconsina yang dijadikan bulan-bulanan setelah foto syur-nya beredar di dunia maya.
            Saat hal macam itu mampir di beranda anda, jangan terikut arus orang lain untuk mempercayainya. Apalagi sampai ikut-ikutan menghujatnya. Jika anda sampai larut dalam situasi tersebut bukan tidak mungkin anda mendapat ganjarannya. Menikmati dinginnya penjara hanya karena kebodohan sesaat anda. Apalagi kini jika orang yang anda hujat membawa kasus tersebut ke meja hijau. 

4.      Jangan Emosi Saat Bikin Mengomentari Satu Hal
            Masih ingat kasus Ervani atau Florence yang tersandung masalah karena ungkapan kekesalannya di dunia maya? Belajar dari mereka, redam dulu amarah sebelum anda menerbitkan apapun di sosial media. Sosial media fungsinya adalah bersosialisasi antar individu tanpa perlu bertemu. Tapi, menumpahkan emosi atau komen negatif tempatnya bukan disitu.  

Ingat, apa yang sudah terlanjur melesat di dunia maya itu susah dihapus. Kalaupun anda bisa menghapus, orang lain tetap akan mengingatnya, terutama jika menyangkut hal-hal jelek.

Apakah saya pernah mengalaminya? Dalam skala kecil ya. Biasalah manusia. Suka lupa kalau kalau komen sembarangan itu bahaya. Beranjak dari situ saya jadi lebih berhati-hati lagi mengutarakan isi hati atau pikiran saya. Haduh, kapok deh ngerasain ribetnya...



Salam

8 komentar:

  1. Iyaa banyak orang yang males baca baru baca judul aja udah komen. Padahal banyak judul yang ambigu dan ga jelas maksudnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Rahmi, alhasil komentarnya gak nyambung sama sekali, tepok jidat jadinya

      Hapus
  2. Judul seringnya gak singkron sama isinya yaa Mbak. Padahal kan kalau jualan judul itu yg bikin kita tertarik. Baca secara seksama dan lengkap suatu berita emang penting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha itu dia mbak ika, banyak judul menyesatkan. Bikin orang ramai padahal isinya walaah gitu aja

      Hapus
  3. Pernah juga sih, tapi saya suka ngaku ... Misal, "Ini maksudnya gimana, maaf saya belum bisa blog." Gettoh. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, itu mah oke aja mbak kayla. Boleh-boleh aja tanya gitu heheh

      Hapus
  4. Sekarang banyak situs berita yang bikin judul membabi buta, dan banyak orang yang cuma kecantol judul, akhirnya dia berkomentar jelek, akhirnya banyak perpecahan sesama commenters :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lhadalah begitulah mbak Mimi, finally kita jadi marah lalu bikin status kasar, padahal belum tahu benar salahnya

      Hapus