02 Oktober 2015

SEMANGAT BERKARYA WALAU CARPAL TUNNEL SYNDROM MENDERA

carpal tunnel syndrom afilia.blogspot.com
pic captured from  this video


    Saya sedang mengasihani diri dan butuh asupan motivasi ketika membaca pengalaman Yuyun Rahmawati. Crafter yang saya kenal lewat grup membuat bros dan aksesoris di facebook mengaku ia tengah menderita penyakit CTS (Carpal Tunnel Syndrome).

    Semua bermula ketika ia masih menjadi pekerja kantoran beberapa tahun silam. Layaknya pekerja kantoran lainnya, Yuyun harus berkutat dengan komputer saban hari. Selama itu semua berjalan lancar hingga suatu hari ia merasakan ada yang aneh dengan tangan kirinya. Rasa nyeri, kebas, kesemutan dan rasa seperti terbakar ia rasakan di jari dan pergelangan tangan. Semula keadaan ini tak terlampau ia pedulikan. Sampai suatu ketika ia memegang barang yang lumayan berat dengan tangan kirinya, dan ia terkejut mendapati si barang terlepas begitu saja. Dari situlah ia mengetahui bahwa ia mengalami penyakit yang dinamai Carpal Tunnel Syndrom (CTS). Rupanya  tanpa ia sadari kegiatan mengetuk-ngetuk tuts komputer secara intens menyebabkan terjadinya sindrom ini.

    Meski begitu, wanita berjilbab yang kini pilih melepas pekerjaan kantor demi merawat putri kecilnya itu tak berhenti berkarya. Keinginannya untuk membantu suami membuat wanita satu ini bertekad menghasilkan uang dari tangannya sendiri. Disela-sela kesibukannya mengurus
sang putri dan menjadi ibu rumah tangga ia terus berkreasi membuat bros-bros indah dari bahan renda, manik, juga pita. Tentu saja keberadaan CTS itu kerap menjadi kendala. Sering saat ia asyik berkutat dengan tugas dan hobinya, rasa kesemutan dan sakit bisa tiba-tiba muncul menyerangnya. Jika sudah demikian tak ada yang bisa ia lakukan selain mengistirahatkan tangannya dari kegiatan apapun sampai sakitnya reda, selain memakai wrist splin (sejenis pembungkus) yang membantu menetralkan posisi pergelangan tangan.


Bros cantik karya Yuyun Rahmawati

    Tak hanya ingin bermanfaat bagi keluarga, sejak empat bulan silam ia berupaya mengumpulkan teman-teman sesama crafter di Tangerang dalam sebuah komunitas bernama Galery Kreatif. Misi komunitas ini selain sebagai ajang kumpul juga jadi tempat untuk bertukar ilmu, membantu menentukan harga jual yang pantas sekaligus membantu memasarkan hasil karya sesama crafter. Bahkan dalam perkembangannya, sejak bulan Agustus lalu kelompok tersebut berhasil menyewa toko offline sebagai tempat pamer aksesories karya mereka.

    Satu hal yang Yuyun Rahmawati harapkan, suatu hari kelak jika penyakitnya memburuk dan ia tak dapat lagi berkreasi, akan ada banyak sahabat sesama crafter yang meneruskan upayanya tadi.

    Berkaca dari pengalaman ini tak urung jadi nyes di hati. Membuat  saya melongok diri sendiri sekaligus bertanya ,”Pantaskah mengeluh dan mengasihani diri sementara Tuhan memberikan kita nikmat sehat? Jika sesekali ada yang gagal atau tidak sesuai harapan dalam hidup kita mengapa harus berlama-lama dalam kesedihan? Tuhan memberikan akal pikiran bukan untuk berdiam, melainkan agar kita bergerak dan mencari jalan keluar.”

    Diam-diam saya bersyukur hari itu Tuhan menuntun saya untuk membuka facebook dan menemukan kisah inspiratif yang patut jadi teladan.

   

16 komentar:

  1. renungan pagi y nyes bgd mak
    tfs yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga begitu mbak waktu nulis ini jadi nyes sendiri, hatur nuhun sudah mampir

      Hapus
  2. Sangat menginspirasi ya mba.. salam untuk mba yuyun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Yuni, akan saya sampaikan
      terima kasih juga udah baca dan datang

      Hapus
  3. Salut sama mba Yuyun atas kecintaannya dengan merajut. Semoga selalu sehat ya, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. beliau memang suka bikin kerajinan Ila, keren ya dia

      Hapus
  4. aku juga baru tau Carpal ini waktu menghadiri neuropati nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sering denger keluhan itu dari teman-teman mbak, istilahnya justru baru tahu saat Mbak Yuyun cerita waktu itu. Bikin saya jadi waspada

      Hapus
  5. Saya udah pernah ngalami CTS ini pas masih kerja. Alhamdulillah udh sembuh setelah mengatur jadwal kerja di depan PC, minum vitamin neuro plus olah raga ringan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mbak turut senang saya dengarnya. Saya baca-baca ketika CTS sudah makin parah tak ada jalan lain selain operasi. Alhamdulillah...

      Hapus
  6. Deg2an baca tulisan ini, Mbak. Aku kerja saban hari di depan komputer terus. Semoga mbak yun sehat selalu, ya. Begtu juga dengan kita. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita jauh lebih waspada ya mbak, lebih bisa mengatur ritme kerja di depan komputer. InsyaAllah Mbak Yuyun diberi berkah sehat selalu

      Hapus
  7. Itu penyakit yang katanya mesti ngambil urat tangan melalui operasi bukan, Mbak? Aku liat di Youtube soalnya. Serem :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu salah satu hal yang dilakukan Neng kalau sudah parah, soalnya kalau parah tangan sudah tidak bisa melakukan fungsi sebagaimana mestinya

      Hapus
  8. jadi keseringan ngetik juga ada dampaknya ya ? ngeri yaa .. saya kalau depan komputer seringsering istirahat ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokok diselingi dengan istirahat dan juga pemanasan juga olahraga untuk melemaskan tangan insyaAllah nggak apa-apa Mbak Putri

      Hapus