23 Januari 2016

BUKU : CANDU YANG HARUS DIPELIHARA DAN DISEBARKAN KEMANA SAJA



                  Saya yakin anda sekalian akan terkejut jika mengetahui saya adalah pecandu. Sedari kecil saya dicekoki barang-barang aditif itu.  Dan pihak yang paling bertanggung jawab adalah orang tua saya. Merekalah yang menjerumuskan saya jadi pecandu.
                Apakah saya menyesalinya? Tidak. Saya justru bangga.
                Apakah saya perlu direhab? Sebaliknya. Jika sampai ada yang mengusulkan hal itu saya akan menolaknya.
                Bagaimana bisa?
                Sebab jenis kecanduan yang saya derita justru harus dipelihara. Bila perlu disebarkan kemana saja. Mau tahu saya kecanduan apa? Kecanduan buku!


               
Dimulai di Usia Yang sangat Muda
                Sejak usia dini orang tua saya sudah mengenalkan dengan buku bacaan. Untuk anak yang belum bisa membaca pilihan ibu saya tidak biasa. Saya tidak diberi buku bergambar tetapi buku seri pengetahuan binatang. Tentu saja saya tidak paham. Yang saya lakukan hanya membolak-balik halaman-halamannya yang dihiasi foto menarik hewan-hewan. Dan inilah yang kemudian mempengaruhi minat baca saya ke depan.
         
       Menginjak SD, bacaan saya jauh lebih berat dibandingkan usia saya sebenarnya. Bukannya membaca majalah bobo, saya lebih memilik karya-karya klasik Indonesia Siti Nurbaya dan lain-lainnya. Menginjak remaja kegemaran saya semakin menggila. Sementara gadis sebaya saya mulai sibuk tebar pesona pada lawan jenisnya, saya justru asyik berkencan dengan buku. Angreni Gadis Bali, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, Katak Hendak Jadi Lembu, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan sejumlah karya sastra terkenal Indonesia adalah teman saya. Saya tidak ambil pusing ketika orang menganggap aneh pilihan tersebut.

Melakukan Apa saja Agar bisa membaca
                Saya tidak memiliki banyak uang. Sedari kecil saya tidak dibiasakan memiliki uang jajan. Bekal saya sekolah adalah sarapan kenyang. Kecuali pada hari-hari tertentu, di jam pelajaran olahraga, ada sedikit uang jajan untuk saya.  Lalu darimana saya membiayai kegemaran saya membaca jika saya tak memiliki uang? Pinjam di perpustakaan. Itu yang saya lakukan. Cukup menunjukkan kartu anggota—buku-buku karya Karl May, Musashi, dan lain-lainnya bisa saya bawa pulang.
                Saat mahasiswa saya bahkan rela berpuasa demi meminjam buku di persewaan. Saya tidak peduli lipstik, sepatu, atau baju baru yang diributkan gadis-gadis sebaya saya. Yang ada di kepala waktu adalah bagaimana caranya meminjam buku karya Sidney Sheldon, Jhon Grisham, dan sederet pengarang terkenal lain sementara dompet sudah mulai kurus kering, macam tanaman tak diberi air. Gila ya kedengarannya? Tetapi begitulah adanya.  

sejumlah buku koleksiku

                 Ketika mulai menghasilkan uang, saya mulai membeli buku setiap bulan. Budgetnya saya batasi hingga Rp 50.000-Rp 150.000,00. Tidak boleh lebih, sebab pendapatan saya tidaklah besar. Kalau lebih dari itu berarti saya harus siap puasa agar pos-pos lain seperti keperluan bulanan, bensin, dan lain-lainnya yang penting tidak dikorbankan. Repot memang, tapi kalau tidak demikian saya impian saya memiliki perpustakaan sendiri tak mungkin kesampaian. Ya, sekarang koleksi saya sudah lebih dari dua ratusan.
 
beberapa buku tidak mendapat tempat di rak itu
  
Sebelum Hunting Buku, Cari Info Dulu

Mau beli buku apa ya?
 
                Jaman sekarang mencari tahu soal buku baru gampang sekali. Tinggal tengok saja akun media sosial penerbit di facebook, twitter, atau instagram pasti ada informasi mengenai buku-buku mereka yang diluncurkan. Seperti halnya yang StilettoBook kerap lakukan. Ini memudahkan pecinta buku seperti saya sudah memiliki gambaran buku apa yang akan yang kelak akan dibelinya. Tak hanya soal itu, Penerbit Buku Perempuan satu ini juga kerap membagikan informasi menguntungkan bagi pengikutnya seperti tips-tips, give away, blog tour, bahkan lomba menulis dengan tema tertentu seperti sekarang. Ini nih yang dinamakan sambil menyelam-minum air. Sembari mencari info buku, bisa juga dapat hadiah seru lewat hot-hot event itu.

Sebarkan Virus Membaca Dengan Cara Sederhana
                Kegemaran saya membaca tak urung membuat saya tanpa sadar mengajak orang melakukannya juga. Tak ada ekspektasi berlebihan dan bersyukur jika ada yang berkenan. Itulah yang lakukan ketika dua sepupu kecil atau keponakan saya datang. Ketika mereka menarik salah satu dari beberapa koleksi buku-buku kanak-kanak, saya cenderung membiarkan. Was-was? Tentu saja ada. Tetapi, semasa mereka tidak melakukan perusakan buat apa cerewet melarang. Bisa jadi itu adalah acara melihat buku adalah bibit awal kecintaan mereka pada beragam bacaan. 

dari cergam sampai novel anak, mau pilih mana nak?
                 Kepada orang-orang yang lebih dewasa—entah itu teman atau saudara dekat—saya juga kerap menawari mereka untuk membaca buku-buku milik saya ketika bertandang. Beberapa tidak tertarik. Beberapa lainnya, berminat meski hanya sekejap. Tetapi ada juga yang saking senangnya  hingga enggan diajak pulang. 

mana kesukaanmu? HG. Wells, YB. Mangunwijaya? Atau yang mana?
                Untuk mereka yang kurang suka membaca, saya tidak terlampau memaksa. Tetapi,  biasanya orang-orang macam ini tertarik dengan sendirinya bila menemukan topik yang diminatinya. Contohnya Ayah Ibu saya.  Jangan suruh mereka membaca buku-buku fiksi yang menghiasi sebagian besar koleksi saya. Tetapi, lain cerita ketika mereka saya perlihatkan buku kesehatan yang berkaitan dengan penyakit mereka yaitu diabetes dan hipertensi. Merasa butuh informasi buku-buku yang semula dibiarkan itu akhirnya dibaca juga. Tak jarang ketika buku yang saya berikan tidak menjawab pertanyaan tentang penyakit mereka, ayah dan ibu (almarhum) meminta tolong saya mencarikanya di internet. Wah, keren ‘kan?



                Me-review buku secara langsung bisa juga membuat orang tergerak membaca. Seperti waktu saya me-review Test Pack-nya Ninit Yunita. Mendengar betapa menariknya buku itu teman saya pun meminjamnya. Sayangnya begitu kembali beberapa waktu kemudian tampilan si buku sudah lecek, tidak sekeren semula. Maklum yang baca ternyata bukan hanya dia, tapi juga teman-temannya. Sedih sih, tapi ini lebih baik ketimbang si buku tampilannya baik-baik saja seperti semula, seolah baru saja keluar dari plastik pembungkusnya. Itu berarti si buku tidak dibaca, hanya teronggok di sisi meja.


merana...merana...*ala Rita Sugiarto


Delapan Alasan Mengapa Kamu Harus Membaca Buku
                Beberapa orang menganggap membaca buku itu membuang waktu sia-sia. Sebenarnya anggapan itu kurang tepat. Membaca justru menjadi simulasi yang baik bagi kita untuk melewati beragam situasi berikut pemecahannya lewat pengalaman orang lain. Cara ini justru menghemat waktu bertahun-tahun lamanya dibandingkan jika kita mengalami sendiri. Selain itu, membaca juga menjadi semacam kapsul waktu yang bisa mempertemukan kita dengan orang-orang dengan pemikiran dan prestasi hebat di masa lampau.
                Karena itu membaca itu bagus bagimu. Untuk lebih menguatkan tekadmu, berikut ini delapan alasan mengapa kau harus membaca buku :
1.       Mempertajam otak kita
Semakin tua umur seseorang, biasanya memori dan fungsi otak akan mengalami kemunduran. Tetapi kegemaran membaca rupanya justru mampu memperlambat terjadinya proses tersebut sekaligus mampu mempertajam daya pikir manusia.
2.       Meningkatkan kepercayaan diri
Semakin banyak membaca, semakin banyak hal yang kau pelajari. Semakin siap pula kau menghadapi tantangan di depanmu. Dari sinilah terbangun penghargaan diri. Jika ini sudah terbangun maka kepercayaan diri pun muncul.
3.       Membuatmu lebih fokus dan konsentrasi
Pernahkah kau perhatikan orang-orang disekitarmu? Di era digital seperti sekarang, orang-orang cenderung melakukan beragam pekerjaan dalam satu waktu. Chatting, cek email, sekaligus mengirimkan data pekerjaan sementara mata tak beralih dari media sosial. Kesibukan semacam ini  membuatmu kehilangan konsentrasi yang ternyata berefek naiknya tingkat stres dan berujung pada turunnya produktifitas. Untuk itu kau perlu melepaskan diri dari kesibukan semacam itu dengan membaca. Sebab membaca mengajarimu untuk fokus pada cerita didalamnya sekaligus berkonsetrasi pada hal-hal menarik yang kau temukan disana. Saat kembali bekerja, kau akan dapati dirimu jauh lebih fokus dibanding sebelumnya.
4.       Membantumu jadi lebih rileks
Saat kamu mengalami tekanan akibat beragam permasalahan, ambillah satu buku. Apapun itu. Sebab saat kau terikat dengan cerita disitu, perhatianmu terhadap masalah yang tengah mencuat akan teralihkan. Membuat keteganganmu menghilang dan kau jadi lebih tenang.
5.        Meningkatkan empatimu
Ketika kau membaca satu cerita fiksi yang bagus, kau  menjadi bagian dari bagian dari cerita, terlibat dengan beragam emosi yang dialami karakter didalamnya. Hal ini akan membuat otakmu menyadari bahwa hal-hal tersebut mempengaruhi orang di dunia nyata. Pada gilirannya, pengalaman itu mendorongmu memiliki empati yang lebih dibandingkan lainnya.
6.       Mengembangkan kreatifitasmu
Dengan membaca kau bisa mendapatkan beragam hal. Ini akan membantumu menemukan ide-ide baru. Sejalan dengan semakin banyaknya ide dan cara baru berpikir maka kreatifitas pun akan meningkat
7.       Meningkatkan kemampuan menulis
Seiring dengan meningkatnya kosakata yang kau kuasai, begitu juga kemampuan menulismu. Dengan mengamati irama, alur, serta gaya menulis  orang lain akan membantumu menjadi seorang yang ahli dalam mengolah kata. Demikianlah caranya bagaimana kemampuan menulismu bisa meningkat pesat.
8.       Hiburan yang murah
Jika kau tak memiliki cukup dana untuk berlibur, kau bisa pergi ke perpustakaan dan membaca segala macam buku menarik disana. Jika tak ada perpustakaan, kau bisa pergi ke persewaan. Dengan uang sepuluh ribu rupiah kau bisa mendapatkan setidaknya dua buah buku. Kalau ini pun masih terlalu mahal, baiklah. Kau bisa pergi mencari wifi gratisan, lalu cari sumber-sumber legal yang mengijinkanmu untuk men-download  ebook secara gratisan. Contohnya world reader.

                Nah, ‘keren kan alasannya? Jadi untuk apa kau menunda waktu, segeralah dekati buku-bukumu. Jangan ragu, sebab membaca itu memberikan banyak manfaat untukmu.
                Ah, tapi kok kamu masih termangu. Baiklah aku masih punya satu info keren untukmu!

Membaca Memberi Arti Baru pada Kata Sexy
Di masa kini yang namanya sexy tak hanya soal “total looks”, tapi juga soal “get the good book”. Rasanya luar biasa ketika melihat sesosok mahkluk cakep, dengan profil sempurna, membaca buku di depan kita. Itulah fenomena yang akhir-akhir ini jadi viral lewat  akun instagram HotDudes Reading.

 
M-e-l-e-l-e-h...Meleleh!


Biar dikata panas menggila, lihat beginian adem rasanya



 Sini deh Bang, kantongnya
Biar gue kantongin lu trus gue tenteng ke KUA

 
And finally, kata yang tepat adalah buku  mampu memberi nilai tambah pada diri seseorang. Tak hanya sekedar cakep tapi juga smart dan kekinian, ya ‘kan?

Jadi bagaimana? Apa kau masih nggak mau menolehi bukumu? Nggak sayang dengan label “sexy” atau “hot” yang akan terlewat jika kau mengabaikan itu? Aduh, ayo buruan! Jangan sampai label itu jatuh ke tangan orang.






Nama                       : Afin Yuliani
Twitter                    : @afinyulia
Facebook               :  Afin Yulia
Email                        : afin_yulia@yahoo.com


               



               



               
               
               
               
               


               

11 komentar:

  1. duh tuh cowok yang nenteng tas belanjaan di kereta lucu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hwahahahahah, setuju saya. Coba ada dimari, wah langsung aja dah ke KUA

      Hapus
  2. untuk refreshng buatku baca buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha bener banget mbak, sarana piknik yang murah

      Hapus
  3. Bener banget Mak, aku lama nggak baca buku karena kebiasaan berganti jadi baca artikel. Cuma, merobek plastik pembungkus buku itu jadi candu tersendiri deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahaha, bunyi plastk robek itu gimana gitu? Ngangenin ya

      Hapus
  4. Buku-Buku-Buku my boyfriend :D
    visit my new blog whenever you have time daydreamerdiary.blogspot.co.id ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget itu...hahahaha

      Hapus
  5. Buku-Buku-Buku my boyfriend :D
    visit my new blog whenever you have time daydreamerdiary.blogspot.co.id ^_^

    BalasHapus
  6. Membaca buku memang menarik ya Mbak dan membuat kita mempunyai ilmu yang beragam ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. cocok banget Mbak Titis, gak mati gaya kalo ada yang ngajak bicara

      Hapus