23 Februari 2016

BELAJAR HAL-HAL BIJAK DARI SEBUAH BUKU ANAK? KENAPA TIDAK?



  Namanya cerita anak, isinya pasti seringan bobot bukunya. Alurnya sederhana, begitu juga tutur katanya. Tentu saja hanya cocok untuk kanak-kanak, tetapi tidak untuk orang dewasa. Sebenarnya tidak juga. Meski diperuntukkan untuk anak, pesan-pesan bijak di dalamnya ternyata masih mengena untuk kita yang sudah dewasa. Bisa jadi pengingat bagaimana seharusnya bersikap dalam keseharian,  seperti yang tertera berikut ini :
1.      Tanggung jawab
Apa jadinya jika seseorang lupa pada tanggung jawab atau sengaja mengabaikannya karena hal tertentu? Runyam bukan? Pesan-pesan kecil tersebut terselip  diantara deretan kalimat cerita Buku Pintar yang Hilang.


2.      Jangan mudah berprasangka
Berprasangka? Boleh saja! Tetapi harus dibuktikan dulu. Itu yang ingin disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam cerita Mencari Gigi Palsu, Misteri Pecahan Kaca, dan juga Pencuri Uang Palsu.



 






3.      Berlindunglah hanya pada Allah
Takut pada hantu? Atau justru manusia? Wah, buat apa? Bukankah ada Allah, pelindung kita? Hal tersebut bisa ditangkap lewat sekelumit kalimat dalam cerita Kebun Misterius dan Misteri Foto Rumah Kosong


4.      Jangan segan menolong
Jika ada yang butuh bantuan, ayolah ulurkan tangan. Sebab menolong itu melegakan perasaan. Begitulah yang ingin disampaikan pengarang Jejak Kaki Misterius. 

 
5.      Jangan abai pada sekitar
Jika ada sesuatu yang aneh dan mencurigakan di lingkungan sekitar jangan diabaikan. Itu bisa menjadi jalan memecahkan permasalahan lho! Begitu pesan yang tertera dalam kisah Misteri Kotoran Kelas dan Pengendara Perahu Asing.
6.      Kekerasan itu nggak jaman
Memecahkan masalah kok pakai otot? Pakai otak dong! Hal inilah yang ingin dikatakan para tokoh dalam cerita Lukisan yang Menghilang. 

 
7.      Jangan terlampau percaya takhayul
Segala takhayul dipercaya. Nggak dicek dulu kebenarannya. Efeknya kita jadi takut berbuat apa-apa. Wah, nggak asyik  deh kalau begitu! Pesan semacam itu yang tersemat dalam cerita Pencuri Berlonceng.

 
8.      Rapi
Rapi itu menyenangkan. Tapi, kalau suka menaruh sembarangan? Wah, ujung-ujungnya kita sendiri yang kebingungan. Cerita Peta Ingatan Ule mengingatkan kita akan hal tersebut.
 
9.      Di sekitar kita banyak hal yang bermanfaat
Allah menciptakan semua hal itu ada manfaatnya. Termasuk bambu atau buah ara. Nah, karena ketidaktahuan itu kita jadi mengabaikannya. Sayang ya? Pesan tersebut terdapat dalam cerita berjudul Ketika Ban Sepeda Rasad Pecah dan Pohon Ara Keramat.



10.  Perintah yang tidak baik jangan dituruti
Orang tua memerintahkan kita melakukan hal yang jelas-jelas salah. Bahkan melanggar hukum? Wah, itu bukan tindakan terpuji. Sebab itu kita tak boleh menuruti. Hal semacam ini terlukis dalam cerita Misteri Matinya Ikan di Kolam Nino.

Jadi senyampang membeli buku Jejak Kaki Misterius ini untuk anak-anak atau keponakan anda, sempatkanlah untuk melongok bagian dalamnya. Biarkan anda larut dalam ceritanya yang sederhana, tidak rumit seperti kehidupan orang dewasa. Sekaligus mengingatkan diri sendiri yang mulai lupa akan nilai-nilai baik yang dipesankan orang tua selagi kita muda karena tuntutan hidup. Yang membuat kita melalaikan tanggung jawab, abai pada sekitar, atau bahkan menuruti perintah yang salah dari pimpinan karena berambisi meraih dunia.

10 komentar:

  1. Bahkan saya detik ini masih mencintai dongeng, malah stok buku2 dongeng di rumah terus berlanjut hehehe. I love 'Dongeng' and another tale :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah saya juga suka dongeng Mak Ipeh Alena. Cerita yang menarik, gambar yang asyik, haduuh bikin lupa

      Hapus
  2. justru dari buku anak itu simple banyak pelajaran yg bisa diambil

    BalasHapus
    Balasan
    1. yak Mak Lidya, bener banget. Sederhana, mengena, asyik dibaca

      Hapus
  3. Bener banget mba, kadang saya senyum - senyum baca buku anak dan teringat waktu sekolah dulu. Begitu banyak hal sederhana dipelajari yang sampai sekarang masih digunakan dalam bergaul sehari - hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho Mbak Lily, justru ketimbang buku bacaan dewasa buku anak itu terkenangnya lebih lama. Tokohnya, hal-hal baik yang dilakukannya...

      Hapus
  4. yup buku anak dengan bahasa sederhana tapi penuh makna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju aku Mbak Tira, nggak bikin mumet mikir tapi kena di hati.
      Nirut kata Anang waktu masih jadi juri "Aku iyes!"

      Hapus
  5. Tanpa kita sadari dari buku anak banyak hal yang bisa kita jadikan pegangan. Nice share mbak Afin. Btw gimana caranya bikin potongan2 kalimat seperti diatas dgn background cantik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Tiza, melekat di kepala kita. Oh, itu pakai coreldraw mbak Tiza. Gampang kok. Kapan-kapan saya kasih tutorialnya. yang simpel dulu biar nyonteknya enak

      Hapus