07 Mei 2016

SURAT UNTUK JODOHKU DI MASA DEPAN





Kepada Yth.
Jodohku di Masa Depan
Dimanapun berada

Assalamualaikum,
            Ketika menuliskan surat ini, saya ingin mengawali dengan kalimat ”Entah apa yang harus kutuangkan dalam secarik kertas ini. Goresan tinta indah sekalipun tak ada yang bisa mewakili...”. Tetapi, saya membatalkannya. Seharusnya saya menulis surat cinta dengan gaya saya, bukan mencontek dari orang lain yang membuatnya terlihat palsu dan mengada-ada. 

Jodoh itu rahasia, sama seperti rejeki dan mati
(sumber gambar https://unsplash.com/photos/bA68bHUS9mA)

            Karena itu saya memulai dengan cara sederhana, siapa saya. Saya orang biasa. Kepadamu saya tak bisa menawarkan apa-apa. Saya tidak cantik, kaya, bahkan pintar. Atau berakhlak mulia dengan pemahaman agama yang mendalam. Bahkan saya berencana menyodorkan berpuluh-puluh kekurangan dan keburukan saya saat engkau datang. Kenapa demikian? Bukankah harusnya saya menonjolkan kebaikan jika ingin mengesankan seseorang? Membuatnya terpesona dan akhirnya datang melamar. 

            Saya bukan tak tahu soal itu. Sebagai mantan admin sales, saya tahu bahwa menonjolkan keunggulan suatu barang adalah taktik jitu untuk menarik pembeli datang. Sebagai blogger yang pernah menulis untuk satu-dua Job Review saya tahu benar bagaimana cara melambung-lambungkan satu produk untuk mempengaruhi orang. Meski terkadang produk itu tak sehebat yang dituliskan. Sebagai penulis saya paham benar bagaimana cara menuliskan kemolekan satu produk (dalam hal ini saya) dengan kalimat berbunga yang akan membuat pembaca terkagum-kagum hingga liuran.


Pria hebat itu dekat dengan anak-anak
  (sumber gambar : (https://unsplash.com/photos/6HrRvNnaz-A)

             Tetapi, saya enggan. Saya bukan barang, saya manusia. Lagipula saya ingin kau punya gambaran seperti apa perempuan yang akan dihadapi di masa depan dengan gamblang. Menceritakan kebaikan yang sudah dibubuhi bumbu segala macam hanya akan membuatmu merasa tertipu kemudian, karena saya tak sesuai dengan gambaran awal. Jika kau tak gentar dan tetap berkeras melamar setelahnya, berarti kaulah sosok yang ditetapkan Tuhan sebagai imam. Yang akan menjadi nakhoda bagi kelasi tak berpengalaman. Demikian surat ini saya tuliskan. Semoga Allah selalu merahmatimu sampai kita dipertemukan Tuhan.

Wassalam,
Jodohmu di masa datang




Note : 
Ditulis dalam rangka lomba nulis yang tidak menang + setahun silam, sudah direvisi dan disesuaikan.



16 komentar:

  1. Ini pasti seru ya kalo udah dibaca sama jodohnya.. Atau mungkin calon jodohnya sekarang lagi baca ini? Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha, nah itu Mbak Adriana. Saya juga tidak tahu. Bisa saja sih kalau dianya (yang belum saya kenal itu)kesasar (karena Allah kemari) dan membaca tulian ini

      Hapus
  2. Betul Mbak, lelaki yang sudah tahu kekurangan kita tapi tetap mau menjadikan ratu di hatinya itu berati cintanya sungguh2 #pengalaman pribadi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aish, Mbak Tarry so sweet...Hopefully there is somebody like that to me. Ameen

      Hapus
  3. Alu banget itu. Pas diajak nikah aku langsung membeberkan semua kekuranganku tanpa ada yg ditutup tutupi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha, cocok Mbak Ade. Menutup-nutupi kenyataan hanya akan menyulitkan diri sendiri.

      Hapus
  4. aku kalau ditanya kelebihan ngga tau mau jawab apa kecuali berat badan. kalau ditanya kekurangan aku jawab aku kurang bersyukur ...ini posting harus dilaminating biar dibaca jodoh masa depan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Lyta ada ajaaa, tapi boleh juga sih usulan dilaminating itu. Hwaahahah....
      Eniwei sepertinya aku juga harus jujur mengatakan bahwa kelebihan saya hanyalah berat badan, sementara kekurangan saya adalah kurang syukur persis yang Mbak Lyta bilang

      Hapus
  5. Bener mbak, kalau orgnya bener2 sayang ma kita dia akan terima segala kekurangan dan kelebihan kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaallah begitu Mbak April.

      Hapus
  6. iyaps betul. kalau orang bener2 erius dan sayang dengan kita, pasti bisa menerima dalam kondisi apapun, kekurangan kita. dll.

    BalasHapus
  7. iyaps betul. kalau orang bener2 erius dan sayang dengan kita, pasti bisa menerima dalam kondisi apapun, kekurangan kita. dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, insyaAllah begitu teman. Menerima segala kekurangan dan kelebihan termasuk kelebihan berat badan

      Hapus
  8. aku doakan segera bertemu dengan jodohnya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih Mbak Lidya :)

      Hapus
  9. Teruntuk suami masa depan...

    BalasHapus