27 Juni 2016

5 TIPS HINDARI TIPU-TIPU EMAS PALSU DI BUS ANTAR KOTA DI WILAYAH INI!



source : https://www.pinterest.com/pin/509047564103642735/


Lebaran sudah di depan mata. Sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya yang merantau mulai sibuk dengan persiapan mudik. Tak hanya baju yang dipikirkan tetapi juga tiket dan barang bawaan yang hendak di bawa ke kampung halaman. Hal demikian sudah umum terjadi di masyarakat kita, sebab mudik memang sudah menjadi budaya. Tak peduli berapa jauh jarak yang ditempuh, waktu yang dihabiskan di jalan, atau bergepok-gepok uang habis saat lebaran—semua direlakan agar bisa bersilaturahmi dengan keluarga dan teman.
Agar perjalanan mudik nyaman, para pemudik harus menambah bekal satu lagi yaitu waspada terhadap kejahatan di jalan. Terutama bagi mereka yang naik kendaraan umum seperti bis antar kota. Tak hanya pembiusan,  hipnotis atau gendam, ada satu lagi modus kejahatan yang bisa menimpa Anda yaitu penipuan. Para pelaku menggunakan rasa iba para penumpang untuk memuluskan aksinya menjual perhiasan emas palsu.
Seperti dialami oleh Na (bukan nama sebenarnya) ketika pulang dari Tulungagung. Saat hendak pulang ke Jember perempuan berjilbab ini hampir saja menjadi korban penipuan mereka.
“Biasanya mereka naik dari terminal Probolinggo. Di Lumajang mulai cari mangsa,” ungkapnya ketika ditanya di wilayah mana para penipu itu mulai beraksi. 


Berbeda dengan Hipnotis atau Gendam

 source : http://io9.gizmodo.com/5891504/what-hypnosis-really-does-to-your-brain

Bila hipnotis atau gendam mempengaruhi korban lewat alam bawah sadar agar ia mau mengikuti perintah pelaku kejahatan (baik menyerahkan barang, uang atau perhiasan), penipuan yang satu ini berbeda. Masing-masing dalam komplotan ini memainkan skenario cantik yang membuat anda terlena. Satu orang berperan sebagai korban kejahatan, lainnya berperan sebagai penumpang yang simpati pada nasibnya. 

Secara umum skenarionya sederhana. Hanya membutuhkan dua orang pemain untuk menjalankan rencana penipuan. Salah satu pelaku mengaku TKI yang kesusahan—barangnya diambil orang, yang tinggal hanya baju dan perhiasan (entah jam tangan atau cincin) di tangan. Seorang lainnya akan jadi combe. Ia bertugas mengarahkan penumpang untuk mengasihani si malang dengan kalimat-kalimat tertentu. Tujuannya,  agar penumpang yang iba mau membeli perhiasan dari emas palsu milik si rekannya. 

Variasi lain, si pelaku mengaku kehilangan tas dan seisinya. Termasuk uang, ponsel, dan lain-lain. Yang tertinggal hanya perhiasan warisan sang ibu. Si combe yang berada di dekat pelaku akan menggiring penumpang untuk membantu si malang. Sama seperti diatas, tujuannya membuat orang mau membeli perhiasan dari emas palsu tersebut.
Jika tidak berhasil mempengaruhi orang untuk membeli, combe akan menggunakan cara lainnya. Mendorong orang yang iba tersebut menukar perhiasan emas palsu si malang dengan barang-barang miliknya. Terutama yang nampak di mata seperti cincin, kalung, ponsel, dan lainnya.

Tips Hindari Penipuan 
 
source : http://crimepreventiontaskforce.org/learn-more/

Ada lima tips yang bisa anda lakukan agar terhindar dari penipuan jual beli emas palsu ini :
1.      Jangan terburu-buru iba, perhatikan dulu cara mereka bicara satu sama lainnya
            Saat mudik menggunakan bus dalam kondisi berpuasa, orang lebih memilih tidur ketimbang bicara. Satu, karena mengantuk. Dua, untuk menghemat tenaga. Kalaupun bicara biasanya hanya seperlunya saja, sekedar beramah-tamah  dengan tetangga sebangkunya. Nada suaranya pun cenderung biasa, tidak lantang.
            Sementara para pelaku kejahatan di atas bus ini berbeda. Jelas-jelas mereka duduk di bangku yang berbeda, tetapi satu sama lain berbicara dengan lantang. Seolah-olah mencari perhatian. Biasanya percakapan dimulai dengan kalimat ,”Lho, sampeyan (Anda) darimana, Mas? Kok kelihatannya bingung?”
            Si malang menjawab ,”Anu, Mas. Saya baru pulang dari Arab. Ini mau pulang ke kampung nggak punya uang.”
            “Lho kenapa?”
Jika sudah sampai disini biasanya si malang akan menjawab ,”Iya, Mas. Saya ditipu orang (suaranya lirih mengenaskan), tadi itu ada barang sama dompet saya diambil orang (di hari lain alasan bisa beda lagi). Sekarang saya bingung bagaimana mau pulang, bla...bla...bla...”

2.      Jangan mudah percaya ratapan si malang
            Curigalah bila ada korban kejahatan yang tidak segera lapor pada pihak yang berwenang. Secara logika harusnya pihak itu dulu yang dihubungi, bukan malah meratap pada penumpang di bus. Setidaknya meski barang tidak ketemu, pihak kepolisian bisa mencarikan jalan agar anda bisa pulang. Terlebih bila Anda tidak mengaku tidak memiliki uang.

3.      Curigalah dengan percakapan yang tidak seimbang
            Saat dua orang berkomunikasi, akan terjadi pertanyaan timbal balik. Semisal Anda bertanya pada tetangga sebangku asalnya darimana, maka sebaliknya si tetangga juga akan bertanya hal yang sama. Begitu seterusnya. Namun dalam kasus penipuan di atas bis antar kota ini tidak seperti itu. Ada keanehan dalam komunikasi mereka.
            Pertama, si combe-lah yang mendominasi percakapan. Ia yang terus-menerus bertanya pada si malang. Begitu terus sampai skenario kelar dijalankan.
            Kedua, bukan si malang yang mengawali pembicaraan agar orang-orang membeli perhiasannya. Akan tetapi, combe yang memulai percakapan. Seperti contoh percakapan berikut ini :
            Setelah si malang mengisahkan bagaimana ia kehilangan barang, combe akan menyahut ,”Waduh, cik kasihannya sampean. Kok bisa sih? Sampeyan itu harusnya (disertai nasehat bernada simpati).”
            “Lha ya sudah kadung, Mas. Mau gimana lagi.”
            “Begini saja sudah, barang apa yang sampean punya?”
            Si malang menyahut dengan suara membuat orang iba ,”Cuma punya jam ini, Mas. Yang saya beli pas masih di Arab.”
            “Wah, jam emas asli Arab ya? Berapa dijual?”
            Si Malang akan menyebutkan harga tertentu.
            Combe segera menyahut ,”Waduh, kalau segitu saya nggak punya. Ini ada Rp 300.000,00. Kalau mau langsung saya beli sekarang.”
            Dari sini si combe biasanya mengarahkan agar penumpang lain yang memiliki uang membeli barang si malang.
           
            Ketiga, si malang selalu menjawab pertanyaan combe dengan lancar. Hampir tidak ada jeda yang lama untuk menegaskan bahwa si malang sedih karena kehilangan barang. Nada suara si combe yang kencang juga terdengar janggal. Biasanya kita cenderung bersuara lembut untuk menunjukkan rasa simpati pada orang yang kesusahan.  

4.      Curiga jika si emas dijual murah
            Emas Arab dikenal sebagai logam mulia yang baik kualitasnya. Bila dijual dengan harga jauh di bawah standar maka itu patut dipertanyakan.
            Keanehan lain, bila tidak ada yang membeli mengapa pula minta ditukar dengan barang yang kita punya? Padahal ia mengatakan butuh uang untuk pulang? Itu poin penting yang harus diperhatikan.

5.      Bila sampai tergoda membeli emas itu, entah karena kasihan atau kepolosan Anda, jangan lupa cek keasliannya dengan cara sederhana :
1.      Emas asli tidak akan berbunyi nyaring jika dijatuhkan
Bila terdengar bunyi cring-cring yang nyaring bisa dipastikan emas itu palsu
2.      Dekatkan dengan magnet
Emas asli tidak akan menempel, lain halnya dengan emas palsu yang terbuat dari logam.
3.      Emas asli akan terasa berat
Pegang emas dan lontar-lontarkan. Emas asli meski akan terasa berat dan berisi, sementara emas palsu akan terasa ringat meski gram-nya sama.

Semoga tips diatas bisa memberi manfaat pada Anda sekalian. Terutama bagi Anda yang mudik lewat Probolinggo, Lumajang, dan Jember.



18 komentar:

  1. Tipsnya keren bgt. Makasi mbak afin

    BalasHapus
  2. Emang ngeri banget gendam dan hipnotis buat pemudik. Semoga yg mudik diberi keselamatan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, plus penipuan yang manfaatin rasa kasihan orang macam itu

      Hapus
  3. lah, gw baru tahu ada tipu muslihat kek gini mba,
    sisi mengenaskan nantinya adalah, orang jadi takut mengiba dan manjadi anti-kasihan (bahasa apa ini) kalau ternyata benar ada yang kemalangan.

    Emang Setan deh ini penipu-penipu ini :((


    buleipotan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Rifka, sering penumpang lain cuma bisa diam kalau ada yang terkena tipu. Takut kalau-kalau diapa-apakan sama komplotannya.
      Modus ini sudah lama, tapi nggak tahu ya kok masih ada aja.

      Hapus
  4. sudah banyak kasus yg bisa kita lihat lewat medsos maupun berita di televisi
    jadi kita hrs pintar dan berhati-hati sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener Mbak Avy, apa yang terlihat disana bisa jadi kaca benggal buat kita. Biar hati-hati dimana saja.

      Hapus
  5. Alur ceritanya mirip dengan apa yang pernah aku saksikan sendiri. Kalau ini tentang emas kalau aku tentang burung beo. Waspada jika diangkutan umum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, ya...itu juga. Ada juga yang pakai burung. Itu juga ada, Mas. Intinya mah skenarionya sama, bikin orang merasa kasihan trus pengen bantuin

      Hapus
  6. Ih, mengerikan ya Afin

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha itu dia Mbak Tanti. Mengerikan!
      semisal mau memperinati orang lain pas ada disitu waktu kejadian, kita mikir seribu kali. Takutnya kalau gak bisa bela diri kita yang bunyek.

      Hapus
  7. hah aku baru tau ada kejahatan gini, hiii ngeri, soalnya udah lama engga mudik pake bus umum, bener"deh serem mending naik pesawat anti gendam soalnya hihi :D

    www.leeviahan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, iya mbak Lee Via. Naik pesawat aman dari gendam.

      Hapus
  8. musim mudik ini dipakai banyak orang untuk meniu dg banyak cara

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap, Mbak. Memanfaatkan situasi. Entah orang bingung, entah kasihan. Aduh, entahlah.

      Hapus
  9. Buat yg mau mudik dan sering naik bus/transportasi umum nich perlu banget tips nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, wis pokoknya hati-hati aja Mas. Orang semakin pintar buat nipu orang

      Hapus