Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Pencernaan Terjaga, Aktivitas Lancar Jaya, Berkat Ekstrak Alami Lidah Buaya

Gambar
Sejak 2012 silam saya beralih profesi, dari pekerja kantoran menjadi penulis. Banyak suka duka saya alami. Salah satunya adalah dianggap remeh dan gampang. Beberapa pihak mengirajika menulis itu pekerjaan yang mudah. Tidak perlu usaha, lha wong tinggal duduk dan mengetik saja. Padahal tidak demikian. Untuk membuat satu artikel tentang manfaat buah kepel yang tayang di majalah berbahasa Jawa (Jayabaya) empat tahun silam, saya harus berupaya keras membaca banyak jurnal berbahasa Inggris sebagai dasar tulisan. Begitu juga sewaktu saya menulis novel solo pertama yang terbit di Sheila (imprint penerbit Andi), “Sweet Sour Love : From Spring To Winter”. Demi cerita ini saya browsing dan membaca sebanyak-banyaknya tentang pergantian musim di Eropa. Seperti apakah musim semi, musim panas, musim gugur, hingga musim dingin untuk mendapatkan gambaran utuhnya. Itu baru perjalanan awal. Selanjutnya masih ada proses panjang yang dimulai dari pengiriman naskah ke penerbit, penerimaan, lalu proses pen…

Hei, Blogfam Homecoming!

Gambar

Sekelumit Kisah Dari Kelas Inspirasi 6 Di Kaliglagah

Gambar
Perjalanan Menuju MI Al Khairat, Kaliglagah
Saya sedang tak enak badan ketika berangkat ke Jember, Jumat (5 Oktober 2018), pukul 14.51. Hidung masih mampet, batuk masih tersisa, dan meriang masih tak mau lepas dari badan saya meski sudah mengalami hal ini sepekan sebelumnya. Saya berbaik sangka saja, insyaallah ketika sampai di tempat hal-hal tersebut tak jadi kendala. Satu setengah jam perjalanan, saya sampai di Jember. Yova, relawan fasilitator yang menjemputsaya, sudah standby di samping masjid yang tepat di sisi kiri stasiun Jember. Saya langsung mengenalinya karena baju batik bermotif burung merak yang dipakainya. Kok tahu? Iya, sebelumnya Yova memang menyebutkan pakaian yang dia kenakan via WhatsApp. Biar saya mudah mencari dia.
Dari stasiun, Yova mengajak saya ke rumah relawan lain, Riza Rastri. Di jalan Yova sempat bilang, kemungkinan besar saya mengenal Riza. Saya sempat mengerutkan kening, tapi begitu ketemu saya langsung paham. Saya sudah ketemu dia di Pelatihan Menulis yang…