Tampilkan postingan dengan label Mumble to my self. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mumble to my self. Tampilkan semua postingan

10 Agustus 2018

Dibalik Jari-Jari Yang Doyan Menebar Hujatan, Ada Kita Yang Gagal Mengendalikan


Hari ini kelima jari bergentayangan di dunia maya. Melongok akun artis-artis dan MUA (make up artist) yang banyak bertebaran di sana. Aih, Bubah Alfian ternyata baru saja menggarap wajah Via. Itu tuh penyanyi dangdut asal Jawa Timur yang terkenal dengan lagu "Sayang"-nya. Melihat foto itu mata kelima jari mengerut, hati kelima jari tak senang. Sepertinya ada yang kurang. Wajah Via Vallen itu kurang tirus ke mana-mana. Tidak heran di foto yang nampak pipi semua. 
Aih, gatal masing-masing jari mulai gatal. Tak pelak muncul komentar "Ya ampun, pipinya itu nggak nahan. Benerin dong, biar tirusan. Udah banyak uang ini lho!"

Bosan menengok instagram, pindah lagi kelima jari ke akun sosial media lainnya, Facebook. Ada seorang perempuan mengunggah foto bekal untuk anak buatannya. Cantik sih, tapi kok isinya mie instan. Terus itu loh, kok ya saben hari telur terus-terusan. Apa tidak ada lauk lainnya? Yang lebih hebat seperti daging panggang atau udang misalnya.
Kelima jari pun gatal kembali. Tak urung muncul ucapan seperti ini dinding akun sosial media :
"Baru bisa bikin  bekal gitu aja, combyongnya. Huuh, yang udah jago bikin masakan aneh-aneh nggak pernah pamer. Dasar emak-emak baru belajar masak!"

Barusan berhenti, di timeline muncul gosip artis nganu yang baru saja bertunangan dengan horang kayah. Weew, calon istrinya konon pemilik sekian banyak usaha. Tapi, kok tampilannya tua? Kayaknya nggak cocok deh sama si artis yang ono.
Tangan ini kumat lagi gatalnya. Cuus, langsung saja nemplokin komentar di bawah link itu yang rasanya masam.
"Ih, tua bingit sih, nggak cocok deh situ sama si ono ....”

Eh, tak berapa lama ada lagi berita kalau artis cantik yang barusan putus sama pacarnya itu sekarang sudah punya yang baru lagi. Sayangnya si cowok baru kok njomplang. Jauh banget dari si mantan. Aih, jari-jari langsung kompak berujar ,”Pacarnya barunya mirip Cak Lontong yes?”

Ups! Udah ah. Ada janji. Gerilya di dunia mayanya harus disudahi. Eits, tapi apa ini? Istri komika satu ini gendut sekali. Woo, ndak bisa didiamkan ini. Kelima jari harus bersatu dan menyuarakan isi hati. Which is ... G-E-N-D-U-T!

Nah, itu ada lagi. Ternyata rumornya, si anu ...

Priiiiit! Stop sampai disini kelima jari, kini giliran hati yang bicara. Biar dia menyuarakan apa yang jadi uneg-unegnya.

Hati dengan sepenuh kegeraman berkata  ,”Owalah jari-jari, kamu itu demen sekali berkonspirasi. Sayangnya konspirasi merusak hati. Mbok yao yang pinter gitu loh. Yang beradab, jangan asal njeplak! Memang kamu itu belum pernah dapat penataran P4 5000 jam. Biar khatam. Jadi esok lagi kalau komentar yang positif, inspiratif, dan penuh kecerdasan.”




Eh, tapi si hati tak lama kemudian terdiam. Ia sadar kelima jari tak bisa begitu saja disalahkan. Bukannya dibalik aksinya yang menyakitkan ada pemiliknya yang telah dikarunia akal? Dengan itu seharusnya ia tahu bagaimana cara memanfaatkan tangan untuk melakukan hal yang hebat. Ini malah kebalikannya. Kalau tidak nyinyir ya menghujat. Kalau tidak menghujat, nyindir. Kalau nggak nyindir, bawaannya meriang. Lalu sakit terus muntah-muntah.

10 Januari 2016

AH, TERNYATA KITA LEBIH PANDAI MENCELA...







Tahun ’98 ketika para mahasiswa demo menuntut Presiden Suharto dilengserkan, saya bertepuk tangan. Saya senang betul melihat akhirnya ia turun tahta. Tentu saja tak lupa membubuhinya dengan komentar paling pedas yang saya bisa.
Lalu seseorang berkata ,”Jangan terlalu...”
“Memangnya kenapa? Orang seperti dia pantas menerima hujatan. Sudah lama dia membuat kita sengsara.”
“Memang benar, tetapi diantara itu pasti ada saja sisi baik yang akan dikenang.”
Saya mencebik tidak percaya. Mana mungkin orang seburuk itu punya sisik baik, pikir saya sambil terus menonton riuhnya demo mahasiswa via televisi. Lalu Presiden benar-benar tumbang. Harapan saya semoga setelah ini Indonesia berjaya dan gilang-gemilang.

Ekspektasi saya berlebihan. Tahun berlalu, pemimpin berganti, Indonesia masih segini-gini aja. Tak satu pun dari mereka yang bisa membawa Indonesia bersinar, pikir saya kecewa.  Rupanya tidak hanya saya yang kecewa, orang lain juga sama. Secara random ada saja diantara mereka yang ternyata merindukan jaman kepemimpinan Presiden Suharto.
“Meski otoriter, tapi hidup ndak serepot sekarang. Sekarang apa-apa mahal, duh...memang benar ‘Penak jamane Mbah Harto biyen (Enak jaman Pak Harto dulu)’.”

23 November 2015

PICTURES TALK : HEAVEN IS NEAR





Tak perlu jauh mencari surga, ia ada setiap kali kau palingkan muka. Jika kau tak percaya tak apa. Kemarilah, akan kutunjukkan  bukti kalau surga itu memang benar-benar di dekat kita.



Surga, begitu kau bisa menyebutnya jika pagi buta saat kau terbangun, kau masih bisa menikmati cahaya lampu panjar tersampai di matamu. Bayangkan jika malam sebelumnya kau masih bisa melihat dan keesokan paginya Tuhan mencabut indra penglihatanmu. Akan jadi seperti apa dirimu. Jadi jika kau ingin tahu rasanya surga, itulah salah satu bentuk kecilnya.



Surga, begitu kau bisa mengatakannya bila kau menapakkan kakimu di luar rumah dan kau dapati pagi yang dramatis. Berdiri di bawah sebuah menara yang tingginya berkali-kali lipat tubuhmu, berlatar belakang awan-awan di pagi cenderung mendung dan angin dingin yang merasuki tubuhmu, kau pasti merasakan ketakjuban itu. Betapa luasnya alam raya dan betapa kecilnya kau disana.

02 Oktober 2014

CUACA HATI





CLOUDY HEART
Kadang mendung dan hujan datang menghampiri. Turun saban hari seolah tak mau berhenti. Cuaca cerah hanya sekejap muncul lalu hilang lagi. O,o...dunia serasa tak berkawan dengan kita. (dompet kering, tinggal 17 ribu doang, orang yang diem-diem ditaksir ternyata udah nikah dan mau punya anak = nangis bombay). 



SPRING HEART
Keesokan hari mendung dan hujan hilang. Langit biru cerah, dan awan putih berarak riang. Matahari tersenyum lebar dan bunga-bunga bermekaran. Dan kita pun lupa akan hujan yang sempat datang. (Duit lagi banyak, kondisi sehat wal ngapiat, nggak kurang suatu apa => dada membusung, leher mendongak ampe kecengklak). 

25 Januari 2014

MENDUNG DAN BERIBU KETAKUTAN TAK BERALASAN







Mendung memang, tapi ketimbang mengeluhkannya mengapa kau tidak mencari payung dan melangkah sesuai rencana yang kau inginkan.
Becek, cipratan air kotor, dan basah di badan itu resiko yang harus diambil. Tapi itu lebih baik daripada duduk tanpa berbuat apa-apa selain menggerutu nasib sial yang menimpa kita.

“Aduh, tapi diluar terlalu dingin, kau tahu kan aku tak kuat dingin. Kalau aku sakit bagaimana bisa sampai di tempat tujuan?”

Kau benar, memang diluar dingin. Tapi kau masih punya jaket, kawan. Pakai saja dan teruskan perjalanan.

19 Juli 2012

THANK YOU FRIENDS




Untuk tiap orang yang telah memberi ucapan dan mendoakan di hari lahirku, 19 Juli.

Doa seringkali hanya berisi rangkaian kata sederhana, tetapi ia cantik serupa bunga kecil yang kutemukan di antara daun dan rerumputan.
Hanya bedanya jika bunga itu akan layu, tapi tidak dengan doa kalian itu.

Terima kasih.

pic : taken by afin
location : near  tennis court


16 Juni 2012

THE LONELY SANDAL




sendiri saja
tanpa pasangan
si sandal melenggang tenang
di kepalanya terpeta sebuah keyakinan mendalam
satu ketika ia akan temukan pasangannya di satu tikungan jalan
dimana dan kapan?
seluruh jawaban ada pada Tuhan empunya alam
karena itu si sandal tidak pernah ketakutan
ringan langkahnya menyusuri jalanan kehidupan
gembira saja menikmati seluruh kisah cerita
dimana Tuhan adalah dalangnya
dan ia, wayangnya

*while hearing Letto's song-Sebelum Cahaya


pic taken by afin
location Jembatan Gantung, Kali Setail
using Dee's digicam

14 Juni 2012

UNKNOWN MAN




menemukanmu diantara lembar diary lama
aku bahkan sudah lupa pernah melukis wajahmu disana
tersembunyi diantaran balutan perban, aku tak tahu kau seperti apa
hanya matamu yang (dalam anganku) sebiru langit itu menatapku
seolah magnet, ia mempesona
mengajakku merenangi dan menyelami sedalam apakah ia

akan seperti apa jika kau nyata?
tidak hanya sekedar gambar  yang kucoretkan diatas kertas saja?
apakah genggaman tanganmu akan sehangat cuaca negeri ini?
apakah kau akan selembut alunan angin yang menggoyangkan permadani padi?
apakah kau akan sesegar  rerumputan berhias embun?
atau kau justru penuh gelora seolah ombak-ombak di negeriku tercinta?

ah, kurasa aku sudah gila
memikirkan hal-hal absurd, tidak nyata
tentangmu, My Unknown man
seseorang yang pernah menghiasi impianku sebagai gadis muda




While hearing Daniel Bedingfield, Letto, and Michael Buble
Pic : taken by afin yulia

11 Juni 2012

HIDUP ITU SEPERTI RAJUTAN



Kau tahu, sayang
Hidup itu seperti rajutan
perlu rantai pondasi untuk melangkah ke tahap selanjutnya
Lalu bergerak pelan mengikuti pola
Mencapai satu bentuk yang kau rencanakan
Tak jarang ditengah jalan kau dapati kau salah perhitungan
Harus dibongkar dan dikerjakan ulang
dari awal
tapi pilihannya ada padamu
kau teruskan atau kau bongkar
dengan masing-masing resiko di tangan

Jangan takut jika memang harus dibongkar
Siapa tahu itu jalan tak terduga untuk melompat ke depan
Memang itu butuh keberanian
Kebanyakan orang memilih meneruskan yang salah ketimbang berhenti dan mulai dari awal

Terserah padamu
Kau pelihara takutmu atau justru berani dan melangkah maju
Kau tahu benar resiko keberanianmu
Tak ada jaminan kau akan berhasil
tapi mundur ke belakang dan tetap berada di zona nyaman 
belum tentu juga memberi kebaikan

Dengarlah quote ini dan renungkanlah "
"Ada orang yang menghabiskan hidup tanpa pernah mencoba melakukan hal-hal baru, karena mereka takut gagal. 
Yang tidak mereka sadari adalah, walaupun orang pemberani takkan hidup abadi, orang yang selalu berhati-hati malahan tidak pernah hidup sama sekali (Peter O'Connor)”

So, just move on, baby
Don't be afraid
I'm on your side
Watching you move forward



*thinking while doing my activity : "melukis cahaya"
write on first june, 2012 (22:06)
end on june, 10th 2012 ( 08:39)



back song : If You're Not The One (Daniel Bedingfield)
I love the lyrics so much :)
....
And i wish that you could be the one i die with
i hope i love you all my life
....
coz i love you, wether its wrong or right
you know my heart is by your side 


pic : taken by Afin Yulia for EXO CROCHET

03 April 2012

CANTIK




Sama sekali tidak cantik!
Katamu terus terang di hadapanku. Aku tersenyum lucu. Memang betul itu. Aku tidak cantik, sebab untuk jadi cantik itu tidak gampang, meski tidak sulit juga.
Kau harus selalu tersenyum lebar setiap kali menemukan kesulitan. Belajar tanpa make up di depan orang, bersikap wajar apa adanya tanpa diberi pemanis buatan. Menjaga mulut  dari memperbincangkan hal yang bukan-bukan. Pun mata dari segala pandang yang menyeret kita dalam kesesatan.

Gendut banget! Enggak langsing! Siapa yang mau dengan kamu?
Sekali lagi kau mencela aku. Terima kasih telah kau katakan itu. Sebab itu mengingatkanku pada usahaku untuk menjadi langsing yang selalu gagal itu. Banyak sekali excuse yang membuatku melenceng dari tujuan awal melangsingkan badan. Bukan sembarang melangsingkan tapi mengekang hawa nafsu pada keduniaan, pada berderet-deret iming-iming keindahan dan gemerlap hingga tak peduli bagaimana seharusnya aku bertindak.

Kamu takkan pernah jadi cantik! Begitu kau katakan.
Ah, siapa bilang? Aku ini cantik sejak aku dilahirkan. Cantik dengan segala kekurangan dan kelebihan. Asli, tanpa polesan. Begitu adanya, sejak Tuhan memberikan.

Kau sama sekali tak sempurna! Katamu untuk kesekian kalinya.
Kau salah, aku sangat sempurna. Aku punya dua mata, satu hidung, satu mulut, dan dua telinga. Tangan dan kaki yang berfungsi semua. Organ tubuhku begitu juga. Tidak kurang satu apa. Lalu sisi mana yang tidak sempurna?

Justru kau itu yang tidak sempurna, karena bisanya hanya mencela. Jika memang kau tahu apa itu sempurna, bisakah kau membikin satu saja manusia seperti yang Tuhan cipta? Kurasa kau akan mati sebelum bisa melakukannya.
Hweeek!

Dan aku meninggalkannya, tercengang-cengang ditempat duduknya. Melenggang dengan kebanggaan luar biasa sembari berkata ,”Terima kasih Tuhan, kau jadikan aku cantik dan sempurna sesuai porsinya.”


Back song : Beautiful (Cherry Belle), Faces Of Heart (Dave Koz)

pic: www.thedirtfloor.com

30 Maret 2012

MUMBLE TO MY SELF : HOW MANY TIMES DO YOU SAY THANK YOU TO ALLAH?






Buka matamu dan lihat cahaya pagi yang menyelusup di sela-sela jendela ini
Lalu hirup segarnya hawa yang bahkan kau nikmati tanpa perlu membayarnya
Sentuh tanganmu, raba kakimu
Cubit ia, rasakan sakitnya
Terasakah?
Bila ya, itu tanda kau normal dan baik-baik saja

Coba langkahkan kakimu, rasakan dingin lantai keramik di bawah tapakmu
Berjalanlah ke kamar mandi dan ambil wudlu
Apa kau bisa rasakan segarnya air menerpa wajahmu?
Coba bayangkan andai saja kau alergi pada air sesegar itu
Betapa tersiksanya kamu

Jika sudah selesai kembalilah ke kamarmu, pakai mukena lalu sujud pada-Nya
Apakah mulutmu masih bisa mengucap surat-surat pendek yang diajarkan sejak dulu kala tanpa kesulitan?
Pikirkan, andai mulutmu tak lagi bisa mengucap sepatah katapun
Apa yang kau rasakan?

Lalu apakah kau masih ingat semua nama teman-temanmu, hal-hal menakjubkan dalam hidupmu, dan lain sebagainya?
Bagaimana jika Tuhan mengambil separuh memori itu?
Apa yang akan kau lakukan?
Atau andai saja mendadak matamu diburamkan, tak lagi bisa melihat dunia dan segala bentuk keindahan?
Masihkah kau bersyukur atau justru mengumpati Tuhan?

Sekarang jika sudah selesai kau bersembahyang, coba putar musik yang kau suka kencang-kencang
Apa kau bisa dengar Yanni, LMFAO, Jennifer Lopez, Adele, atau Vanessa Mae berkumandang?
Kalau ya berarti telingamu tidak bermasalah kan?

Dan pertanyaanku setelah sebagian kenikmatan itu terpapar padamu : Berapa sering kau berterima kasih untuk semua itu?



Inspired by In The Morning Light (Yanni)
Pic taken from : www.dipity.com

25 Maret 2012

RUMAH KITA




Rumah kita
Tak usah seluas lapangan bola, cukup kecil saja
Tak banyak jeda agar  kita selalu bisa cilukba sepanjang masa
Bahkan saat kau enggan mendekatku karena hati kita diamuk bara


Rumah kita
Diiringi setapak berumput di kanan kirinya
Dialun lembut dedaunan dan bunga aneka warna
Ditaburi jambu, lengkeng, dan mangga
Tempat anak kita belajar tentang dunia sembari membaca dibawahnya


Jangan, jangan kau bangun rumah kita seluasnya meski kau bisa
Dimana ruang dan pintu begitu banyaknya
Memberi jarak tanpa kita menyadarinya
Sebab semakin banyak ruang, semakin besar kemungkinan masing-masing dari kita
menemukan tempat persembunyian
Lalu menjadikannya benteng kecil pelarian tiap kali permasalahan menghampar
Begitu pun dengan banyak pintu kita pasang
aku takut dengan banyaknya pintu justru kita terpisah perlahan
Kau nyaman melalui pintu satu
Dan aku dengan pintu lainnya
Tanpa sadar hati kita tak lagi bertautan

Rumah kita
dibangun diatas pondasi batu kokoh kasih sayang
Diukir diatasnya janji kita pada Empunya semesta
Dipatri oleh doa
Agar kita kuat mengarungi tiap riak dan gelombangnya

Rumah kita
Biarlah berdiri dengan segala kekurangannya
Agar kita juga semakin giat membangunnya
Biar saja ia tak sempurna
Sebab aku ingat kata Ustadz ," Apa-apa yang sempurna sejujurnya sebentar lagi akan menuju kehancurannya."


pic taken from : http://wallpapersuggest.com 


19 Februari 2012

TENTANGNYA, PELUKIS CAHAYA




Aku burung kecil dan ia angin
Bertemu di satu jalan, pada sebuah persimpangan hutan kehidupan
Aku lupa seperti apa awalnya
Kurasa karena aku mengagumi apa yang dilakukannya : melukis cahaya
“Aku menyukainya, aku menikmatinya,” katanya satu ketika
Menjawab tanyaku mengapa ia melakukannya selepas aku berkeliling menikmati galeri rumah mayanya

Maka sejak itu kami bicara
Tak lama, hanya sekilas-sekilas
Tentang hal remeh-temeh yang kau temukan dijalan
Tidak lebih tidak kurang

Hingga kemudian percakapan berkembang
Tentang langit, tentang hujan, tentang malam, tentang apa saja yang jarang di bahas dengan sembarang orang
Aku merasa menemukan teman yang asyik untuk berbincang
Sembari mendengarnya berkisah tentang impiannya, passion-nya
Diselingi cerita tentang kupu-kupu dan wangi bunga dalam pengembaraan

“Kepada kupu-kupu mewangi yang bertebaran,
Yang kerling dan harumnya menghembus pelan,
Aku bisa meraih semudah membalik telapak tangan,
Semudah itu kupu jatuh dan bersarang dalam genggam tangan,” ucapmu ringan.

Hanya gelengan kepala yang kulontarkan
Dalam hati berucap pelan :
” Aku tahu kenapa semudah itu mereka jatuh padamu.
Kau hangat dan menyenangkan
Bahkan teramat manis bagi sebagian orang
Tak disangkal banyak yang terlena oleh baiknya perlakuan
Bagaimana kau menjadi pendengar, membuat kupu dan bunga merasa dihargai olehmu
Tak sadar terjebak oleh luapan rasa “lebih dari suka”
Tak peduli meski hatimu telah kau tambatkan
Padanya, si jelita bermata bola.”

Main hati kau itu pelukis cahaya, batinku tak terkata
Jika begini yang kau lakukan, kau hanya akan berakhir dengan kehilangan

Lalu
Satu ketika dengan hati kusut ia datang
Mengisahkan sebuah kehilangan yang tak bisa disangkal
Berusaha tampak riang, mengisahkan perihnya dengan cara teringan
Tentangnya, si jelita bermata bola yang memilih terbang sendirian
Setelah lelah mengawaninya dalam pengembaraan
“Kurasa aku yang salah,” keluhnya,” Aku yang bodoh.”

Aku mengusap jidat tak sabar
“Memang! Kenapa baru sadar?”
“Kau benar-benar kehilangan kali ini kawan!”
Semburku keras seolah aku berhak mengatakan


Tapi kemudian aku diam
Mungkin harusnya begitu manusia belajar
Sesekali perlu pukulan keras untuk menyadari sebuah kesalahan
Cara yang menyakitkan sebenarnya
Apa boleh buat?
Jika itu bisa membuat pikiran seseorang terbuka lebar


While hearing Kehilangan (Ost Heart), Main Hati (Andra & The Backbone)
A friend in need is a friend indeed

pic belong's to www.superstock.com



14 Desember 2011

SEMAKIN KITA MENGENAL SESEORANG



Semakin kita mengenal seseorang
Semakin kita mengetahui banyak kesalahan
Sesungguhnya itulah bentuk teguran
Betapa kesempurnaan hanya milik Tuhan
Manusia tak ubahnya seonggok debu di lautan

Semakin dalam kita memasuki hati seseorang
Semakin kita dikenalkan pada sisi-sisi kelam
Sesungguhnya pula itu pelajaran
Betapa manusia itu gudangnya kesalahan

Seorang guru pernah berkata padaku ,”Jangan terlalu jika kau mencintai sesuatu, begitu pula bila kau membenci sesuatu. Siapa tahu yang kau cinta itu satu ketika menyakitimu, sebaliknya yang kau benci justru membawa manfaat bagimu.”

Dan aku belum mampu melakukan itu
Hati manusiaku memiliki kecenderungan “terlalu”
Maka ketika kisah demi kisah dihamparkan padaku
Aku termangu
‘Tak salah apa yang guru itu katakan padaku,” gumamku

Maka aku kembalikan semua kepadamu, Tuhanku
Bukankah setiap lekuk kisahmu itu serangkaian pelajaran?
Agar semakin bijak aku menyikapi kehidupan
Menyadari padaku tersimpul banyak kekurangan

Lalu pantaskah aku menepuk dada dan berkata—padaku tersemat seribu kebaikan?


141212

09 Desember 2011

CHANGING




Sejak sepertiga malam hingga subuh menjelang
Kudengarmu bicara panjang
Tentang dia, hatimu, dan sekelumit keresahan

Belum pernah kau begini, kawan
Sepertinya ia telah mampu “menundukkan” hatimu yang liar
Aku tak tahu apakah ia rumah tempatmu pulang
Hanya kedengarannya ia merubahmu besar-besaran

Berapa lama kita berteman?
Baru kali ini kau dibuat kelimpungan oleh mahkluk berjenis perempuan
Sebelumnya kaumku-lah yang blingsatan, menadahi manis tuturmu yang melambungkan angan
Duhai kemana larinya pria itu?
Perayu yang ulung menaik turunkan kalbu
(Mau tak mau aku tergelak lucu tiap kali celotehmu merasuki telingaku)

Perasaan-perasaan lawan jenis yang dulu kau abaikan
Kini berbalik menyerang dan menyusupkan segenap kekhawatiran
Cemburu itu, getir itu, sedih itu
Menggelenyar di laju harimu
Menguakkan satu fakta baru
Karang hati sang petualang telah luluh olehnya—perempuan serupa tetes hujan yang menjatuhi kalbumu dengan ketepatan
Tanpa sadar ia telah mengetukmu dengan caranya
Menjumpalitkan rasamu, membuatmu tertegun, dan terpaku
(Dan aku terpingkal-pingkal tanpa kau tahu)

Demi Tuhan, ini diluar dugaan!
Kau kena batunya kali ini, kawan!
Kau,  si buaya  tak berkutik di depan sang pawang
(Hahaha menggelikan, tapi menyenangkan mendengar kabar demikian)

Betapa Tuhan itu Maha ya, kawan
Indah bukan caranya memberimu pelajaran?
Maka hanya satu yang kukatakan diakhir percakapan
“Kau tak butuh nasehatku, kawan. Kau sudah tahu kemana hendak berjalan. Semoga Allah, memudahkan jalan.”

* untuk satu hari yang lucu dan menggelikan
Diantara kantuk dan tawa terpingkal


pic taken from :  http://www.123rf.com

06 Desember 2011

UNGKAP RASAMU



Keterbiasaan membuat kita kehilangan
Ketika satu titik tidak kelihatan rasanya ada yang kurang
Apakah kau merasa demikian?
Bisa ya, bisa tidak

Jika kau  lebih suka memendam perasaanmu dalam-dalam
Pastilah enggan menunjukkan kejujuran
Naif, bersembunyi di baliik kalimat ,”Tak ada dia, aku baik-baik saja.”
Alih-alih hampa dan malu mengungkap rasa

Maka tunggu
Dan berharaplah ia mengerti
Sesungguhnya kau ingin dia ada disini

Berharaplah terus dan jangan bergerak
Gunakan telepati (yang kau tidak punyai)
Agar aku bisa mengatakan ,”Kau itu bodoh sekali!”

Ayunkan satu langkah kecil, sobat
Lalu lihat apa yang terjadi
Katakan rasamu dengan ridho Tuhan sebagai dasar
Agar tak kecewa bila ia memberi penolakan

Jika memang pada kenyataan Allah tak menjadikan ia milikmu
Lepaskan saja dan biarkan terbang
Sebab masih banyak kisah yang harus kau pintal dalam kehidupan
Yakin saja, yang terbaik yang akan tiba


02 Desember 2011

WHITE LIES




Tanya padaku seberapa jujur aku padamu
Mulanya begitu
Segala hal kukatakan padamu
Tapi syak wasangkamu membuatku ragu
Kau hilang jernih
Dan jujur justru “mematikan”-mu?
Mukamu yang ayu hilang disela kerucut bibirmu
Serta kernyit di jidat penuh curiga

Maka sejak itu aku beralih jalan
Jujurku kusimpan
Kupoles dan kubingkai manis dengan sedikit kebohongan
Sebab ia lebih ampuh untuk menenangkan hati yang diliputi prasangka
Dan benar saja
Kau tenang setelahnya
Pikiranmu tak mengembara di ranah yang bukan-bukan
Wajahmu cerah dibingkai senyuman
Cerlang matamu kian berbinar

Maka kesimpulanku white lies itu menyenangkan


10.26, December 2, 2011

Thinking about truth and lies


25 November 2011

A LETTER TO MY SWEET NOVEMBER




November datang dengan kelabu di langit kita
Tak apa, sebab dibalik itu ada keberkahan menetesi tanah-tanah kita
Sekaligus dingin yang menghantar kita bergelung dibalik selimut tebal
Dan aku sendiri  menemukan kehangatan dibalik pelukmu, setiap waktu

Menatap langit sore itu, keping-keping kejadian berputar
Tentang pertanyaan atau celetuk kecil yang sering kudengar
“Kenapa nggak makan?”
Mbok kalau bicara itu yang halus.”
“Sabar sedikit jadi orang.”
“Siapa yang bilang kamu jelek? Ndak kok.”
Dan aku tertawa sendiri mengingatnya.

Kau tahu, hidup takkan sama tanpamu,
Sebab denganmu kulampaui waktu
Dengan tawa, obrolan hangat, debat menyebalkan, saling memendam kesal serta pelukan

Hidup takkan asyik tanpamu
Sebab denganmu aku belajar sesuatu
Sebelum guru lain datang dan mengajariku

Hidup takkan seru tanpamu
Sebab denganmu aku melaju
Dengan segenap perhatian, kecerewetan, dan cinta tanpa jeda

Sering aku tak sabar menghadapimu
Bahkan untuk hal-hal kecil yang harusnya tak perlu kulakukan itu
Padahal kau tidak begitu
Seberapa badung, seberapa bengal, seberapa keras kepalanya aku
Kau selalu disitu, disisiku

Kepadamu, sering kuceritakan hal yang biasanya kusimpan dalam kotak pikiran
Membacanya dengan tepat bahkan ketika aku diam dan tak hendak menceritakan
Tapi acap kau pura-pura tak tahu
Dan membiarkan aku mengatasi sendiri kesulitanku
Untuk jadi lebih kuat, untuk jadi lebih hebat

Maafkan aku mematikan impianmu tentang bagaimana harusnya seorang perempuan
Aku tidak manis dan santun bersikap
Cenderung keras kepala dan seenaknya
Lebih suka bercelana ketimbang bergaun
Seringkali terlampau lugas dan terbuka jika bicara
Kurasa sikap terakhir itu yang bikin kita sering bergesekan

But above all
I wanna say “I LOVE U, BU”
So sorry for everything I do


pic taken from www.everythingthatsvitaltypepad.com

05 Mei 2011

TERIMA KASIH TUHAN


Seperti biasa alarm tubuh saya berdentang jam 2 malam. Bergegas saya ke belakang, mengambil wudhu lalu pergi ke pesholatan, satu ruang kecil di sebelah ruang teve yang kami gunakan untuk sembahyang. Dari jendela ruang itu saya melihat keluar. Suasana terasa lengang. Tak terdengar apapun kecuali sayup suara orang nderes Al Qur’an dari arah selatan. Entah darimana tepatnya, bisa jadi dari masjid atau suaru dekat situ.

Sedang apa ya orang-orang jam segini? Apa mereka juga gentayangan seperti saya atau justru sedang asyik terlelap di buai mimpi?

Saya berhenti menatap keluar. Saya kenakan mukena lalu sholat isya’ yang tak sempat saya lakukan sebelumnya karena terlampau kelelahan.
Usai itu saya segera ke belakang. Menyeduh teh hangat tanpa gula dan menggodok telur untuk sahur malam ini.
Senyampang menunggu telur matang, saya kembali menghadap komputer yang telah saya nyalakan. Menekuri dunia kata yang akhir-akhir ini jadi kegemaran. Baru setengahnya saya diingatkan tentang telur yang saya masak beberapa menit lalu. Saya bangkit menuju dapur, membuka tutup panci kecil itu dan melihat air mengepul-ngepul. Mana si telur? Kok tidak kelihatan? Saya melongok lebih dalam, oalah itu dia!
Sembari meraih lap saya mengangkat panci. Rasa panas menyengat ibu jari. Oh, sial! Rupanya tangan saya menyentuh telinga panci yang tidak tertutup gulungan lap saya.
Saya meringis dan berhenti sejenak lalu kembali mengangka panci beberapa saat kemudian.Sekarang gantian rawon buatan Bapak yang naik ke atas kompor.

Sejurus kemudian kembali saya menghadap Tuhan lagi untuk sholat sunat dua rakaat. Heheh saya lupa tadi. Usai sholat doa saya singkat. Saya tidak minta banyak. Saya cuma berterima kasih pada Tuhan atas banyak nikmat yang Ia berikan. Memangnya apa sih? Udah jadi orang terkenal ya?
Hahaha, enggak juga. Tapi kesehatan, rizki, dan banyak kebaikan kecil yang sebelumnya saya bilang cuma, yang jarang saya ucapkan terima kasih kecuali jika hal-hal besar mampir pada saya. Misal dapat uang, hadiah, atau apalah yang umum dirayakan orang. Tapi tidak untuk hal-hal itu. Sok banget ya saya. Emang saya siapa?


Anyway thanks ya, Tuhan. Untuk setiap kesempatan dan pembelajaran harian. Terima kasih karena Engkau memberiku kecantikan luar biasa. Biar saja mereka bilang saya biasa saja jika dibandingkan Olla Ramlan atau Luna Maya. Toh ini sudah pas untuk saya (pede abis deh saya!).
Terima kasih karena hal-hal hebat yang terjadi dalam hidup saya. Terima kasih untuk hal-hal kurang mengenakkan (wow dahsyat deh pelajaran di dalamnya!).
Terima kasih karena Engkau saya seperti sekarang. Triiiiiing!

27 April 2011

AKU SUKA DUDUK DEKAT-MU

Aku suka duduk di dekat-Mu, curhat denganmu diantara duduk santai itu. Kadang-kadang aku berpikir, kurasa terlampau banyak keluhanku.
Bukankah aku punya kaki, tangan, dan pikiran? Akulah yang harus bergerak, dan membuat mukjizatku sendiri, tidak cuma menunggu-Mu, CEO nomer satu seluruh jagad untuk mengabulkan doaku.

Ah, terima kasih untuk-Mu. Untuk menemaniku di waktu-waktu-Mu. Aku tahu Kau sangat sibuk.
Tapi Kau selalu bersedia meluangkan waktu untukku.

Terima kasih juga untuk setiap hadiah special yang Kau kirim setiap hari itu. Maaf, aku selalu lupa mengirimkan e-mail untuk sekedar memberitahu. Sok sibuk banget kan aku?


My hug for u, kawan-Ku.