Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

LONELY

Gambar
Sendiri, terbang mengitari hari
Mendekap hangat mimpi-mimpi
 Kerap hendak berhenti
Pada satu tikungan tajam bertabur duri
Tetapi setiap kali diri diingatkan kembali
Aku tak pernah benar-benar sendiri
Selalu ada Empunya dunia kemana aku memalingkan muka

SUATU HARI KITA BERHENTI

Gambar
kita nggak pernah tahu di kilometer mana kita berhenti
sejauh apa berlari pada akhirnya kita tak akan bisa menghindari
sendiri
tak peduli seberapa banyak harta dipunya
akan tertinggal di belakang sana

tahukah kau, saat waktunya tiba
secantik atau setampan apa manusia
takkan lagi berguna

butiran debu itu akan kembali menjadi debu


*someday, @ cemetery

DI BAWAH LALANG

Gambar
rebah di bawah lalang
mencari sepotong wajah yang kukenal
hanya awan memekat pelan
dan kesiur angin merebakdi sekitar

rebah di bawah lalang
doa tersimpulkan
esok di kelokan jalan
ia hadir dengan senyum selaksa bintang (afin yulia) dan sahabatku Niken langsung termehe-mehe, otak puitisnya langsung kerja, dan katanya adalah.... Kali ini kamu memeluk manja, menemu ilalang di antara tebu.
Kau ingin membawanya pulang dan aku tentu tak bisa menolakmu
Bunga-bunga tebu kau penggal dengan senyum bocah. Aku menampik senyum,
dari semut yang tiba-tiba menciumku
Datang lagi angin, menyingkap helai daun.
Gemeratak yang sunyi,
dan tajam mengiris pengetahuan,
aku merampasi esok dengan menghamburkan lupa
Kali ini kau memenggal bunga tebu.
Dan aku memotong batang-batangnya,
merasakan manis untuk kita buang bersama

CINTA (UNTUK PELUKIS CAHAYA)

Gambar
Damai lapang bunga rumput kugenggam meniupnya dalam harap sederhana rasa tersampai tanpa membebaninya lembut, tenang, tidak memaksa jika masanya rekahlah kembang dipinta padanya, pelukis cahaya


*while write the outline

BLOSSOM

Gambar

BERTEMU TUHAN DI PINGGIR JALAN

Gambar
lewat tangan yang menengadah di terik siang Ia meminta kita berbelas kasihan mungkin saja ia penipu handal bersembunyi di balik gombalan kumal untuk mengesankan kemiskinan demi sekeping atau dua keping recehan namun tetapkan perasaan berbaiksangkalah disisi ketidakyakinan
lewat perempuan  renta yang diam tak kuasa berteriak meminta bantuan memilih bungkuk punggungnya di antara tumpukan karung brambang yang ia bersihkan ketimbang menguarkan bau ketidakberdayaan Ia minta kita mengulurkan tangan bahkan sebelum ia meminta pertolongan
lewat kakak adik penjual gorengan yang berdua-dua menyusur jalan membantu ibu mencari uang Ia mengajakmu untuk belajar tentang ketangguhan dari mereka yang memilih untuk berhenti mengeluh lalu lebih suka menyingsingkan lengan mengais rizki di tiap pijakan jalan
lewat penjual legen bermuka masam yang membuat minummu jadi tidak nyaman yang menyimpan kekacauan perasaan atas perut dan anak istrinya yang lapar bila legennya kali ini tak banyak terjual Ia tengah mengajarimu untuk mendoakan …

HOW GREAT ALLAH IS!

Gambar
hujan telah meredupkan mentari yang seharusnya benderang hawa dingin menghambur dan memberi kemuraman tapi tahukah kamu apa yang terjadi setelah hujan? sini, kemari ikuti aku berjalan ke tanah lapang kau dan aku akan bersenang-senang menikmati sisa hujan diatas dedaunan dimana seekor lalat berpijak tenang tampak tidak terganggu oleh kau dan aku mungkin memang ia sengaja begitu sekedar memberi kesempatan kita mengabadikannya untuk mengagumi betapa Allah itu MAHA

pic location : green yard next door still using Sony DSC W520

HIDUP ITU SEPERTI RAJUTAN

Gambar
Kau tahu, sayang
Hidup itu seperti rajutan
perlu rantai pondasi untuk melangkah ke tahap selanjutnya
Lalu bergerak pelan mengikuti pola
Mencapai satu bentuk yang kau rencanakan
Tak jarang ditengah jalan kau dapati kau salah perhitungan
Harus dibongkar dan dikerjakan ulang
dari awal
tapi pilihannya ada padamu
kau teruskan atau kau bongkar
dengan masing-masing resiko di tangan

Jangan takut jika memang harus dibongkar
Siapa tahu itu jalan tak terduga untuk melompat ke depan
Memang itu butuh keberanian
Kebanyakan orang memilih meneruskan yang salah ketimbang berhenti dan mulai dari awal

Terserah padamu
Kau pelihara takutmu atau justru berani dan melangkah maju
Kau tahu benar resiko keberanianmu
Tak ada jaminan kau akan berhasil
tapi mundur ke belakang dan tetap berada di zona nyaman 
belum tentu juga memberi kebaikan

Dengarlah quote ini dan renungkanlah "
"Ada orang yang menghabiskan hidup tanpa pernah mencoba melakukan hal-hal baru, karena mereka takut gagal. 
Yang tidak mereka sadari adalah, walaupu…

TUHAN ITU CURANG

Gambar
Tak sadar, dengan seratus perak yang kulemparkan pada pengemis jalanan Ku harap Tuhan mencatatnya sebagai kebaikan Dalam buku sedekah dengan namaku di sampul depan Tak sadar dengan sepuluh ribu yang (tak ikhlas) kuberikan aku berharap dapat balasan Berkali lipat seperti yang Ia janjikan
Satu ketika  sedekahku kutimbang-timbang Aku merasa tak senang Kataku Tuhan itu CURANG Ya C-U-R-A-N-G Curang! Aku tidak mendapatkan balasan setimpal Justru kesukaran dan kepedihan kudapatkan Aku berteriak lantang pada Tuhan ,”Kenapa?!”
Tenang Tuhan memberi jawaban Lewat rintik hujan yang menderas kencang Tunggang langgang aku mencari pohon rindang Sembari mengumpat panjang lebar
Lalu sayup-sayup kudengar desau angin mengabarkan ,”Tuhanmu telah memberi balasan dengan berbagai jalan. Bahkan lewat hujan barusan. Tetapi engkau tidak sadar. Pikirmu hanya harta dan kekayaan yang kau inginkan. Padahal hujan ini nikmat tiada tara setelah berbulan-bulan kekeringan. Tak hanya tidak bersyukur, kau bahkan mengum…

TANPAMU, AKU BUTIRAN DEBU

Gambar
Aku suka duduk di dekat-Mu, curhat denganmu diantara duduk santai itu. Kadang-kadang aku berpikir, kurasa terlampau banyak keluhanku. Bukankah aku punya kaki, tangan, dan pikiran? Akulah yang harus bergerak, dan membuat mukjizatku sendiri, Tidak cuma menunggu-Mu, CEO nomer satu seluruh jagad untuk mengabulkan doaku.
Aku suka bicara pada-Mu. Seolah-olah hanya Kau sahabat terbaikku. Tapi bukankah begitu? Kau adalah sahabat terbaikku? Yang suka mengingatkanku saat aku melakukan kesalahan Mengajariku berbagai pengetahuan. Lewat isyarat alam dan orang-orang yang kau datangkan.
Jika suatu hari lembar-lembar kisah hidupku berhenti di satu tikungan jalan Kau tahu apa yang kuharapkan? Satu saja, semoga segala hal yang Kau pinjamkan bisa kupertanggungjawabkan.

Tuhanku tanpa-Mu : “Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpa-Mu butiran debu”

Last sentence is taken from the lyrics of Butiran Debu (Rumor)
pic : taken from www.muslimvoices.org

JIKA DOAMU TAK KUKABULKAN

Gambar
Seringkali tak Ku-kabulkan doamu Karena Aku mencintaimu Aku ingin kau lebih dekat denganku Lebih lama saat bersimpuh dan menyapa-Ku Bicara hati ke hati dengan-Ku, penciptamu
Seringkali kujawab harapanmu dengan kebalikan Sebab aku lebih paham yang terbaik dan bukan Kau acap tak sadar permintaanmu sering tak masuk akal Ibarat kau penderita maag akut, apakah Aku akan membolehkanmu makan jeruk? Well, itu bagus untuk mulut tapi tidak untuk perut
Aku sesuai persangkaanmu Jika suram pandangmu Cobalah ganti kacamatamu Agar kau bisa memandangnya dari sudut pandang yang baru
Jika masih belum lapang hatimu Bacalah surat ke-94 yang telah kukirimkan padamu Temukan jawabannya disitu

*Sehabis membaca surah ke 94 Dan berkata pada diri sendiri ,”Fyuuh, kalo sedih suka lebay ya, Tuhan? Sok merasa paling menderita di dunia gitu.”
pic taken from www.courtneyluv.com

Rythm of The Rain

Gambar
Oleh : Akhi Dirman Al Amin Biarkan hujan itu… Membasahi segala yang kering Meski lukamu akan perih Tetaplah tertawa Tetaplah tersenyum Biarkan hujan itu… Biarkanlah! Biarkan pula laron-laron menuju lampu Mencari damai yang hilang Di dalam pelosok Hati kita.
pic : vemurivenkatrao.com

CINTA KITA

seperti gerimis tanpa tanda
begitu juga tautan hati kita
begitu saja meluap
menghampar membenihkan kasih
serupa suburnya rumpun rumput di padang luas

Seperti aroma bebungaan tersamar
cinta kita memenuhi lembah perasaan
wangi tapi tak memabukkan
hanya kau rasa hangatnya membekap
sehangat mentari setelah semalaman hujan

jangan tanya kenapa cinta itu tiba di hati kita
serupa air ia merangsek begitu saja
mencari tempat-tempat rendah yang hendak dilaluinya
merembes, menetes, menghalau penghalang
begitulah ia datang

maka biarkan saja ia subur dan mengakar
disaksikan gemintang dan
Tuhan yang berkata tenang ," Tlah kuciptakan manusia untuk berpasang-pasang
..."
disahut nyanyi malam ,"...dengan masing-masing tiada kesempurnaan"


February, 3rd 2011, 06:05

satu hari seusai menikmati Boulevard de Clichy, diiring tetabuh malam menjelang pagi, mengingat setiap curhatan yang mampir di telinga dan masuk di hati

MOON OVER MY OBSCURE LITTLE TOWN

Stranger
Stranger
Someone stranger

Standing in a mirror
I can't believe what I see
How much love has been taken away from me

My heart cries out loud
Everytime I feel lonely in the crowd
Getting you out of mu mind
Like separating the wind from the cloud

Afraid
Afraid
I'am so afraid
of losing someone I never have
Crazy, oh, crazy
Finding reasons for my jealousy

All I can remember
When you left me alone
Under the moon over my obscure little town
As long as I can remember
Love has turned to be as cold as December

The moon over my obscure little town
The moon over my obscure little town

taken from Dwilogi Padang Bulan, page 198-199

MENCARIKU

Tanyamu : Dimana mencari-Ku? Sedang aku di dekatmu Memanggil lima kali dalam sehari semalammu Mengirimkan 114 email yang tak pernah kau baca itu Menyuruh iqro pada semesta milikku Tapi kau masih bertanya : Dimana mencari-Ku

NOVEMBER RAIN

Gambar
November rain, November rain
Something has missing
My heart has stolen by him
But he wasn’t feel the same

November rain, November rain
What should I do to kill the pain
Should I run to catch the wind?
Then ask it to blow my blue feelin’

November rain, November rain
Help me to forget him
Erase him on my mind
As if I never knew him


25 February 2010, 06:08
Thanks to Jera (Agnes Monica), Kekasih Sejati (written by Yovie Widianto)

Ihaaa! Tadinya pengen bikin flash fiction tapi kok berubah jadi puisi?
Gak betul ini, tapi udah jadi. So flash fictionnya besok lagi.
Dedicated to you, just you...
Bercanda ding...ini buat semua orang, yang dibaca pas lagi senang. Jangan pas lagi patah arang, ditinggal pacar, dan segala sesuatu yang berhubungan...biar nggak ngeluarin mata air eh air mata tiga hari tiga malam lamanya. Capek tauuu...Big hug for you ya!

pic taken from http://www.belindapeters.com/

...BAGIAN...

Gambar
mari mengukur sejauh apa kita mencintai...
mengungguli nepal dari himalaya kah?
meluap seperti penyair mengecap kosakata puitisnya?
tertinggi diantara rembulan dan rasi bintang?..

seorang pengasih adalah membebaskan belahan jiwanya berpendar,
benderang diantara ilusinya, di dalam ketajaman hayalannya..
seorang penerima cinta adalah mengakui kuasanya dibuai rentangan cinta,
mengiyakan bahwa tanpanya, seperti terlelap tanpa mimpi...

mari mencari tau sedalam apa sebuah kebencian..
seperti mengukur ujung hari ke hari berikutnya kah?
seperti kurun waktu jaman romawi berbalik ke kehidupan kali kini?

tidak cukup mempertanyakan cinta...dia bukan untuk direndahkan, bukan dihentikan..
dia akan menemukan jalannya...mengunggah kejayaannya sendiri.
Diantara derita dan isak
Diantara senyum dan kerlingan mata....


Pujalah sebuah kasih seadanya saja...
berlebihan akan membuatnya terbirit lari..takut tak sewajarnya..
dia akan tau caranya merengkuh, memberi peluang-peluang indah.
"karena... sejati…