Postingan

Menampilkan postingan dengan label budaya

Unggahan Terbaru

TAK TERLUPAKAN : NEKAT NYEMPIL DI POJOKAN HINGGA DUDUK DI KURSI UNDANGAN DEMI GREBEG SUROAN

Gambar
Hari sedang panas-panasnya ketika saya berangkat ke Pekulo dalam rangka menonton grebeg suro, Senin (10/9/2016). Itu pun masih ada drama ketinggal ponsel pula. Padahal waktu itu sudah jauh dari rumah dan jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat. Beruntung acara ternyata belum dimulai, dari jadwal pukul 12.00 ternyata mundur sekitar sejaman. Syukurlah pikir saya. Sampai ternyata tempat acara sudah dipenuhi orang. Sudah susah mencari tempat motret yang menyenangkan. Satu-satunya tempat yang tersisa adalah di masuk ke dalam, di sudut kanan, tepat di samping pintu masuk. Di tempat itu saya melihat ada beberapa orang sudah bersiap dengan senjata laras panjang, bukan buat menembak, tapi buat motret. Iya, kamera maksudnya, yang lengkap dengan lensa telenya pula. Saya memutuskan untuk nyelip masuk, sebelum Wakil Bupati tiba dan acara dimulai. Lantas bergabung orang-orang dari media di sana. Peduli amat, meski saya bukan bagian dari mereka, yang penting bisa dapat tempat untuk motret. Ternyat…

DRUMBAND LANSIA DARI LALANGAN, TAMPIL ATRAKTIF DI ACARA SUROAN

Gambar
Hari sudah sore waktu terdengar suara drumband dari luar tempat pagelaran suroan dihelat. Saya mengernyitkan kening keheranan. Drumband mana lagi yang hadir sekarang? Bukannya kirab suroan di desa Temuguruh baru saja kelar? Kok masih ada drumband lagi di luar. Karena tempatnya terhalang oleh tembok-tembok tinggi, maka saya tidak bisa melihat drumband siapa itu. Begitu muncul saya melihat sederet emak-emak denganmake up lengkap, menggerak-gerakkan tangan diikuti sederet barisan penabuh alat musik seperti snare drum, bass, dan lainnya.
Lhadalah drumband itu ternyata masuk ke PUSKUD, tempat digelarnya acara suroan di desa Temuguruh, Sempu. Saya langsung tersenyum melihat atraksi para pemain drumband yang rata-rata usianya sudah lansia. Gitapati dan mayoretnya tak kalah gaya. Wuuh, tak mau kalah dengan gitapati atau mayoret dari SMA. Ada yang memakai baju terusan, ada pula yang berkebaya lengkap dengan jariknya. Yang tidak kalah aksi itu alas kakinya. Wahahaha, emak-emak gitapati dan mayor…