Postingan

Menampilkan postingan dengan label kontes

Lima Alasan Mengapa ASUS ZenBook S UX391UA Bikin Liburan Lebih Mengasyikkan

Gambar
"A dream doesn't become reality through magic; 
it takes sweat,determination and hard work."
Demikiankutipan dari Colin Powell. Kutipan itu banyak benarnya. Tanpa peluh, determinasi dan bekerja keras tidak mungkin sebuah mimpi akan tercapai. Yang ada hanya akan jadi onggokan bunga tidur, yang tak kunjung menjadi kenyataan. Akan tetapi, bekerja terlampau keras tanpa jeda ternyata kurang baik bagi tubuh kita. Tanpa disadari kita jadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan imunitas tubuh menurunsehingga mudah sakit-sakitan. Hal semacam ini pernah saya alami. Demi menyelesaikan naskah saya rela begadang mengurangi istirahat. Tak ayal tubuh berontak, ditandai dengan kondisi tubuh yang tak sebaik semula. Saya jadi mudah meriang dan terkena flu. Bukan itu saja, ketika saya paksakan pekerjaan saya tak juga kelar karena fokus berkurang. Belakangan saya tahu ternyata itu adalah efek dari bekerja tanpa jeda. Agar bisa mengembalikan kondisi seperti semula saya hanya perlu istirahat dan…

STRATEGI MEMAJUKAN KOPERASI DI ERA DIGITAL

Gambar
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh The World Co-operative Monitor 2016, ranking dan kapital indeks koperasi dunia masih di dominasi oleh negara-negara barat utamanya utamanya Amerika dan Eropa. Tercatat hanya empat negara dari Asia yang berhasil masuk ke dalamnya yaitu Jepang, Korea, Singapura, dan India. Dari keempatnya hanya Korea dan Jepang yang bisa menduduki posisi sepuluh besar. Korea di urutan keempat, sedangkan Jepang menurun peringkatnya, dari posisi utama menjadi urutan kesepuluh. Sementara Perancis berhasil mendudukkan tiga koperasinya di posisi 1, 7, dan 8, German berada di posisi ke-3 dan 9, disusul oleh Amerika menduduki posisi ke-5 dan 6. Indonesia sendiri diwakili oleh Koperasi Warga Semen Gresik, KOSPIN JASA, Koperasi Karyawan Indocement, Kopkar PT. Pindodeli, dan Penabulu Jaya Bersama hanya masuk dalam daftar koperasi yang dimonitor oleh lembaga tersebut. Hal ini seolah menunjukkan bahwa mewujudkan impian Bung Hatta menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonom…

Lancar Bahasa Inggris Lisan dan Tulisan #Resolusiku2017

Gambar
Sebagai penulis saya bersyukur memiliki kemampuan berbahasa lebih. Tak hanya satu tapi lima bahasa sekaligus—bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa kalbu, bahasa tubuh, dan bahasa tarzan (pakai tangan, kaki, atau sembarang pokoknya you paham). Kedua bahasa yang pertama membuat komunikasi dengan orang berjalan lancar. Saya tak dituduh alien karena gagal paham bahasa apa yang mereka gunakan. Setidaknya dengan tetangga sebelah saya. Bahasa ketiga, bahasa kalbu, yang paham tidak sembarang orang. Harus yang mumpuni untuk memahami apa yang saya pikirkan. Dan ternyata yang mumpuni membaca kalbu saya tak lain adalah saya sendiri. Lha buktinya, meski saya sudah njureng-njureng (njureng itu apa ya bahasa Indonesianya, ah...iya muka serius, alis kenceng) menyiarkan bahwa dompet saya dalam titik nadir tidak ada yang mampu menangkapnya *hwahahaha. Jadi, ya sudahlah. Saya harus terimakalau bahasa kalbu itu tidak pas untuk komunikasi masal. Terlebih karena kebanyakan orang bukan cenayang yang mampu me…

KETIKA BUNDA BERPULANG

Gambar
Saya berpikir Ibu saya akan hidup lama. Bisa mendampingi saya menikah, melahirkan anak-anak, dan melihat mereka tumbuh menjadi dewasa. Tapi, Allah Sang Maha Kuasa itu memiliki skenario berbeda. Ibu saya dipanggilnya pulang dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-59. Saya masih ingat, jauh-jauh hari Ibu sering kali bilang bahwa dia tak ingin merepotkan siapapun saat meninggal. Ibu ingin saat hari itu tiba ia tidak mengalami sakit panjang hingga menyusahkan seluruh anggota keluarga. Allah yang baik mendengar dan mengabulkan pintanya. Ibu meninggal tanggal 13 September pukul 2.30 setelah mengeluh sesak di dadanya. Saya ingat betul, tengah malam itu Bapak membawa Ibu ke rumah sakit dengan bantuan Om saya. Saya tidak ikut karena harus jaga rumah. Tak berapa lama terdengar suara mobil memasuki halaman, saya berlari menyongsong Om dan menanyakan bagaimana keadaan Ibu saya.Tapi jawaban yang saya dengar mengejutkan. Dengan suara terbata-bata Om berkata ,”Ibu sudah tidak ada, Nduk...” Seperti or…

MENDAKI IJEN, MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI

Gambar
Saya belum pernah naik ke Gunung Ijen ketika Yogi, teman saya, menawari saya untuk ikut bersama rombongan tour yang dipimpinnya. Tawaran yang menarik. Tapi, saya sangsi mengingat saya belum pernah mendaki gunung sebelumnya. Mendaki gunung itu bukan kegiatan main-main. Butuh stamina kuat agar energi tubuh tak mudah terkuras saat melakukannya. Bahkan meski jaraknya hanya sejauh 3 km seperti Gunung Ijen. Jangan salah, meski jalurnya pendakiannya pendek medan yang dilalui cukup berat—menanjak dengan dengan kemiringinan antara 25-35 derajat. Tanahnya berpasir pula. Siapapun yang pernah kesana pasti tahu bahwa langkah kaki akan terasa lebih berat. Para pendaki harus menahan bobot tubuhnya agar tak tergelincir kembali ke bawah.  Oleh karena itu kondisi tubuh harus disiapkan betul saat melakukan pendakian. Tubuh yang kurang fit selain membuat perjalanan jauh lebih lambat juga bisa merepotkan kawan seperjalanan. Padahal itulah yang saya alami kala itu, tak enak badan—meriang ditambah dengan ten…

SWITCH ALPA 12, NOTEBOOK YANG MELEBIHI HARAPAN

Gambar
Banyak yang mengira pekerjaan sebagai penulis itu pekerjaan yang keren dan seksi. Padahal yang sudah menjalani justru tahu pekerjaan ini berat. Banyak yang akhirnya berhenti di tengah jalan, karena tidak sanggup menerima ujiannya. Bayangkan, tidak mudah menembus majalah atau koran. Tak cukup sebulan waktu tunggu hingga akhirnya karyamu layak tayang. Bisa berbulan-bulan hingga kau lupa pernah mengirimkan karya di majalah atau koran itu. Begitupun menerbitkan buku di penerbitan. Butuh jangka waktu sedikitnya tiga bulan untuk tahu kepastian apakah karyamu layak diterbitkan. Jika lebih dari itu tak ada jawaban harus sabar. Barangkali masih menunggu antrian. Bukankah yang kirim ke satu penerbit itu bisa ribuan? Kalaupun akhirnya layak terbit, si buku masih harus melalui proses yang lama lagi. Saya pernah menunggu kurang lebih dua tahun untuk menunggu terbitnya novel berjudul Glamo Girls yang saya tulis bareng dua teman saya, Tya dan Fitri. Jika sebegitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk t…

BATAL GANTUNG PENA BERKAT WIFI.ID

Gambar
“Jadi penulis tak boleh gampang nangis. Harus tahan bantingan, sebab banyak sekali kesulitan menjelang. Tak cuma soal naskah yang tak ada kabar, tapi juga ketahananmu menghadapi krisis finansial.”
Saya mengetahui hal-hal itu sejak saya terjun di dunia literasi tahun 2009. Tapi, saya baru paham setelah benar-benar menggantungkan diri pada pekerjaan satu ini sejak 2012. Saya memang tergolong nekat, berbekal pengalaman menulis yang minim saya berani terjun menjadi penulis. Maka ibarat orang lari yang tak melakukan pemanasan cukup ketahanan saya pun menurun. Meski lintasan yang dicapai belum mencapai seperempatnya, saya megap-megap karena kesulitan bernapas. Walau begitu saya tetap bertahan. Saya sudah memulai perjalanan, jika saya berhenti maka sia-sia saja langkah yang sudah saya lakukan. Tetapi, ketika dompet hanya berisi lima ribu rupiah saya menyerah. Sepertinya saya harus berhenti saja. Uang sebanyak itu hanya cukup untuk pergi ke warnet satu kali. Lalu selebihnya bagaimana? Padahal s…

AKHIRNYA SAYA PILIH IBU DAN BUKAN PEKERJAAN

Gambar
Agustus, 2014. Tak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang yang tengah dilanda “kekeringan” ketimbang tawaran pekerjaan. Maklumlah sebagai penulis saya memang masih taraf belajar. Tulisan saya belum banyak yang tembus ke media. Beberapa kali jadi finalis atau menang lomba nulis, tak berarti saya mumpuni. Maka tak heran jika hasil dari menulis jauh dari harapan. Tak bisa dijadikan pegangan. Maka wajar jika saya bergembira ketika karib saya, Endang, mengatakan ada lowongan pekerjaan. Meski pun profesi yang ditawarkan jauh sekali dari ilmu yang saya pelajari semasa kuliah dulu yaitu jadi guru SD di sebuah sekolah swasta baru. “Siapa tahu, Fin. Kenapa tidak dicoba? Nggak apa-apa meski kamu lulusan Faperta.” Pertanyaannya kemudian ”Apa saya mampu? Mengajar tak sekedar mencari uang, didalamnya ada tanggung jawab besar. Apalagi saya tak memiliki ilmu mengajar”. Seolah tahu apa yang saya pikirkan, Endang, sahabat saya itu berkata ,”Coba saja. Tak ada salahnya. Yuk aku antar ke tempat Mbak Sita (…

TANTANGAN DAN UPAYA PEMERINTAH UNTUK MENAIKKAN KEMILAU PERNIAGAAN INDONESIAN SOUTH SEA PEARL

Gambar
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan luas lautan mencapai dua pertiga luas daratan. Tak heran bila kemudian Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi kelautan yang besar—baik sumber daya alam, potensi wisata, hingga kekayaan biota lautnya. Akan tetapi, baru sedikit yang dieksplor dan dimanfaatkan. Sehingga belum bisa memberikan kontribusi tinggi pada kesejahtaraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Salah satu contoh nyatanya adalah mutiara laut selatan atau disebut juga sebagai Indonesian South Sea Pearl (ISSP). Dikutip dari situs Worlds Richest Countries, Indonesia hanya menyuplai sebesar 2% kebutuhan dunia atau menduduki peringkat sembilan dari sepuluh negara terbesar pengekspor mutiara. Berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan bahwa Indonesia merupakan penghasil mutiara laut selatan terbesar. Dari total produksi sebesar 12 ton per tahun, 55% lebih berasal Indonesia. Sementara sisanya berasal dari Australia, Filipina, dan Myanmar. 
Tantangan YangDihadapi Pemer…

MENGAJI KEMBALI DI USIA KE-28, ITU PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN

Gambar
DITEGUR TUHAN Merasa cukup dengan pengetahuan agama, saya tidak merasa perlu untuk menambahnya. Sampai satu hari saya ditegur Tuhan lewat peristiwa kecil yang berefek besar. Sore itu saya mendengar kumandang adzan dari surau kecil di timur kantor kepolisian. Sang muadzin sudah tua, terdengar jelas dari suaranya. Tetapi, bukan itu yang jadi pangkal kejengkelan melainkan kekukuhannya mengumandangkan adzan meski tahu suaranya tak memenuhi syarat—buruk, gemetar, napasnya pendek, dan nadanya asal. Parahnya lagi panjang-pendek yang harus diperhatikan dalam adzan diterjangnya habis-habisan. Kentara bila sang muadzin tak paham tajwid dengan benar. ”Ck, muadzin tak becus tajwid begitu disuruh maju. Yang lainnya memang gak ada? Yang muda-muda, yang paham cara ber-adzan kan ada?!” gerutu saya. Di detik itu juga, Allah mengusik hati kecil saya dan membuatnya bertanya ,”Bagaimana jika anak muda yang kau maksudkan tidak ada? Atau kalaupun ada mereka tidak mau mengambil alih tugas itu dan memilih menj…

MENGGERUTUI HUJAN

Gambar
Benar-benar tidak diharapkan. Saat lagi orang butuh jalan, mengirim naskah yang super penting, eh dianya malah turun sembarangan. Mak bress! Tidak pakai kode atau sinyal. Haduuh, kalau begitu bagaimana caranya sampai di warnet tanpa kebasahan? Ha, mbok ya nanti saja kalau sudah selesai urusan. Atau nanti saja waktu malam, sehingga saya bisa nyenyak tidur. Begitu kata saya ketika menggerutui hujan. Hujan yang sebenarnya merupakan keberkahan. Hingga kaum muslim kerap dianjurkan untuk berdoa di kala hujan tengah turun. 
Tetapi, Allah yang baik itu justru mengirimkan hadiah sebagai balasan atas gerutuan saya. Saya diberikan kesempatan melawat bumi lain yang tak pernah saya bayangkan, hadiah menang Gramedia Blogger Competition Juli silam. Saya diterbangkan ke Belu via Jakarta dan mengikuti rangkaian acara “Festival Membaca Belu” yang diadakan oleh Save The Children dalam rangka Hari Anak Nasional tgl 23 Juli 2016. Menyenangkan! Sampai kemudian pesawat yang saya tumpangi sampai di atas langi…

AKU, KAMERA PONSELKU, DAN MUPENG INGIN YANG BARU

Gambar
Sebagai pekerja kantoran yang gajinya kurang dari 1,5 juta, praktis saya tidak memiliki anggaran lega untuk bela beli belu ponsel baru. Kalaupun iya, saya harus menunggu THR dulu. Saat THR datang ternyata masih banyak hal lain yang lebih penting ketimbang membeli ponsel baru.Sementara membeli dengan cara berhutang bagi saya memberatkan. Saya tak sanggup membayangkan saban bulan harus dikejar-kejar hutang, sedangkan gaji saya tidak terlampau besar.
Oleh karena itu sayamanfaatkan sajagadget yang ada, yang sejak 2009 bersama saya. Peduli amat jadul dan tidak kekinian. Asal masih bisa digunakan berkirim pesan, telepon, dan bermain internet sudah cukup bagi saya. Fitur-fitur lain yang katanya dahsyat, tak saya pedulikan. Bahkan setiap kali muncul peer pressure dari teman-teman atau lingkungan agar membeli ponsel baru saya cuek saja. Racun mereka tidak mempan bagi saya. Alasannya ya itu tadi, anggaran yang tidak mencukupi. Kalau nekat mengikuti kompor semacam ini, waduh bisa-bisa dompet saya…

BELAJAR NULIS NONFIKSI? YUK DIMARI!

Gambar
Sedari kecil saya hanya suka membaca. Saya menikmati prosesnya, memilih buku di perpustakaan, meminjam (karena saya dulu tak punya uang untuk beli), membawanya pulang, membaca di balik selimut sampai kantuk datang, lalu esok harinya tersenyum senang karena sudah menamatkan kisah yang menyenangkan. Ketika akhirnya saya berhasil menelurkan beberapa antologi, tiga buah novel remaja bersama dua orang teman, saya menyadari itu lompatan yang besar. Andaikata saya tidak membaca mungkin hal itu takkan terjadi pada saya.
Saya tidak tahu seperti apa kelak karya saya dikenang orang. Yang saya tahu ketika menulis “suara saya takkan padam”, walaupun sudah meninggal. Persis seperti apa yang Pramoedya Ananta Toer katakan.

 Belakangan dari menulis fiksi saya mulai belajar menulis non fiksi. Satu atau dua dimuat di majalah. Lainnya

LASER TONER BLUEPRINT BIKIN KONSUMEN MERASA YAKIN

Gambar
Sejak metode cetak pertama kali diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450-an, mesin cetak (printer) telah mengalami perkembangan pesat. Tak lagi menggunakan teknik engraving seperti dulu, kini mesin cetak telah menggunakan teknologi laser. Mesin penemuan Gary K. Starkweather ini akan mengubah data (teks atau gambar) yang akan dicetak dalam bentuk bitmap, lalu memindahkannya secara elektrostatik, dan dengan bantuan panas dari fuser partikel-partikel toner (tinta bubuk) akan dilelehkan sehingga terikat pada kertasselama proses pencetakan.
Laser Printer Lebih Unggul dibanding Printer Ink-Jet Dibanding dengan laser printer, harga printer ink-jet memang jauh lebih murah. Sayangnya printer ini hanya mampu mencetak hingga 500 halaman, itupun tergantung seberapa berat proses pencetakan per-lembar-nya. Bila head-nya tersumbat atau kering, ink cartridge bisa berhentibekerja di tengah-tengah proses pencetakan. Tentu saja hal ini tidak menguntungkan bagi perusahaan/institusi yang setiap…

GADGET YANG MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK DAN ORANG TUA, ACER LIQUID Z320 JAWABNYA!

Gambar
Tak dipungkiri penggunaan internet meningkat pesat akhir-akhir ini. Maret 2015 Liputan 6 melansir bahwa menurut APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) di tahun 2014 pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta. Termasuk di dalamnya remaja dan anak-anak. Unicef Indonesia bahkan melaporkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja rutin menggunakan internet untuk menggali informasi, terhubung dengan teman (lama atau baru), sekaligus menjadikannya sarana hiburan yang menyenangkan. Perangkat canggih seperti smartphone rupanya memegang peranan penting dalam rutinitas tersebut. Belakangan tak hanya anak-anak atau remaja, balita pun sudah mulai mengakrabi smartphone. Seperti yang terjadi pada Kenzo, keponakan saya. Meski belum paham benar apa fungsi sebenarnya, tetapi sepertinya bocah tiga tahun itu mulai memahami salah satu fungsinya yaitu untuk berkomunikasi. Terbukti ketika ada telepon masuk ia akan mengangkat sendiri dan “say hello” atau memberikan kepada orang tuanya jika…

BUKU : CANDU YANG HARUS DIPELIHARA DAN DISEBARKAN KEMANA SAJA

Gambar
Saya yakin anda sekalian akan terkejut jika mengetahui saya adalah pecandu. Sedari kecil saya dicekoki barang-barang aditif itu. Dan pihak yang paling bertanggung jawab adalah orang tua saya. Merekalah yang menjerumuskan saya jadi pecandu. Apakah saya menyesalinya? Tidak. Saya justru bangga. Apakah saya perlu direhab? Sebaliknya. Jika sampai ada yang mengusulkan hal itu saya akan menolaknya. Bagaimana bisa? Sebab jenis kecanduan yang saya derita justru harus dipelihara. Bila perlu disebarkan kemana saja. Mau tahu saya kecanduan apa? Kecanduan buku!

Dimulai di Usia Yang sangat Muda Sejak usia dini orang tua saya sudah mengenalkan dengan buku bacaan. Untuk anak yang belum bisa membaca pilihan ibu saya tidak biasa. Saya tidak diberi buku bergambar tetapi buku seri pengetahuan binatang. Tentu saja saya tidak paham. Yang saya lakukan hanya membolak-balik halaman-halamannya yang dihiasi foto menarik hewan-hewan. Dan inilah yang kemudian mempengaruhi minat baca saya ke depan.

DELAPAN PERMAINAN TRADISIONAL YANG GAUNGNYA HILANG DI ERA DIGITAL

Gambar
Masa sudah berganti. Permainan tradisional yang dulu saya kenal gaungnya sudah mulai menghilang kini. Kegembiraan bocah memainkan permainan anak seperti jaman saya kecil dulu sulit ditemukan. Ketimbang keluar rumah dan bermain di bawah hangatnya matahari, kanak-kanak di era digital lebih mengakrabi permainan yang disajikan lewat komputer, tablet, atau ponsel pintar. Jika terus demikian, maka tak heran bila kemudian permainan tradisional tinggal kenangan. Sayang bukan? Padahal permainan tradisional banyak memberikan manfaat positif seperti : 1.Belajar mencoba hal-hal yang berbau kekuatan dan kecakapan Yang tergolong dalam permainan jenis ini adalah gobak sodor, enthik, bentengan. Tak hanya butuh kekuatan tubuh tetapi jugakecakapan dan strategi agar seseorang bisa memenangkan permainan. 2.Melatih panca indra Contohnya : gatheng, dakon, layangan, delikan (petak umpet), kelereng, dampar. Dengan permainan ini anak diajak meraba, memperkirakan jarak, melatih indra penglihatan dan pendengaran se…

BULAN-BULAN TERAKHIR BERSAMA IBU

Gambar
Memandang foto ibu dan bapak di tembok ruang, memang terasa timpang. Bukan karena letaknya yang miring atau kurang sesuai dengan estetika ruang. Bukan. Melainkan karena ketiadaan ibu karena berpulang tanggal 13 September silam. Mengingat jauh ke belakang, hubungan saya dan ibu dalam konteks anak dan orang tua sedari kanak-kanak tak luput dari kesalahpahaman. Seperti ombak ada kalanya pasang datang dan kami kerap berbeda pendapat tentang segala hal. Bergesekan keras meski ujungnya kembali tenang. Seperti laiknya pantai kala ombak telah surut.
Terlahir sebagai anak pertama, saya memiliki kecenderungan keras kepala dan bersikap blak-blakan. Sejak kecil saya memiliki pemikiran sendiri atas banyak hal. Tidak bisa diatur-atur atau disuruh seperti gadis kecil yang manis dan penurut. Itu bukan saya banget. Mungkin karena itulah penyebab saya dan ibu kerap bergesekan. Meski begitu, boleh dikatakan hubungan saya dan ibu tergolong aman. Dalam artian komunikasi kami berjalan baik. Tidak ada hambata…

Bertualang dari Amuntai ke Maratua Itu Impian Saya!

Gambar
Tak perlu jauh-jauh untuk melihat keindahan dunia. Begitu banyak destinasi wisata bagus hanya dengan melongokkan kepala ke arah lain, selain pulau Jawa dan Bali. Salah satunya Kalimantan. Jelajah Kalimantan rassanya takkan lengkap jika belum pergi ke Amuntai dan melihat peternakan kerbau rawa. Disebut kerbau rawa, karena memang kerbau-kerbau ini tinggal diatas kandang yang terletak di rawa-rawa. Tak main-main kandang-kandang tersebut umumnya berukuran besar, berdaya tampung 50 sampai 200 ekorkerbau, dengan langit sebagai atapnya. Tak seperti kerbau umumnya, kerbau di daerah Amuntai ini dikenal dengan kemampuannya berenang. Sehingga meski kebanyakan kandang di bangun di daerah rawa yang dalam, tak perlu khawatir si kerbau akan tenggelam.
Untuk bisa menggembalakannya, sang pemilik harus menggunakan jukung atau perahu kecil untuk bisa mengawasi ternaknya. Tak heran, dengan keunikan ini banyak orang penasaran dan berkeinginan untuk melihatnya secara langsung. Aih, membayangkannya saja sud…