Postingan

Menampilkan postingan dengan label literasi

Tak Hanya Bagikan Buku, Bookbuster Membuat Saya Harus Mengalahkan Rasa Takut di Jalan Raya

Gambar
Tak banyak yang tahu kecelakaan yang pernah saya alami, yang membuat saya ngamar kurang beberapa hari di rumah sakit beberapa tahun lalu. Masa itu sudah usai, tetapi traumanya masih ada. Perlahan memang menghilang, tetapi belum sepenuhnya. Setiap kali berpapasan dengan mobil, truk, atau kendaraan lain yang lebih besar dari motor saya, rasa tidak nyaman itu terkadang masih muncul ke permukaan. Bayangan ketika ditabrak dari belakang, lalu dada menghantam setang, dan saya jatuh ke aspal dengan darah segar merembes melalui jilbab kala-kala muncul meski hanya sekilas. Lecet-lecet di kaki dan tangan memang tidak terlampau parah, namun akibat kecelakaan itu saya butuh tiga bulan untuk bisa menatap komputer dengan benar tanpa perlu merasa pusing atau berkunang-kunang. Hingga sekarang bagian kepala yang robek dan harus dijahit itu masih terasa sengkring-sengkring. Meskipun sudah tidak sesering dulu. Kondisi semacam ini yang bikin saya ragu ikut Bookbuster tahun ini meskipun sudah mendaftar. Pas…

Kiprah Fiya Mendorong Tumbuhnya Budaya Literasi di Lingkungan Sutri

Gambar
“Bukan tugas guru atau pemerintah saja yang harus menyebarkan virus-virus literasi, tetapi juga kita. Kalau bukan kita, dari masyarakat dan pemudanya yang membantu, kapan literasi di Indonesia akan maju?”
Begitu kata Fiya ketika ditanya mengapa ia rela bersusah-payah membuka rumah baca. Ia paham jika langkah yang diambilnya takkan mudah, tetapi gadis kelahiran tahun 1995 itu bergeming. Kunjungan ke beberapa rumah baca bersama rekan-rekan Rumah Literasi Indonesia (red. dulu Rumah Literasi Banyuwangi/RLB) telah memicu Fiya untuk melakukan hal yang sama, turut menyebarkan dan membudayakan virus literasi di sekitarnya dengan mendirikan rumah baca. Ia berharap rumah baca ini kelak bisa menjadi wadah bagi anak-anak bermain, berkumpul bersama, dan berinteraksi (srawung) dengan masyarakat sekitarnya, selain menebarkan kegemaran membaca sebagai goal akhirnya.

Menyadari bahwa masyarakat di sekitarnya kurang memahami apa itu literasi, Fiya memilih berstrategi dengan mengenalkan lewat anak-anaknya …

KETIKA AFIN YULIA MENJADI MARKONAH A.K.A MARISA

Gambar
Februari silam ... "Fin, kamu besok ikut main Oplosan (red. nama talkshow di sebuah televisi lokal, Banyuwangi TV) ya," kata Mas Faisal, waktu ketemu saya di Rumah Baca Sahabat Kecil. Jreeng! Ha, saya kok disuruh berakting. Mana bisa? Sekalinya saya nampil di depan orang banyak (sok) nge-drama itu ya bersama Maliki dan Widhi di acara ISL (inspirasi Sekolah Literasi) 2017 Desember silam. Selain itu mana pernah. Tapi, nggak apa-apalah ini acaranya kan tujuannya untuk pendidikan. Kalaupun nanti gagal, paling kedepannya tidak dimainkan. Pikir saya sambil mikir adegan yang mungkin saya mainkan. Yah, paling figuran. Pikir saya tenang.
"Kamu main jadi TKI yang baru pulang ke Indonesia ," kata Mas Faisal sambil menjelaskan seperti apa saya harus tampil nanti yakni kudu bling-bling, cetar, dan gaya.
Mbokneee! Secara saya ini tampilan sehari-hari 'kan tomboy. Baju seadanya, sandal jepit, jilbab, dan tanpa bedak pula. Pernik-pernik yang "cewek banget" saya nggak pu…