Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

02 Februari 2015

DALAM KESEMPITAN SELALU ADA HAL MENAKJUBKAN!




Saya tidak bilang hidup saya selalu senang. Kalau saya mau saya bisa menulis berlembar-lembar kesusahan. Tapi menulis hal demikian tak kan mengubah keadaan. Ibu selalu bilang ,”Simpan kesedihan untukmu sendiri. Jangan libatkan orang lain disitu. Jangan susahkan mereka dengan kesedihanmu, mereka sudah cukup punya masalah. Mengapa harus kau tambahi lagi dengan masalahmu? Tapi jika itu soal kebaikan, tak apa kau sampaikan.”

Saya setuju dengan apa kata Ibu saya. Mengapa harus menyusahkan orang lain dengan masalah saya? Semua orang mengalami masalah dalam hidupnya. Tak ingin ada masalah, berarti sama dengan tidak menginginkan kehidupan. 

Wah!

09 Januari 2015

STOP DENGERIN KOMENTAR NEGATIF ORANG!




Berkomentar, berpendapat, apapun namanya syah-syah saja. Tak ada yang melarangnya. Tetapi jika itu komentar itu negatif, rasanya kita harus berpikir ulang untuk mendengarnya. Percuma, itu takkan membawa kebaikan bagi kita. Sebaliknya komentar semacam itu justru membawa keburukan. 

lihat, saya bulet-bulet gimana gitu...

Semua dimulai ketika bobot saya naik banyak. Saat itulah orang-orang mulai berkomentar nyinyir saya gendutlah, kegemukanlah...FYI tinggi saya 150 cm (jinjit) dengan berat tubuh 50 kg (lewat banyak). Jadi bisa anda bayangkan betapa unyunya saya ini. Bulet-bulet gimana gitu...

Komentar pedas mereka tentu saja bikin merah telinga saya. Meski tidak menampakkan di muka tapi saya jelas kepikiran apa yang mereka ketakan. Ah, andai saya kurus pasti mereka nggak bakalan ngomong begitu, batin saya. Well, okelah saya mau melakukan sesuatu. Karena menurut pakar olahraga lari itu bisa membakar lemak yang cukup banyak, kenapa saya tidak melakukannya saja? Olahraga ini bisa dilakukan dimana saja, nggak butuh biaya pula. Hari pertama, jangan ditanya bagaimana rasanya. Waktu itu saya nggak yakin bisa menyelesaikan jarak seperempat kilo. Fuuh, gile! Berat banget! Napas kayak mau putus. 

17 Desember 2014

QUESTION OF LIFE : APAKAH PENDEK DAN BERWAJAH BIASA ITU MENYAKITKAN?




(Source : Sheila books)

Badan boleh pendek, tapi percaya diri jangan sampai sependek badan ini. Tinggi boleh kurang, tapi kita tak boleh kurang keistimewaan. Kebaikan hati dan senyum tulus dalam diri kalian sering kali menutup segala jenis kekurangan.”

Itulah kalimat tertulis di lembar terima kasih yang tertera dalam novel  Short Story Girl : Pendek Itu Menyakitkan?” yang terbit November lalu. Ih gaya banget ya, sok pake nulis kayak gitu segala. Tapi bukan tanpa alasan saya mengatakannya. Saya berharap siapapun yang tinggi badannya aduhai semampai kayak saya berhenti membenci kekurangannya. Malahan mereka harus berbahagia dengannya.
Kenapa? Mari kita mulai saja ceritanya.
Saya terlahir sempurna, tidak kurang suatu apa. Kecuali dua, tinggi dan muka biasa saja. Saya bersyukur otak saya tidak bebal-bebal amat, sehingga saya bisa menyelesaikan sekolah dengan nilai yang cukupan. Pokoknya nggak memalukan kalau dipamerin di meja makan (lha itu apaan? Taplaknya apa sendoknya hahaha). 

Back to the topic, my height and face yang biasa aja itu  seringkali bikin saya minder. Mungkin orang tak tahu itu, karena saya terlihat normal. Terlihat acuh saja setiap kali ada mengolok saya sebagai  Rambut Megaloman

25 Agustus 2013

42 : COULD YOU HANDLE YOUR EMOTION?


 Theatrical release poster for  film "42"

Judul Film    : 42
Genre          : Drama
Sutradara    : Brian Helgeland
Negara       : Amerika
Tahun edar  : 2013
Pemeran     : Chadwick Boseman, Harrison Ford, Nicole Beharie
Durasi        : 128 menit

Menilik judulnya sepertinya tak ada yang istimewa. Tapi sesungguhnya film ini layak jadi tontonan oleh anda-anda semua, rekan penulis yang tercinta. Yang pemula atau yang kawakan. Yang bersedih karena berbagai penolakan, yang berduka karena cemoohan. Karena dalam film ini ada sebuah pesan yang penting yang mengesankan. Apakah itu?

Let’s follow me, guys...

Kisah dimulai ketika General Manager Brooklyn Dodgers, Branch Rickey mengutarakan niatnya mencari pemuda kulit hitam untuk menjadi anggota tim bisbol tersebut. Semua menentang keinginannya. Wajar mengingat pada masa itu tak ada orang kulit putih yang bersedia main satu liga dengan pria kulit hitam. Tetapi Branch Rickey seseoang yang punya visi ke depan. Tak hanya soal uang yang ia pikirkan, tetapi ada yang lebih dalam dari itu. Kecintaannya pada olahraga itulah yang membuatnya berpikiran jauh melampaui orang-orang di masanya.

Segenap usaha dilakukan untuk mencari pemain yang pas mengisi klubnya. Bertumpuk profil pemain masuk ke mejanya namun ia justru tertarik Jackie Robinson. Seorang pemuda kulit hitam, shortstop terbaik Kansas City Monarch, yang terkenal sangat emosian.

Ketika Jackie resmi dipanggil masuk ke klubnya, Branch Rickey sempat mengujinya dengan serangkaian kata-kata provokatif yang memerahkan telingan. Tujuannya hanya satu, ia ingin tahu seperti apa reaksi Jackie terhadapanya. Saat Jackie bertanya dengan sedikit menantang ,”Apakah kau menginginkan seorang yang punya tidak punya nyali untuk membalas?”

Rickey justru menjawab, “Tidak, aku ingin seorang pemain yang punya nyali, untuk tidak melawan balik.”