Postingan

Menampilkan postingan dengan label Banyuwangi

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

KEBO-KEBOAN ALASMALANG, TRADISI WONDERFUL INDONESIA DARI TANAH BERJULUK SUNRISE OF JAVA

Gambar
Sebagaimana tertera dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan, Banyuwangi adalah tanah endah gemelar ring taman sari nusantara. Secara harfiah kalimat tersebut berarti Banyuwangi adalah tanah indah yang terhampar di taman sari nusantara. Keindahan yang dimaksud tak hanya alamnya saja, budayanya demikian juga. Salah satunya adalah kebo-keboan dari Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Tradisi ini biasanya dilaksanakan secara turun-temurun setiap bulan Suro, pada hari Minggu, tanpa melihat hari pasaran. Pertimbangannya pada hari itu semua warga libur sehingga bisa bisa mengikuti jalannya upacara. Adapun tujuan dari upacara adat ini adalah memohon keselamatan dan dijauhkan dari berbagai mara bahaya. Sekaligus perwujudan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen dan pengharapan bahwa tahun depan panen kian melimpah dibanding tahun sebelumnya.


 Tradisi kebo-keboan bermula ketika Alasmalang dilanda epidemi penyakit (pagebluk) yang menyebabkan banyak warga meninggal. Pagi sakit lalu sore meninggal ata…

TRADISI SUROAN DI KOTA SERIBU FESTIVAL BANYUWANGI

Gambar
Suroan memang memiliki cerita sendiri bagi saya. Sewaktu kecil, setiap tanggal 1 Suro tiba biasanya orang-orang sibuk membuat jenang. Lantas menghantarkannya ke tetangga, termasuk di dalamnya keluarga saya. Jadi bisa dibayangkan jika ada 30 orang tetangga dekat. Berarti yang harus disiapkan adalah tiga puluh piring. Umumnya jenang suro terbuat dari beras yang diolah bersama santan yang ditambahkansalam, serai, dan garam. Lantas disajikan dengan perkedel, telur dadar, kering tempe (orang kerap menyebut orek tempe), kacang bawang, dan ayam. Jika tidak ada ayam, semua lauk yang tersebut sebelumnya pun sudah cukup. Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah siraman kuah kare yang kental. Sewaktu dinikmati nuansa gurih dan lembut akan mendominasi. Ditambah kering tempe yang pedas manis, dadar telur, kacang bawang, perkedel serta ayam berbalut bumbu kare, aduuh sedap nian! Tahun berlalu ajang silaturahmi semacam ini tak sehebat dulu lagi.Saling hantar jenang suro kepada saudara dan handai tolan…

MINIM SPONSOR DAN DANA, PAGELARAN MAKARYA BERHASIL DIHELAT DENGAN GOTONG ROYONG SEMATA

Gambar
Gotong royong merupakan budaya bangsa yang sarat akan nilai luhur. Diwariskan secara turun temurun, budaya satu ini berakar kuat di pedesaan dan menjadi kepribadian bangsa. Banyak manfaat dari aktivitas ini, salah satunya menjalin kebersamaan dan mengeratkan hubungan emosional antar warga yang pada akhirnya berujung pada persatuan. Sayangnya, aktivitas positif ini mulai tergerus jaman. Seiring perkembangan yang terjadi belakangan, gotong royong lambat laun mengalami pergeseran. Gotong royong tak lagi kental akibat pengaruh modernisasi pada bidang ekonomi, sosial, budaya, dan gaya hidup masyarakat kita. Sebuah konsekuensi yang mau tak mau harus ditanggung karena masyarakat yang semula bersifat tradisonal menjadi lebih modern seperti sekarang. Gotong royong di masa kini lebih bersifat formal dengan pemberian upah berupa uang. Berbeda dengan gotong royong di masa lampau, di mana segenap masyarakat bahu-membahu secara sukarela tanpa mengharap imbalan, Akan tetapi, baru-baru ini masyarakat …

ISL (INSPIRASI SEKOLAH LITERASI BANYUWANGI) BATCH 3 : GERAKAN KECIL YANG MENGESANKAN

Gambar
Beberapa tahun lalu seorang karib saya, Dee, mengajak saya untuk mengumpulkan teman dan memberi inspirasi ke sekolah-sekolah. Mereka akan menceritakan profesinya sendiri-sendiri, berharap itu bisa menjadikan anak-anak yang kami temui bercita-cita setinggi mungkin. Waktu itu saya menolak. Dengan gamblang saya mengatakan bahwa apa yang dia lakukan itu tak semudah membalik telapak tangan. Mengumpulkan dan meminta mereka meluangkan waktu di hari kerja bukan perkara gampang. Yang paling penting adalah perijinan. Saya jenis manusia spontan, paling malas kalau harus menghadapi birokrasi macam-macam. Padahal kalau sudah berurusan dengan pihak sekolah banyak yang harus dilakukan. Harus ke UPTD, harus ke sekolah, dan ngurus segala tetek bengek lain demi menyukseskan acara. Apalagi kami tinggal di kota yang berbeda. Dia dimana, saya dimana. Dia juga tak selalu pulang setiap pekan. Ini ngaturnya gimana? Kalau ada yang bikin acara seperti itu dan saya tinggal nyemplung tanpa repot jadi panitia ya …

WISATA CEKAK KE MARGO UTOMO

Gambar
Sebenarnya banyak sekali destinasi wisata di Banyuwangi yang bisa dikunjungi, seperti Rowo Bayu, G-Land, Sadengan, Teluk Ijo. Namun karena keuangan cekak maka pilihan terbaik adalah mencari tempat terdekat yaitu Margo Utomo. Kenapa tidak ke air terjun Lider atau Umbul Pule yang lebih dekat dari tempat kami tinggal (kecamatan Genteng)?

Alasan kami medan Lider menyulitkan dan Umbul Pule hanya begitu-begitu saja. Selain alasan utama, yaitu ingin tahu dalamnya Mini Plantation yang berulang kali masuk televisi itu. Masa orang jauh aja tahu, kami yang asli Banyuwangi malah belum pernah kesana sama sekali? Memalukan to? Pikir kami waktu itu.

Tentang Margo Utomo dan jarak tempuhnya

Margo Utomo Agro Resort yang terletak di belakang stasiun kereta Api Kalibaru. Jarak tempuh dari Surabaya sekitar 6 jam-an, bila lancar dan tidak ada macet di daerah Porong. Sementara dari Bali jarak tempuhnya sekitar 6-7 jam. Bisa lebih bila terjadi antrean di penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.

Transportasi ke Marg…