Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sharing

Unggahan Terbaru

SEKELUMIT CERITA SEBAGAI BUZZER DI GELARAN PIRN XVIII BANYUWANGI

Gambar

Catatan Lebaran 2 : Empat Tahun Lebaran Tanpa Ibu di Sisi

Gambar
Saya lupa tahun keberapa saya memakainya. Dulu mukena itu milik Ibu saya. Kadang saya pinjam saat sholat hari raya, baik Idul Adha atau Idul Fitri. Sejak beberapa tahun silam, meski tidak secara resmi mukena itu berpindah tangan pada saya. Akan tetapi, dalam keseharian jarang dipakai juga. Bukan karena bahannya tidak bagus. Cuma kurang nyaman karena terasa berat dipakainya. Dan sudah hampir empat lebaran ini saya memakai tanpa ada Ibu di sisi saya. Jika dulu setiap sholat hari raya berdampingan dengan Ibu, sekarang tidak. Orang lain yang tidak saya kenallah yang duduk bersebelahan dengan saya. Saya juga mulai terbiasa berangkat sendiri, tidak menunggu-nunggu lainnya.

Tahun 2015, saya masih sempat sungkeman dengan Ibu sebelum beliau meninggal di bulan September 2015. Akan tetapi, setelah itu tidak lagi. Sofa tempat Ibu dan Bapak biasa duduk untuk menerima sungkem dari kami, anak-anaknya, hanya dihuni seorang saja. Bapak saya. Saya tidak tahu apa yang dirasakannya setelah ibu tiada. Saya…

Catatan Lebaran 1 : Cara Mengatasi Orang Yang “Baru Minta Maaf Kok Sudah Bikin Marah?!”

Gambar

Menantang Diri Sendiri, Alasan Mengikuti 12 Days Blog Challenge

Gambar
Tiga belas tahun. Sebanyak itulah waktu yang saya habiskan untuk mengisi blog ini. Dimulai sejak Mei 2006 hingga Mei 2019. Seperti halnya roller coaster, semangat saya untuk nge-blog memang naik turun. Ada saatnya saya rajin sekali, hingga apa saja diunggah ke blog. Di lain waktu, rasa malas meraja, sehingga saya tidak mengirim apapun ke blog beberapa bulan lamanya. Akan tetapi, saya tak pernah benar-benar meninggalkannya. Bagaimanapun saya mulai belajar menulis bersamanya. Berkenalan dengan banyak kawan dari berbagai daerah juga karena dia. Meninggalkannya menurut saya bagaikan tak mengakui sejarah menulis saya. Yang berawal darinya *ish gaya!
Yang saya perlukan kini adalah memperbaharui semangat yang byar pet ini agar terus menyala. Caranya dengan menantang diri sendiri menulis satu pos sehari. Ha, tapi kalau sendiri biasanya sih malas sekali. Lemah semangat, seperti roket yang kurang bahan bakarnya. Ndilalah, tak lama kemudian ternyata ada pengumuman di akun Indscript tentang tant…

Adab Yang Tepat Silaturahmi di Rumah Kerabat

Gambar
Sebentar lagi hari raya tiba, waktunya bersilaturahmi sambil bermaafan dengan kerabat dan handai tolan kita. Seperti biasa, di hari pertama lebaran, pintu-pintu di rumah di kampung saya terbuka lebar. Di atas mejanya terdapat aneka kue khas lebaran, dari mulai tradisional hingga kekinian Sebagai suguhan bagi tamu-tamu yang berkunjung untuk bermaaf-maafan. Acap kali kue-kue itu tak tersentuh. Hanya dilewatkan saja karena masing-masing keluarga mengejar waktu untuk berkunjung ke keluarga yang lain, sebelum akhirnya berangkat sungkeman ke rumah kakek nenek atau keluarga yang dituakan. Tradisi ini berlangsung sejak lama, tak banyak perubahan dari tahun ke tahunnya.
Lalu apa sih arti silaturahmi dan darimana pula istilah ini berasal? Menurut KBBI silaturahmi berarti menyambung tali persahabatan (persaudaraan). Istilahnya sendiri berasal dari bahasa Arab, yang kemudian mengakar dan menjadi tradisi turun-temurun di masyarakat kita. Adakah manfaatnya? Tentu saja. Selain mendekatkan diri p…

Dibalik Lezatnya Dua Makanan Favorit Berbuka, Ada Bahaya Mengintai Kita

Gambar
Selain berlimpahnya pahala, hal yang identik dengan ramadan adalah makanan berbuka puasanya. Setiap bulan mulia ini tiba, beragam menu makanan dijajakan di tepi jalan. Kesemuanya menerbitkan selera. Sampai terkadang bingung memilihnya.

Akan tetapi, hidangan yang paling favorit rasanya tak banyak berubah dari masa ke masa. Di tengah gempuran makanan berbuka kekinian,gorengan tetap menjadi pilihan banyak orang. Mulai pisang goreng, tahu, tempe, molen, hingga bakwan. Demikian juga kolak dengan berbagai variasi isian, baik yang hanya berisi pisang atau justru dicampur dengan bahan lain seperti ubi, kolang-kaling, atau labu. Pokoknya apapun yang terjadi, kolak dan gorengan ini tetap di hati.
Ada tiga alasan mengapa kedua makananini digemari sebagai makanan berbuka yaitu : 1. Kebiasaan Coba ingat apa yang disajikan di rumah-rumah saat bulan puasa sedari kita muda. Pastilah gorengan dan kolak tak ketinggalan hadir di meja. Tidak mengherankan jika kita menjadikan keduanya makanan favorit sewa…

Ramadan Jauh Dari Kampung Halaman, Tiga Hal Ini Dirindukan

Gambar
Berada jauh dari rumah tak urung membuat Rena, adik ipar saya, merindukan banyak hal. Seperti yang dicetuskannya lewat WhatsApp beberapa waktu silam. Mulai dari cemilan seperti keripik (segala macam keripik, hingga beragam masakan rumah yang biasa dinikmatinya kala pulang seperti ayam pedas, rawon, pecel, dan sebagainya. Tidak hanya itu saja ia juga rindu berada rumah, meski setibanya nanti saya yakin dia pasti pilek bin gebres-gebres karena udara di tempat saya tinggal lebih dingin daripada di Kalimantan. Membaca ungkapan itu saya pun tersenyum. Bukan karena lucu, tetapi karena memahami apa yang dirasakannya karena tahu sendiri seperti apa rindu merasakan ramadan di kampung halaman. Sewaktu kuliah, saya harus menyiapkan segala sesuatunya sendiri saat buka dan sahur.Memasak seadanya, sesuai budget yang ada. Kenapa tidak membeli saja? Pertama, kurang cocok dengan selera. Dua, eman-eman uangnya (*aih peliiit nian!). Eh, eman-emang uangnya? Kenapa? Sederhana, dengan memasak sendiri say…

MUDIK : ANTARA CERITA GOKIL DAN LIMA TIP MUDIK ASYIK

Gambar
Mudik? Keluarga kami memang tidak melakukannya. Kebetulan semua keluarga tinggalnya berdekatan. Nenek dari pihak ibu saya bahkan tinggalnya hanya berjarak sepelemparan batu saja. Jadi tinggal melangkah sampai sudah. Rumah nenek dari pihak Bapak juga tidak jauh. Paling hanya butuh lima menit, bahkan tidak sampai, untuk tiba di rumahnya. Jadi mudik memang bukan tradisi keluarga.
Baru ketika kuliah saya merasakan yang namanya mudik. Rasanya gimana? Repot, Mak! Padahal mudiknya hanya dari Jember ke Banyuwangi saja. Lha kok repot kenapa? Soalnya kebanyakan mudiknya itu dekat-dekat hari raya. Naik apa aja pasti kena harga tuslah. Terbayang mereka-mereka yang rumahnya beda propinsi atau beda pulau. Alamat lebih repot lagi. Dan kemungkinan nggak pulang juga besar kalau kehabisan tiket atau justru tiketnya mahal.
Sudahlah kena tuslah, ternyata masih harus berdiri juga. Jadi sepanjang Jember Banyuwangi, saya berdiri empet-empetan dengan orang lain dengan tas ransel yang segede gaban. Waduuh, p…

Cara Sederhana Mengatur Uang THR

Gambar
THR? Kalau ngomongin ini saya suka tertawa. Dulu jaman masih ngantor, saya dan teman-teman selalu menunggu hari itu tiba. Yang biasanya datang jelang libur kantor, yang artinya pula THR diberikan sekian hari jelang lebaran. Buat yang single seperti saya, mungkin tak terlampau jadi masalah. Karena rumah masih numpang orang tua. Jadi kebutuhan lebaran seperti kue dan lain-lain, saya tidak terlampau ikut serta. Paling nyumbang dikit-dikit untuk menggenapinya.
Sementara yang sudah berkeluarga jelas beda. Ada istri yang kirim kode lewat dentingan toples kosong atau anak-anak yang mendadak kompak "menyanyi" meminta dibelikan baju dan sandal baru. Ini yang biasanya dikeluhkan teman-teman kantor saya dulu. Kita balik ngasih kode bos, kodenya mental. Antara kurang jelas kodenya, apa pihak ono yang kurang peka terhadap siraman THR di musim kemarau melanda dompet-dompet anak buahnya, kita juga nggak bisa menerka. Alhasil cuma bisa menghela napas sambil ngelus tembok saja, hahahaha …
S…