Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sharing

SIKAPI KEGAGALAN SEBAGAIMANA NELAYAN BERJUANG MENDORONG PERAHU KE LAUTAN

Gambar
Kadang ada satu masa di mana kita merasa bosan dan putus asa. Terlebih ketika yang kita upayakan gagal di depan mata. Seperti yang saya alami hari itu, ketika mendatangi pantai Pecemengan untuk menikmati sore di sana. Saya nampak baik-baik saja di luar. Akan tetapi, di dalam saya tengah berkutat dengan perasaan tidak nyaman akibat kegagalan. Naskah novel yang saya kirimkan untuk lomba, gagal. Tidak masuk final. Naskah dua cerpen anak saya pun demikian.
Hal pertama yang saya lakukan usai membaca pengumuman lomba-lomba tersebut adalah kesal. Disusul dengan gerutuan ,"Tahu begini nggak usah ikut saja. Sudah susah-susah menulis, tak ada satu pun yang nyangkut juga."
Namun, Allah yang baik justru memberikan pelajaran gratisan dari dua orang nelayan tua yang berupaya mendorong perahunya ke tengah lautan di Pantai Pacemengan. Perahu itu jelas tidak ringan. Mendorongnya ke lautan, untuk kemudian digunakan berlayar mencari ikan, jelas butuh butuh kekuatan. Lalu bagaimana caranya agar …

Cik Gwat, Kembang Telang, Dan Kebaikan Spontan

Gambar
Saya baru pulang dari takziyah di rumah tetangga waktu melihat kembang telang di sisi kiri jalan berbunga. Kembang telang itu tumbuh subur, diantara perdu bunga soka. Tepat di depan rumah yang dimiliki toko Bares. Tidak disangka sewaktu asyik menyibak daun-daunnya, mencari buahnya yang berbentuk polong-polongan, seseorang menyeru pada saya. Menyilakan saya jika ingin mengambil bunganya untuk dijadikan seduhan atau malah obat. Konon kawannya yang sakit mata sembuh karena minum rebusan bunga telang.
“Ambil saja, nggak apa-apa. Saya kok yang menanamnya di situ,” katanya ringan. Saya yang sejatinya tidak berniat mengambil bunga itu, mengucapkan terima kasih atas tawarannya. Saya bilang ingin mencari buahnya untuk dijadikan bibit. Ternyata perempuan paruh baya itu malah menawari saya bibitnya. Tak lama kemudian ia pun menghilang. Lalu kembali sekejap kemudian dengan kresek hitam kecil di tangan sembari meminta maaf karena ternyata bibitnya tidak ada di rumah, melainkan di tokonya.
Tak berapa…

Bagikan, Bukan Copas! Karena Membagikan Lebih Terhormat Ketimbang Copas

Gambar
Selaku penulis, saya bukan tak pernah melakukan copy & paste. Akan tetapi, hal tersebut saya lakukan di awal-awal saya belajar menulis. Semakin ilmu bertambah, hal tersebut saya tinggalkan. Saya tidak melakukannya lagi, bahkan merasa tidak nyaman ketika ada orang yang copy & paste tulisan orang lain. Terlebih tanpa disertakan sumbernya.
Menulis itu, kawan, butuh perjuangan. Sekalipun hanya curhat, tetapi tetap butuh usaha agar tulisan enak dibaca atau dimengerti orang. Apa rasanya jika tulisan yang susah-payah kita unggah, begitu saja di copas? Pasti tidak mengenakkan bukan? Jika demikian mengapa kita "tega" melakukannya pada tulisan orang.
Acap pelakunya berdalih "Toh, niat saya berbagi untuk kebaikan. Kebetulan tulisannya bagus, jadi apa salahnya jika di copas?". Benarkah demikian? Jika ya, coba sekarang posisi dibalikkan. Pelaku copas yang menulis dan kita yang ganti menyebarkan tanpa menyebutkan nama penulisnya atau link sebagai sumber rujukan. Kira-kira k…

Oleh-Oleh Dari Bimtek Jaring Pewarta Desa

Gambar
Biasa menulis, bukan berarti bisa segala macam tulisan. Saya yang berawal dari blogger kemudian terjun menulis novel remaja dan novel anak, merasa bahwa menulis sebuah berita bukanlah hal gampang. Maka itu saya tidak menolak ketika diminta mewakili Desa Genteng Kulon untuk Bimtek Jaring Pewarta Desa yang dihelat dalam rangka pembentukan dan pengembangan kader jurnalisme desa.Acara ini diadakan oleh Direktorat Jenderal PPMD dari Kementerian Desa Juli silam. Tentunya saya tidak sendirian, ada dua orang lain yang datang bersama saya yaitu Rival dan Bahtiar.
Adapun pesertanya berasal dari dua Kabupaten, yaitu Banyuwangi dan Probolinggo. Masing-masing Kabupaten hanya terdiri dari empat desa. Dari Banyuwangi desa yang terpilih adalah Genteng Kulon, Tambong, Tegalsari, dan Ketapang. Adapun Probolinggo mengirimkan wakilnya dari Desa Krejengan, Pabean, Tempuran, dan Sumberrejo. Acaranya sendiri dimulai pada tanggal 8-10 Juli 2019.
Hari pertama, selepas maghrib, seluruh peserta langsung mend…

SEKELUMIT CERITA SEBAGAI BUZZER DI GELARAN PIRN XVIII BANYUWANGI

Gambar

Catatan Lebaran 2 : Empat Tahun Lebaran Tanpa Ibu di Sisi

Gambar
Saya lupa tahun keberapa saya memakainya. Dulu mukena itu milik Ibu saya. Kadang saya pinjam saat sholat hari raya, baik Idul Adha atau Idul Fitri. Sejak beberapa tahun silam, meski tidak secara resmi mukena itu berpindah tangan pada saya. Akan tetapi, dalam keseharian jarang dipakai juga. Bukan karena bahannya tidak bagus. Cuma kurang nyaman karena terasa berat dipakainya. Dan sudah hampir empat lebaran ini saya memakai tanpa ada Ibu di sisi saya. Jika dulu setiap sholat hari raya berdampingan dengan Ibu, sekarang tidak. Orang lain yang tidak saya kenallah yang duduk bersebelahan dengan saya. Saya juga mulai terbiasa berangkat sendiri, tidak menunggu-nunggu lainnya.

Tahun 2015, saya masih sempat sungkeman dengan Ibu sebelum beliau meninggal di bulan September 2015. Akan tetapi, setelah itu tidak lagi. Sofa tempat Ibu dan Bapak biasa duduk untuk menerima sungkem dari kami, anak-anaknya, hanya dihuni seorang saja. Bapak saya. Saya tidak tahu apa yang dirasakannya setelah ibu tiada. Saya…

Catatan Lebaran 1 : Cara Mengatasi Orang Yang “Baru Minta Maaf Kok Sudah Bikin Marah?!”

Gambar