Postingan

Menampilkan postingan dengan label langkah awal memang penuh tantangan

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

DALAM KESEMPITAN SELALU ADA HAL MENAKJUBKAN!

Gambar
Saya tidak bilang hidup saya selalu senang. Kalau saya mau saya bisa menulis berlembar-lembar kesusahan. Tapi menulis hal demikian tak kan mengubah keadaan. Ibu selalu bilang ,”Simpan kesedihan untukmu sendiri. Jangan libatkan orang lain disitu. Jangan susahkan mereka dengan kesedihanmu, mereka sudah cukup punya masalah. Mengapa harus kau tambahi lagi dengan masalahmu? Tapi jika itu soal kebaikan, tak apa kau sampaikan.”
Saya setuju dengan apa kata Ibu saya. Mengapa harus menyusahkan orang lain dengan masalah saya? Semua orang mengalami masalah dalam hidupnya. Tak ingin ada masalah, berarti sama dengan tidak menginginkan kehidupan. 
Wah!