Postingan

BESAR PASAK DARIPADA TIANG NEEH...

Wah puasa memang selalu ditunggu ya? Ibu-ibu pun mendadak jadi lebih sibuk menyiapkan berbagai makanan untuk berbuka dan sahur. Tapi buntutnya mereka saling curhat dan berbisik,"Wah belanjaanku kok meningkat pesat ya? Kalau gini bisa tekor uang belanja?" Hehehe...Kok bisa gitu? Sekarang mari kita berhitung. Anggap saja belanja harian membutuhkan dana 10.000, maka 10.000x30 = 300.000. Jika dianggap selama bulan puasa ibu-ibu rajin menyediakan makanan pembuka seperti es atau kolak maka tentu saja ada dana lain untuk membeli bahan-bahannya. Nah untuk ini anggap saja mereka butuh dana sebanyak 5000, jika 5000x30= 150.000. Hey, cukup besar juga dana tambahan yang dibutuhkan ibu untuk menyenangkan perut kita? Padahal dana dari ayah tetap, hmm kalau terus-menerus tekor ya bisa botak kepala dong..Lantas pertanyaannya adalah bagaimana beliau-beliau menyiasatinya? wizz hebat banget nih para bunda... Tapi seorang teman juga ikut pusing gara-gara kantongnya menipis drastis. Lho masa sih

SELAMAT PUASA ....

Hehehehe, sudah tiba ya bulan ramadhan. Ck, kok jadi ingat jaman kost baheula ya...Sebagai mahasiswa yang orang tuanya tidak kaya, kirimanku jelas biasa. Kadang mpe bingung ngatur gimana caranya agar duitnya pas untuk makan, tugas kuliah yang numpuk, 'n kesenanganku membaca komik serta novel. Tapi karena bisa masak sendiri aku jadi lebih bisa ngirit. Meski begitu usaha itu kadang nggak cukup. Jalan lain yang bisa dilakukan biar irit ya memangkas jatah makan, dari 3 jadi 2 kali. Nah masalahnya aku gak kuat soal tahan menahan gak makan, akhirnya dengan tujuan sama aku melakukan puasa. Tau kenapa? Karena puasa itu kan ada niatnya, kalo gagal malu dong ya. Itu deh sebabnya aku lebih tahan puasa (wah, cik sombongnya!) Karena lumayan sering puasa akhirnya jadi banyak teman kost yang bertanya dari mulai kenapa, mengapa, tujuannya apa, sampai hari apa. Lho memangnya puasa mesti senin kamis saja? Hehehe...Waduh aku jadi bingung jawabnya. Mau bilang terus terang karena masalah finansial, lha

LUCUNYA ANAK-ANAK

Gambar
Hehehe, kemarin ada kejadian lucu deh di kantor. Seorang teman kerja cerita tentang putrinya. Umur Putrinya sekitar 6atau 7 tahun, jadi pantas kan kalau dia mulai menginginkan punya adik. Ndilalah suatu hari dia nonton berita teve tentang seorang korban perkosaan yang kemudian hamil dan punya anak. Entah karena ingin punya anak atau karena sebab lain, dengan polos si putri berkata," Bu, bisa gak punya adik kalau ayah memperkosa ibu?" Huahahaaha, aku dan Mbak Nur kontan terpingkal-pingkal sementara Bapaknya terbahak-bahak kegelian.Aku nggak bisa bayangin gimana wajah sang bunda waktu itu. Barangkali pucat plus bingung kali ye menghadapi pertanyaan cerdas putrinya itu..Oalah nak, nak.. gimana sih kok mpe gitu . Aku jadi ingat ketika kutanya apa pacar itu pada Sania (yang wajahnya nampang itu lho). "Pacar itu seperti mama dan papa, Kak Afin. Kemana-mana bersama," jawab Sania dengan kepolosan khas anak-anak. Hehehehe....hebatnya Si Sania. Tuh kan pinter jawabannya. Diam

AKHIRNYA AKU PERGI

Tadinya aku membawa harapan besar saat diterima di salah satu restoran di Bali. Mimpi indah untuk sukses segera terbentang di depan mata. Siapa yang tahu aku akan bernasib sama dengan kawan-kawanku yang sukses di sana. Tetapi apa yang terjadi? Let see... Minggu-minggu pertama tinggal di Bali aku merasa sangat tersiksa. Aku harus selektif mencari makanan yang tak mengandung babi. Sementara mayoritas warung terdekat menjual makanan khas Bali seperti babi guling atau sate dan gulai erwe. Iya erwe...bukan Rukun Warga tapi anjing lho. Masalah beribadah pun jadi agak kacau karena suara adzan seringkali tak terdengar.Tiba-tiba kau baru sadar waktu shalat hanya telah berkahir saat kau melihat jam ditengah-tengah waktu kesibukan. Suara adzan baru terdengar jelas di subuh hari, menenangkan sekaligus pelampiasa rasa rindu pada kampung halaman. Di kantor, Angela Si Mak Lampir Itali, selalu pasang muka masam jika memergoki aku sholat. Maklum sejak bom bali bisnis resto jadi lebih sepi. Dia memang b

PATUNG PUP ANAK SEORANG MEGABINTANG

Membaca koran sabtu kemarin aku jadi tertawa, sebuah patung pup perunggu terpampang di salah satu halaman koran. Menurut ceritanya seorang Tom Cruise menyuruh seorang pematung terkenal agar membuatkan patung pup pertama putrinya. Barangkali kalau dia orang normal orang-orang juga sudah menganggap gila. Hahaahahaa...Seandainya bapakku Mega bintang apakah borok di kakiku ini juga akan dibuatkan patung ya? Barangkali, karena seorang Bintang terkadang suka bertindak aneh untuk memperlihatkan kalau dia eksis di dunia. Mau memiliki patung itu? Kata koran tadi patung ini akan di lelang di situs E-bay. So kalau penasaran coba deh masuk situs itu. Setidak-tidaknya tahu seperti apa sih pup Si Suri, putri Tom Cruise dan Kathy Holmes itu... Hehehehehehe

BELAJAR DARI IKAN

Seekor ikan kerapu besar tetap diam ketika seeekor ikan selendang setrip memakan cacing parasit pada tubuhnya. Seekor remora dengan berani mendekati tubuh hiu yang menakutkan untuk melakukan tugas pembersihan. Sementara seekor udang rela berbagi sarang dengan seekor ikan belosoh. Udang yang tak mampu melihat dengan baik, dengan tekun menggali lubang untuk sarang. Sedangkan ikan belosoh teman sekamarnya akan menjaga pintu masuk sarang dan memperingatkannya jika ada musuh datang. Betapa hebatnya hubungan yang terjalin antara ikan-ikan itu. Si ikan pembersih mendapat makanan gratis sekaligus perlindungan gratis, sementara kerapu dan hiu berterimakasih karena ada yang mau menggerogoti sel-selnya yang tidak sehat atau cacing parasit dalam tubuhnya. Bagaimana dengan manusia? Andai kita memandang hiu atau kerapu laksana pemimpin maka ikan selendang setrip dan remora adalah rakyatnya. Tak peduli seberapa besar kekuasaanya ia masih memerlukan rakyat yang mendukungnya. Harapan ke depan seharusny

buku..buku...buku

Gambar
Foto itu diambil dari salah satu sudut tempat tidurku. Berantakan, maklum yang punya malas mengembalikan ke kandangnya sehabis membaca malam-malam sebelumnya. Sebenarnya sadar sih kalau itu kebiasaan jelek tapi tiap kali that corner sepi pagi harinya, malamnya pasti kembali seperti semula. Waktu kecil aku berharap bisa punya perpus sendiri, tetapi menyadari kalo nggak bisa akhirnya aku memuaskan diri dengan berkutat di perpus sekolah. Jaman itu pustaka klasik semacam Katak Hendak Jadi Lembu, Layar Terkembang, atau Sukreni Gadis Bali jadi bacaanku. Karl May dengan Winetou-nya adalah pengarang favoritku. Setelah mahasiswa bacaanya berubah ke arah novel pop  yang dikarang Sandra Brown, Michael Chrichton, Sidney Sheldon, Irving Wallace dan lain-lainnya. Tentu saja komik-komik Jepang juga jadi salah satu santapanku. Kini, sesuai dengan umur yang kian dewasa bacaanku pun mulai berubah kearah bacaan yang jauh lebih serius. Meskipun begitu membaca novel masih tetap jadi kesukaanku. Sekarang, k

Bali Blast I

seharusnya memperingati hari kemerdekaan topik bahasannya ya tentang hari kemerdekaan plus keriaannya, tapi aku kok malah ingat Bali Blast I. Aku memang takkan lupa hari itu, karena teman-teman janjian ke kuta. Biasa ke Hardrock, heheheheee... bukan kok kita cuma di depannya aja. Duduk nyantai di trotoar sepanjang pantai kuta sambil lihat manusia berbagai warna yang tumplek blek di sana menikmati malam. Tau sendiri kan gimana kuta kalau malam, ramai seperti siang. Eh sialnya nggak tahu kenapa kita nggak jadi kesana. Alhasil kita malah duduk-duduk di teras sampai malam, sambil bertanya-tanya kenapa jalan di depan kami mendadak ramai. Paginya kami dengar orang-orang bicara tentang bom di Kuta. Kita langsung ingat semalam, wah jangan-jangan orang-orang yang lalu lalang semalam itu disebabkan oleh bom itu. Teve pun langsung dinyalakan, nggak pake nunggu lama semua orang langsung sesenggukan melihat berita yang terpampang. Menurut reporter, bom sebenarnya ada dua, satu di Renon dan satu di

Temanku Seorang "G.."

Sorry! Aku tak berani mengatakan "G..." itu, kurasa lebih baik kau membaca ceritaku untuk tahu artinya... Namanya Med! Aku mengenalnya sejak kecil dan tahu betul siapa dia, sebaliknya diapun begitu. Ketika lulus SMA Med yang pintar memutuskan untuk bekerja karena ekonomi keluargana yang pas-pasan tak mengijinkannya meneruksan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. " Suatu hari aku akan kuliah, Put. Uang dari kerja akan kutabung dan akan kususul kau nanti," katanya dengan yakin sehari sebelum berangkat ke Bali. Aku mengepalkan tanganku untuknya saat itu, memberinya semangat sebagai seorang sahabat. Lalu tahun berganti, Med tak pernah kembali sampai aku lulus dari DIII Pariwisata. Tetapi hari itu secara tak terduga kami dipertemukan kembali. Aku cukup terkejut saat menyadari ternyata tamu yang kulayani sahabat lamaku sendiri. Iya Si Med! Tapi aku menelan kekecewaan, dia bahkan tak menoleh kepadaku. Seolah aku tak ada tiba-tiba ceplok...ia mencium bule

SMS nyasar hari itu....

Hi, Fin masih di Bali ya? Btw ada gak low di tempatmu? Sender + 62866485xxxx Ternyata sms nyasar itu dari teman lamaku saat kuliah dulu. Nggak tahu kenapa tetapi sehabis membacanya aku jadi ngerasa sedih. Aku dan dia sama-sama satu daerah, sama-sama tergolong mahasiswa sangat biasa, mau dibilang nggak cerdas yah kadang sambung juga, tapi kalo dibilang jenius kok koneknya lama. Bedanya aku lebih dulu lulus, meski dengan nilai tujuh setengah... Iya tujuh setengah kasihan, setelah dosen-dosenku nggak tega melihat aku bengong kayak sapi pas ujian skripsi. Nggak tahu rasanya kok nggak berbekas apapun yang kubaca, iya blank deh! Sehabis lulus, tebak apa acara favoritnya? Yup, pengacara...pengangguran banyak acara yang tiap sabtu beli koran untuk cari lowongan kerja dan menjadi jengkel melihat syaratnya yang berbunyi umur minimal 23 tahun dengan 2 tahun pengalaman. Walah! Coba hitung deh, kalo kau mulai kuliah umur 18 seenggak-enggaknya lulus umur 23. Lah trus pengalamannya dari mana?

DON'T GIVE UP BABY

Gambar
Ini gara-gara tadi pagi aku telfon adikku tercinta si Raka, ngobrol soal smsnya padaku yang berisi berita duka tentang kenaikan spp-nya, nilai-nilai yang rantai karbon, dan tugasnya yang blum kelar juga. Tiba-tiba aku jadi ingat masa lalu, ketika aku masih kuliah dulu. Di foto itu kami memang tertawa, benar-benar tertawa, padahal sebelumnya kami seolah gila karena ngerjain skripsi yang dikejar tenggat waktu. Kebetulan kami bertiga ikut dalam suatu proyek dosen, berjibaku di dalam lab hampir tiap hari, dapat marah, teguran, belum lagi kami masih harus jadi asisten. Euh, kadang nggak tahan rasanya, tapi gimana? Dan sekarang adik-adikku tercinta sedang berjibaku dengan tugasnya sebagai mahasiswa, mengeluh karena nilai-nilainya yang rantai karbon, dan setumpuk tugas yang belum dipresentasikan. Aku tertawa, aku tahu gimana rasanya ketika hasil yang kau dapat tak sesuai dengan apa yang kau dapat. Aku bahkan berkata pada Allah, kalo semester ini nilaiku tetap rantai karbon juga, i give up, k

CINTA SENDIRI? LET IT GO BABE, HE'S JUST NOT INTO YOU

Pernahkan kau menghbiskan beribu-ribu pulsa untuk seseorang yang kau sukai? Mengirimkan SMS manis yang jarang terbalas? Menelefonnya demi perasaan rindumu? Tak berhenti berusaha memberinya perhatian meski balasan yang kau dapat tak setimpal? Bagaimana perasaanmu saat itu? Sakitkah, pedihkah, putus asakah atau justru gabungan dari berbagai rasa itu berkecamuk dan membuatmu ingin berbuat kriminal (misal ingin menerornya dengan indah). Hehehehe...pantas ya kalau Meggi Z sampai bernyanyi lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Menurut Greg Behrend (maaf kalau salah tulis yach), itu semua tanda-tanda nyata "He's Just Not Into You!" alias tak tertarik padamu. Wow sadis ya kedengarannya? Tapi that's the truth...Sebagai seorang pria yang menuliskan buku He's Just Not Into You, ia berkata, bagi pria yang tengah jatuh cinta tak ada kata tak ada waktu untuk seseorang yang tengah dikejarnya. Meski sekejap, sekilat, sejumput, atau sedetik, waktu akan dicarinya un

I'M GETTING OLDER....

Hi diary, its me again. Besok Rabu 19 Juli, aku akan berulang tahun. Tak ada sesutu yang special kecuali aku berharap akan ada banyak kebaikan untukku di usiaku yang kian senja (hahahhaaa)... Berharap bahwa rejeki bertambah banyak (siapa juga yang gak mau?) That's what I want, diary....I wish I never forget my duty as my parents daughter, as my two brother's sister, as human being to her God, to her friends wherever they're. Thank's Lord for everything, My life is such wonderful things. And I'm happy for that.

PERNAHKAH KAMU?

Pernahkah kamu merasa bahwa apa yang terjadi padamu tidak adil? Kamu adalah mahkluk cerdas dengan IP yang selalu diatas 3, tetapi ketika kuliah usai yang terjadi kau tidak bisa mendapatkan pekerjaan impian. Sueebel, mangkel? Ya itu biasa....sangat biasa terjadi pada siapa saja. Apalagi ketika temen-temen dapat kerjaan super keren, dan bercerita aku tuh kerja di perusahaan anu gajinya sekian jeti...Wah lengkap sudah penderitaan, ya kan? Ketika akhirnya dapat kerja ternyata kau mendapatkan kerjaan tak bernama di sebuah desa, dan cuma nyengir ketika seorang temen tanya apa jabatanmu? Hahahahaa..... It's ok guys! Sungguh...Mungkin memang kerjaan itu bukan kerjaan terindah, impian, tetapi pernahkah kita berpikir bahwa teman kita yang bergelut dengan pekerjaannya yang keren itu bekerja lebih keras dari kita. Harus lembur demi gaji sekian juta itu sementara kau bisa santai selepas kerja, dan tidak perlu sering-sering tidur di kantor berbantal meja. Bisa senyum-senyum bahagia meski gajimu

Anak Kecil di Depan Toko Buku itu.....

Aku memang sering ke toko buku itu, kadang cuma melihat-lihat kadang juga beli buku disana, tergantung situasi. Dan anak kecil itu sering ada di sana dengan seragam kumalnya, tas yang lecek dan tidak bersepatu. Kupikir dia cuma anak kecil yang suka main disana ternyata cerita punya cerita, dia adalah anak Satpam yang toko buku itu. Kata Na, ia harus begitu karena ibunya sudah tak mampu mengurusnya bukan karena meninggal tetapi ibunya sudah lost her mind for a long time ago. Bapaknya yang cuma seorang satpam dengan gaji kecil harus mengurusnya sendirian karena tak ada orang yang bisa diandalkan lagi. Oh My God! Aku dan Na memandangnya trenyuh, sebuah pertanyaan tersimpan di hati. Bagaimana kalau aku yang mengalaminya? Aku tidak terlahir kaya tetapi aku tak pernah kesulitan sepertinya. Orang tuaku dengan segala kemampuannya mampu memberi kami pendidikan, baju yang pantas dan rumah untuk berteduh serta makanan yang enak meski tak selalu mewah. Aku jadi merenung, sudahkah aku pernah ber

Refresh Your Life... Sentilan Manis dari Syarif Hade Masyah

Pertama kali buku ini ditunjukkan padaku aku sangat tertarik dengan warnanya hijaunya yang menyegarkan dengan gambar gelar berkaki berisi daun sementara tetesan air disekitarnya. Dan ketika kau masuk kedalamnya kau akan tersentil dengan kata-kata yang terangkum dalam Hikmah 'Lucu Ya..' yang sedikitnya menyentil keenggananmu beramal, berdoa, dan berbuat kebaikan. Pada saat membaca Raihlah Puncak Cinta aku jadi tersenyum kecut dan bertanya seperti apa aku mencintai-Nya.Rasanya aku masih belum mencintai Allah dengan semestinya, karena aku masih suka melanggar larangannya. Lalu saat kau memasuki hal Bicara Yang Bermanfaat Atau Diam, aku sungguh kembali tersenyum oleh kenyataan bahwa tanpa sadar aku sering terseret ke dalam pembicaran tak berarti yang dimulai dari sekedar berkata 'eh tau nggak kalo dia itu anu..." , lalu semua gosip pun beterbangan setelahnya. Saat membaca Sederhana Asal Berkah aku jadi menelan ludah, teringat benar bahwa aku sering berkeluh kesah atass

weeeks...itu aku

Gambar

Still Single?Hmmh....

Sampai hari ini aku masih ketawa klo ingat sms Na tentang pria ganteng mana yang rela dilihat pagi-pagi buta. Hehehe... ada aja.By the way boleh gak tau pernahkah kau ketimpuk pertanyaan seputar kapan menikah?Umurmu berapa sekarang? Usia gak nunggu lho, apalagi yang kau tunggu? Ketika kau nyengir kuda tanpa kata dengan tampang tak berdosa mereka akan menohokmu dengan satu kalimat, " makanya jangan pilih-pilih dunk." Ugh!Untung saja warisan ilmu mata menelurkan pedang sejuta sudah amblas berabad-abad lamanya, klo gak dia pasti dedel duwel karena bertatapan dengan kita. Ya nggak? Lagipula orang waras mana sih yang gak milih mengenai hal sepenting itu? Meski jeleknya gak terampunkan dan gak bisa dibilang punya harta. Jujur saja itu bisa terjadi padamu (padaku juga :-)...), bahkan kepada setiap perempuan cantik manapun yang masih sangat single hingga hari ini. Berdasarkan sms dan obrolan seru seputarku, rata-rata kita sangat menyadari posisi riskan itu. Gak perlu diingatkan la

kuda baru

Udah beberapa hari ini aku punya kuda baru, tapi kok rasanya biasa aja yah. Aku masih tetep kemana-mana pake sepeda, nggak tahu. Mungkin saking ngerasa lebih enak siat-siut sana-sini sama sepeda ketimbang dengan kuda besi kali ye... Tapi ya itu untuk tiga tahun ke depan aku mesti mengencangkan ikat pinggang, kan punya tanggungan memelihara dan bayar dia every month. Sebenarnya cukup sedih juga soalnya budget untuk beli buku dan main internet jadi kurang bgt, tapi klo gak sekarang beli kuda kapan lagi? Masa ikut terus ma bunda tercinta, malu seeh... kan dah tua gitu! Hehehe...lagian jadi gak minjem lagi ma mama atau lainnya. Yoi! So semangat!