Postingan

FOR YOU ALL

Nggak nyangka ya, saya bisa bertemu kalian semua, sahabat-sahabat yang bahkan secara fisik tak pernah saya temui. Padahal beberapa bulan yang lalu saat awal-awal nge-blog saya bahkan tak kenal siapapun. Wah keajaiban teknologi telah membuat dunia yang maha luas ini menyempit dan tersaji dalam sebuah kotak bernama komputer. Koneksi yang tanpa batas membuat kita bisa saling berhubungan, walau tak saling kenal dalam arti yang sebenarnya. Seperti layaknya berkawan di dunia nyata, dari sekian banyak orang yang kita kenal tak semua adalah sahabat karib. Bisa dipahami karena dari sekian banyak kawan tak semua sejalan, sepaham, dan satu pikiran. Tetapi karib atau bukan tak menghalangi kita untuk tetap bertemu, berbagi cerita, memberi masukan atau sekedar berkomentar, dan memberikan arti baru tentang cara kita mencari teman. Namun seperti yang kita tahu apa yang ada di dunia memang tak kekal. Sebuah pertemuan telah dipasangkan dengan perpisahan. Suatu hari, satu persatu sahabat yang kita temui

CERITA KEPADA BUNDA

Bu, ingat nggak waktu aku ke rumah Iput beberapa saat lalu? Uh, aku sebel dengan sopirnya. Bukan karena dia ngebut tapi karena mulutnya amburadul. Masa sih saat aku bicara akan turun dimana dia nyeletuk,” Hati-hati, Mbak. Ngapain turun disitu? Paman temanmu itu tukang kawin, baru saja dia melarikan seorang gadis. Katanya dijadikan istri ketiganya lho!” Igh, usil banget sih tuh orang. Tahu nggak Bu, begitu kutanyakan pada Iput ternyata ceritanya tidak benar.” Pamanku tidak melarikan gadis itu, beliau justru menolongnya dan mengantarnya pulang,” jelas Iput sebal. Kok bisa begitu? Ternyata gadis malang tadi ditipu orang, pekerjaan baik yang dijanjikan tak kunjung datang dan justru dia dipekerjakan di cafĂ© remang-remang. Betapa kasihan gadis polos itu Bu, niatnya untuk bekerja membantu orang tua malah membuatnya sengsara. Untung Allah mempertemukannya dengan Paman Iput, kalau tidak entah tak bagaimana nasibnya kemudian. Yang lebih miris lagi kalau Ibu dengar cerita Mel. Suatu hari seorang

IT WASN'T HAPPY STORY

a ku melihatnya menatap gadis itu dengan tatapan yang kuinginkan dan aku cuma bisa berkaca-kaca sesedih itu tanpa bisa membendungnya tak butuh waktu lama untuk tahu harapan itu sudah buyar Saya tertawa membaca kalimat sampah dari cerpen saya yang gagal itu. Membacanya kembali mengingatkan saya pada kisah menyedihkan beberapa tahun lalu.Suatu hari, seorang ibu yang datang tak diundang pulang tak diantar, mengadu kepada saya sambil menangis tersedu-sedu ,” Mbak katanya sudah gak enak, makanya dia mau cerai saja. Huhuhuhu….!” Saya cuma melongo heran, berusaha memahami maksudnya ditengah-tangah pikiran yang masih bau bantal (maklum baru bangun tidur). “Nggak enak? Mbok ya di kasih gula apa garam kan beres,” batin saya. Tapi begitu pikiran saya sudah penuh 100%, saya baru tahu ngeh kalau itu bukan soal masakan. Saya sampai nggak berani menyela saking kagetnya mendengar keluhan si Ibu yang masuk wilayah tujuh belas tahun keatas semua. Walaah piye to iki, lha kok gini? Kalau soal beginian sa

SAHABAT-SAHABATKU

Mbak vie ,  sudah jadi sabahat saya sejak ngeblog pertama kali. Waktu itu saya awam betul tentang masalah blog, dan serunya mbak Vie selalu menyambut dengan suaranya yang ramah dan tawanya yang ceria jika saya membawa banyak pertanyaan padanya. " JAdi Fin, klo mo ganti template simpen dulu semua di note pad, " kata mbak Vie waktu itu. Makasih ya mbak, udah mau direpoti,maaf juga nggak pernah main ke rumah mbak Vie meski sekota. Klo mo main klik aja  disini Munawir slash Aw i, statusnya agak jelas, akan menikah tahun depan hehehehe...Sama seperti Mbak Vie, dia adalah sahabat saya semenjak ngeblog pertama kali. Dia sering banget saya repoti dengan berbagai pertanyaan seputar blog via sms atau telfon. Thanks God Awi gak pelit berbagi ilmu. Dan entah kenapa seperti kepada MBak Vie juga, saya merasa sudah kenal luamua dengan Awi. Bahkan berasa seperti adik sendiri, makanya kalo lagi ngobrol bisa ngelantur jaya....n klo m lihat si Awi klik aja disini Den baguse , statusnya tak terd

CERITA PARA JOJOBA, ANGGOTA KERAJAAN IJO LUMUT

Kamu mesti datang ke pernikahan besok, harus! ada yang mau dikenalin sama kamu, oke? (Si Jojoba tercengang tanpa daya mendengar cerocosan ala jendral yang tak boleh ditawar itu) Biar jelek dia itu lelaki! (Glodaaag...Lho siapa yang bilang bukan? Si Jojoba garuk-garuk kepala...) Nunggu apa sih kamu? Jangan pilih-pilih, cepet kawin. Nanti keburu karatan lho ! ( Si jojoba ngedumel dalam hati seraya menahan hasrat ingin nendang. Karatan? Besi kalee) Udah deh hari gini tuh jangan mikir siapa saya, yang penting siapa saja ! (Waks..si jojoba melongo ngeri sambil membatin,"kok siapa saja? Gimana kalo kenapa-napa?) Udah deh cari calon ibu untuk anak-anakmu kelak kan gak perlu sarjana ( Si jojoba menerawang dan berbisik," Oh iya calon ibu memang gak perlu sarjana...) Cari apa sih? Yang penting perempuan, bisa napas! (Si jojoba nyengir, ya iya sih...tapi masa asal perempuan yang bisa napas. Hiks!) Kalau kau mau sama dia kamu bakal diberi rumah seisinya. Pokoknya enak deh.. (Si jojoba me

KISAH SARUNG PENGAMAN

Gambar
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia dengan berbagai cara, mulai dari aksi damai, penyuluhan hingga kampanye safe sex dengan membagikan kondom segala. Bicara tentang kondom tiba-tiba saya ingat cerita Vit, sahabat saya, tentang repotnya dia saat dia terjebak diantara seorang bule dan cowok lokal yang sibuk membahas sarung pengaman. Entah apes atau lagi sial obrolan yang awalnya normal jadi memanas. Vit yang tengah jadi penerjemah dadakan bagi keduanya cuma bisa melongo melihat keduanya saling sewot, saling kesal. Begini ceritanya... Suatu hari seorang cowok Indo(nesia) nongkrong di salah satu resto kecil di tepi pantai. Tak dinyana tiba-tiba dompet seorang bule jatuh dan isinya justru bukan bergepok-gepok dolar atau kartu kredit tapi.... "Lho ngapain bawa gituan banyak?' tanya si Indo geli lewat Vit. Si bule menyodorkan satu kepada si Indo dan menyuruh Vit menerjemahkan kata-katanya yang berbunyi ," Nih buatmu, untuk jaga-jaga." "Ah nggak sir

SISI LUCU KEMARAU

Selalu ada sisi lucu yang saya ingat saat kemarau tiba. Sewaktu kecil saya selalu menangis bila harus ngungsi mandi ke sungai bila sumur di rumah kering. Cob bayangkan gimana caranya saya bisa mandi dengan nyaman kalau semua mata seolah menatap saya (padahal tidak). Saya bisa celingukan kesana kemari sementara orang lain bisa membuka baju begitu saja dengan wajah tanpa dosa di tempat seterbuka itu. Jadi setiap kali saya niat mandi dan ada orang lewat, saya pun berhenti, begitu seterusnya hingga sungai sepi gelondangan. Alhasil jika saya berangkat mandi jam empat, saya baru pulang menjelang maghrib. Saat awal kuliah, kemarau panjang yang melanda membuat saya pontang-panting menyelamatkan tanaman peliharaan dari kematian. Kalau tidak praktikum Dasgro (dasar-dasar Agronomi) saya akan gagal. Suatu hari sehabis praktikum Da-da-I-ta (Dasar-dasar Ilmu Tanah) saya langsung ke lahan, dan berusaha keras mengambil air dari sumur berjarak 100 m dengan ember kecil karena sumber air terdekat telah k

TAMU AYAH DARI AMERIKA

Gambar
S ebentar lagi ayah saya (baca Presiden SBY) akan kedatangan tamu istimewa. Layaknya bila ada tamu ayah saya pun berusaha menjamu dengan baik hingga halaman rumah kami (baca Kebun Raya Bogor) diusik, lalu lintas di seputar rumah dialihkan, dan jalur komunikasi macet pada hari itu kecuali untuk yang berkepentingan dalam acara ramah tamah di rumah kami (baca Istana Bogor). Sebagai anak saya tak keberatan bila pria pemeran Presiden Amerika dalam sitkom "Amerika Polisi Dunia" itu datang dan berbincang dengan ayah. Tapi saya tak paham jika gara-gara itu saya dan anak-anaknya yang lain (baca masyarakat) tidak boleh berseliweran. Oh ayah siapa sih sebenarnya pria itu? Apakah dia seorang artis yang tengah naik daun dan merasa parno pada bidikan Paparazzi atau Kaum Penguntit (baca Penentang) karena ulahnya sendiri? Ayah, sebenarnya apa sih yang akan dibicarakan denganmu hingga memerlukan hansip (baca pengawal) se-Indonesia Raya? Mengapa serepot itu cuma demi pertemuan yang hanya

HATI-HATI, ADA HANTU DI JALANAN

Gambar
Pernahkah kamu jalan sendirian saat malam dan tiba-tiba sebuah sosok asing dalam helm cakil mendekatimu pelan-pelan dengan motonya? Lalu , saat kau tengah berpikir siapa dia, tiba-tiba dia meraup dan meremas dadamu kemudian melesat meninggalkanmu dengan seonggok kekesalan. Aku yakin kamu pasti menyesal karena tak sempat menitipkan setumpuk  batu di kepala si hantu gerayangan, iya kan? Aku tahu bagaimana rasanya, karena aku salah satu korbannya. Atau pernahkah kamu tengah sendirian di suatu jalanan ramai yang sialnya kebetulan sepi saat kau lewat dan tiba-tiba seorang pria asing memanggilmu seraya meraba-raba risletingnya? Lalu whoaaa! muncullah pemandangan yang membuatmu berharap semaput saat itu juga. Ya itu artinya kamu telah digoda oleh seekor "HANTU CABUL" yang suka memberi pelajaran tentang organ reproduksi kaum pria secara gratisan. Well, inipun sudahk kualami dulu... Tahukah kalian kejadian diatas bisa terjadi pada siapa saja, tak peduli kamu cantik, jel

KALAU SAJA AKU YANG MENULISNYA... HEHEHEHE...

Saat membaca postingan adikku yang no 2,5 itu minggu lalu tadinya aku tak merasa aneh, cuma begitu membaca komentar-komentar di dalamnya, barulah saya merasa ada yang aneh. Ada apa sih kok semua pada komen aneh gitu? Ada yang sebel, ada yang nyuruh sabar, apa sih yang terjadi? Yang mana yang bikin rame itu? Begitu aku ngobrol dengan empunya blog, aku baru merasa jelas apa yang bikin masalah itu. Saking penasaran aku masuk lagi ke blognya, dan membacanya sesingkat mungkin. Dalam hati aku tertawa...is this the trouble maker? Sesungguhnya isinya biasa, cuma curahan hati yang berisi kenangan pertama saat bertemu dengan pujaannya serta cerita yang mengikutinya. Tak terlalu aneh, biasa saja bila saja aku yang menulisnya, dan menjadi aneh bila seorang ikhwan seperti Awi (my lovely bro's di dunia maya) penulisnya. Orang tahu bagaimana dia dan kedalamnya dalam agama, kurasa karena kondisi itulah ekspektasi orang padanya jadi terlalu tinggi. Aku tak terlalu heran jika Awi menulis 'hal

WASPADA...PEDOFILIA DIMANA-MANA

"Psst...ada bocah kecil disodomi," begitulah bisik-bisik yang mendadak memanaskan suasana lingkungan tempat saya tinggal saat masih kerja di Bali dulu. Berdasarkan cerita para tetangga pelakunya adalah seorang pria pengangguran yang tetap betah melajang hingga usianya lebih dari tiga puluh lima tahun dan punya riwayat doyan nonton VCD porno."Kok gak cari pelacur aja sih?" celetuk seseorang dengan geram. Tetapi gimana mo beli perempuan lha wong dia seorang pengangguran jaya. Kemungkinan karena gak punya duit untuk menyewa jasa pelacur, gak punya istri pula, hingga dia menjadikan bocah itu sebagai pelampiasan syahwatnya yang melambung tinggi sehabis nonton film "blue banget" itu. Si ibu sendiri baru tahu kalau putranya telah 'dikerjai' si tetangga saat ia mendengar salah seorang putranya mengolok-olok kebodohan si adik yang mau 'digituin' oleh pria itu dalam suatu pertengkaran. Si ibu yang curiga langsung bertanya dan mendapati kebenaran

PSSSST.........XXX

Sering nonton tv kan?Terutama pas bagian dimana seseorang jadi korban perkosaan gara-gara sekeping VCD porno? Kalau kamu pernah nonton seperti kami dulu maka kamu akan tahu mengapa. Saat itu saya masih mahasiswa dan tinggal di salah satu tempat kost yang cozy bersama 20-an lebih cewek mulai dari yang super alim hingga yang super males. Separuh dari populasi itu terdiri dari anak-anak cerdas berprestasi atau aktivis kampus, sementara sisanya seperti saya tergolong biasa-biasa saja hingga yang tak terlihat penampakannya.  Tapi jangan tanya kalau semua kumat badungnya, kadang-kadang kita suka "doing something strange" juga. Nah suatu hari kami penasaran kenapa semua orang suka nonton VCD porno. Apa sih asyiknya?Mengapa semua seolah tersihir olehnya? Kemudian pada hari yang ditentukan kami jadi juga nonton film gituan. Dan baa...begitu film berjalan semua pada melongo dengan jidat penuh kernyitan. Astaganagaraksasa, kok kayak begono sih?! Ck, bukannya berkata its amazing kita mal

TRET...TRET..TRET MUDIK YUK

Mudik?Wah jadi ingat nih saat saya ikut mengalaminya. Namanya mudik pastilah disambut dengan exciting, begitu juga saya. Saat itu saya jalan lurus tanpa peduli pada orang, suit-suit dan celotehan iseng tak saya dengarkan hingga seseorang marah-marah dan mengatakan cantik-cantik buba alias budeg banget! Saya melongo, oh menggoda saya toh...swear saya nggak ngerasa, soalnya masih banyak yang jauh lebih oke untuk digoda tuh. Hihihihihi...... Pernah juga saya pulang dengan dongkol memenuhi dada. Pas turun dari bis di Gilimanuk sana, tiba-tiba sebuah tangan jahil nemplok di pantat dan bahkan meremasnya. Spontan saya mengumpat dan mengirimkan tatapan jangan ganggu saya eh orang itu malah cengengesan, merasa gak dosa sama sekali. Hanya saja seorang temannya going mad, dan marah-marah sambil berkata, " Gitu aja, apanya sih yang ilang?" Lho kok dia yang marah ? Arrgh! Harusnya saya yang marah kan? Tapi melihat muka preman jadul gitu saya mending pergi, daripada ketiban rejeki eh apes

aduuh...saya ketiban rejeki

tak ada yang lebih menyedihkan ketimbang sakit dibulan puasa. Setelah 'liburan seminggu' praktis saya cuma sempatpuasa sehari yaitu sabtu lalu Sabtu malam sehabis taraweh badan saya mulai panas dan kepala terasa berat. Malamnya saya masih sempat sahur, tapi paginya saya batalkan puasa karena sakitnya malah tambah kenceng. Jadilah saya terkapar, sambil menahan mual, kepala yang seolah terjungkal dan diare yang ikut hadir. Huff!! "Makanya puasa-puasa gini banyak-banyak bersyukur, jangan malah banyak ngedumel," kata ibu saat saya menitipkan kepala padanya. Waduh masa sih? Senin pagi tanpa mandi seperti hari kemarin (hehehe... tapi basuh muka n pake wangi-wangi kok) saya tetap berkerja, berusaha mengerjakan laporan dan beruntung enggak nyungsep di depan kompie karena huruf sudah kabur semua. Karena enggak sanggup sebentar kemudian saya pamit pulang. Selasa saya masuk kerja lagi dengan kepala melayangdan diterjang olokan konyol Mas Lutfi ,"Wah isi ya?" Saya cu

PS : JANGAN TAKUT PULANG SAYANG.....

Sesuah sms terbuka lebar dan.......... 14.45 dra Mpok aku desperate, malese pulang idul fitri nanti, takut ditanya itu lagi...itu lagi 17.00 finokio wis ta lah cuek beibeh, paling ditanya kapan tenda birunya, mana calonnya, plus ucapan jangan pilih-pilih keburu tua haha5x, berapa sih umur kita? cuma 20 lebih (banyak) kok... 17.03 dra gaplek kih! lhah itu dia gimana menjawabnya, kok milih seekor pun tak ada 17.05 finokio :D...cik kasihannya kamu neng, tunggu aku bikin website khusus buat nyomblangi jombloers kayak kamu dah... 17.10 dra kapan mpok? pasang shoutbox ja gag bisa gaya amat bikin web ; p 17.15 finokio sik ya cari gebetan yang jago IT (walah muskil kayaknya!) hihihihie.. 17.18 dra thanks a lot, gag usah repot. Gimana u mo gebet? klo u jah jomblo sejak TK, palagi niat nyomblangi aq segala. Gatot (Gagal total!) 17.20 finokio ehh psst sholat malam gimana neng? mumpung bulan afdol kali tembus lho pintanya 17.25 dra Ajaib! Mpok kok kamu bisa kasih ide cerdas ya? Btw kamu rajin shol

BESAR PASAK DARIPADA TIANG NEEH...

Wah puasa memang selalu ditunggu ya? Ibu-ibu pun mendadak jadi lebih sibuk menyiapkan berbagai makanan untuk berbuka dan sahur. Tapi buntutnya mereka saling curhat dan berbisik,"Wah belanjaanku kok meningkat pesat ya? Kalau gini bisa tekor uang belanja?" Hehehe...Kok bisa gitu? Sekarang mari kita berhitung. Anggap saja belanja harian membutuhkan dana 10.000, maka 10.000x30 = 300.000. Jika dianggap selama bulan puasa ibu-ibu rajin menyediakan makanan pembuka seperti es atau kolak maka tentu saja ada dana lain untuk membeli bahan-bahannya. Nah untuk ini anggap saja mereka butuh dana sebanyak 5000, jika 5000x30= 150.000. Hey, cukup besar juga dana tambahan yang dibutuhkan ibu untuk menyenangkan perut kita? Padahal dana dari ayah tetap, hmm kalau terus-menerus tekor ya bisa botak kepala dong..Lantas pertanyaannya adalah bagaimana beliau-beliau menyiasatinya? wizz hebat banget nih para bunda... Tapi seorang teman juga ikut pusing gara-gara kantongnya menipis drastis. Lho masa sih

SELAMAT PUASA ....

Hehehehe, sudah tiba ya bulan ramadhan. Ck, kok jadi ingat jaman kost baheula ya...Sebagai mahasiswa yang orang tuanya tidak kaya, kirimanku jelas biasa. Kadang mpe bingung ngatur gimana caranya agar duitnya pas untuk makan, tugas kuliah yang numpuk, 'n kesenanganku membaca komik serta novel. Tapi karena bisa masak sendiri aku jadi lebih bisa ngirit. Meski begitu usaha itu kadang nggak cukup. Jalan lain yang bisa dilakukan biar irit ya memangkas jatah makan, dari 3 jadi 2 kali. Nah masalahnya aku gak kuat soal tahan menahan gak makan, akhirnya dengan tujuan sama aku melakukan puasa. Tau kenapa? Karena puasa itu kan ada niatnya, kalo gagal malu dong ya. Itu deh sebabnya aku lebih tahan puasa (wah, cik sombongnya!) Karena lumayan sering puasa akhirnya jadi banyak teman kost yang bertanya dari mulai kenapa, mengapa, tujuannya apa, sampai hari apa. Lho memangnya puasa mesti senin kamis saja? Hehehe...Waduh aku jadi bingung jawabnya. Mau bilang terus terang karena masalah finansial, lha

LUCUNYA ANAK-ANAK

Gambar
Hehehe, kemarin ada kejadian lucu deh di kantor. Seorang teman kerja cerita tentang putrinya. Umur Putrinya sekitar 6atau 7 tahun, jadi pantas kan kalau dia mulai menginginkan punya adik. Ndilalah suatu hari dia nonton berita teve tentang seorang korban perkosaan yang kemudian hamil dan punya anak. Entah karena ingin punya anak atau karena sebab lain, dengan polos si putri berkata," Bu, bisa gak punya adik kalau ayah memperkosa ibu?" Huahahaaha, aku dan Mbak Nur kontan terpingkal-pingkal sementara Bapaknya terbahak-bahak kegelian.Aku nggak bisa bayangin gimana wajah sang bunda waktu itu. Barangkali pucat plus bingung kali ye menghadapi pertanyaan cerdas putrinya itu..Oalah nak, nak.. gimana sih kok mpe gitu . Aku jadi ingat ketika kutanya apa pacar itu pada Sania (yang wajahnya nampang itu lho). "Pacar itu seperti mama dan papa, Kak Afin. Kemana-mana bersama," jawab Sania dengan kepolosan khas anak-anak. Hehehehe....hebatnya Si Sania. Tuh kan pinter jawabannya. Diam

AKHIRNYA AKU PERGI

Tadinya aku membawa harapan besar saat diterima di salah satu restoran di Bali. Mimpi indah untuk sukses segera terbentang di depan mata. Siapa yang tahu aku akan bernasib sama dengan kawan-kawanku yang sukses di sana. Tetapi apa yang terjadi? Let see... Minggu-minggu pertama tinggal di Bali aku merasa sangat tersiksa. Aku harus selektif mencari makanan yang tak mengandung babi. Sementara mayoritas warung terdekat menjual makanan khas Bali seperti babi guling atau sate dan gulai erwe. Iya erwe...bukan Rukun Warga tapi anjing lho. Masalah beribadah pun jadi agak kacau karena suara adzan seringkali tak terdengar.Tiba-tiba kau baru sadar waktu shalat hanya telah berkahir saat kau melihat jam ditengah-tengah waktu kesibukan. Suara adzan baru terdengar jelas di subuh hari, menenangkan sekaligus pelampiasa rasa rindu pada kampung halaman. Di kantor, Angela Si Mak Lampir Itali, selalu pasang muka masam jika memergoki aku sholat. Maklum sejak bom bali bisnis resto jadi lebih sepi. Dia memang b

PATUNG PUP ANAK SEORANG MEGABINTANG

Membaca koran sabtu kemarin aku jadi tertawa, sebuah patung pup perunggu terpampang di salah satu halaman koran. Menurut ceritanya seorang Tom Cruise menyuruh seorang pematung terkenal agar membuatkan patung pup pertama putrinya. Barangkali kalau dia orang normal orang-orang juga sudah menganggap gila. Hahaahahaa...Seandainya bapakku Mega bintang apakah borok di kakiku ini juga akan dibuatkan patung ya? Barangkali, karena seorang Bintang terkadang suka bertindak aneh untuk memperlihatkan kalau dia eksis di dunia. Mau memiliki patung itu? Kata koran tadi patung ini akan di lelang di situs E-bay. So kalau penasaran coba deh masuk situs itu. Setidak-tidaknya tahu seperti apa sih pup Si Suri, putri Tom Cruise dan Kathy Holmes itu... Hehehehehehe