Postingan

HALAMAN-HALAMAN TERAKHIR SEBUAH DIARY

Gambar
Aku pikir diary itu kosong saja, tapi ketika halaman-halaman terakhir terbuka justru disanalah cerita bermula… 17.23 (15 November’ 07) Kau hunjamkan senyum itu untukku. Pedih merayapi dada dan entah kenapa seperti patah hati kurasa. Kau suarkan tawa itu renyah itu lantas melenggang riang bersamanya. Fine, I’m fine…tapi air mata ini berderai, membadai hujan. Hei, kenapa begini? Buk ankah aku sudah menyiapkan untuk kejadian terburuk hari ini? Bukankan aku tahu cinta itu tak pernah untukku? Dunia memang tak runtuh saat kau pergi. Pohon-pohon masih juga berdiri di tempatnya. Tapi sepasang sayap pengharapan yang selalu kupasang telah patah di hempas kenyataan. Sejujurnya takkan mudah untuk memutihkan kembali kertas putih yang pernah memerah muda. Bagaimanapun usahanya tetap akan ada jejak tertinggal disana. 18.30 (23 November ‘07) Serpihan hati ini kupeluk erat Akan kubawa sampai ku mati Memendam rasa ini sendirian Ku tak tahu mengapa aku tak bisa melupakanmu

BINTANG DAN HARAPAN

Gambar
Malam tahun baru, dan hujan deras menderu bersama desau angin yang berputar-putar menghembus kota kecilku. Halilintar menggelegar, keras menghantam entah apa. Tak ada yang kulakukan selain menyembunyikan diri dalam selimut tebal bersama kompie di sebelah bantal. Modar dah! Genteng black out, gelap menyusur dan melingkupi kotaku seperti hantu. Baru jam 12 malam listrik hidup kembali, sholat sebentar sambil meneteskan embun kecil-kecil saat bercerita pada Empunya Alam, Sang Kekasih Tengah Malam, Sang Kekasih Maha Dahsyat, yang membuat manusia (aku, kamu dan mereka) takkan berarti apa-apa jika Ia tak inginkan kita berada di dunia. Setelahnya kembali aku menghabiskan waktu di depan kompi hingga jam 3 pagi. Lalu ketiduran sampai sholat subuh kelewatan (memalukan!). Terima kasih Maha Akbar, atas setiap kejadian yang kualami setahun ini. Aku lelah Tuhan mengejar bintang, selama ini itulah yang kulakukan untuk jadi sesuatu. Aku sedih Tuhan karena ia tak juga tergenggam meski aku berusaha m

PERTANYAAN ISENG UNTUK ALLAH

Gambar
Tentang diam, tentang pasrah Air mata yang semakin deras mengalir Basuh bias perpisahan Dan bahagia yang tak pernah panjang usia Mati di titik dini Entah perpisahan beraroma apa Meninggalkan aku lagi dalam pekat Mengendap luka, mengendap nestapa Seberapa jauh lagi langkah ini Tercabik, tercampak Aku mencintaimu yang sudah melangkah pergi (dicuplik dari Lesbian Laki-Laki -nya Deojha, hal 181) Iseng aku bertanya padamu, Ya Allah : " Jika cinta kepada manusia bisa membuat luka yang demikian menganga maka bagaimana luka yang Kau derita atas cinta-Mu yang sering terabaikan olehku dan manusia lainnya? Meradangkah kau seperti kami-kami saat tersesat dalam rengkuhan patah hati? Apakah kau juga ingin menuntut balasan setimpal atas cinta tulus yang tak terbalas itu?" Bodoh benar pertanyaan itu!Aku rasa Kau tak sesempit itu, seperti aku mahklukmu yang sering mengkambinghitamkan takdir atas ketidakmampuanku. Ah, tapi aku ingin tahu..Sungguh ingin tahu

TERIMA KASIIIIIH BANGET

Gambar
aku harap kamu bahagia, tapi kok mataku berkaca-kaca aku berusaha tersenyum membaca pujianmu di mading untuknya, tapi ternyata aku menangis sendirian sayap-sayap itu telah terbang, dan kau yang membawanya kemana hilangnya cahaya itu? mungkin benar, aku hancur satu siklus berganti dan aku akan tegak lagi aku, menatapmu dari jauh dan menangis dalam diam tahukah kamu siapa aku? hanya sesayap patah, diantara bulan yang tertutup awan (dan setengah nyawaku hilang bersamamu) Laga mengernyit seraya meremas kertas warna salem tanpa nama itu. " Orang iseng mana sih yang nekat ngirim kalimat rongsok gini," rutuknya sambil melemparnya ke tempat sampah. Dari balik akasia, sendu Kalia menatap Laga. "Lagaa!" terdengar suara manja Damai memanggil Laga. Kalia mengeluh, pelan-pelan ia surut ke belakang, membiarkan satu rasa terbang diterpa angin siang………. Cerpen menye-menye itu buatanku, jaman dulu dan baru-baru ini jadi seru karena ada yang agak terganggu karena k

SUATU HARI, SAAT DIA KATAKAN : KAMI BEDA KEYAKINAN...

Aku tidak komentar banyak tentang itu, hanya ikut bahagia meski sesungguhnya dalam hati aku berbisik sedih sambil berkaca-kaca," Yah… andai dia dengan lainnya ya Allah…" Tapi segera saja sisi hati ini menyahut ," Its not your business anyway, who are you? Saudaranya? Orang tuanya? Bukan tuh! Dia sudah dewasa dan mampu bertanggung jawab atas keputusannya itu…Let it be…" Iya sih, jawabku sendiri. Andai kejadian itu aku yang mengalami masihkah aku memakai logika sehat untuk menepisnya? Kau tahu sendirilah bagaimana jika seseorang jatuh cinta. Seringkali kita sudah tahu jawaban pertanyaan atas hal-hal yang kita risaukan tapi seringkali pula kita tak menggubrisnya karena merasa sanggup menjalani. Psst, katanya sih kalau cinta apapun bisa kita terjang. Ya kan? Karena itulah mengapa aku memilih untuk tak banyak komentar atas cerita sahabatku, aku merasa belum tentu benar jika berada dalam kondisi sepertinya. Bisa jadi saat itu pikiran muda saya akan berkata," Dia

PEPENG, TUKANG JUAL BARANG TRIBAL DARI SEMARANG

Gambar
ini dia manusianya....hahahahaha Bentuk aslinya? Wah maaf, saya nggak pernah ketemu muka jadi nggak tahu bagaimana persisnya. Tapi jika saya gambarkan ya seperti ini ·Jarang membiarkan rumput-rumput (rambut ding) di kepalanya lebih dari 5 cm, entah karena jika si rambut dibiarkan panjang bisa kriwel-kriwel kaya uler atau bentuk antisipasi malas mandi, bisa dibayangkan gimana kalo rambutnya panjang tapi jarang tersentuh air hehehehe ·Punya dan cinta dengan gelang-gelangnya, diminta satu pun kayaknya gak bakalan diberi ·dari gambarnya Pakdhe Tribal sering kelihatan memakai celana sedengkulnya yang berwarna loreng-loreng atau gelap itu. Ada dua kemungkinan, satu karena selemari warnanya sama semua, dua cuma dua itu yang dirasa pw (posisi weenuak!) baginya. ·Tulisannya bisa mengundang orang untuk kirim hujatan atau komentar ngeres, contohnya soal flashdisk, koin dan cotton bud untuk alat kontrasepsi beberapa saat lalu. Coba aja mikir flashdisk kemahalan, kalo koin kok kayak celeng

AKU PERNAH MERASA

''Hei aku tengah melihat gerhana bulan sekarang…andai saja kamu juga disini menyaksikannya.'' Aku tertawa. Sialan dia! Email model begini yang dulu pernah membuatku termehe-mehe padanya. Aku pikir ia tertarik padaku hanya karena dia pernah mengirimkan email seperti 'aku kok kangen kamu ya?' atau ' kok mukamu nongol terus di mata?' atau ' I can't sleep well yesterday, I feel something is missing, don't know why, maybe I just need somebody to hold…' hingga aku pun tercengang dibuatnya. Dalam hati aku bertanya masa sih si cuek yang bicaranya cenderung terus terang dan kurang ajar itu bisa mengirimkan email seperti ini. Sepengetahuanku dia bukan jenis yang itu. Ck, ck, ck luar biasa betul akibatnya. Aku yang tadinya tak merasa apapun padanya mendadak jadi kepikiran. Pelan-pelan strange feeling itu mengakar, menyita sebagian ruang yang dulu tenang. Well bisa kau tebak aku pun terhanyut setelahnya, meski sisi hatiku memperingatkan ," Ayo

HI I'M BACK

ck kangen rasanya gak pernah nongol di dunia maya. Banyak yang terlewat pastinya. Tahu kenapa aku gak onlen sekian lama? Kemarin pas hari raya aku cacar datang berjamaah dari kepala mpe kaki. Keren kan? dan sekarang hasilnya adalah bintik-bintik manis yang meninggalkan jejaknya dimuka, badan dan tangan dan kaki. hmmm.. well, i miss you all

maafkan aku ya

Gambar
Ramadhan akan usai, dan kalimat maaflah yang kemudian terbentang mengakhirinya. Tetapi seringkali kalimat maaf susah terucap meski hati sudah menggerakkannya hingga ketenggorokan karena mulut, hati dan tangan yang bekerja bersebrangan. Semua keinginan mendadak buyar saat melihat muka masa orang yang menyebalkan kita di depan mata Begitu juga bagi pemberi maaf, meskipun pada satu titik kita sudah memaklumi kesalahan orang lain tapi tak jarang niatan itu hilang saat kau melihat bayangannya lewat dan mengingatkanmu akan ucapannya yang menyakitkan Tapi semoga kalian memaafkanku, atas seluruh salah yang sengaja atau tak sengaja kulakukan. Selamat hari raya idul fitri …….

MUKENA DAN SAJADAH

“ Baru ya mbak?” tanya seorang teman melihat saya tarawih memakai mukena merah muda. Saya cengengesan. Mukena itu mukena lama hadiah ibu, yang jarang saya pakai. Maklum warnanya yang merah muda cantik itu bikin nyolok mata kalau dipakai ditengah manusia yang bermukena putih. Bayangkan dari lautan putih eh ada satu warna yang tiba-tiba mak plok berbeda sendiri, merah muda lagi…wii mau nggak mau, ada atau tidak ada pasti ada yang memperhatikan sambil seenggaknya membatin ,” ealah kok ya merah muda…” Sama dengan saya, Ayu yang pergi tarawih dengan mukena yang berwarna agak orange pun jadi risih saat ia melihat semua orang bermukena putiiih semua. Akhirnya ia pilih duduk di shaf belakang untuk menghindari ditatap sedemikian rupa oleh orang. Orang dewasa memang tidak perhatian, tapi justru anak-anak yang melihatnya dengan girang. Besoknya karena shaf-nya makin maju, ia pun terpaksa maju meski dengan sedikit risih. Tuh kan bener. Seada-adanya orang pun langsung memperhatikan. Maklum mukena

MENUJU CAHAYA

Gambar
Seringkali perjalanan kita menuju cahaya tak semulus gelembung-gelembung air yang melayang menuju permukaan. Banyak contoh bagaimana manusia gagal mencapai cahaya terang di ujung perjalanannya setelah sekian lama berada di jalan yang benar, tak jarang pula kita temui orang-orang yang akhirnya menemukan cahaya itu dan pulang dalam damai. Maka semoga ramadhan yang menjelang ini, memberi keberkahan bagimu semua. Memberimu dorongan besar untuk semakin dekat menuju cahaya terang-Nya. Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf atas seluruh khilaf, semoga kebeningan hatimu membukakan pintu maaf itu, dan kita bisa melalui Ramadhan dengan hati riang hingga hari yang fitri itu datang.

APA KABARMU HARI INI SAYANG?

23 Juni, 12:32 Apa kabarmu hari ini, Sayang? Apakah kau merasa nyaman didalam buaian di dekat Sang Empunya alam? Ah tak terasa, hari ini, sepuluh tahun tepat bunda menunggumu ditengah deraan dan bisik-bisik menyakitkan. Andai saja Ayah tak menguatkan bunda, entah bagaimana bunda melalui seluruh hari yang penuh penuh cemooh atau tatapan kasihan. Ayahlah yang selalu menggenggam tangan Bundamu setiap kali Bunda mulai lelah menghadapi hari-hari panjang menantimu dan berkata ,” Jangan dengarkan setiap orang yang menanyakan kapan pangeran atau bidadari kita datang, karena cuma Allah yang memegang rahasia kehidupan”. Ia pula yang tak bosan-bosannya membisikkan kata manis ditelinga Bunda agar tak pernah berhenti memanjatkan doa kebaikan pada-Nya, agar kelak jika Ia mengijinkanmu turun, bunda dan ayah sudah siap mengemban amanah. Oh Sayang, apakah kau melihat mendung di langit siang? Rasanya sebentar lagi hujan akan datang, membasahi bumi yang sekian lama nelangsa kekeringan. Coba lihat itu sa

BLAARR!!

Gambar
Merdekaa.. yah mana bisa teriak merdeka sekuatnya jika hati rusuh jaya. Sungguh di hari merdeka itu hati saya tak merdeka. Saya merasa tak berdaya dan cuma bisa bergumam Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Ini semua dari Allah dan akan kembali pada Allah. Saya sadar hari itu Allah telah menjawab pertanyaan saya dengan jelas, terang, dan nendang, yang terasa-maaf menyebalkan. Tapi saya juga sadar seringkali Allah mengabulkan doa dan harapan seseorang seperti terkabulnya doa orang yang sakit. Jadi jika kau punya maag akut dan pengen jeruk kecut, Dokter takkan mengijinkan permintaan bodoh itu. KArena jeruk itu bagus untuk mulut tapi jelas tak bagus untuk perut. MAka begitulah Allah menjawab doaku hari itu. Jika digambarkan kesedihan itu seperti mendung yang datang, menghadirkan hujan, dan saat guyurannya jatuh keselokan kau sadar sesuatu telah hilang tanpa bisa ditahan. Tapi saya percaya bahwa sehabis hujan tunas-tunas akan bermunculan dan menghijaukan dunia. Saya juga tahu

SEXY…(IGH GEMES DEH, JENG)

Gambar
Sudah sepantasnya jeng, sampeyan bangga dengan tubuh langsingmu dan bukannya tubuh langsung selangsung diriku Nggak heran jeng sampeyan suka memamerkannya dengan baju merah yang maaf berdada agak rendah Dengan kulit kuning berbinar cerah, hidung mancung ala conthong kacang, bibir penuh nan menantang, gigi putih cling, serta mata kebiruan memukau karena soft lensmu Wuuu….sampeyan memang bikin enggak ku-ku Oh bener deh jeng, saya iri padamu Nggak disangkal saya seringkali berkhayal andai saya punya tubuh seindah dirimu Andai kulit saya bersinar seperti punyamu Andai muka saya secantik wajahmu Pssst…apa rahasiamu? Lalu bla bla bla…sampeyan pun berkata ….. Aduh! Hiks…itukah yang membuat dirimu secantik itu? Kamu bikin saya garuk-garuk kepala jeng Berapa rupiah mesti hamba kucurkan demi perombakan total ala Swan? Hmmmh…..itu sih sama saja dengan mengantarkan diri ke jurang kemiskinan Orang yang sekaya saya (hahahaha…….) Mana mungkin mampu mengikuti jejak sampeyan Mosok sih saya mesti n

JANGAN BERHENTI

Gambar
hehehehe...do nothing, dan cuma coba-coba gambar pake correl draw, halah susah ya, sejak selesai sholat subuh laptop Kwing saya bajak, ngutik ini itu dari buku yang terlihat mudah dikerjakan ternyata.........Alakazam mati dah! Mata mpe jereng kok nggak bisa -bisa. But finally I do it! I try it again and again although i got a headache coz i sat in front of that notebook for 2 hours or more. Glodaag nggak sih.......pantesan yah kursus correl mahal. Kemarin juga coba-coba ngutik ini itu pake gif animator, dasar tula...(tambah lit!) mosok sih nggak bisa-bisa. Ck...gaptek kok kebangetan to ya...Ugh makanya dunk, Belajar...belajar! Hehehehe.......thats why ada pesan yang sangat berarti apalagi kalau bukan Belajarlah sampai ke negeri china, biar dodol nggak berjaya di kepala. Ya kan?

THANK'S

Gambar
Tuhanku, aku kembalikan semua pada-Mu Sekelumit harapan yang hanya Kau yang tahu Alangkah indah bila ternyata Kau mengabulkannya Tetapi seluruh rahasia itu ada pada-Mu Dan kupasrahkan jawabnya bersama waktu Andai saja jawabnya adalah Iya Jangan jadikan aku lupa pada hari-hari dimana Aku pinta Kau sabarkan hatiku Andai saja, jawabnya tidak Maka luruhkan hatiku dan merelakannya pergi Berlanjut dengan mimpi lain yang belum terwujud Saat itu aku tahu aku akan merasa sedih Tapi bersama hari yang berlalu semua akan menguap seolah debu Done, 19:58, 120307 It’s not about love, but about hope. Ditulis seusai bicara panjang lebar dengan Di, sahabat saya, tentang jawaban ‘YA’ yang kita inginkan untuk setiap keinginan, harapan, dan doa kita pada-Nya. Lho? Padahal dalam hidup tak semua harap diiyakan oleh-Nya, kan? Hehehehe…namanya juga manusia…….. Dan bulan ini-bulan penuh berkah buat saya(karena bulan ini tanggal anu lahir dan kini semakin tua) kembali saya mengumpulkan dan berc

SAAT BLOG SI GAPTEK BUYAR

ARRRGH! Whatta big surprise! Lho kok gini? Kenapa kok lay out blog berhias muka Laurynn Hill itu jadi buyar yah? Gimana nih…Si Gaptek pun panik (saya maksudnya) langsung kirim sms SOS pada orang-orang yang diingatnya. But thanks banget karena kalian tidak seketika mengulurkan tangan untuk si fakir pengetahuan ini. Dengan segala keyakinan, blog pun berhasil diselamatkan, dengan lay out baru dengan banyak kupu-kupu. Wuuff! Lega rasanya… “Lihat itu skin-nya manis kan,” batin si Gaptek senang. Tapi cerita masih belum berakhir disitu, skin cantik itu ternyata membawa masalah baru. Jika seharusnya jumlah orang yang sudah komen untuk postingan terbaru si Gaptek nampang di tampilan, ini enggak. Jadi meski ada 4 yang komen, akan tetap tertera komen is kosong alias nihil. Lho? Ha lah kok begeneee…Alhasil mumet lagi deh. Dalam kebingungan itu saya sempat melakukan aksi seperti iklan yang berbunyi ‘Tanya kenapa, Tanya kenapa?’ pada Papinya Rafi alias Pak Laks, Esnyoret Man, dan terakhir Bapa

G-LAND, G-LAND, G-LAND........

Gambar
Aku ingat pada suatu hari yang menyebalkan aku datang padamu, dua kali malah. Kesan pertama berlalu begitu saga, terkalahkan oleh rasa lelah dan kesal. Kedua kali dengan resah, tapi kemudian jadi takjub dan terkagum-kagum padamu Seingatku mendatangimu tidaklah mudah. Jalanan berbatu menanti di sepanjang jalan menuju keindahanmu. Andai saja tidak ada suara burung dan pepohonan hijau menjulang di kiri kanan jalan maka perjalan akan terasa membosankan. Huff!! Long way…kapan sih sampai? Dan hujan yang berhari-hari mengguyur membuat jalanan jadi kubangan lumpur menyebalkan. Please, take off your shoes sebelum kejeblos lumpur dan jadi merepotkan. Pakai telapak kakimu untuk menjejak bumi, merasakan licinnya sambil sesekali berhenti karena Lumpur yang membebat jeansmu mulai terasa memberatkan. Tapi perjalanan akan terbayar saat matamu disuguhi pemandangan yang menakjubkan di depan matamu. Rasakan angin laut yang menghembus itu, sentuh tekstur pasirnya yang bulat dan bukannya berbutir halus

I’M NOT BANCI, I’M NOT GAY, I’M A NORMAL GUY

Apa kamu berjenis kelamin pria? Ganteng tapi cenderung manis? Kalem tapi enggak gemulai? Body tergolong bolehlah tapi enggak kekar –kekar amat? Tapi mendadak jadi gerah begitu seseorang menatapmu dengan pesan ‘Saya ingin menelan’? Weew…100% bikin dada blingsatan, pengen terbang…Pertanyaannya adalah mengapa begitu? Hiks, karena yang menatap itu bukan kaum ibu kita alias pria sebenar-benarnya.Hm dengar apa kata seorang teman tentang itu… “Hanya dari sekilas melihat saya tahu mereka bukan pria biasa, mereka gay.” Gimana caranya? Afin yang tulalit garuk-garuk kepala. “Dari bahasa tubuhnya…” Semudah itukah? Wah kok tambah enggak ngerti siiih.. “Memang gak mudah untuk mengenalinya karena secara fisik mereka biasa saja, sama seperti pria lainnya. Kamu bisa mengenalinya jika sudah terbiasa.” Lho ? Lha si Mase kok tahu? Apa sudah pernah bergaul dengan orang-orang semacam itu. Ternyata ya, ia mengatakan beberapa bule yang dikenalnya memang gay, dan nggak jarang menunjukkan rasa suka secara ter

HERCULES

2 1: 57, my gokilest friend, Si Mr. Nggak Doyan Nonton tv sms “Pin jam 22 Kick Andy seru… Hehehehe tumben nonton , batin saya sambil mengarahkan pandangan ke metro tv. Seperti biasa Kick Andy, talk show yang dipandu oleh Andy F. Noya selalu menghadirkan bintang tamu yang asyik. Dan kali itu ia mendatangkan Hercules, Si Preman Tanah abang kelahiran ex provinsi Tim-tim yang sekarang jadi negara tetangga timor Leste. Masuk dari balik layar, beberapa pria kekar nampak berjalan mengiringinya duduk di dekat Andy F. Noya. Lho? Kok cuma gitu? Saya tertawa campur heran melihat bagaimana wajah asli Preman paling terkenal seantero Indonesia itu. Saya pikir yang namanya preman selalu berwajah sangar, garang, berbadan kekar, dengan daging yang menyembul disana-sini, perut six pack…persis seperti gambaran preman yang banyak disuguhkan di film-film atau tv. Ternyata enggak, Si Hercules ini justru terlihat sebaliknya. Tampangnya jauh dari sangar, body kutilang alias kurus tinggi langsin