Postingan

KETIKA DUREN TIBA

Gambar
Kalau dudanya kayak gini, siapa yang nolak? Masih muda, cantik, lajang, dan sangat available saat seseorang datang memberi pertanyaan ,” Ada yang menginginkanmu, dia duda, istrinya meninggal, punya satu anak. Bagaimana? Pikirkan baik-baik jawabannya, beritahu saya dengan segera ya?” Jika situasi itu terjadi padamu saya yakin kamu bakalan: Berhenti mendadak di tengah jalan Ciiiitt…mengerem seketika, dan bikin sebel orang karena kamu berhenti pas di tengah jalan Tersedak Uhuk! Uhuk! Kamu pucat, panic dan kebingungan karena pentol segede gaban nyangkut ditenggorokan.Hehehehe… Membeku Freeez! Kaya di sihir peri kamu langsung diam di tempat. Gerakan jadi macet dan berharap ada bantuan datang Jika kau alami situasi demikian, tarik nafas panjang…Sebut nama Tuhanmu (bukan namaku), minggirlah dulu, cari tempat yang nyaman buat berpikir. Coba bicara dan minta pendapat kedua, ketiga, keempat…terserah mo seberapa banyak. And you know what aku tahu apa yang

MENGEJAR INUYASHA & PELAJARAN KECIL DARINYA

Gambar
Benar kata orang cinta itu bisa menclok sembarangan. Apesnya pas cupid iseng nodongin panahnya sayalah yang jadi korban. Mak zleeep! Twiiing, twiiing, wajahnya hadir dan mengganggu tidur malam saya. Hasyah! Hush! Pergilah! Saya usir bayangannya pake kemoceng ibu, tapi semakin kesini wajahnya justru kian terpaku di tembok itu. “ Cupiiid! Kenapa mesti dia?!” Cupid mesam-mesem sambil nyengir gajah (saking lebarnya). Begitu ia terbang, tinggallah saya sendirian mengingatnya sambil tercengang-cengang. Maka sejak itu mulailah satu rasa asing berkembang, yang andai kembangnya dijual per dollar bisa bikin saya beli kapal pesiar. Tapi sayang, harapan tinggal harapan ketika dia berkata terus terang, “ saya sedang dekat dengannya lo…” Hwoooh, laksana Kagome yang terluka melihat Inuyasha mengejar Kikiyo, saya juga nggak bias berbuat apa-apa. Saya nyengir kuda ketika Astrid merajalela dengan lagunya. Tapi saya langsung berhenti mengikuti pas refrainnya-jadikan aku yang kedua, buatlah d

DAN MALAIKAT JUGA TAHU, BONTOT

Gambar
Bahagiamu bahagiaku juga Berbagi takdir kita selalu Kecuali tiap kau jatuh hati Kali ini hampir habis dayaku Membuktikan padamu ada cinta yang nyata Setia hadir setiap hari Tak tega biarkan kau sendiri Meski seringkali kau malah asyik sendiri Karena kau tak lihat terkadang malaikat Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan Namun kasih ini silakan kau adu Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya Hampamu tak kan hilang semalam Oleh pacar impian Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna Tapi siap untuk diuji Kupercaya diri Cintaku yang sejati Back to reff Kau selalu meminta terus kutemani Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti Relakan ku pergi Karna tak sanggup sendiri Banyak yang bilang lirik lagu itu maksa, melodinya terlalu sederhana tapi dalam maknanya bagi saya. Semua dimulai ketika, Ia jatuh cinta! Nggak perlu jadi jenius untuk melihat perubahannya. Kata-kata, pilihan lagunya mungkin, bisa jadi petunjuk kuat kalo ia terkena virus yang bikin orang blin

DREAM

Gambar
pengen banget punya rumah kayak gitu. Tahu kenapa, selain bahannya banyak terdapat di negeri kita, rumah bambu terbukti tahan gempa loh. Lantas gimana dengan Mas Ray(ap)? Dengan penanganan yang tepat bisa ditanggulangi. Hihihi..kayak yang ngerti aja ya? lihat nggak tuh halamannya? Wew...bakalan semangat nih lari-larian disana sama anak-anak saya kelak. Saya bayangkan selain bunga, bakalan ada banyak pohon buah disana. Biar saya dan anak-anak puas manjat pohonnya. Dengan catatan, keberanian masa kecil saya masih tersisa, maklum sudah lama nggak manjat... Dan tentu saja di halaman belakang ada kebun sayur plus kandang ternak saya.... Lihat nggak tuh, betapa gendut si sapi. Wuh kalo dijual pas Idhul Adha mahal pastinya. Melihat ayam-ayam itu, serasa saya di dapur tengah menyembelih ayam dan kemudian memasaknya menjadi soto ayam dengan resep rahasia keluarga. Haalaah nggaya! Tapi tentu dengan rumah dari bambu, kebun sayur di belakang rumah beserta ternaknya, pria pendamping

BENDERA

Gambar
Biar saja ku tak sehebat matahari Tapi s’lalu ku coba tuk’ menghangatkanmu Biar saja ku tak setegar batu karang Tapi s’lalu ku coba tuk’ melindungimu Biar saja ku tak seharum bunga mawar Tapi s’lalu ku coba tuk mengharumkanmu Biar saja ku tak seelok langit sore Tapi s’lalu ku coba tuk mengindahkanmu Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsa Ku pertahankan kau demi tumpah darah semua pahlawan-pahlawanku Merah putih teruslah kau berkibar Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini Merah putih teruslah kau berkibar Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini Merah putih teruslah kau berkibar Ku kan selalu menjagamu Biar saja ku tak seharum bunga mawar Tapi s’lalu ku coba tuk mengharumkanmu Merah putih teruslah kau bekibar Di ujung tiang tertinggi Di Indonesiaku ini Merah Putih teruslah kau berkibar Ku akan selalu menjagamu… saya suka lagu itu, penuh semangat dan mengingatkan saya bahwa saya belum pernah berbuat apa-apa untuk bangsa saya. Selamat hari pahlawan! pictur

THE BRANDALS, SUDDENLY I LIKE YOU

Gambar
Jatuh cinta? Ah mana mungkin, terlalu cepat untuk mengatakannya sementara saya tak terlalu dalam mengenalnya. Suka? Kurasa ya. Dan itu adalah kalimat yang pas untuk menggambarkan perasaan saya padanya. Ia mengajak saya menari lewat musiknya, satu hal yang tak saya prediksi karena ketika awal perkenalan ia bikin saya enggan. Glodag banget sih, pikir saya ketika ia membawakan Mobil Balapnya Naif dengan caranya sendiri. Entah kenapa saya bilang enggak asyik (mungkin karena saya terlanjur suka Mobil Balap versi asli kali ya?) Tapi pada pertemuan kedua, ia menarik hati saya untuk melompat dan tersenyum padanya. 100% Kontrol mengalun dan merasuki gendang telinga untuk kemudian mengajak saya bergoyang mengikutinya. Sendirian saja dalam kamar bernuansa hijau yang dipenuhi buku dan kertas berserakan. “ Lagu apa sih nih kok banyak kontrolnya? Blablabla… kontrol…kontrol blablabla..” batin saya dulu waktu pertama kali dengar tapi sekarang ternyata lagu yang kebanyakan kontrol itu kok terasa m

MENGENANG KEMBALI BOM BALI I

Gambar
Saya memang bukan korbannya, bahkan sampai kehilangan sanak dan saudara disana tapi saya ada disana untuk melihat betapa dahsyatnya akibat bali blast12 Oktober 2002. 13 Oktober pagi, kami dengar semua orang berkata Kuta telah diluluhlantakkan. Dengan mata yang belum genap terbuka, kami nongkrong di depan teve dan berurai airmata begitu menyaksikan beritanya. Begitu banyak kepanikan yang terekam, asap dan puing-puing berserakan. Banyak darah dan tubuh berceceran seolah tak ada harganya. Kenapa? Kami tak berhenti menyusut airmata dan mengutuk setiap kali stasiun teve yang kami lihat menampilkan Bali yang terluka. Lalu mendadak Bali mendadak jadi sorotan besar-besaran. Kepanikan besar terjadi. Tiap sore kami melihat anggota AFP dan Polisi-Polisi Polda Bali wara-wiri di Kuta square. Pemeriksaan KIPEM (kartu penduduk musiman? Lupa artinya saya) terjadi dimana-mana. Tiap hari berita tentang kehilangan dan kehilangan terus terjadi, menggiriskan hati. “ Banyak mayat bergeluntungan di San

SERATUS EMPAT BELAS EMAIL DARI TUHAN

Gambar
Seratus empat belas email Engkau kirimkan Tuhan, tapi selalu kulewatkan karena lebih asyik membaca milis-milis junk atau email dari gebetan Seratus empat belas email Engkau kirimkan Tuhan, tapi jarang kuperhatikan karena aku sibuk dengan chatting dan blogging yang tak berkesudahan. Seratus empat belas email kau kirimkan Tuhan, tapi selalu berakhir dengan pengingkaran seperti nasib janji kencan kita yang sebanyak lima tiap harinya. Seratus empat belas email Engkau kirimkan tuhan tapi membacanya pun aku enggan, karena novel dan komik lebih mengasyikkan. Tapi ketika sakit mendera, ketika lelah menyeruak jiwa aku datang padamu dengan tersedu. Mengadu penuh rasa haru berbareng dengan hujan rintik-rintik yang menjatuh dari pipi ke sela jari. " Apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia ( kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah b

CERITA FA DAN ESHA : SUAMIKU SAYANG SUAMIKU MENYEBALKAN

Fa Akhir-akhir ini terpikir olehku untuk menjauh saja dari Mada, Ta. Bukan saja karena ia mulai semena-mena tapi juga aku juga capek menghadapi keegoisannya. Aku bukan robot yang tak kenal lelah melaksanakan seluruh tugas-tugas yang dibebankan padanya. Sebagai perempuan aku harus pintar-pintar membagi waktu antara kewajibanku sebagai istri, ibu dan karyawan sebuah perusahaan. Berat, Ta, karena itulah aku sakit hati bila Mada mengata-ngataiku tak becus gara-gara anak-anak menangis, masakan yang kurang sedap, baju dan dasinya belum disiapakan-lah, ini salah, itu nggak bener….Aduh, kenapa ia tak bisa melihat bagaimana aku berusaha mengerjakan semua? Sedihnya tiap kali aku mencoba membicarakan keberatanku padanya ia malah naik darah dan menganggapku berani menentang suami karena jabatan dan gajiku lebih tinggi. Ya Tuhan, Ta…bukan itu maksudku. Aku hanya ingin suamiku mengerti dan mengatasi masalah kami bersama-sama, bukannya malah mengumpat dan menghardikku sedemikian rupa. Esha

I LOVE YOU JUST THE WAY YOU’RE

Gambar
From : Abang@yahoo.co.uk To : Neng@gmail.com Subject : I LOVE YOU JUST THE WAY YOU’RE Selamat hari Minggu, Neng. Aku yakin duniamu secerah langit siang yang berwarna putih keperakan. Maafkan, jika keterusteranganku akan menyakitimu, tapi sungguh, Abang menuliskan ini karena Abang mencintaimu. “ Bang, lihat…perut Neng melar. Neng pengen kurusan dari sekarang,” katamu saat kau lihat bayangan dirimu di kaca etalase salah satu mall besar. Ya, ampun, Neng…apalagi yang mesti dikuruskan. Kurasa dengan ukuran tubuhmu sekarang kau cukup ideal. Tak perlu lagi mengejar tubuh idaman 2008-yang ceking, garing-seolah tinggal kulit pembalut tulang. “ Abang, bohong! Neng nggak percaya kalau badan Neng ideal! Neng pengen kaya Tamara Bleszynski, Bang, atau Luna Maya. Tubuh mereka benar-benar sempurna,” bantahmu sebal ketika kukatakan badan Neng sudah ideal. Ya, ampun, Neng…Peduli amat pada tubuh sempurna Tamara dan Luna Maya, karena cuma Neng yang Abang suka.

TIPS MENGHADAPI EKSIBISIONIS (YANG SUKA NUNJUKIN ANU-NYA)

Gambar
Menurut pengertiannya Ekshibisionis adalah penyimpangan seks yang menyebabkan seseorang senang memperlihatkan alat vital / alat kelamin kepada orang lain. Penderita penyimpangan seksual ini akan suka dan terangsang jika orang lain takjub, terkejut, takut, jijik, dan lain sebagainya. Berikut ini tips-tips untuk menghadapi mereka Selalu berhati-hati dimanapun berada Tak jarang kaum ekshibisionis beraksi ditempat sepi. Jika terpaksa melewatinya (terutama jika sampeyan mendengar disana mereka beraksi) usahakanlah ada teman disebelah sampeyan supayan sampeyan nggak blank bin semlengeren jika tiba-tiba melihat ‘bazoka’nya yang teracung ke udara. Meski tempat sepi adalah favorit mereka, bukan berarti mereka takkan beraksi di keramaian. Jaga jarak dan selalu waspada dimanapun berada, mereka bisa beraksi dimana saja termasuk di depan sekolah anak-anak sampeyan (jika sampeyan sudah punya anak). Sepengalaman saya, waktu kelas lima SD, saya dan teman-teman sekelas saya sering meliha

JULY, 19TH

Nggak pake tiup lilin atau kue tart besar. Yang ada cuma pelukan, cipika-cipiki kecil dan ucapan selamat dari anggota keluarga rumah hijau nomer 93.Nggak ada yang terlalu istimewa jika hari itu tiba, semua hanya akan berlalu seperti hari-hari biasa lainnya.“Kamu lahir Selasa Kliwon, sekian (juta) tahun lalu subuh hari. Anggara kasih, begitu orang menyebut hari lahirmu, konon katanya orang yang lahir hari itu akan dikasihi banyak orang,” cerita emaknya, yang seringkali dikira kakaknya karena masih kelihatan muda di usia tuanya. Si empunya 19 Juli melongo ,” Holoooh masa to? Kalo iya kenapa nggak ada yang pada terpesona waktu aku lewat di depan mereka. Buktinya kita masih jomblo ajah!” Pek buk glodak! Langsung saja bidadari mungil jelmaan hati kecil, yang ia dipanggilnya “ Ngel’ berujar gemas ,” Dodol kok dipiara! Dikasihi maksudnya bukan gitu kali, secara universal bukan melulu soal asmara. Piye to kamu ini?” “Oooh…” Si Empunya 19 Juli manggut-manggut nggak ngerti. “ Sud

RINDU

Gambar
Apa kamu tahu, rindu kepadamu telah membuatku jadi pelukis amatiran, menyatukan seribu warna demi menggambarkan detil wajah manusia yang namanya enggan kusebutkan. Edan! Apa kamu tahu, rindu padamu telah membuatku jadi pujangga kelas teri, mendadak cerdas menorehkan sederet kalimat sakti dalam bentuk puisi.Uff, if only you can see! Apa kamu tahu, rindu padamu telah membuatku jadi penyanyi kamar mandi yang handal, bernyanyi-nyanyi sepanjang hari tanpa peduli orang-orang menutup telinga keberatan. Wew, nggak beres bukan? Apa kamu tahu, rindu padamulah yang membuat potensi kebutaan jadi besar. Apa pasal? Karena aku tak pernah berhenti berusaha meski tahu ada halangan di depan sana. Gila ya? Apa kamu tahu rindu padamu telah membuat rinai airmata bergulir setiap kali kulantunkan doa-doa kebaikan padamu yang belum tentu memikirkan aku. Huu, Im insane because of you! “Kenapa tak kau kejar?” sosok kelam hatiku berkomentar. “ Karena dia bukan kuda binal yang harus

CINTA ITU IKHLAS

Gambar
Sendirian, ia membelah jalanan yang mulai dihujani lampu-lampu gemerlapan. Berpikir dalam diam pada setiap tatapan lurus ke depan. “ Kota ini telah berubah, jauh lebih bersolek dibanding yang ku ingat,” batinnya sembari menyapu pandang ke arah jajaran pertokoan. “ Bensin, Pak, sepuluh,” katanya pada petugas pom bensin di depannya. “ Sepuluh liter?” “ Ah Si Bapak, glodaag…” “ Ya, sepuluh liter ya?” goda si petugas pom. Ia tertawa campur pahit. Lalu bergegas terbang keluar dari pom bensin begitu uang sepuluh ribuan sudah berpindah tangan pada kasir berumur lima puluhan. “ Pecek lele, Mbak. Satu, dibungkus,” katanya lirih, setengah malas ketika ia sampai di warung Bu Ndiyah “ Dibungkus?” Ia mengangguk pelan pada perempuan yang kemudian segera memenuhi pesanannya dengan cekatan. Buru-buru ia melesat setelah uang enam ribuan ia angsurkan pada perempuan manis penjaga warung itu. “ Mencintai itu tidak egois, Kak. Tidak memaksakan kehendak atau pendapat meski kebena

UNTUK SUKRI GITARIS AMATIR : KETIKA CINTAMU MENYUSAHKAN

Gambar
taken from : http://mihasa.punt.nl/ Cinta itu memang buta, Kri. Membutakan mata dan hati yang kau punya ( dan aku menangisinya) Apa itu cinta, Kri? Apakah hanya sekedar kecupan dan belaian yang terangkum lewat kehangatan jemari lentik, bibir ranum, suara lembut memanja (yang sesungguhnya mengintimidasi jiwa) ditengah harum wangi tubuhnya yang menguar? Itukah cinta? (dan aku menangisinya) Apa itu cinta, Kri? Jika benar cinta itu pengorbanan, hati siapa sesungguhnya yang kau korbankan? Rasa cinta mana yang tega kau siakan demi sepotong cinta yang datang belakangan? Hitunglah, berapa puluh tahun dalam usiamu itu engkau mendapatkan cinta ayah bunda! Hitunglah berapa banyak yang ia berikan dibanding apa yang mereka berikan?! (dan aku menangisinya) Apa itu cinta, Kri? Jika benar cinta itu seolah lilin yang rela terbakar demi memberi terang, maka kesia-siaan mana yang mau kau ajukan jika kau abaikan cinta orang-orang tersayang?! Orang-orang yang menangisimu kala kamu sakit, berdiri dib