Postingan

SENAM KEBUGARAN

Peluh bermunculan seiring suhu tubuh yang meningkat dan gerak yang kian berat. Semakin lama tak semakin hilang, justru kian deras terpeta di punggung-punggung putih bersinar dan kulit pipi yang kemerahan. Nafas-nafas kian tersengal, tak berhenti mengikuti gerakan sang instruktur di depan. Sesekali tangan meraup wajah, menyeka peluh yang berleleran. ''Yaa!'' suara tawa terbang dari kanan depan, ketika ia lupa apa gerakan selanjutnya. Suhu ruang kian meningkat, kelelahan mulai tampak. Dengus nafas terdengar dari segala arah, seiring waktu berjalan. Hosh, hosh...Lantai mulai berhias rintik keringat. Sesi pertama selesai, dilanjutkan sesi kedua, body language. '' Ambil nafas, tarik...lepas,'' seru sang instruktur memberi aba-aba sembari memberi contoh sikap tubuh yang benar. Keringat terus bermunculan, berkilau bak intan di kening dan kulit-kulit bening kaum perempuan. Jam tujuh lewat lima, senam pun usai. Lihatlah wajah-wajah cerah itu, ayo mendekat k

MIRAGE MYSTERE

Mir. Aku lebih suka kau memanggilku Mir, ketimbang Mirage nama asli pemberian ibuku. ''Namamu aneh.'' ''Tidak lazim.'' ''Seperti sebuah nama pesawat jet.'' Itu sebagian kecil komentar orang-orang ketika mengetahui kepanjangan Mir berasal dari kata Mirage. ''Mystere?'' Guru kelasku di SMP mengernyit membaca nama panjangku, Mirage Mystere. ''Ayahmu pasti berharap kau akan menjadi sosok yang luar biasa,'' seorang peramal disebuah pasar malam mengatakan itu diantara kartu-kartu tarot yang berserakan dihadapannya. ''Aku tidak mengharapkannya,'' sahutku jujur. ''Oh ya?'' Perempuan peramal bernama Dorinda (ah, kenapa namanya terdengar seperti tokoh telenovela jaman baheula?), menatapku dalam-dalam. ''Kenapa?'' tanyanya lembut, terdengar amat perhatian. ''Tak menyenangkan,'' jawabku.''Aku hanya ingin menjadi orang biasa,'' kataku penuh

secangkir susu coklat pagi hari

Lezat nian menyesap susu coklat pagi-pagi, pikir sang nona sebelum akhirnya ia mengumpat karena kepanasan. Lidah yang terasa terbakar ia julurkan sambil kipas-kipas, meredakan. Sekelumit tanya berpendar-pendar. '' Lha ya kalau ndak ada lidah apa bisa merasakan legitnya susu coklat? Tapi mana pernah kepikiran, paling juga lidah bergoyang untuk serangkaian serapah dan omongan ngelantur. Bukan bersyukur,'' sang hati kecil ngudarasa, mengutarakan apa yang ada dibenak. Sang nona mengangguk sambil nyengir kuda. Merasa apa yang si hati katakan ada benarnya. ''Secangkir susu coklat pagi-pagi rupanya cara unik Tuhan mengingatkan agar manusia mensyukuri keadaan,'' gumamnya sembari menatap susu coklat yang telah tandas di dasar cangkirnya. * subuh hari

KETIKA JENUH DATANG

Kehidupan itu seperti memintal benang. Bukan perkara gampang ketika mulai. Ada banyak proses sebelum jadi. Tak jarang benang yang dipintal tak sesuai harapan, harus memintal dari awal untuk mencapai yang diinginkan. Takut, gamang, tak percaya diri mewarnai. Menghambat proses pemintalan yang akan dimulai. '' Kenapa sesulit ini hidup? Kenapa tak langsung saja Allah memberi yang kita pinta? Kenapa harus diberi cobaan?'' Tak jarang rasa itu memenuhi kepala. Sikap yang muncul mungkin pasrah, mengatakan pada diri untuk menerima peparinge Gusti tanpa bertanya lagi. Sedangkan lainnya percaya bahwa cobaan itu harus dihadapi dan singkirkan khawatir dalam diri. '' Kita bukan kelinci percobaan, nedha nrima dan pasrah apa adanya. Usaha dong, untuk apa kepala dicipta kalau tak mau berpikir ngudari kesulitan?'' seorang yang bijak berkata. Terdengar tak nyaman mungkin bagi sebagian orang. Tapi jika direnungkan ada benarnya. Bayangkan tanpa cobaan kita takkan sekuat se

Ketika cinta tak bersuara

Bisa kurasakan getir dikepalamu, sayang. Bukan karena aku cenayang, tapi hasil membaca segala kisah dan tanda yang kau suarkan. Jangan biarkan sayapmu menukik dihantam kerinduan, sayang. Tegakkan kepala, buang angan yang terlanjur mengawang. Boleh jadi cinta tak terbalas namun pijak kaki tak boleh lepas. Jepang, Jerman masih melambaikan tangan, kepadamu yang pernah bercerita ,"aku masih punya banyak cita-cita." Ayo, bangkitkan semangatmu, jangan biarkan rindu yang tak terbalas membuatmu hilang semangat. Seperti biasa, jika engkau berduka kau tahu kemana harus bercerita. Jangan khawatir nomerku masih tetap sama. (buatnya di sudut jakarta, ayo tertawa! Haha)

DAPAT 2M? PERTAMA KAN KUBELI CINTA

Gambar
anessa (9/26/09 7:10 PM): kalo dapet hadiah duit 2M, yang pertama yg akan dilakukan adalah beli cinta itu pun kalo ada yang jual..... Me : nessa : Me : haduuuh..masalah nya yang dibeli bener kagak? nessa : itu dia... ada yg jual gak? Me : hihihihi...yang mata duitan banyak tanpa disuruh pun mereka pasti datang tanpa nessa : hahaha...... Me : tempelin aja di jidat wuuuh yang datang pasti banyaaak obrolan sudah usai, nessa juga sudah pergi tapi bekasnya masih muter di dahi. jika ada yang jual cinta apa iya aku akan (tega) membelinya? * ngikik mode on ah Subhanallah, Maha Besar Allah...semoga saja tidak ya.., mending buat beli es cendol aja kali ya biar orang sedesa bisa menikmatinya, sudah dapat pahala masih dapat pujian pula (heheheheheh..maunya) anyway, nessa siapa yang kau tunggu diluar sana. Diakah atau lainnya?

WAH, GAGAL

Gambar
ah ternyata " KERLIP BINTANG DI LANGIT KELAM" belum mampu menggugah, hingga tidak masuk dalam 30 cerita yang masuk tahap 2 lomba itu. yah sedih deh...tapi kurasa semua kejadian ini takkan menyurutkanku. seperti ketika aku lari pagi pertama kali, semua terasa berat. lima ratus meter saja sudah bikin aku cuapeeeek! tapi sekarang perlahan-lahan, jangkauan lariku sudah mencapai satu kilo dengan ringan. semua melalui proses, kawan. Jika ingin sukses jangan takut gagal. Iya kan? thanks, meski seleret sedih nempel di hatiku

RAHASIA BULAN KELAHIRAN

Gambar
iseng-iseng klik aplikasi Rahasia Bulan Kelahiran ini di facebook, nah looo apa yang terjadi kemudian? Untuk Afin Yulia yang lahir di bulan Juli . Berikut ini adalah rahasia bulan kelahirannya : * Orang yang menyenangkan * Penuh rahasia * Susah diukur dan dimengerti * Pendiam, kecuali ... saat tegang atau ´tersulut´ * Bangga pada diri sendiri * Memiliki reputasi * Mudah ditenangkan * Jujur * Peduli tentang perasaan orang lain. * Gampang diterima * Ramah * Mudah didekati * Sangat emosional * Temperamental dan tidak dapat diramalkan * Gampang berubah mood dan mudah terluka * Cerdik * Sentimentil * Tidak pendendam * Pemaaf, tetapi tidak mudah melupakan * Tidak menyukai barang yang tidak perlu * Mampu membimbing orang lain baik secara fisik maupun mental * Sensitif dan membentuk citra diri secara berhati-hati * Suka memperhatikan dan mencintai * Memperlakukan semua orang sama * Siaga dan selalu berpikiran tajam * Menilai orang melalui pengamatan * Pekerja keras jadi ngakak sendi

SURAT KEPADA PRESIDEN

Gambar
Kepada Bapak Presiden yang terhormat, Selamat malam, Pak, semoga Bapak selalu dalam lindungan Allah ta’ala. Kemarin saya sempat melihat Bapak berpidato di depan anggota MPR dan DPR lewat televisi tetangga, tetapi saya tak terlalu ambil peduli karena sibuk mencari utangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dasar sial, Pak, tak satu pun mau memberi saya utangan karena kami sama-sama dicekam kemiskinan. “ Pak, Pak…Piye to kowe ki (kamu itu bagaimana.red)?!” sesal istri saya ketika tahu saya kembali dengan tangan hampa. Di bawah temaramnya beranda, saya duduk dan berpikir dalam. Apa yang harus saya lakukan? Haruskah saya mengadu nasib ke Malaysia setelah pekerjaan sebagai nelayan kini sulit dijadikan sandaran? Jujur, Pak, sekarang banyak dari kami yang pergi kesana semenjak ikan semakin sulit dicari. Semua terjadi sejak munculnya kapal-kapal pukat dan bom ikan yang merusak terumbu-terumbu karang tempat ikan beranak-pinak di wilayah kami. Entah dari mana mereka datang, tapi yang jel

KEPADAMU, YANG TELAH MENANTANG BERANIKU

Gambar
Membaca blogmu membuatku tertantang melakukan sesuatu. Mendadak saja aku tergelitik untuk maju dan berani menuliskan kisah yang telah lama tersimpan dalam laju hari-hariku. Satu kisah yang kulihat, kurasakan, bahkan pernah membuat air mataku berjatuhan ketika getir itu merambat perlahan menjalari seluruh perasaan. Maka sejak itu aku terus melaju. Merelakan sebagian malamku untuk menuliskan kisah panjang itu padamu. Kantuk, lelah, dan dinginnya malam seolah terlupakan, ketika kubayangkan dirimu telah menungguku dengan karyaku. Processor laptop yang mati dan cable box meleduk mewarnai kegigihanku. Sempat membuatku hilang semangat, karena takut tak bisa memenuhi tenggat waktu. Dalam sedih itu aku berdoa kepada-Nya, berharap semoga ada jalan Ia tunjukkan. Dan waktu tak menunggu tapi aku justru bertemu kesulitan baru. Sebuah ujian kesabaran datang dari Tuhan, di hari ketika aku terjerembab di atas kerasnya aspal. Sejam, dua jam, tak terasakan, tapi hari berikutnya gerakku mulai tertaha

PEJALAN JAUH PART 6

Gambar
Selalu saja ia datang dan berkata ,” Mari bertaruh untuk memiliki Sang Pejalan Jauh.” Dan selalu pula aku tak acuh. Membiarkannya berkelebatan bagai hantu di terik siang, tidak menakutkan hanya jeritnya memekakkan. Ah, menyebalkan. Apa yang kau mau kawan? “ Mari bertaruh untuk memiliki Pejalan Jauh!” Untuk apa? Biarkah aku mencinta dengan cara yang berbeda. Membiarkannya berliku dijalannya, tak hendak membelokkannya kearahku kecuali Allah menghendakinya. “ Kau terlampau lemah, hai wanita!” Terserah katamu, Kawan. Bagiku bertaruh bukan suatu kepentingan. Apalah artinya pertaruhan jika empat puluh hari saja ia bisa kau luluhkan, selebihnya itu cinta buyar menjadi kepingan. Tak bisa disatukan karena rasa memang tak bisa dipaksakan. “ Kau penakut! Haha, kau tak berani bukan menerima kenyataan jika ia sang pujaan lebih memilihku ketimbang dirimu yang tak berani menyatakan pe

SMS NYASAR

Gambar
Heran saya, akhir-akhir ini kok ada saja yang nyasar? Siapa sampeyan? Saya ndak kenal. Tanpa nama, tanpa identitas, apa sampeyan hoax? Sok kenal sok dekat, saya kok merasa justru gak pengen akrab? Siapa sampeyan? Saya tidak suka main tebak-tebakan. Dari cara sampeyan menyapa, saya tahu sampeyan pasti tahu saya (entah dari kawan atau dari siapa). Atau justru sampeyan sebenarnya orang-orang dekat (yang sengaja ngerjain) saya? Saya senang punya banyak teman, tapi enggan bermanis ria dengan orang tak dikenal. Setahu saya itu membahayakan (saya punya pengalaman buruk soal ini kawan!). Jika banyak orang senang-senang saja dengan sms nyasar (atau malah sengaja nyasar), saya kok justru sebaliknya. Ketika saya cerita pada Na, sahabat saya, justru ia cengengesan dan berkata ,” Ladeni saja…Apa susahnya?” Susah bagi saya. Karena saya tidak suka bermanis muka jika tak nyaman di hati saya. “ Kan seru tuh?” Apanya? Buang-buang waktu saja. Nggak penting juga. Apalagi malam-malam saat saya

KEPADA SANG PEJALAN JAUH PART 5

Gambar
Tumben kau lama duduk di situ. Seingatku kau jarang berlama-lama jika bertandang di tempatku. Selalu ada acara yang lebih penting ketimbang denganku. Maka tak heran jika kau buru-buru berlalu setelah berbicara dan mengutarakan maksudmu. Apa ada yang ingin kau tanyakan padaku, sampai kau rela bersimpuh menungguku? Mari masuk kemari. Jangan ragu, aku selalu ada waktu untukmu meski jadwalku penuh dan banyak masalah yang harus kubereskan dalam tugasku sebagai CEO nomer satu. “ Apa nikmat itu?” tanyamu. Lho jadi kau tak tahu apa nikmat itu pejalan jauh? Bukankah sepanjang jalan hidupmu telah kau rasakan itu? Tapi baiklah jika kau tak tahu aku tak segan memberitahumu. Ruangan meredup, di hadapan terpampang gambar seorang pria tengah makan. Ia terperangah, berbalik kearahku dan bertanya ,” Lho itu aku. Bagaimana Kau tahu?” Aku tertawa geli melihat keheranan Pejalan Jauh. Aku ini CEO nomer satu, tak ada yang tak mungkin bagiku. Jika seluruh semesta tunduk padaku, hanya mengetahui peri

KEPADA SANG PEJALAN JAUH PART 4

Gambar
Hari ini dimana, besok dimana. Teman milis sampai bertanya kenapa tempatnya selalu berganti tiap kali kirim berita. Sebenarnya kamu dimana? Nomaden ya? Aku tertawa, percayalah itulah yang kulakukan demi sebuah tanggung jawab yang kupegang. Hari ini di KL, besok terbang ke Bali, dan esok hari sudah ada di negeri Kiwi, sebelah Australi. Menyenangkan betul kelihatannya? Ah seringnya aku malah bosan. Rindu rumah, rindu kampung halaman acap menyesak ingin dimuntahkan tapi waktu sebanyak dua puluh empat jam terasa begitu rapat hingga sulit menyelipkan agenda pulang. Tapi kulihat kehidupanmu menyenangkan, menantang, kawan! Aku jadi iri tiap membaca kisah yang kau pampang di blogmu itu, sungguh! Oh ya? Aku malah iri melihat kehidupan sampeyan yang tenang, tidak diburu-buru pekerjaan. Tapi begitulah manusia sawang-sinawang, selalu melihat rumput tetangga lebih hijau ya kan? Ahahahaha, apa kabarnya kopian di pojokan jalan? Sampaikan salamku pada si empunya kopian, kalau kopi buat

KEPADA SANG PEJALAN JAUH PART 3

Gambar
KUPU-KUPU DI ATAS KAPAL 19 April, sepanjang penyeberangan Gilimanuk-Ketapang… Zwing! Mata-mata mahkluk berjenis kelamin pria mendadak terfokus ke satu titik saat seorang perempuan berpenampilan menyegarkan memasuki ruangan. Sihir! Semua orang seolah terpaku saat menatapnya berjalan. Saya tertawa diam-diam menyadari mengapa pria-pria seperti saya enggan menundukkan pandang. “ Sungguh, meski sampeyan tidak menyodorkan senyum menggoda, tapi rok mini yang sampeyan kenakan benar-benar sulit dilewatkan mata,” batin saya sambil menatap kagum pada sepasang kaki jenjang yang tengah berjalan mencari-mencari tempat duduk yang nyaman. “ Coba ya tiba-tiba dia duduk di sebelah ini,” pikir saya tanpa melepas pandangan ke arahnya. “ Maaf…disebelah Mas, kosong ya?” saya mendongak, setengah gelagapan karena ia datang sebelum saya sempat mengalihkan pandang. ” Ii…iya,” jawab saya salting sambil beringsut memberinya tempat duduk. Dalam kesempatan itu, lewat ekor mata, sempat s

KEPADA SANG PEJALAN JAUH PART 2

Gambar
Apa yang kau lihat dari balik kameramu, pejalan jauh? Sebuah keindahankah yang terbetik di kepalamu tatkala menatap kemesraan di wajah seorang ibu saat anaknya lahap menyusu? Apakah pemandangan itu tak menerbitkan rasa rindumu? Untuk pulang sejenak merebahkan kepala di pangkuan bunda dan bercengkrama dengan ayah tercinta? Kau hanya tersenyum saja, melenggang lalu tak menjawab tanyaku. Di satu sudut jalan kau hentikan langkah merasakan denyut kota yang kini jarang kau ambah. Teringatkah kau pada sesuatu? Saat kau dan ia mencuri waktu, duduk berdua seraya makan jagung bakar bersama, melampiaskan rasa? Waktu-waktu telah menggerus bayangnya yang dulu pernah bertanya ,” Kenapa kau selalu tak punya waktu untukku?” Duduk diam di depan laptop mahal (keluaran terbaru dengan spec luas), hasil kerja keras, wajah itu pun muncul di layar. Kau terpaku, mengingat hari-hari dimana kau pernah menghabiskan waktu dengan seseorang yang kini entah dimana. Ia yang pernah kau tumpahi rasa, dalam satu

MENGINGATMU SENJA ITU

Gambar
Akhirnya semua akan tiba pada hari yang biasa Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui Apakah kau masih selembut dahulu Memintaku minum susu dan tidur malam Sambil membetulkan letak leher kemejaku Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih Lembah mandala wangi Kau dan aku tegak berdiri Melihat hutan-hutan yang menjadi suram Meresapi belaian angin yang menjadi dingin Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu Ketika ku dekap kau dekaplah lebih mesra Lebih dekat Apakah kau masih akan berkata ,” dengar detak jantungku.” Kita begitu berbeda dalam semua Kecuali dalam cinta (taken from cahaya bulan, ost. Gie) Mendengar puisi itu lewat laptopku mengingatkanku padamu, karena ku tahu kamu suka dengannya (masalahnya kau ingat aku nggak ya?). Dulu aku suka memperhatikanmu, diam-diam kayak maling mau nyolong jemuran.Trus nulis kalimat puitis waktu kudengar suaramu yang menawan (terserah deh orang bilang suaramu serak-serak dangduta

help

Gambar
rasa itu sudah hilang dan kau yang membawa nya terbang tak tahu kemana lagi harus mencari jawaban adakah kau sang rembulan melihat pungguk ini tengah merinduimu? Katakan padaku jika kau dengar bisikku... ck, sudah kutitipkan blog ini pada dua teman tersayang ternyata tak ada yang memberi jawab kesanggupan sementara sang empunya blog sedang tidak berdaya dihinggapi setan kemalasan are you ready to help me? just call me at 08155941825 hahahahah bercanda.... It sounds so desperate huh? Fuh, aku ingin tanya apa cuma aku yang sudah berada di titik terendah nge blog atau lainnya juga sama?

KETIKA DUREN TIBA

Gambar
Kalau dudanya kayak gini, siapa yang nolak? Masih muda, cantik, lajang, dan sangat available saat seseorang datang memberi pertanyaan ,” Ada yang menginginkanmu, dia duda, istrinya meninggal, punya satu anak. Bagaimana? Pikirkan baik-baik jawabannya, beritahu saya dengan segera ya?” Jika situasi itu terjadi padamu saya yakin kamu bakalan: Berhenti mendadak di tengah jalan Ciiiitt…mengerem seketika, dan bikin sebel orang karena kamu berhenti pas di tengah jalan Tersedak Uhuk! Uhuk! Kamu pucat, panic dan kebingungan karena pentol segede gaban nyangkut ditenggorokan.Hehehehe… Membeku Freeez! Kaya di sihir peri kamu langsung diam di tempat. Gerakan jadi macet dan berharap ada bantuan datang Jika kau alami situasi demikian, tarik nafas panjang…Sebut nama Tuhanmu (bukan namaku), minggirlah dulu, cari tempat yang nyaman buat berpikir. Coba bicara dan minta pendapat kedua, ketiga, keempat…terserah mo seberapa banyak. And you know what aku tahu apa yang

MENGEJAR INUYASHA & PELAJARAN KECIL DARINYA

Gambar
Benar kata orang cinta itu bisa menclok sembarangan. Apesnya pas cupid iseng nodongin panahnya sayalah yang jadi korban. Mak zleeep! Twiiing, twiiing, wajahnya hadir dan mengganggu tidur malam saya. Hasyah! Hush! Pergilah! Saya usir bayangannya pake kemoceng ibu, tapi semakin kesini wajahnya justru kian terpaku di tembok itu. “ Cupiiid! Kenapa mesti dia?!” Cupid mesam-mesem sambil nyengir gajah (saking lebarnya). Begitu ia terbang, tinggallah saya sendirian mengingatnya sambil tercengang-cengang. Maka sejak itu mulailah satu rasa asing berkembang, yang andai kembangnya dijual per dollar bisa bikin saya beli kapal pesiar. Tapi sayang, harapan tinggal harapan ketika dia berkata terus terang, “ saya sedang dekat dengannya lo…” Hwoooh, laksana Kagome yang terluka melihat Inuyasha mengejar Kikiyo, saya juga nggak bias berbuat apa-apa. Saya nyengir kuda ketika Astrid merajalela dengan lagunya. Tapi saya langsung berhenti mengikuti pas refrainnya-jadikan aku yang kedua, buatlah d