Postingan

MAN OF MY DREAM

S elembar mimpi tercetak dalam rangkaian gambar. Tentang keinginan seorang perempuan akan pria pujaan. Tak terlalu tampan, seorang pecinta alam, tak canggung berpelukan dengan kesederhanaan, bahkan orang-orang biasa yang ia temui di jalan. Adakah dia dalam nyata? Lalu bersama-sama bergabung membentuk satu kesatuan, di atas rumah mungil di atas bukit, dengan halaman depan yang penuh pepohonan. Menyejukkan pandang, tempat dua bocah kecil, laki-laki dan perempuan berguling-gulingan di rerumputan. Memanggilnya dengan keriangan agar bergabung di atas permadani hijau tebal menghampar, milik alam. Dari kebun belakang pria itu muncul, bermandikan peluh tapi ceria saat menatap perempuan itu dan dua buah hatinya. “ Lihat apa yang Ayah bawa,” pria itu tersenyum lebar, memberikan sekantung strawberry dari kebun belakang. Dua bocah itu berlari saling mendahului, mencoba tiba lebih dulu untuk mengambil kantung harta karun dari Ayahnya, yang berkulit kecoklatan, yang berwajah ramah menyenan

BOLEHKAH KU TAHU SIAPA KAMU?

Aku tak tahu siapa yang datang, yang kulihat hanya bendera dan kota tempatmu datang. Pertanyaan-pertanyaan menyerbu, apa alasanmu mendatangi blogku. Oh, aku tahu kau pasti kesasar kan? Salah masuk kamar sewaktu mengetikkan satu kata kunci misalnya miyabi? Atau temanku G barangkali? Seperti beberapa orang yang pernah kuketahui? Haha, kubayangkan kau pasti mengumpat sewaktu blog terbuka. Hlha kok genee? Hihi, aku jadi geli sendiri... Atau hanya teman masa lampau yang sering kusapa saat blogwalking? Entahlah. Aku tak bisa menduganya, sebab aku tak bisa melacak jejakmu, kawan. Ah, tapi tak apa. Aku cukup senang engkau mau datang. Mengunjungi rumah yang kubangun karena suka. Suka bermimpi dan bermain kata, menceritakan tentang apa saja yang terambil dari keseharian yang penuh warna. Anyway, thanks for your coming. Terlepas dari apapun niatmu mendatangi rumahku. Aku berharap suatu hari aku mengenalmu supaya aku bisa menyapa dan menjabat erat tanganmu. *sore-sore sehabis hujan Te

PEREMPUAN TANGGUH ITU

Sawang sinawang, katamu sewaktu mereka bilang pekerjaanmu menyenangkan, bisa kerja sekalian jalan-jalan. Satu mimpi yang terwujudkan setelah sekian lama berjuang. Satu persatu tangga kau tapaki, diawali dengan taburan beribu gamang namun keyakinan kuat telah meretasnya perlahan. Membuatmu maju dan meninggalkan keraguan, hingga bisa meraih pencapaian seperti sekarang. Tapi pernahkah mereka tahu perempuan tangguh yang selalu menjadi pendukungmu? Ia yang menyimpan kekhawatiran tiap kau pamit melanglang. Ia yang menyimpan kecemburuan besar tapi justru mengalirkan energinya lewat kalimat-kalimat dukungan. Yang percaya sepenuhnya pada apa yang kau perjuangkan, tak lekang menunggu meski hari-hari tanpamu terasa menjemukan. Tahukah mereka? Itulah dia, yang tengah tersenyum membaca jejak cerita di blogmu dan berdoa membaca status di facebookmu. * a story, terinspirasi blog sang petualang dan a man behind his cam :-D

HAL KECIL UNTUK AIKA

Hari itu anak kelas 6 A, SDN 2 Genteng sedang sibuk berdandan. Hari itu mereka akan berfoto untuk ijazah kelulusan mereka. Masing-masing terlihat ceria, kecuali gadis mungil bernama Aika. Berbeda dengan kawan-kawan lainnya, nampak ada kecemasan yang ia simpan dimatanya. Tapi dengan pintar ia sembunyikan semua dibalik canda dan tawanya, hingga tak ada yang menyadarinya sampai seseorang menyeletuk ," Kemana Aika? Bukankan sebentar lagi gilirannya difoto?" Semua tersadar. Aika hilang! Atau lebih tepatnya menghilang. Kemana dia? Wali kelas 6 A sudah berulang kali memanggilnya. Apa dia sakit? Tapi tadi dia tidak menunjukkan tanda-tanda itu? Dua orang gadis berjalan mencari Aika dan menemukannya sedang sendirian di dalam kelas. Didatanginya gadis kecil yang sedang menangis itu dengan sapaan hangat. Aika mendongak, menatap dua kawannya. Sepasang air mata bergulir menjatuhi pipi merah mudanya. " Kenapa, Aika?" " Aku malu. Aku paling kecil diantara mereka." Oh

YANG HILANG DARI PERASAANKU

Tak pernah sedikit pun aku bayangkan Betapa hebat cinta yang kau tanamkan Hingga waktu beranjak pergi Kau mampu hancurkan hatiku Ada yang hilang dari perasaanku Yang terlanjur sudah kuberikan padamu Ternyata aku tak berarti tanpamu Berharap engkau tetap disini Berharap dan berharap lagi Lagu berjudul Ada Yang Hilang itu pernah jadi lagu kebangsaanku beberapa waktu lalu. Tatkala mata mengabur oleh tangis dan hati terusik perih. Tak peduli dengan permainan gitarku yang terbata-bata, aku ngelangut dalam bait-baitnya. Kupaksa untuk tegar, melepasmu tanpa mempertanyakan. Tak mudah memang. Tapi aku terbukti bisa melawan desakan hati. Kukatakan pada kalbuku aku tangguh, tak mudah patah meski cinta yang kuinginkan hanya seonggok impian. Kini getir itu perlahan memudar, bersama pudarnya mendung di langit malam. * :-D ditengah kantuk dan lagunya ipang yang bikin tangan gatal untuk menuliskan cerita panjang hoahemm, kantuk tak tertahan pluk...zzz Ngilang ke alam impian

SKENARIO KEDATANGAN

Skenario pertama : Kau datang tiba-tiba, bawa buket bunga dan sang gadis melonjak gembira. Tersipu dan berdebar saat kau menautkan kalung di lehernya. Persis kaya iklan shampo sunsilk yang sering nampang. Masalahnya gadisnya enggak ada dan wajahmu gak sekeren ariel peterpan, sang bintang. Jadi dipastikan ini gagal! Skenario kedua : Disambut meriah, bak penganten sunat, pake arak-aran sepanjang jalan. Sementara kamu nyengir kuda gak karuan. Masalahnya, yang ini butuh biaya besar, mana mungkin diadakan di pertengahan bulan ketika kekeringan mulai melanda dompet emak. So inipun batal, bro! Skenario tiga : semua nunggu kamu dengan gembira, berharap bisa menyarangkan satu jitakan di kepalamu sekaligus mencari tahu kebalkah dirimu (ahahaha!). Lantas menyeretmu ke rumah makan paling mahal, untuk traktiran. Kejaam! Kejaam! Tapi gak kok, skenario gak bakal berlaku. Kau tahu semua orang sudah menantikanmu, menanti cerita hidupmu setelah mengangkasa sendirian sambil menimbang berat badan lewa

APA YANG BISA KULAKUKAN?

Apa yang bisa kulakukan untukmu? Kulihat ada kerisauan di matamu. Jangan takut, katakan saja resahmu meski kau tak terlalu mengenalku. Kau tahu, bercerita bisa jadi salah satu cara untuk melepas beban di dada. Dan aku punya waktu mendengarkannya. Mungkin tak ada yang tahu betapa bersyukurnya aku mendengar ceritamu atau orang-orang lain padaku. Karena lewat itu ada banyak pelajaran berharga menghampiriku. Pelajaran yang gurunya adalah lingkungan dan sesama yang mengajari kita tentang kebijakan. Yang kemudian kusebarkan pada saudara, sahabat dan teman saat mereka butuh dukungan. Apa yang bisa kubantu untukmu kawan? Aku tak keberatan menjadi pendengar agak makin banyak pelajaran hidup kuserap, lalu kubagikan.

BILA KAU MULAI MENYESALI DIRIMU

Menjadi lajang di usiamu yang ke-29 tentu saja menimbulkan pertanyaan. Kapan menikah, kapan calonnya akan dikenalkan sudah jadi makanan sehari-hari yang harus ditelan. Apalagi ditambah problema karir mandeg dan melarnya badan, wah lengkap sudah penderitaan. Itu juga yang dialami Tata, sahabatku tercinta via ponsel kemarin lusa. Seharusnya aku sedih mendengarnya tapi gaya berceritanya yang jenaka membuatku tak bisa menghentikan tawa. “ Ah, elu! Bukannya Bantu malah ketawa, gimana sih, Bu?” ia mendengus kesal. Aku berhenti tertawa. Lalu hanya hening yang kudengar. Dari seberang nafas berat ia hamburkan, seperti tengah mengumpulkan kekuatan. “ Aku nggak ngerti kenapa hidupku begini, Fin. Aku hanya ingin bahagia, tapi seolah semua tak terjangkau. Sendirian, tak punya pacar, kegemukan, pekerjaan yang nggak berkembang. Kenapa demikian? Sementara orang-orang lain sudah bersiap terbang ke bulan.” Deg! Mendengar kata Tata barusan aku seolah melihat diriku beberapa waktu sebelumnya. Seorang gad

PELUKAN UNTUK SEMUA ORANG

Aku tahu adik-adikku bukan kanak-kanak sekarang, yang pipi tembamnya acap kucium dan kugemas sampai kesal, atau kukacau rambut ikalnya sampai berantakan. Tapi aku tetap melakukan meski sebagian orang berkata untuk apa. Tahukah mereka, dengan pelukan itu aku menyatakan cinta tanpa kata-kata. Kepada ibu dan ayahku pun demikian. Memeluknya pada banyak kesempatan. Mungkin terlihat seperti anak yang terlampau manja, tapi aku merasa ringan saja melakukannya. Sebab kutahu pelukan itu memberi rasa nyaman. Membantumu melewatkan tiap kesulitan. Kepada kawan dan dia yang pernah menarik perhatian, aku juga punya pelukan. Tidak secara harfiah, tapi lewat perhatian dan selipan kalimat baik jika saling berkirim kabar. Barokallah dan amin sering kusertakan beserta pesan hati-hati di jalan, semoga harimu menyenangkan, atau lainnya yang senada. Aku harap dengan itu kalian tahu aku menyayangi kalian meski berjauhan. Untuknya yang pernah menarik perhatian, aku tak melakukannya untuk menarik perhatian.

Ketika harapan tak berjalan sesuai keinginan

Sudah banyak kali kau ceritakan tentangnya, Nana. Pria mempesona yang membuatmu jatuh cinta. Saking seringnya aku mendengarnya, aku sampai bisa melukiskannya dalam angan. Dia putih, pendiam, dan tak banyak bicara. Punya pekerjaan mapan, yang mengharuskannya keliling dunia. Sering kali tak ketahuan rimbanya, karena ia memang tak pernah mau menceritakannya. Kepadanya-lah kau acap mengirimkan email-email ceria, sekedar bercerita atau say hello saja. “ Mestinya gimana sih, Fin, kirim surat pada orang semacam dia?” tanya Nana Chan kesal ketika jawaban-jawaban email Sang Arjuna selalu berupa sepotong kata seperti oke, ya, baik, atau emotikon tawa saja. “ Cobalah mengirimkan satu topik yang membutuhkan jawaban, ia pasti akan terbuka lebar.” Benar, hal itu terjadi. Namun respon kelanjutan yang Nana Chan harapkan tak kunjung datang. Nana Chan tak patah arang, ia terus melaju dan berjuang. Bahkan mengatakan dengan lantang ,” Aku bisa menunggunya meski akhirnya tak tergapai juga.” Hebat! Aku me

SENAM KEBUGARAN

Peluh bermunculan seiring suhu tubuh yang meningkat dan gerak yang kian berat. Semakin lama tak semakin hilang, justru kian deras terpeta di punggung-punggung putih bersinar dan kulit pipi yang kemerahan. Nafas-nafas kian tersengal, tak berhenti mengikuti gerakan sang instruktur di depan. Sesekali tangan meraup wajah, menyeka peluh yang berleleran. ''Yaa!'' suara tawa terbang dari kanan depan, ketika ia lupa apa gerakan selanjutnya. Suhu ruang kian meningkat, kelelahan mulai tampak. Dengus nafas terdengar dari segala arah, seiring waktu berjalan. Hosh, hosh...Lantai mulai berhias rintik keringat. Sesi pertama selesai, dilanjutkan sesi kedua, body language. '' Ambil nafas, tarik...lepas,'' seru sang instruktur memberi aba-aba sembari memberi contoh sikap tubuh yang benar. Keringat terus bermunculan, berkilau bak intan di kening dan kulit-kulit bening kaum perempuan. Jam tujuh lewat lima, senam pun usai. Lihatlah wajah-wajah cerah itu, ayo mendekat k

MIRAGE MYSTERE

Mir. Aku lebih suka kau memanggilku Mir, ketimbang Mirage nama asli pemberian ibuku. ''Namamu aneh.'' ''Tidak lazim.'' ''Seperti sebuah nama pesawat jet.'' Itu sebagian kecil komentar orang-orang ketika mengetahui kepanjangan Mir berasal dari kata Mirage. ''Mystere?'' Guru kelasku di SMP mengernyit membaca nama panjangku, Mirage Mystere. ''Ayahmu pasti berharap kau akan menjadi sosok yang luar biasa,'' seorang peramal disebuah pasar malam mengatakan itu diantara kartu-kartu tarot yang berserakan dihadapannya. ''Aku tidak mengharapkannya,'' sahutku jujur. ''Oh ya?'' Perempuan peramal bernama Dorinda (ah, kenapa namanya terdengar seperti tokoh telenovela jaman baheula?), menatapku dalam-dalam. ''Kenapa?'' tanyanya lembut, terdengar amat perhatian. ''Tak menyenangkan,'' jawabku.''Aku hanya ingin menjadi orang biasa,'' kataku penuh

secangkir susu coklat pagi hari

Lezat nian menyesap susu coklat pagi-pagi, pikir sang nona sebelum akhirnya ia mengumpat karena kepanasan. Lidah yang terasa terbakar ia julurkan sambil kipas-kipas, meredakan. Sekelumit tanya berpendar-pendar. '' Lha ya kalau ndak ada lidah apa bisa merasakan legitnya susu coklat? Tapi mana pernah kepikiran, paling juga lidah bergoyang untuk serangkaian serapah dan omongan ngelantur. Bukan bersyukur,'' sang hati kecil ngudarasa, mengutarakan apa yang ada dibenak. Sang nona mengangguk sambil nyengir kuda. Merasa apa yang si hati katakan ada benarnya. ''Secangkir susu coklat pagi-pagi rupanya cara unik Tuhan mengingatkan agar manusia mensyukuri keadaan,'' gumamnya sembari menatap susu coklat yang telah tandas di dasar cangkirnya. * subuh hari

KETIKA JENUH DATANG

Kehidupan itu seperti memintal benang. Bukan perkara gampang ketika mulai. Ada banyak proses sebelum jadi. Tak jarang benang yang dipintal tak sesuai harapan, harus memintal dari awal untuk mencapai yang diinginkan. Takut, gamang, tak percaya diri mewarnai. Menghambat proses pemintalan yang akan dimulai. '' Kenapa sesulit ini hidup? Kenapa tak langsung saja Allah memberi yang kita pinta? Kenapa harus diberi cobaan?'' Tak jarang rasa itu memenuhi kepala. Sikap yang muncul mungkin pasrah, mengatakan pada diri untuk menerima peparinge Gusti tanpa bertanya lagi. Sedangkan lainnya percaya bahwa cobaan itu harus dihadapi dan singkirkan khawatir dalam diri. '' Kita bukan kelinci percobaan, nedha nrima dan pasrah apa adanya. Usaha dong, untuk apa kepala dicipta kalau tak mau berpikir ngudari kesulitan?'' seorang yang bijak berkata. Terdengar tak nyaman mungkin bagi sebagian orang. Tapi jika direnungkan ada benarnya. Bayangkan tanpa cobaan kita takkan sekuat se

Ketika cinta tak bersuara

Bisa kurasakan getir dikepalamu, sayang. Bukan karena aku cenayang, tapi hasil membaca segala kisah dan tanda yang kau suarkan. Jangan biarkan sayapmu menukik dihantam kerinduan, sayang. Tegakkan kepala, buang angan yang terlanjur mengawang. Boleh jadi cinta tak terbalas namun pijak kaki tak boleh lepas. Jepang, Jerman masih melambaikan tangan, kepadamu yang pernah bercerita ,"aku masih punya banyak cita-cita." Ayo, bangkitkan semangatmu, jangan biarkan rindu yang tak terbalas membuatmu hilang semangat. Seperti biasa, jika engkau berduka kau tahu kemana harus bercerita. Jangan khawatir nomerku masih tetap sama. (buatnya di sudut jakarta, ayo tertawa! Haha)

DAPAT 2M? PERTAMA KAN KUBELI CINTA

Gambar
anessa (9/26/09 7:10 PM): kalo dapet hadiah duit 2M, yang pertama yg akan dilakukan adalah beli cinta itu pun kalo ada yang jual..... Me : nessa : Me : haduuuh..masalah nya yang dibeli bener kagak? nessa : itu dia... ada yg jual gak? Me : hihihihi...yang mata duitan banyak tanpa disuruh pun mereka pasti datang tanpa nessa : hahaha...... Me : tempelin aja di jidat wuuuh yang datang pasti banyaaak obrolan sudah usai, nessa juga sudah pergi tapi bekasnya masih muter di dahi. jika ada yang jual cinta apa iya aku akan (tega) membelinya? * ngikik mode on ah Subhanallah, Maha Besar Allah...semoga saja tidak ya.., mending buat beli es cendol aja kali ya biar orang sedesa bisa menikmatinya, sudah dapat pahala masih dapat pujian pula (heheheheheh..maunya) anyway, nessa siapa yang kau tunggu diluar sana. Diakah atau lainnya?

WAH, GAGAL

Gambar
ah ternyata " KERLIP BINTANG DI LANGIT KELAM" belum mampu menggugah, hingga tidak masuk dalam 30 cerita yang masuk tahap 2 lomba itu. yah sedih deh...tapi kurasa semua kejadian ini takkan menyurutkanku. seperti ketika aku lari pagi pertama kali, semua terasa berat. lima ratus meter saja sudah bikin aku cuapeeeek! tapi sekarang perlahan-lahan, jangkauan lariku sudah mencapai satu kilo dengan ringan. semua melalui proses, kawan. Jika ingin sukses jangan takut gagal. Iya kan? thanks, meski seleret sedih nempel di hatiku

RAHASIA BULAN KELAHIRAN

Gambar
iseng-iseng klik aplikasi Rahasia Bulan Kelahiran ini di facebook, nah looo apa yang terjadi kemudian? Untuk Afin Yulia yang lahir di bulan Juli . Berikut ini adalah rahasia bulan kelahirannya : * Orang yang menyenangkan * Penuh rahasia * Susah diukur dan dimengerti * Pendiam, kecuali ... saat tegang atau ´tersulut´ * Bangga pada diri sendiri * Memiliki reputasi * Mudah ditenangkan * Jujur * Peduli tentang perasaan orang lain. * Gampang diterima * Ramah * Mudah didekati * Sangat emosional * Temperamental dan tidak dapat diramalkan * Gampang berubah mood dan mudah terluka * Cerdik * Sentimentil * Tidak pendendam * Pemaaf, tetapi tidak mudah melupakan * Tidak menyukai barang yang tidak perlu * Mampu membimbing orang lain baik secara fisik maupun mental * Sensitif dan membentuk citra diri secara berhati-hati * Suka memperhatikan dan mencintai * Memperlakukan semua orang sama * Siaga dan selalu berpikiran tajam * Menilai orang melalui pengamatan * Pekerja keras jadi ngakak sendi

SURAT KEPADA PRESIDEN

Gambar
Kepada Bapak Presiden yang terhormat, Selamat malam, Pak, semoga Bapak selalu dalam lindungan Allah ta’ala. Kemarin saya sempat melihat Bapak berpidato di depan anggota MPR dan DPR lewat televisi tetangga, tetapi saya tak terlalu ambil peduli karena sibuk mencari utangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dasar sial, Pak, tak satu pun mau memberi saya utangan karena kami sama-sama dicekam kemiskinan. “ Pak, Pak…Piye to kowe ki (kamu itu bagaimana.red)?!” sesal istri saya ketika tahu saya kembali dengan tangan hampa. Di bawah temaramnya beranda, saya duduk dan berpikir dalam. Apa yang harus saya lakukan? Haruskah saya mengadu nasib ke Malaysia setelah pekerjaan sebagai nelayan kini sulit dijadikan sandaran? Jujur, Pak, sekarang banyak dari kami yang pergi kesana semenjak ikan semakin sulit dicari. Semua terjadi sejak munculnya kapal-kapal pukat dan bom ikan yang merusak terumbu-terumbu karang tempat ikan beranak-pinak di wilayah kami. Entah dari mana mereka datang, tapi yang jel

KEPADAMU, YANG TELAH MENANTANG BERANIKU

Gambar
Membaca blogmu membuatku tertantang melakukan sesuatu. Mendadak saja aku tergelitik untuk maju dan berani menuliskan kisah yang telah lama tersimpan dalam laju hari-hariku. Satu kisah yang kulihat, kurasakan, bahkan pernah membuat air mataku berjatuhan ketika getir itu merambat perlahan menjalari seluruh perasaan. Maka sejak itu aku terus melaju. Merelakan sebagian malamku untuk menuliskan kisah panjang itu padamu. Kantuk, lelah, dan dinginnya malam seolah terlupakan, ketika kubayangkan dirimu telah menungguku dengan karyaku. Processor laptop yang mati dan cable box meleduk mewarnai kegigihanku. Sempat membuatku hilang semangat, karena takut tak bisa memenuhi tenggat waktu. Dalam sedih itu aku berdoa kepada-Nya, berharap semoga ada jalan Ia tunjukkan. Dan waktu tak menunggu tapi aku justru bertemu kesulitan baru. Sebuah ujian kesabaran datang dari Tuhan, di hari ketika aku terjerembab di atas kerasnya aspal. Sejam, dua jam, tak terasakan, tapi hari berikutnya gerakku mulai tertaha