Postingan

NOVEMBER RAIN

Gambar
November rain, November rain
Something has missing
My heart has stolen by him
But he wasn’t feel the same

November rain, November rain
What should I do to kill the pain
Should I run to catch the wind?
Then ask it to blow my blue feelin’

November rain, November rain
Help me to forget him
Erase him on my mind
As if I never knew him


25 February 2010, 06:08
Thanks to Jera (Agnes Monica), Kekasih Sejati (written by Yovie Widianto)

Ihaaa! Tadinya pengen bikin flash fiction tapi kok berubah jadi puisi?
Gak betul ini, tapi udah jadi. So flash fictionnya besok lagi.
Dedicated to you, just you...
Bercanda ding...ini buat semua orang, yang dibaca pas lagi senang. Jangan pas lagi patah arang, ditinggal pacar, dan segala sesuatu yang berhubungan...biar nggak ngeluarin mata air eh air mata tiga hari tiga malam lamanya. Capek tauuu...Big hug for you ya!

pic taken from http://www.belindapeters.com/

READING ABOUT SURFING

See, i lost my capability in english. I never use it anymore since 2005. Sometimes Anin's mom talk to me in english, but not often. It happens if I come to her house. How pity I'am.Puff!!
But I push my self to read english literature since i have a purpose to continue my old story. It was about surfer girl.
And you know what, i laugh after read surfing handbook. OH MY GOD! I dont know the meaning exactly. I dont understand a lot of words, guys? So i just guess what's the meaning!
Huahahaha. But its ok. I think i should go forward, and never stop to do it. This handbook
gives me a good lesson actually. And what about you? Is your english better now? Or worst?

*kalo ada salah tulis, kesalahan bukan pada mata anda tapi kekurangan saya

BUKAN SUAMI SESEORANG-DAMN VALENTINE!! part 1

Gambar
KEA Dua hari yang lalu…. Hari berhujan ketika aku datang ke Pengadilan Agama. Kulihat di depan ruang sidang Lea datang diantar oleh ayah dan adiknya, mengenakan baju hitam berenda kesayangannya. Kerudung hitam berenda ia sampirkan, sementara matanya ditutupi kacamata hitam lebar. Sekilas kami berpandangan, bibirnya membuka seolah hendak berkata tetapi aku justru memalingkan pandang kearah lantai warna terakota di bawah sepatuku. Sejurus kemudian kami memasuki ruang sidang. Dengan segala bla-bla-bla dan kebosanan aku berharap sidang cepat diakhirkan. Lalu detik-detik menentukan pun datang. Ketukan palu Hakim terdengar, satu tanda bahwa aku dan Lea telah syah berpisah di tengah jalan, satu hal yang tak pernah kuimpikan sejak awal pernikahan. Semua berawal di bulan keenam pernikahan kami sewaktu selentingan tengan perselingkuhannya mula kudengar. Rasa marah yang menggelegak akibat berita itu benar-benar menyiksa perasaan. Tetapi logika sehatku masih berjalan. Aku harus punya…

HEI, KEMANA PERGINYA SEMANGATKU?

Lemah, letih, lesu. Itu gejala kekurangan vitamin S (Semangat). Melemahkan bank imajinasi dan operasi bank kata-kata. Segala daya dikerahkan tapi malah mogok jadinya. Seperti mobil tua kehabisan tenaga, aku kelelahan menangkap huruf dan kata yang melompat-lompat susah ditangkap.
Come on, come to me baby. Help me, please. Kataku pada mereka, tapi yang terdengar malah tawa mengejek dimana-mana. Tak menyerah aku memencet keyboardku. Hanya saja huruf dan kata kian susah ditangkap. Larinya kian cepat, dan aku pontang-panting mengikat mereka erat dalam rangkaian cerita. Usai kejar-mengejar kusadari cerita lucu yang hendak kusampaikan malah berganti dng kalimat panjang, lukisan kepedihan.
Apa yang terjadi padaku, karena engkaukah itu? Samurai yang pergi tanpa tanda, dan membuatku kehilangan keinginan pada setiap tangan yang mengulurkan perhatian. Karena kamukah itu? Hingga aku kehilangan rasa humor dan kegokilanku?
Fuh, dont know what to do

*iseng pas mata berat, susah diangkat, tapi kerj…

RINDU MENGAJI

Sejak tiga bulan silam, tepatnya bulan november aku berhenti ngaji, kegiatan yang selama ini biasa kulakukan sepulang kerja (biasanya ngajinya mulai jam 6 petang). Mulanya karena sibuk perkara kerjaan. Lalu jadwal mengaji yang bentrok dengan kegiatan baru, yaitu olah raga sebanyak tiga kali seminggu. Tadinya mikir ngaji dan olahraga bisa jalan barengan. Selain sehat badan sehat jiwa dan tambah ilmu agamanya. Eh prakteknya sulit terlaksana. Mau pindah jam olahraga yang jam empatan, kelelahan. Akhirnya bagi-bagi hari. Belakangan karena hujan dan teman-teman ngaji di baitul munir mulai bubar jalan, tinggal sekitar lima ekoran, akhirnya aku pun ikut bermalas-malasan. Sampai sekarang.

And you know what, aku justru merindukan suasana di tempat mengaji itu sekarang, setelah tidak belajar lagi disitu. Aneh, padahal dulu malah kebalikan. Ditengah ngaji malah pengen pulang merebahkan badan yang kecapekan. Sekarang saat waktu merebahkan badan terbuka lebar eh nyatanya malah bingung cari kegiata…

PEJALAN JAUH PART 9

Lama tak mendengar kabarmu, Pejalan Jauh. Ternyata aku sudah ketinggalan banyak berita seberapa jauh engkau telah tumbuh. Kudengar jejak langkahmu kian mantap. Goresan-goresannya prestasi yang kau bangun berkembang, menyeruak diantara segenap banyak orang yang berkemauan. Kau memang hebat, Pejalan Jauh. Kau selalu tak mudah menyerah, maju terus pantang mundur demi sepotong cita-cita yang kau gantungkan setinggi bintang.
Tetapi menyaksikanmu bersimpuh di hadapan Tuhan, jauh lebih mengesankan ketimbang berita kesuksesanmu yang sering terdengar. Kau tampak menyatu dan jauh dari kesan sulit dijangkau saat berhadapan dengan Sang Pencipta Alam. Seluruh kesah kau haturkan dalam nada lirih penuh perasaan.
Kau sama sekali tak tampak garang, tapi justru kesan lembutlah yang tersembul jika demikian. Betapa berbedanya engkau kini, Pejalan Jauh. Tak sama lagi seperti lelaki kecil yang kutemui beberapa tahun lalu.
Ingatkah kamu ketika syair-syair patah hati merasukimu. Kau jadi sedemikian sentiment…

TIGA HARI MENJELANG RAMADHAN

Kepada Yth. Ibu Negara, Assalamu’alaikum, Ibu. Semoga Allah selalu memberkahi dan melindungi Ibu. Entah kenapa malam ini saya ingin bercerita tentang semua keresahan saya kepada Ibu tercinta. Sudah beberapa hari ini saya tidak bisa tidur nyenyak, Bu. Diganggu kegelisahan tiap kali menatap penanggalan. Ya, tiga hari lagi ramadhan tiba dan saya tak punya uang. Jangankan untuk belanja selamatan menjelang ramadhan, Bu, untuk makan sehari-hari saja saya kebingungan. Mau hutang ke warung Yu Kismi saya tak berani, sebab masih ada hutang lalu yang belum saya lunasi. Bahkan si kecil demam pun saya tak bisa membelikannya obat. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa sambil mengompresnya dengan air dingin. “ Pergilah ke Puskesmas, Yu. Gunakan Jamkesmas,” saran Bu Rus, pengurus Posyandu RT kami. Tapi bagaimana caranya? Saya kan tidak punya. Entah kenapa kok justru orang-orang yang lumayan berada seperti Mbak Sri yang justru bisa menggunakannya. Bukank…

PEJALAN JAUH PART 7

Duluuu…saya ndak pernah mikir saya bisa cinta saya manusia seperti sampeyan. Apanya yang menawan dari seorang pria berbandana hitam, menutupi rambut cepak yang malas shampoan, kulit coklat karena terbakar sinar, bercelana sedengkul bulukan berpadu kaus pudar yang paling nyamleng kata sampeyan, beserta tas ransel tua yang nggak pernah ketinggalan. Fiuuh!! Noraaak! Norak bukan kepalang!
“ Yo ben! Pokokmen aku seneng,” balas sampeyan enteng waktu seseorang menegur perkara penampilan yang aneh bin ajrut-ajrutan itu. “ Sumpah deh, saya gak mau sama orang kayak gitu,” batin saya sambil berlalu. Tapi apa yang terjadi kemudian? Pelan-pelan tingkah laku sampeyan mencuri perhatian. Cara bicara yang tajam dan tepat sasaran bikin saya ternganga, kepingin nimpuk tapi sekaligus menyadari kalo sampeyan benar tentang makna pasrah yang sering kali disebut banyak kyai dalam pengajian bukanlah pasrah, neda nrima, tanpa usaha. Sudah ada pancingnya, maka kaillah ikannya. Jangan diam saja berharap pancing…

SILLY THINGS, FUNNY THINGS IN MY LIFE

Dikira Pembantu
Sepasang suami istri datang mencari Bapak, tapi karena beliau tidak ada mereka pun pulang. Besoknya Bulik saya bercerita, tamu Bapak yang juga dikenalnya itu mengira kalau saya ini pembantu Bapak dan Ibu. Maka manyunlah bocah sepuluh tahun yang dikira pembantu itu (saya maksudnya) sambil ngedumel,” Asem!”
Tapi ya nggak salah sih kalau dikira pembantu, lah wong sesore itu saya masih belum mandi, rambut awut-awutan, keringat bercucuran gara-gara membabu buta menyelesaikan tugas bersih-bersih rumah. Ugh!

Bukan Babe………
Tanpa ba-bi-bu saya langsung menyeret Babe pulang, saya sudah bosan disuruh ikut ngider-ngider di pasar. Aneh kok Babe gak bergeming, begitu mendongak….Hiks, bukan Babeku. Tanpa menoleh aku langsung menuju kearah Babe yang sedang berdiri di depan kios sayuran.

BOLOS TAPI SIAL
Celingak, celinguk, tengok kiri tengok kanan…ah aman! Dan hup, saya langsung menaiki tembok dan melompatinya dengan selamat. Apesnya baru saja berniat melangkah pergi eh seluruh penduduk bang…

MENU AKHIR TAHUN

Tanggal 31 desember, jam 4 lewat banyak tapi masih ngadep kompi nungguin proses akhir tahun. Weh bakal ngakar neh, ada yang mo nemenin gak? Jangan kaget kalo ada bau kecut-kecut seger. Itu akyu! Hehehe, bis gimana lagee...gak mungkin dunk ada mahkluk manis bau melati jam segini? Selain blum mandi, yang jenis itu pada ribut dandan buat nanti, tahun baru. Bukan buat gaet cem-ceman tapi bikin kaget orang dengan ringkik tawa yang menyeramkan.

Nah lho, kok kata proses akhir taun selesai blum muncul. Padahal udah seratus persen! Hik, mana blum setting pekan, bulan, hari kerja, promo. Mpe jam berapa kita kencan kompie sayang? Gag liat apa muka sepet kaya orang gagal buang hajat ini? Come on!

Jadi mules kalo genee! Sholat aja dah, darìpada empet prosesnya blum selesai-selesai.
Hya! Tulisan 'SELESAI PROSES AKHIR TAHUN' muncul juga. Alhamdulillah...artinya proses lain masih menunggu, Nona! Jangan khawatir masih banyak. Ada yang Mau bantu gag ya? Hehehe

SLOGAN SAKTI IBUKU : MARI BERHEMAT, MARI MENABUNG

Gambar
Ibu saya tergolong ibu yang tak pernah memanjakan anak-anaknya. Sejak kecil kami dibiasakan jajan secukupnya saja. Bahkan cenderung lebih kecil dibanding kawan-kawan sebaya. Tetapi anehnya di rumah selalu tersedia apa yang kami inginkan , entah dengan membuat sendiri atau justru membelinya dari pasar. Ketika ditanya ibu menjawab pertama ibu ingin mengajari kami untuk hemat dalam menggunakan uang dan kedua ibu tak suka melihat kami jajan di luar. Ketiga demi kebersamaan. Kok bisa? Ya sebab menurut ibu dengan cara semua anggota keluarga bisa menikmati apa yang menjadi kesukaan kami. Hal lain yang sering didengungkan selain hidup hemat adalah slogan “ MARI MENABUNG!” yang kedengarannya menyebalkan. Coba bayangkan, dengan uang saku yang kecil bagaimana bisa menabung? Gerutu kami dalam hati. Tetapi ibu tak pernah berhenti mengatakan kepada kami agar kami rajin menabung. Katanya ini kelak bagi kami di kemudian hari.
Ibu saya juga tak pernah membedakan anak laki-laki dan perempuannya u…

I WISH I WAS HER

Hahahaha…Semua langsung tergelak mendengar ucapan Ustadz Munir kalau cantik dan ganteng itu bedanya hanya dari leher ke atas. Selebihnya baru diperhatikan kemudian. Betapa bangganya kita karena sebuah penampakan (means wajah) banyak yang mengagumi, ya nggak? Bahkan seorang teman yang merasa dirinya super biasa sampai berkata dengan muka masygul pada saya,” Ya kamu beruntung, kamu lebih putih, lebih cantik, aku?!”
Lho? Sejak kapan Afin tergolong cantik dan putih? Kaca…mana kaca? Please deh ah, mumpung ada yang memuji niiih. Dengan semangat saya mengaca, dan blup…saya pikir saya akan mendapati serauh wajah se-aduhai Tamara Blesz, enggak tuh. Teteup wajah biasa yang saya kenali, yang alhamdulillah tidak ruaar biasa (hehehehehe).

Ya, ya saya paham perasaan teman saya itu. Sejak kecil saya dikelilingi teman-teman dekat yang cukup popular karena kecantikan dan kecerdasannya. Wajar jika bersama mereka dirimu tak terlihat atau istilah perdukunannya sih auranya tenggelam. Jadi jika luput dari pe…

MUSASHI

Aku bertemu dengannya saat aku masih bocah. Kala itu usiaku baru mencapai angka 12, dan ia sudah dewasa. Ia pria yang tinggi, tegap, dan liat, amat menonjol dibanding sebayanya. Masa itu banyak yang mengaguminya, mengatakan ia mengesankan tapi tidak denganku. Di usia semuda itu, aku menganggapnya membosankan. Sama sekali tak menarik, meski berusaha paham.

Menginjak usia ke-14, bayangannya kian pudar. Berganti dengan sosok keren kekinian, dengan gaya omong yang lugas dan obrolan yang selalu up to date.
Di usia dua puluhan, aku benar-benar melupakan. Tak pernah bersentuhan, meski samar.

Sekarang aku justru merasa senang bisa bertemu kembali dengannya. Mungkin karena aku kini telah dewasa, melihat dunia dengan kacamata berbeda. Filsafat yang dulu terasa berat untuk dicerna, kini mulai bisa dipahami artinya.

"Apa kabar gadis kecil? Lama tak bersua, kemana saja kau berkelana?" tanyanya dengan tubuh tegak dan tangan memegangi gagang pedangnya. Kulihat kehangatan di matanya yang …

...BAGIAN...

Gambar
mari mengukur sejauh apa kita mencintai...
mengungguli nepal dari himalaya kah?
meluap seperti penyair mengecap kosakata puitisnya?
tertinggi diantara rembulan dan rasi bintang?..

seorang pengasih adalah membebaskan belahan jiwanya berpendar,
benderang diantara ilusinya, di dalam ketajaman hayalannya..
seorang penerima cinta adalah mengakui kuasanya dibuai rentangan cinta,
mengiyakan bahwa tanpanya, seperti terlelap tanpa mimpi...

mari mencari tau sedalam apa sebuah kebencian..
seperti mengukur ujung hari ke hari berikutnya kah?
seperti kurun waktu jaman romawi berbalik ke kehidupan kali kini?

tidak cukup mempertanyakan cinta...dia bukan untuk direndahkan, bukan dihentikan..
dia akan menemukan jalannya...mengunggah kejayaannya sendiri.
Diantara derita dan isak
Diantara senyum dan kerlingan mata....


Pujalah sebuah kasih seadanya saja...
berlebihan akan membuatnya terbirit lari..takut tak sewajarnya..
dia akan tau caranya merengkuh, memberi peluang-peluang indah.
"karena... sejati…

BB

Yang namanya senam wajar dong kalau keringat berleleran.
Yang namanya senam sudah biasa kan kecapekan.
Yang namanya senam pasti pengennya dapat kebugaran. Tapi kali ini yang kita dapat justru senyum lebar, cengengesan. Sewaktu seseorang berkata ,''Igh! Mau muntah deh gara-gara BB-nya.''

Hm, piye to jeung? Memang benar BB-nya memabukkan tapi bukankan sampeyan juga demikian? Mbok ya kalau bicara tengok kiri-kanan, ndak asal. Bisa-bisa sampeyan yang ditertawakan.
Rasanya, pepatah kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak cocok untuk sampeyan.
Untung saja yang diomongin nggak dengar, kalo nggak bisa habis sampeyan dicincang.

HUFFH!!

Laptop gak ada, pc-ku sakit juga. Trus gimana nulisnya? Garuk pala ampe sakit kok ya ndak nemu jalan keluarnya.
Oalah, mana gak punya cadangan diluar, misal catatan. Soalnya aku biasa nulis langsung di kompi. Kalo gini aku jadi
Pusing sendiri.

PIYE JAL?!
HUGH!

Sabar ning...sabar

KETIKA PESAN ASING ITU DATANG

Tak terbentang, tak terbuka lebar bila hati tak menginginkan. Pesan perkenalan tersalut kerahasiaan sama sekali tak mengesankan, justru membuatnya memasang tembok tebal.

'' Keras kepala!'' celetuk satu suara.
Tetapi ia acuh saja. Diangkatnya bahu tanpa beralih dari e-book yang dibacanya.

'' Bukan keras kepala, hanya perkara kejujuran saja. Tak terbiasa bermanis kata, penuh gula pada pengembara yang hendak memasuki wilayahnya. Segala hal yang anonim tak menarik hatinya, akan selalu berakhir di tempat sampah jika tak mengindahkan peraturan yang terpampang di pintu gerbang. Perempuan yang ini memang berbeda. Menerkanya tak semudah yang diperkirakan. Tiap kemanisan datang dan ditawarkan sensor-sensornya akan berjalan. . Usaha untuk membuatnya terkesan biasanya gagal jika di pintu awal ia salah mengambil langkah. Bukan,bukan pula kejam seperti yang kau pikirkan. Tetapi ia memilih unsur kehati-hatian atas banyak hal,'' bisik suara lain panjang lebar.

*ter…

SEPULUH ALASAN KENAPA BUNDA JELITA

Semua orang berkata Bundaku jelita. Dan aku hanya bisa menahan kesal tiap kali mereka berkata ,” Kamu tak secantik bundamu.”
Apa yang harus kulakukan untuk bisa secantik Bunda? Dan bagaimana ia bisa secantik itu? Tanyaku penasaran. Tapi aku tak juga menemukan jawaban hingga bertahun-tahun kemudian, saat masa kanak-kanak telah jadi kenangan dan masa dewasaku datang.
Pertama, untuk jadi secantik Bunda harus cerewet dan bisa mencubit sampai membekas. Bukan cerewet dan cubitan biasa yang hanya menimbulkan kebencian dan rasa sakit setelahnya. Tapi kecerewetan dan cubitan sayang yang disertai nasehat panjang lebar berisi kebaikan tiap kali kau melakukan kesalahan. Tak pernah bosan untuk mengulang meski balasannya gerutuan kesal yang berbunyi ,”Bunda jahat! Bunda jelek! Bunda nggak sayang aku!” Kedua, kau juga harus bisa menjewer telinga sampai panas. Tentu saja tak sekedar jeweran yang memerahkan telinga, tapi ada ajaran penting yang ia tiupkan kedalamnya. Seperti …

MAN OF MY DREAM

Selembar mimpi tercetak dalam rangkaian gambar. Tentang keinginan seorang perempuan akan pria pujaan. Tak terlalu tampan, seorang pecinta alam, tak canggung berpelukan dengan kesederhanaan, bahkan orang-orang biasa yang ia temui di jalan. Adakah dia dalam nyata? Lalu bersama-sama bergabung membentuk satu kesatuan, di atas rumah mungil di atas bukit, dengan halaman depan yang penuh pepohonan. Menyejukkan pandang, tempat dua bocah kecil, laki-laki dan perempuan berguling-gulingan di rerumputan. Memanggilnya dengan keriangan agar bergabung di atas permadani hijau tebal menghampar, milik alam. Dari kebun belakang pria itu muncul, bermandikan peluh tapi ceria saat menatap perempuan itu dan dua buah hatinya. “ Lihat apa yang Ayah bawa,” pria itu tersenyum lebar, memberikan sekantung strawberry dari kebun belakang. Dua bocah itu berlari saling mendahului, mencoba tiba lebih dulu untuk mengambil kantung harta karun dari Ayahnya, yang berkulit kecoklatan, yang berwajah ramah menyenangkan. Peremp…

BOLEHKAH KU TAHU SIAPA KAMU?

Aku tak tahu siapa yang datang, yang kulihat hanya bendera dan kota tempatmu datang. Pertanyaan-pertanyaan menyerbu, apa alasanmu mendatangi blogku.

Oh, aku tahu kau pasti kesasar kan? Salah masuk kamar sewaktu mengetikkan satu kata kunci misalnya miyabi? Atau temanku G barangkali? Seperti beberapa orang yang pernah kuketahui? Haha, kubayangkan kau pasti mengumpat sewaktu blog terbuka. Hlha kok genee? Hihi, aku jadi geli sendiri...

Atau hanya teman masa lampau yang sering kusapa saat blogwalking? Entahlah. Aku tak bisa menduganya, sebab aku tak bisa melacak jejakmu, kawan.

Ah, tapi tak apa. Aku cukup senang engkau mau datang. Mengunjungi rumah yang kubangun karena suka. Suka bermimpi dan bermain kata, menceritakan tentang apa saja yang terambil dari keseharian yang penuh warna.

Anyway, thanks for your coming. Terlepas dari apapun niatmu mendatangi rumahku. Aku berharap suatu hari aku mengenalmu supaya aku bisa menyapa dan menjabat erat tanganmu.

*sore-sore sehabis hujan
Terinspiras…