Postingan

SAAT VARICELLA (CACAR AIR) TIBA

Gambar
Kata teman-teman saya tomboy. Suka dandan asal. Nggak terlalu mentingin mode yang penting nyaman. Celana jeans dan sandal jepit nggak ketinggalan. Tentu saja sekarang tanpa t-shirt atau hem andalan. Maklum gaya berbusana berubah sejak jilbaban. Tapi secuek-cueknya saya tetap saya punya keluhan. Terlebih melihat teman yang kulitnya putih mulus seperti pantat bayi. Wuih, rasanya enggak pe-de aja kalau dekat-dekat orang macam ini. “ Duh, coba ya aku semulus dan seputih dia…” keluh saya suatu hari
Alhasil keluhan saya langsung dijawab Tuhan dengan munculnya bintik-bintik kemerahan disekujur badan alias cangkrangen atau istilah kerennya Varicella. Waduh! Saya jadi panic melihat kondisi semacam ini. Sudahlah hari raya, waktunya maaf-maafan dan ketemu saudara, kok malah terkapar tak berdaya. Kalau gini mana bisa nggaya? Udah gitu saya jadi susah makan, susah minum, susah tidur selama Mbak Varicella menghampiri saya. Karenanya juga saya tak bisa mandi seenak-enaknya. Paling menyeka tubuh den…

MY FUNNY FRIDAY

NGELURUSIN AKHLAK
Dari pagi tadi ada yang berbeda. Ada mahkluk manis yang mondar-mandir mamerin rambut barunya. Dulunya sih rambutnya punya banyak tikungan (baca keriting) tapi sekarang lurus panjang tanpa hambatan. Ada ajaaaa gayanya biar semua perhatian tertuju padanya. Mulai dari dada-dada ala Putri Indonesia, sampai berdiri deket kipas angin biar dapat efek kibar bendera. Hwaaah, hebatnya…Rambutnya? Bukan! Pssst, narsisnya…
“ Ihiiii…Mbak Intan rambutnya baru ya?” godaku. “ Bagus banget looh.”
Mbak Intan mesam-mesem sambil buka dompet. Aiih, asyik. Biasanya kalau udah gini pasti aku ditraktirnya nanti.
“ Berapa duit tuh?”
“ Murah. Cuma dua ratus ribuan.”
“ Wiidiiih muahual! Lha kalau biaya ngelurusin akhlak berapa, Mbak?”
Dompet tertutup dan syuuuut! Seekor buaya nganga, gantungan kunci sepeda motor Mbak Intan nemplok di jidat.
Asem, mulut nggak bisa ditata! Kau gagalkan rencana Mbak Intan mentraktir hamba.


YANG TINGGI BESAR
Jam 11 siang. Perut mulai lapar. Eh, ada Mbok-Mbok Penju…

KANGEN BERAT

kangen berat
Enggak bisa dilawan dengan intan berkarat-karat Mas Brad Pitt, Keanu Reeves, atau Pierce Brosnan aja lewat
Huhuhu, hijaumu mengoyak hatiku
Senyum gilamu menggangguku

Kangen yang terlalu
Tak putus jua meski segala kisah telah berlalu
Kau dan aku sudah melampaui masa gokil itu
Kangen berat aku, kangen pada tawa-tawa lucumu
Tingkah edanmu
My partner in crime

* remembering the past
thanks to nesa, and her advice to begin that gokil story
>hugging

BRAD PITT DAN WHITE LIES

BRAD PITT
Namanya jomblowati mana ada yang ngapeli sabtu gini. Kecuali sejenis, nyamuk dan sebangsanya. Makanya sampai jam tujuh aku belum mandi. Pilih meringkuk di atas kasur sambil menekuri karya Dan Brown. Lagi asyik-asyiknya ponsel bunyi. Ternyata si Ciput, kembaran saya, beda ibu beda Bapak. “ Apa, Put?” “ Aku dapat gratisan ngobrol 200 menit.” “ Cik apese kamu itu. Wong gratisan gini kok yang ditelepon aku. Mbok ya pacarmu.” “ Mbahmu itu! Wong sesama penderita penyakit belum laku kok ngejek aku. Piye kamu? Vita aja udah dapet loh. Lihat statusnya yang kuterima engkau dengan basmallah itu nggak?” “ Belum dapet. Kemarin sih udah mesen tapi embuh ya?” “ Kamu mesen yang kayak gimana?” “ Brad Pitt.” “ Terus yang dipeseni gimana?” “ Dia bilang gini : Boleh aja kalau bibirmu jontor kayak Angelina Jolie.” “ Hahahahahahahahahahahahahaha!”

WHITE LIES

HMHH, NA...NA

Hahaha, maaf Na, aku tertawa waktu kamu cerita. Padahal tanpa kamu tau, air mata udah banjir kemana-mana. Gimana lagi wong susah bendungnya. Sumpe Na, aku paham apa yang kau rasa. Wong aku pernah mengalaminya

Apa kau tahu kadang saat aku menasehatimu untuk melupakannya sesungguhnya ada setan yang keliweran dan ngakak-ngakak disebelah. Dengan sadisnya ia berkata," Bwaaah, emang enak ngomongin orang. Yang paling susah mah melaksanakan."
Hak dezz ting! Kuraaang ajar! Tapi bener yang ia katakan.

Ingat gak waktu kamu bilang kenapa suaraku kayak orang pilek kapan itu. Memang bener kalo kekalahan klub jagoanku bikin aku sedih. Tapi yang enggak segitu-gitunya sih. Sejujurnya saja aku tuh nangis gara-gara melihat wajahnya di bola yang ditendang 22 orang dilapangan itu. Sialan! Ujung-ujungnya langsung deh ingus keluar, air mata berleleran. Nggak pake disuruh, nggak pake di marahi. Fyuuuh. Alhasil, setelah begadang semalam mata bengkak kaya abis ditinju Mike Tyson. Keren kan?
Kalau d…

STRANGE MAN

He sees me as if he knew me well. Who is he? I said to my self.
When he comes and gives his smile i feel something strange.
What does he mean exactly?
Have we meet before? Or there is something else he wants from me?

When I'm still arguing it in my head, suddenly he ask me ," Do you still lonely?"
What? His question surprised me.
" I see two man who love you. Trying to get your attention but you never realize it."

Whoaaaa...is that so?
How cool i am?
How pity that man!
" I dont believe this. I never think about it before. If its true, actually what they see on me.  Look at me? I am just ordinary girl who love sendal jepit. Hihihihihi..." I keep that words in my head.


Too bad, before I ask him about it he walks away. Just walk away. Without saying anything.

How strange!


my story

100% KONTROL

Mata sepet, pala rada mampet. Punggung kayak mo patah. Kantuk juga gak mau ilang. Kerjaan belum kelar, ngedit tulisan yang mau diikutkan lomba. Fyuh, cuapek rasanya.
Tapi aku yakin akan selesai sebelum waktunya.
Kalau menang ntar, kemenangan ini buat semua orang. Orang-orang yang kusayang, yang banyak ngasih bantuan lewat nasehat dan kerelaan jadi pendengar.
Yayaya, mau gimana juga akulah penentunya. Seperti yang tersirat lagu kesayanganku 100% KONTROL itu. Ayo smangat! Meski harus 24 JAM LEWAT.

>hellow? Is it you girl? Uhuk, jadi batuk ditanyain the brandals kek gitu
*malem-malem, sendirian, dengerin ari laso, astrid, kotak, vicky sianipar, fat boy slim ama the brandals

OLAHRAGA YUUUK OLAHRAGA

Memang susah kalau punya badan berat. Mau bergerak kemana-mana bawaannya malas. Pake baju model terbaru nggak muat. Walaaaah, gawat!
Udah gitu ada yang bilang kamu kayak gajah bengkak. Yang lebih halus palingan bilang kamu sehat (yang sebenarnya kata lain gemuk terawat). Euuugh sebal. apa yang mesti dilakukan? Ditengah kebingungan ada teman yang ngajak senam. Tapi karena takut ditertawakan kamu mundur teratur ke belakang.

Eh, eh...jangan kawan. Lakukan saja. Jangan takut ditertawakan karena kamu enggak bisa gerakan senam. Buang juga rasa malu karena baju senammu hanya training bulukan plus t-shirt pudar. Ayo bangkit dan goyangkan badan. Biarkan peluhmu berjatuhan membasahi sekujur badan.
Jika nyeri datang sehabis senam biarkan. Sehari dua hari bakal hilang. Sudah itu jangan kapok untuk senam. Rasakan, kamu bakalan merasakan perbedaan.
Mungkin bukan di berat badan tapi lebih ke staiman yang mengalami peningkatan. Pegal-pegal yang acap datang setelah seharian bekerja kini mulai hilang. Ngg…

I LOVE MONDAY

MOL, I MISS YOU Hohohohoho… Pagi-pagi udah ada yang miss yu-miss yu…Aduuuh pake miskol dua kali pula. Biking ge-er aja. Ya itu juga dengan catatan kalau dia “PRIA!” Sayangnya dia wanita, makanya aku adem-adem aja. Enggak jumpalitan kayak kuda nemu rerumputan hijau segar. “ Sorry…masih sibuk bikin laporan tadi. Napa?” Message send. Balesan datang. Singkat aja. Isinya ,” Ya udah, kalo sibuk ntar aja.” Ah jadi penasaran. Biasanya doi kalo menghubungi kayak gini ada masalah. Apa yak? “ Hubungan gue ma misua dingin-dingin aja. Tidur satu atap, tapi gak ada rasanya. Gue ma dia gak saling bicara,” lapor sohibku kemudian. Sebagai penasehat umum aku mendengarkan curhatnya dengan setia. Sambil ketak-ketik laporan laen yang belum kelar. “ Udah gitu…dalam keadaan kacau gini gue ketemu ma pacar lama.” Syaaah! Udah ketebak dimana akhirnya. Tuker nomer ponsel, curhat-curhatan, nyaman dan keterusan. “ Cari perkara aja lo.” “ Gue tahu. Tapi gue juga butuh teman bicara. Dan dia bisa mendengarkan g…

NOVEMBER RAIN

Gambar
November rain, November rain
Something has missing
My heart has stolen by him
But he wasn’t feel the same

November rain, November rain
What should I do to kill the pain
Should I run to catch the wind?
Then ask it to blow my blue feelin’

November rain, November rain
Help me to forget him
Erase him on my mind
As if I never knew him


25 February 2010, 06:08
Thanks to Jera (Agnes Monica), Kekasih Sejati (written by Yovie Widianto)

Ihaaa! Tadinya pengen bikin flash fiction tapi kok berubah jadi puisi?
Gak betul ini, tapi udah jadi. So flash fictionnya besok lagi.
Dedicated to you, just you...
Bercanda ding...ini buat semua orang, yang dibaca pas lagi senang. Jangan pas lagi patah arang, ditinggal pacar, dan segala sesuatu yang berhubungan...biar nggak ngeluarin mata air eh air mata tiga hari tiga malam lamanya. Capek tauuu...Big hug for you ya!

pic taken from http://www.belindapeters.com/

READING ABOUT SURFING

See, i lost my capability in english. I never use it anymore since 2005. Sometimes Anin's mom talk to me in english, but not often. It happens if I come to her house. How pity I'am.Puff!!
But I push my self to read english literature since i have a purpose to continue my old story. It was about surfer girl.
And you know what, i laugh after read surfing handbook. OH MY GOD! I dont know the meaning exactly. I dont understand a lot of words, guys? So i just guess what's the meaning!
Huahahaha. But its ok. I think i should go forward, and never stop to do it. This handbook
gives me a good lesson actually. And what about you? Is your english better now? Or worst?

*kalo ada salah tulis, kesalahan bukan pada mata anda tapi kekurangan saya

BUKAN SUAMI SESEORANG-DAMN VALENTINE!! part 1

Gambar
KEA Dua hari yang lalu…. Hari berhujan ketika aku datang ke Pengadilan Agama. Kulihat di depan ruang sidang Lea datang diantar oleh ayah dan adiknya, mengenakan baju hitam berenda kesayangannya. Kerudung hitam berenda ia sampirkan, sementara matanya ditutupi kacamata hitam lebar. Sekilas kami berpandangan, bibirnya membuka seolah hendak berkata tetapi aku justru memalingkan pandang kearah lantai warna terakota di bawah sepatuku. Sejurus kemudian kami memasuki ruang sidang. Dengan segala bla-bla-bla dan kebosanan aku berharap sidang cepat diakhirkan. Lalu detik-detik menentukan pun datang. Ketukan palu Hakim terdengar, satu tanda bahwa aku dan Lea telah syah berpisah di tengah jalan, satu hal yang tak pernah kuimpikan sejak awal pernikahan. Semua berawal di bulan keenam pernikahan kami sewaktu selentingan tengan perselingkuhannya mula kudengar. Rasa marah yang menggelegak akibat berita itu benar-benar menyiksa perasaan. Tetapi logika sehatku masih berjalan. Aku harus punya…

HEI, KEMANA PERGINYA SEMANGATKU?

Lemah, letih, lesu. Itu gejala kekurangan vitamin S (Semangat). Melemahkan bank imajinasi dan operasi bank kata-kata. Segala daya dikerahkan tapi malah mogok jadinya. Seperti mobil tua kehabisan tenaga, aku kelelahan menangkap huruf dan kata yang melompat-lompat susah ditangkap.
Come on, come to me baby. Help me, please. Kataku pada mereka, tapi yang terdengar malah tawa mengejek dimana-mana. Tak menyerah aku memencet keyboardku. Hanya saja huruf dan kata kian susah ditangkap. Larinya kian cepat, dan aku pontang-panting mengikat mereka erat dalam rangkaian cerita. Usai kejar-mengejar kusadari cerita lucu yang hendak kusampaikan malah berganti dng kalimat panjang, lukisan kepedihan.
Apa yang terjadi padaku, karena engkaukah itu? Samurai yang pergi tanpa tanda, dan membuatku kehilangan keinginan pada setiap tangan yang mengulurkan perhatian. Karena kamukah itu? Hingga aku kehilangan rasa humor dan kegokilanku?
Fuh, dont know what to do

*iseng pas mata berat, susah diangkat, tapi kerj…

RINDU MENGAJI

Sejak tiga bulan silam, tepatnya bulan november aku berhenti ngaji, kegiatan yang selama ini biasa kulakukan sepulang kerja (biasanya ngajinya mulai jam 6 petang). Mulanya karena sibuk perkara kerjaan. Lalu jadwal mengaji yang bentrok dengan kegiatan baru, yaitu olah raga sebanyak tiga kali seminggu. Tadinya mikir ngaji dan olahraga bisa jalan barengan. Selain sehat badan sehat jiwa dan tambah ilmu agamanya. Eh prakteknya sulit terlaksana. Mau pindah jam olahraga yang jam empatan, kelelahan. Akhirnya bagi-bagi hari. Belakangan karena hujan dan teman-teman ngaji di baitul munir mulai bubar jalan, tinggal sekitar lima ekoran, akhirnya aku pun ikut bermalas-malasan. Sampai sekarang.

And you know what, aku justru merindukan suasana di tempat mengaji itu sekarang, setelah tidak belajar lagi disitu. Aneh, padahal dulu malah kebalikan. Ditengah ngaji malah pengen pulang merebahkan badan yang kecapekan. Sekarang saat waktu merebahkan badan terbuka lebar eh nyatanya malah bingung cari kegiata…

PEJALAN JAUH PART 9

Lama tak mendengar kabarmu, Pejalan Jauh. Ternyata aku sudah ketinggalan banyak berita seberapa jauh engkau telah tumbuh. Kudengar jejak langkahmu kian mantap. Goresan-goresannya prestasi yang kau bangun berkembang, menyeruak diantara segenap banyak orang yang berkemauan. Kau memang hebat, Pejalan Jauh. Kau selalu tak mudah menyerah, maju terus pantang mundur demi sepotong cita-cita yang kau gantungkan setinggi bintang.
Tetapi menyaksikanmu bersimpuh di hadapan Tuhan, jauh lebih mengesankan ketimbang berita kesuksesanmu yang sering terdengar. Kau tampak menyatu dan jauh dari kesan sulit dijangkau saat berhadapan dengan Sang Pencipta Alam. Seluruh kesah kau haturkan dalam nada lirih penuh perasaan.
Kau sama sekali tak tampak garang, tapi justru kesan lembutlah yang tersembul jika demikian. Betapa berbedanya engkau kini, Pejalan Jauh. Tak sama lagi seperti lelaki kecil yang kutemui beberapa tahun lalu.
Ingatkah kamu ketika syair-syair patah hati merasukimu. Kau jadi sedemikian sentiment…

TIGA HARI MENJELANG RAMADHAN

Kepada Yth. Ibu Negara, Assalamu’alaikum, Ibu. Semoga Allah selalu memberkahi dan melindungi Ibu. Entah kenapa malam ini saya ingin bercerita tentang semua keresahan saya kepada Ibu tercinta. Sudah beberapa hari ini saya tidak bisa tidur nyenyak, Bu. Diganggu kegelisahan tiap kali menatap penanggalan. Ya, tiga hari lagi ramadhan tiba dan saya tak punya uang. Jangankan untuk belanja selamatan menjelang ramadhan, Bu, untuk makan sehari-hari saja saya kebingungan. Mau hutang ke warung Yu Kismi saya tak berani, sebab masih ada hutang lalu yang belum saya lunasi. Bahkan si kecil demam pun saya tak bisa membelikannya obat. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa sambil mengompresnya dengan air dingin. “ Pergilah ke Puskesmas, Yu. Gunakan Jamkesmas,” saran Bu Rus, pengurus Posyandu RT kami. Tapi bagaimana caranya? Saya kan tidak punya. Entah kenapa kok justru orang-orang yang lumayan berada seperti Mbak Sri yang justru bisa menggunakannya. Bukank…

PEJALAN JAUH PART 7

Duluuu…saya ndak pernah mikir saya bisa cinta saya manusia seperti sampeyan. Apanya yang menawan dari seorang pria berbandana hitam, menutupi rambut cepak yang malas shampoan, kulit coklat karena terbakar sinar, bercelana sedengkul bulukan berpadu kaus pudar yang paling nyamleng kata sampeyan, beserta tas ransel tua yang nggak pernah ketinggalan. Fiuuh!! Noraaak! Norak bukan kepalang!
“ Yo ben! Pokokmen aku seneng,” balas sampeyan enteng waktu seseorang menegur perkara penampilan yang aneh bin ajrut-ajrutan itu. “ Sumpah deh, saya gak mau sama orang kayak gitu,” batin saya sambil berlalu. Tapi apa yang terjadi kemudian? Pelan-pelan tingkah laku sampeyan mencuri perhatian. Cara bicara yang tajam dan tepat sasaran bikin saya ternganga, kepingin nimpuk tapi sekaligus menyadari kalo sampeyan benar tentang makna pasrah yang sering kali disebut banyak kyai dalam pengajian bukanlah pasrah, neda nrima, tanpa usaha. Sudah ada pancingnya, maka kaillah ikannya. Jangan diam saja berharap pancing…

SILLY THINGS, FUNNY THINGS IN MY LIFE

Dikira Pembantu
Sepasang suami istri datang mencari Bapak, tapi karena beliau tidak ada mereka pun pulang. Besoknya Bulik saya bercerita, tamu Bapak yang juga dikenalnya itu mengira kalau saya ini pembantu Bapak dan Ibu. Maka manyunlah bocah sepuluh tahun yang dikira pembantu itu (saya maksudnya) sambil ngedumel,” Asem!”
Tapi ya nggak salah sih kalau dikira pembantu, lah wong sesore itu saya masih belum mandi, rambut awut-awutan, keringat bercucuran gara-gara membabu buta menyelesaikan tugas bersih-bersih rumah. Ugh!

Bukan Babe………
Tanpa ba-bi-bu saya langsung menyeret Babe pulang, saya sudah bosan disuruh ikut ngider-ngider di pasar. Aneh kok Babe gak bergeming, begitu mendongak….Hiks, bukan Babeku. Tanpa menoleh aku langsung menuju kearah Babe yang sedang berdiri di depan kios sayuran.

BOLOS TAPI SIAL
Celingak, celinguk, tengok kiri tengok kanan…ah aman! Dan hup, saya langsung menaiki tembok dan melompatinya dengan selamat. Apesnya baru saja berniat melangkah pergi eh seluruh penduduk bang…

MENU AKHIR TAHUN

Tanggal 31 desember, jam 4 lewat banyak tapi masih ngadep kompi nungguin proses akhir tahun. Weh bakal ngakar neh, ada yang mo nemenin gak? Jangan kaget kalo ada bau kecut-kecut seger. Itu akyu! Hehehe, bis gimana lagee...gak mungkin dunk ada mahkluk manis bau melati jam segini? Selain blum mandi, yang jenis itu pada ribut dandan buat nanti, tahun baru. Bukan buat gaet cem-ceman tapi bikin kaget orang dengan ringkik tawa yang menyeramkan.

Nah lho, kok kata proses akhir taun selesai blum muncul. Padahal udah seratus persen! Hik, mana blum setting pekan, bulan, hari kerja, promo. Mpe jam berapa kita kencan kompie sayang? Gag liat apa muka sepet kaya orang gagal buang hajat ini? Come on!

Jadi mules kalo genee! Sholat aja dah, darìpada empet prosesnya blum selesai-selesai.
Hya! Tulisan 'SELESAI PROSES AKHIR TAHUN' muncul juga. Alhamdulillah...artinya proses lain masih menunggu, Nona! Jangan khawatir masih banyak. Ada yang Mau bantu gag ya? Hehehe

SLOGAN SAKTI IBUKU : MARI BERHEMAT, MARI MENABUNG

Gambar
Ibu saya tergolong ibu yang tak pernah memanjakan anak-anaknya. Sejak kecil kami dibiasakan jajan secukupnya saja. Bahkan cenderung lebih kecil dibanding kawan-kawan sebaya. Tetapi anehnya di rumah selalu tersedia apa yang kami inginkan , entah dengan membuat sendiri atau justru membelinya dari pasar. Ketika ditanya ibu menjawab pertama ibu ingin mengajari kami untuk hemat dalam menggunakan uang dan kedua ibu tak suka melihat kami jajan di luar. Ketiga demi kebersamaan. Kok bisa? Ya sebab menurut ibu dengan cara semua anggota keluarga bisa menikmati apa yang menjadi kesukaan kami. Hal lain yang sering didengungkan selain hidup hemat adalah slogan “ MARI MENABUNG!” yang kedengarannya menyebalkan. Coba bayangkan, dengan uang saku yang kecil bagaimana bisa menabung? Gerutu kami dalam hati. Tetapi ibu tak pernah berhenti mengatakan kepada kami agar kami rajin menabung. Katanya ini kelak bagi kami di kemudian hari.
Ibu saya juga tak pernah membedakan anak laki-laki dan perempuannya u…