Postingan

Ganbatte, My Man!!

Gambar
Dia satu-satunya pria yang dengan lantang kupanggil sayang, bukan karena persaudaraan, bukan juga karena hubungan percintaan tapi karena persahabatan. Ia Ia-lah orang yang membuatku menangis bukan karena hatiku telah dipatahkan tapi karena ia tegar, tak pernah mengeluh atau menangisi keadaan. Selalu bilang— aku kuat dihadapan orang. Sering bercanda seolah dunianya baik-baik saja. Padahal di dalam sana, di kepalanya ada penyakit yang menggerogotinya. Penyakit yang pernah membuatnya divonis segera tutup usia, oleh seorang dokter yang hanya manusia biasa yang sama tak tahunya dengan saya dan orang lainnya tentang rahasia jodoh, rizki, dan mati. Kehidupan telah membawakannya gelombang lain di saat yang sama. Gelombang bernama perpisahan dengan seorang perempuan yang telah menjadi ibu dari anak-anaknya. “ Ini jalan yang terbaik, jika kami terus bersama tak ada jaminan hubungan kami sebaik sebelumya. Terutama bagi anak-anak. Jalan kami sudah berbeda,” kisahnya suatu ketika. “ Kami sudah

ISENG ITU INDAH

Gambar
Iseng memang identik dengan konotasi negative, tapi iseng yang ini lain. Iseng yang ini biasanya menghasilkan kepuasan. Terutama untuk diri sendiri yang suka gatal jika buku bacaan sudah habis dan hanya diam bertopang dagu tak ada yang dilakukan. Cerita bermula saat akhir bulan. Nggak punya uang, tapi pengen macam-macam. Eits! Bukan macam-macam pake tanda kutip lo, hanya ingin punya sweater rajutan. Masalanya saya tak bisa merajut. Sewaktu minta diajari tante kecil pun ia bilang cuma bisa dasar-dasarnya saja. Cukup untuk membuat pita atau tatakan vas di meja. Tapi penyakit gila saya sedang kumat! Baru diajari sehari bikin rajutan saya sudah membuat pola baju diatas kertas koran. Pola yang asal saja, karena saya tak tahu apa-apa soal bikin-membikin pola baju walau bapak saya penjahit. Kres, kres, kres! Pola baju saya gunting. Sebentar kemudian mulai merangkai rantai-rantai dari benang wol dengan dasar yang diberikan tante saya. Satu, dua…oke juga. Seterusnya nekat saja

TERIMA KASIH SEMUA

Gambar
Biasanya enam bulan sebelum hari H, tanggal 19 Juli, saya sudah membuat pidato kenegaraan. Tapi kali ini tidak. Saya tak punya waktu *cieeeh gayanya. Secara kerjaan semakin hectic saja tiap harinya dan saya tak punya asisten untuk membantu saya menerjemahkan kata-kata diatas selembar kertas *gyah kumaat si Afin mah. Tapi dalam kesempatan ini ijinkan saya untuk mengumandangkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang di sekitar saya, yang telah memberikan inspirasi, cinta, semangat dan juga duitnya (ehehehehehe). First, tentu saja kepada Babe dan Bunda tercinta. Yang nggak bosan-bosannya mencintai saya yang ajrut-ajrutan. Yang menghancurkan impian kalian untuk punya anak perempuan yang manis dan selalu menuruti apa kata orang tua. Waks, pada saya semua itu lewat (maaf). Saya selalu tampil ala kadar, tomboy kata orang. Suka ngasal. Udahlah numpang tapi sering “ kulang ajal!”. Coba apa enggak menggemaskan? Untunglah Babe dan Bunda sabaaar, nggak sekalip

GARA-GARA MY STUPID BOSS FANS STORIES

Gambar
Kemarin siang, pas istirahat siang Babe bilang ,” Tuh, ada paket buatmu.” Syalalalalala! Ternyata paket dari Gradien Mediatama, yang udeh ditunggu ampe liuran berhari-hari. Ini paket bukan sembarang paket. Cuma orang-orang terpilih yang boleh dapat paket ini. Orang-orang yang tega curcol-nya atawa curhat colongannnya tersebar ke seluruh Indonesia, dengan resiko semua yang baca langsung kena penyakit gila mendadak stadium empat. Lha gimana enggak, di kantor, di rumah, di jalan mesam-mesem enggak jelas. Tanya tuh Mbak Kerani, chef yang udeh bikin si kece Vera Quin ampun-ampunan. Bingung gimana caranya bikin masakan yang bikin orang terpingkal-pingkal seperti masakan berjudul My Stupid Boss Fans Stories ini. Satu, dua, tiga…Paket dibuka nggak pake lama. Langsung guling-gulingan waktu lihat isinya. Nih ada gambar si Boss alias Kloningan lele lagi nggaya, buku yang tebalnya berguna buat nimpuk bos kecil kalo kumat gelo nomernya, gantungan kunci imut, dan kaos yang bakal

CATATAN SEORANG RELAWAN

Gambar
Setahun lalu… Melihat berita pemboman Israel di Gaza lewat televisi itu hatiku tercabik. Keprihatinan yang dalam mendorongku untuk mendaftarkan diri menjadi relawan medis disana. Istri, mertua dan orang tuaku melarang. Bukan apa-apa, tapi itu daerah perang. Jika nyawa melayang siapa yang akan menanggung. Tapi tekad sudah bulat. Mereka memerlukan bantuan. Dan aku punya kemampuan. Selaku dokter spesialis orthopedi kurasa keahlianku dibutuhkan. Hari-hari sebelum keberangkatan adalah hari terberat untukku. Istriku menangisiku. Anak-anak tak mau lepas dari pelukanku. Mertua dan orang tuaku turut pula menghalangi langkahku. Kenapa aku harus kesana sementara menurut mereka di Indonesia masih banyak orang yang membutuhkan bantuan? Tanya mereka. Biarlah badan resmi pemerintah saja yang melakukan, bukan kamu yang tak tahu apa-apa soal menolong orang di medan perang. Benar apa yang mereka katakan. Jangankan di Palestina, disini saja masih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Tapi j

ANAK SAYA YANG PEREMPUAN

Anak saya yang perempuan, umurnya sudah tiga puluh sekarang. Betah betul melajang, bikin hati saya empot-empotan. Mikir siang malam, apa jadinya kalau ia terus menerus sendirian. Apa dia ndak ngerti kalau kawin punya anak lewat tiga puluh itu beresiko tinggi? Bukan hanya itu, kalau terlalu tua saat punya anak itu ndak enak. Bayangkan disaat anak-anak masih memerlukan biaya besar, kita sudah loyo. Tak bertenaga untuk mencari uang. Repot kan? Tapi dianya ringan. Tiap kali saya menyinggung perkara itu jawabannya enteng saja. Nanti juga ketemu. Kapan? Entahlah. Ibu kan keburu tua. Kalau mati gimana? Eh dia malah berkata ,” Lha kalau saya dulu yang mati?” Skak mat! Saya ndak bisa omong. Hanya menghela nafas panjang dan membiarkannya melenggang. Tulilut! Tulilut! Itu hape anak perempuan saya. Nampaknya ia tak berkenan. Sambil mendecak malas ia biarkan sms itu berlalu tanpa balasan. “ Dari siapa kak?” saya berharap yang sms itu-pria. “ Orang kantor. Males deh. Lagi cuti juga ada a

SANG PEJALAN JAUH PART 11

Gambar
Sang Pejalan Jauh Si Kemayu. Dia tak sadari kalau aku menangkap profilenya dengan kameraku. Sebenarnya sudah lama juga menahan perasaan. Sejak masih bau kencur dan malu-malu bila ketahuan suka bocah perempuan. Di usia ketujuh belas aku menyatakan perasaan setelah sekian lama dipendam. Hasilnya hanya senyuman. Tanda diterima? Bukan? Ia menolakku dan menyatakan kalau ia menyukaiku sebagai teman. Sialan! Tapi aku tak patah arang. Masih juga berharap dengannya-lah kuhabiskan hidup hingga ajal menjelang. Lalu perempuan lain datang. Mengisi kesendirian, membuatku melupakan si kemayu. Tapi tak sepenuhnya begitu. Yang lain, yang juga kemayu, tak mampu mengusirnya sepenuhnya ia dari anganku. Tak bisa dibantah bila senyumnya mengawang di angan kurasakan kenyerian yang sulit dilukiskan. Apa itu sebuah kebodohan? Entahlah. Sekarang di usia yang sudah matang, kuulangi lagi ungkapan perasaan. Apa itu bahasa anak sekarang? Nembak kan? Dan jawabannya kembali senyuman. Ah, jadi gema

SANG PEJALAN JAUH PART 10

Gambar
Senang juga melihatnya datang. Sudah lama tak bersua. Banyak perubahan padanya. Bukan hanya muka yang tampak lebih dewasa tapi juga pola pikirnya. Pengalaman hidup rupanya berperan menjadikannya sedemikian rupa. Ha oh ya, ia juga lebih tambun dari yang kuingat. Bila duduk nampak ada yang menyembul di balik kausnya. Ular naga, katanya bercanda tiap kali seseorang menyentil gelambir di perutnya. “ Beginilah. Terlalu banyak makan fastfood dan jarang olahrga,” cetusnya santai mendengar celetukan kecil sang kakak atas bentuk tubuhnya sekarang. Kok tahu? Iya, sebab jika kemari ia suka duduk bersamaku dan menceritakannya di laptop itu. Lantas di posting di blog pribadi yang kini jarang diambahi. Sibuk, banyak waktu dihabiskan dijalan. Nggak sempat lagi ngurusin yang begituan. Begitulah alasan yang terlontar seiring dengan kesibukan kerja yang sulit ditinggalkan. Tapi ada satu yang tak berubah. Kesukannya memetik gitar. Kapanpun ada kesempatan. Seperti sekarang. Seuntai lagu mello

LEWAT TENGAH MALAM

Kurasa kau benar hidup itu perjuangan. Bukan semata hadiah pemberian Tuhan. Nikmati dan lakukan banyak hal agar saat kau pulang, kau bisa katakan pada-Nya ,'' Aku telah menggunakan waktu yang kau berikan.'' Lengkap dengan catatan harian seluruh rangkaian perjalanan, baik buruknya, getir manisnya. Tapi kau benar juga saat berkata kita sering melewatkannya begitu saja. Menyesali kehidupan dan menyumpahinya. Menyalahkan Tuhan atas kegagalan kita. Lupa bahwa kitalah arsiteknya, seseorang yang mestinya dipersalahkan atas kerapuhan bangunan kehidupan kita. "Bukalah tangan kecilmu, kembangkan. Lalu terbang. Jangan biarkan pikiran buruk jadi penghalang. Dunia maha luas, begitu banyak perubahan bisa kau lakukan lewat jari-jari tangan kecilmu." Tengah malam melarut. Kulihat jam, kini sepertiga malam. Sebentar lagi subuh datang. Terserah padamu apa yang akan kau lakukan dengan hidupmu. Kau bisa pilih, terus diam dalam kubangan yang sama atau bergerak sepijak de

PEJALAN JAUH PART 8

Gambar
Sejak bertemu denganmu aku merasakan sesuatu yang berbeda. Pikiran bebasmu menyeretku ke satu dunia yang tak pernah kumasuki sebelumnya. Dunia penuh mimpi, dunia yang kuabaikan selama ini. “ Bermimpilah karena mimpi tidak bayar. Untuk apa takut bermimpi, apa kau tahu banyak hal hebat di dunia ini berawal dari mimpi,” katamu seolah percikan api yang membakar hasrat diri. Begitukah? Bagaimana jika aku kehilangan segala kenyamanan yang kupunya hanya untuk mengejar sebuah mimpi yang belum pasti? Inilah hidupku, ini pilihanku. Sesuatu yang memang kusukai sejak dulu. “ Benarkah itu?” ucapmu sambil menuang air panas dalam gelas berisi bubuk kopi. “ Jika kau suka mengapa kau selalu mengeluh? Tak pernah kulihat kau merdeka di dalamnya.” Diam tak bisa berkata-kata. Kutekuri tanah di bawah kakiku. Mengiyakan dalam hati ucapnya itu. Kau benar. Aku tak merdeka. Aku sudah lupa apa arti merdeka. Orang lain melihatku tampak bahagia, sesungguhnya tidak di dalam sana. Tapi aku selalu

KAPAN LAGI BISA NYAMBIT PAK BM PAKE SANDAL?

Jam 15.15. Di luar hujan. Suasana muran. Tapi muka Pak BM lebih seram. Segala vampire, hantu, atau jin perayangan lewat kalau disandingkan dengan Pak BM sekarang. Nggak ada yang berani dekat, apalagi nyapa. Bukan kenapa-napa sih. Hanya males dapat ganjarannya. Lha mosok yang paling ringan lirikan setajam silet. Po ra remuk nanti? Ck, ck, ck…sampeyan makan apaan tadi siang? Semut rang-rang? Mendadak… “ Intaaaaan…Moleeen! Reek… Aduh piye iki?!” Jeritan itu bikin hati kita rontok sendiri-sendiri. “ Alamat bakal di sate sama Pak BM,” bisikku di telingan Mbak Intan. Mbak Intan bermuka pasrah, udah siap aja kalau nanti ditimbuni gunungan sampah amarah. Pintu ruang dibuka. Pak BM lagi naik di atas kursi sambil nunjuk-nunjuk ke bawah meja. Dimana seekor kecoak ber-asereje gila! Mainin sungutnya kemana-mana, maju mundur semaunya, dan bikin Pak BM geli-geli gimanaaa… “ Bunuh! Bunuh dia!” Aku dan Mbak Intan saling pandang. Tak mau saling mendahului. Apalagi menyaingi. “ Bunuh! Tunggu ap

Ungkap Kepribadianmu dari Gambar Rumahmu!

Ungkap Kepribadianmu dari Gambar Rumahmu! Dear Afin Yulia, Anda telah menggambar sebuah rumah. Berikut adalah analisanya: 웃 : Rumah Anda mengatakan bahwa Anda harus menjadi pemimpin. 웃 : Anda pandai mencari teman dan ketika tiba saat gembira, 웃 : anda membuat mereka gembira. 웃 : Anda pemalu dan pendiam. Anda selalu ingin hidup sendirian. 웃 : Jika Anda memiliki masalah, Anda butuh teman utk berbagi dengan Anda. 웃 : Hidup Anda selalu penuh perubahan. 웃 : Ketika datang cinta, Anda menutup diri. 웃 : Sulit untuk mendapatkan hati Anda, 웃 : karena Anda telah memutuskan utk menjaga perasaan Anda jauh di dalam. 웃 : Anda adalah orang biasa dan low profile. 웃 : Anda juga akan bertemu keberhasilan dalam hal-hal penting, 웃 : tanpa banyak kesulitan. 웃 : Anda memiliki kepribadian kuat dan Anda suka memerintah, 웃 : berpengaruh dan mengontrol orang. 웃 : Anda menambahkan bunga ke dalam gambar Anda. 웃 : Bunga menandakan bahwa Anda memiliki cinta untuk waktu yang lama. 웃 : Kami juga mel

PAK ISDIYANTO, ALDY, DAN TUTEHWATI

Sudah ngeblog sejak Mei 2006, kalau dihitung-hitung sudah 4 tahunan. Usia yang panjang, dengan berbagai tulisan. Kebanyakan bukan hal yang hebat. Biasa saja. Tergantung apa yang lewat di angan-angan. Tentu saja juga punya banyak teman. Dari blogwalking yang dulu sering kulakukan. Sekarang? Jarang.Mungkin tak pernah lagi. Entahlah. Karena kerjaan atau sudah tak terlalu bersemangat lagi. Diantara mereka ada Pak Isdiyanto dari SEmarang, Aldy dari Bandung, dan Tutehwati (Tuteh Pharmantara ding. Sewaktu dulu saya malas-malasan. Enggan apdet karena satu hal, Tuteh selalu muncul dan bilang ," Apdeeet Sistaaa...Jangan cuma fb-an ajaa!" Pelan-pelan semangat yang hilang muncul kembali. Tumbuh dengan kegilaan lain. Biasanya lebih sering ditaruh di facebook, dalam bentuk note. Aldy. Sudah jadi teman sejak lama. Tapi memang tergolong blogger yang jarang apdet karena kesibukannya. Pernah berbulan-bulan nggak ada isinya. Dari jaman dia masih single fighter sampai kini sudah jadi

SEMPURNA

Masih berpikir tentang sempurna ketika melihatnya. Tinggi cantik putih, mempesona. Rambutnya coklat pirang, high heels-nya nggak ketulungan. Tinggi, runcing, langsing. Selangsing kaki belalangnya yang terpampang hingga di pertengahan paha, selebihnya menghilang di balik rok ber-rimpel warna baby pink. Naik ke atas sedikit sampai ke pinggang rampingnya. Melihat ukurannya mana mungkin 28, pasti 27 atau 26 ya? Dan wajah itu betapa putihnya, mulus tanpa noda. Mungkin hasil karya salon-salon terkemuka. Bukan yang murahan, mana mungkin perempuan se-elite dia pergi ke salon macam itu. Mungkin saja dokter spesialis kulit seperti bosku-yang katanya harus mengeluarkan uang beratus-ratus ribu maybe moore untuk kulit sehat sempurna, seperti Apel New Zealand atau sejenisnya, yang merah merona. Menggoda, minta digigit saja. Ya Tuhan, aku kok jadi iri ya. Ingin rasanya memiliki apa yang ia punya. Ia sempurna seperti gambaran wanita-wanita dalam iklan. Andai saja waktu bisa diputar,

MENILAI PEREMPUAN

Gambar
Sudah biasa mendengarkannya cerita. Panjang lebar. Lagi-lagi tentang perempuan. Membosankan, hanya sekedar ham-hem saja reaksi yang keluar. Sementara mata tetap menatap ke depan, pada layer computer sambil mengetikkan angka-angka. Biasalah, mengerjakan nota. Si pencerita tak sadar si pendengar tak benar-benar mendengar. Pikirannya sibuk melayang-layang, menuliskan satu persatu paragraph tentang bagaimana harusnya menilai perempuan. “ Menilai perempuan harusnya jangan hanya dari ukuran dada dan pinggang. Mana bisa itu jadi patokan. Sebab perempuan lebih kompleks dari sekedar ukuran. Bisa jadi ukuran si perempuan ideal seperti model-model iklan. Tapi adakah semua itu mencerminkan bagaimana si perempuan? Tidak. Ukuran dada dan pinggang hanya akan menimbulkan ketercengangan, decak kekaguman. Namun sesungguhnya ukuran yang harus diperhitungkan adalah di bagian dalam. Ketika ia tersenyum melihatmu datang. Sabar menghadapi omelanmu sewaktu mantel hujan yang kau pakai kemarin lupa ia bersi