Postingan

TUHAN AKU MALAS JATUH CINTA

Gambar
Duh Tuhan, aku malas jatuh cinta. Tiap kali ia datang, segala penyakit langsung bertebaran. Mulai gigilan tubuh yang sukar dijelaskan, debar dada yang meningkat kencang, sampai keringatan dihantam lirikannya yang dahsyat (padahal siapa tahu ia juling kan).

Gejala penyakit mata akut pun mulai tampak, dilihat dari caraku melihat yang—oh tak ada satupun darinya yang tidak mengesankan. Everything is great! Padahal semua orang bilang, dia itu jadul dan kurapan. Eh bukan diing…panuan (yaelah beda tipis dah…). Kulitnya yang hitam itu lho Tuhan jadi tampak terang. Coba apa salah kalo kawan-kawan bilang saya itu buta warna?

Belum lagi kegilaan yang mulai bertahta. Dilihat dari intensitas saya menatap layar ponsel yang diam seribu bahasa. Menanti kabar darinya yang tidak muncul seminggu lamanya. Mendadak jadi merana ketika ia tak menjawab sapaan saya di YM atau pesan dinding saya di facebook. Hwaaaa…kok jadi gini ya?

Saya juga jadi sulit tidur tiap kali bayangannya nampang. Mau sembunyi di m…

KEPITING VS KALAJENGKING

Jam 23.00. Aku dan Kee masih belum bisa menutup mata, saling diam tanpa satupun yang mulai pembicaraan. Blah! Seharusnya bukan begini ceritanya, batinku sambil mengingat kembali kisah-kisah romantis yang pernah kubaca…. Lalu, setelah perjalanan cinta yang berliku akhirnya, Kepiting Vs Kalajengking pun bersatu. Mereka disatukan dalam satu pernikahan yang indah, penuh bunga dan tawa bahagia. Ketika malam tiba, sang pengantin kembali ke peraduannya, saling pandang penuh cinta dan kemesraan yang tak bisa kau bayangkan sebelumnya. “ Oh, kanda…aku sangat bahagia bisa bersatu denganmu,” ucap Kepiting sambil menggelendot manja. “ Demikian juga aku, Dinda. Setelah hari ini tanpamu duniaku akan hampa,” “ Oooh, Kanda…” “ Oooh, Dinda…” Sang mempelai berpelukan sedemikian eratnya. Saat mata mereka beradu, mereka tahu inilah saatnya untuk memadukan cinta tulus suci mereka. Lalu tangan pun tergenggam kian era, sementara wajah mereka kian dekat,…

MET ULTAH KE-7 BLOGFAM

Bergabung sejak 2006, saya memang tergolong anggota pasif disana. Meski begitu saya mengikuti perkembangannya. Gara-gara Blogfam juga saya kenal Mbak Yovita Admadjaja aka Mbak Vi3, juga Tuteh dan Arien Ratih. Dua nama terakhir inilah yang membuat saya mupeng pengen punya buku. Gimana caranya sih biar bisa kayak mereka meski pun keroyokan dengan lainnya?
Hahahaha, tapi sekian lama keinginan itu terpendam saja. Sebab saya tak tahu caranya.

Gara-gara blogfam juga saya tergiur untuk jadi penulis begitu tahu anggotanya macam Kang Iwok Abqary dan Mbak Indah Juli itu penulis terkenal. Kayaknya asyik niiih, pikir saya waktu itu.

Dan gara-gara Blogfam juga saya akhirnya berani terjun ke dunia penulisan setelah menang nomer tiga di lomba Agustusan Blogfam 2008. Saya yang sebenarnya tidak pede-an jadi berani mengirimkan karya ke lomba penulisan lain setelah kemenangan itu. Entah kenapa, serasa dapat suntikan semangat.

Dan pede saya kian nambah saat tahun 2009 saya menang lomba Agustusan Blogfam…

LUCUNYA ANAK-ANAK

Sania, mantan murid saya saat masih menjadi instruktur di salah satu kursus bahasa Ingris itu memang menyenangkan. Ia yang masih duduk di TK A itu terkenal cantik, lucu ,dan pintar. Setiap kali bertemu ada saja yang ia ceritakan. Seperti waktu itu saat ia bicara tentang pacar. Tak ayal saya mesam-mesem mendengar apa yang ia omongkan. Iseng saya bertanya, ,”Memangnya pacar itu apa sih, San?”

"Pacar itu seperti Mama dan Papa, Kak Afin. Kemana-mana bersama," jawab Sania dengan kepolosan khas anak-anaknya.

Twiiiing...pek…buk….glodaag! Saya tergelak mendengar jawaban pintarnya. Nggak nyangka dalam benak bocah seusia dia sudah ada konsep pacaran juga. Beuuuh, ini gara-gara kebanyakan nonton sinetron atau apa sih? Tanya hati saya sambil nyengir kuda.

Tak berapa lama kemudian tempat kursus itu saya tinggalkan. Saya ganti profesi menjadi admin di salah satu distributor di kota kelahiran saya. Di kantor itulah saya mendapatkan celoteh lucu bin menohok dari putri rekan sekerja saya.

Cerit…

SEBUAH PERTOLONGAN

Malam pekat. Pagi melambat. Kulalui jalan setapak. Kuseka peluh sembari membenahi buntalan daun jati di pundak. Mendadak rasa tak enak menyergap. Bertalu-talu ia mengharap—Pulanglah cepat!
Di tikungan seseorang meraup dadaku lekat. Mulutku dibungkam kuluman yang jahat. Aku tak bisa berontak. Hingga satu kesempatan tiba, aku melesat.
“Sampeyan kenapa?” tiba-tiba pria tua muncul dan bertanya.
Aku tergugu dan menurut saja saat ia menuntunku ke warungnya.
“Diam disini, ia takkan menemukanmu,” katanya seolah tahu apa yang menimpaku.
Benar saja, sang durjana tak melihatku disana. Kudengar serapahnya, gara-gara aku tak juga ditemukannya.
“ Sudah aman, keluarlah sampeyan sekarang,” kata pria tua itu kemudian.
Aku mengiyakan, tapi mataku tak kuat menahan kantuk dalam. Hingga aku dibangunkan seorang pencari kayu yang bertanya heran ,”Ngapain sampeyan tidur di pring-pringan?”

126 kata termasuk judulnya
Dibuat dalam rangka Lomba Flash Fiction Blogfam

Catatan
Sampeyan : kamu
Pring-pringan : rimbun…

Membaca Garis Hidup Sesuai Angka Kelahiran

Dear Afin Yulia, Angka Garis Hidupmu adalah 5, yang artinya:
Minat dan kemampuannya banyak, petualang, dan progresif adalah beberapa gambaran bagi mereka yang angka garis hidupnya 5. Anda tidak menyukai rutinitas, sehingga pekerjaan sehari-hari yang harus langsung diselesaikan bukan untuk Anda. Selalu berusaha mencari jawaban bagi misteri kehidupan, Anda ingin selalu bebas, independen, dan tidak ada ikatan".

Iseng saja menggunakan aplikasi ini di facebook. Hasilnya memang sesuai dengan apa yang saya pikirkan akhir-akhir ini. Rutinitas kantor membebani saya. Ada semacam perasaan kurang nyaman ketika melakukan. Atau boleh dibilang keterpaksaan. Kenapa? Entahlah. Passion saya dibidang lain? Saya rasa iya. Sehingga kerjaan kantor itu membuat saya dibelenggu tekanan.
Kebebasan gerak saya seolah hilang. Padahal dalam kondisi yang sama teman saya merasa enjoy saja.
Sementara saya tak menikmati pekerjaan itu sepenuh jiwa.
Berbeda ketika saya berkutat dengan hal-hal kreatif, seperti menu…

MOON OVER MY OBSCURE LITTLE TOWN

Stranger
Stranger
Someone stranger

Standing in a mirror
I can't believe what I see
How much love has been taken away from me

My heart cries out loud
Everytime I feel lonely in the crowd
Getting you out of mu mind
Like separating the wind from the cloud

Afraid
Afraid
I'am so afraid
of losing someone I never have
Crazy, oh, crazy
Finding reasons for my jealousy

All I can remember
When you left me alone
Under the moon over my obscure little town
As long as I can remember
Love has turned to be as cold as December

The moon over my obscure little town
The moon over my obscure little town

taken from Dwilogi Padang Bulan, page 198-199

MAHAR

Gambar
Dari Malang Nurdin datang. Melamar Nur, sang pujaan. Langsung tercengang mendengar tebusan yang harus dibayar. Pengganti biaya segala macam, dari Nur kecil hingga sekarang. Mahal, batinnya sambil memandang Bapak Nur gamang.
“ Sudah adatnya. Jika tak terpenuhi, kau tak bisa menikahinya.”
Nurdin menelan ludah, melirik Nur yang juga gundah. Sisakan gelisah di muka calon mertua—bisakah ia memenuhi pintanya.
Sesaat lamanya sepi mengambang. Baru pecah ketika Nurdin berucap lantang ,” Baiklah, mahar akan saya lunasi 6 bulan kemudian.”
Nur lega, begitu pun calon mertuanya.
Enam bulan berselang, Nurdin datang memenuhi perjanjian. Pesta pun segera digelar. Meriuhkan desa kecil tempat mempelainya tinggal.
“ Dengar-dengar suami Nur kaya,” bisik seorang tamu di tengah pesta. “ Katanya ia pengusaha sukses di Batam sana.”
“ Wah, mujur benar mertuanya ,” cetus lainnya, membuat Bapak Nur diam-diam menepuk dada.
Tak pelak senyumnya terkembang kemana-mana hingga dua orang tamu tiba dan menunjukkan surat perin…

MENCARIKU

Tanyamu : Dimana mencari-Ku? Sedang aku di dekatmu Memanggil lima kali dalam sehari semalammu Mengirimkan 114 email yang tak pernah kau baca itu Menyuruh iqro pada semesta milikku Tapi kau masih bertanya : Dimana mencari-Ku

WHEN THE DREAM COMES TRUE...

"Hebat ya, mereka udah punya buku," begitu pikir saya melihat Tuteh dan beberapa teman Blogfam dengan karya tulisnya, meskipun keroyokan. Sejak itu saya penge be-ge-te punya! Tapi gimana? Ikut lomba nulis di femina gagal, lomba novel mental. Kirim cerpen ke majalah gak ada kabar. Hah cyapek!

Tapi fesbuk membuka jalan. Berbagai info lomba terpampang via jaringan pertemanan, yang didapat gara-gara lomba nulis juga. Bener-bener gila, ternyata saya tuh perlu belajar buanyak dari mereka. Yang terkenal aja masih terjungkal di beberapa even lomba apalagi saya? Tapi tekad mereka untuk terus berkarya menulari saya, bikin semangat membara. Dan ketika akhirnya kesempatan tiba saya masih gak percaya kalau nama pena saya--Ana Molen-lah yang nöngol di antologi semacam MY STUPID BOSS FANS STORIES, ANAK KOST GOKIL, dan yang barusan lolos insyaallah Antologi Setan 911.
Hwa, tadinya itu mimpi. Saya tulis dan saya lakukan, siapa sangka kejadian?
Tentu saja campur tangan Tuhan juga besar, kala…

BICARA DENGANNYA, SUATU KETIKA

Sudah lama menghilang. Baru berbincang lagi sekarang. Percakapan mengalir ringan. Tak ada beban, pun perasaan yang tertahan. Seperti dua tahun sebelumnya saat ia tak menggubris cinta (atau setidaknya itu yang kurasa) yang kusuarkan padanya. . Menetap di gunung aku sekarang, katanya di awal pembicaraan. Sudah malas kembali ke kota besar. Lebih nyaman. Udaranya tidak menyesakkan. Orang-orangnya lebih ramah dan menyenangkan. Kehidupan berjalan jauh lebih tenang. Apa yang tersaji di permukaan ya itu juga yang di dalam. Ndak susah dibaca, katanya lagi. Saya mengangguk mendengarnya. Terselip tanya ,” Kemana rasa itu ya? Kok saya ndak merasakan getar seperti dulu mendengar suaranya? Kemana hilangnya funny feeling itu?” Apa mungkin waktu telah menyembuhkan luka? Atau karena kepakanku sejauh ini telah mengajari arti cinta dan persahabatn yang sebenarnya? Tak tahu juga. Pokoknya hatiku tenang-tenang saja, tak jumpalitan gila karenanya. …

SEPIRING KETUPAT LEBARAN

Gambar
Ramadhan hampir usai, lebaran akan menjelang Dengan kartu kecil ini aku memohon maaf untuk kalian Sahabat-sahabatku tersayang

GANBATTE, MY MAN 2

Gambar
“ Selamat anda adalah orang ke-empat belas yang menelfon saya,” katanya riang setelah ia menghilang dari peredaran. Tak kelihatan batang hidung dan umpatannya di dunia perfesbukan, sampai-sampai beberapa angota jamaah fesbukiyah yang dikenalnya rebut mencari. Kemana tuh orang? Jangan-jangan ditangkap Densus 88 karena sering berbuat onar di fb orang.Saya lega ketika ia jawab ia hilang bukan karena Densus 88, tapi karena sedang rehat saja setelah mendonorkan darahnya dengan cuma-cuma, begitu istilahnya jika ia sedang mimisan.Hahahahah, saya jadi tertawa. Gayanya bicara itu selalu bikin tertawa. Lha sakit aja tingkahnya seribet kuda gimana sehatnya coba?Hahahahaha….“ Aku kalau kumat itu sampai pucat kebiruan lo,” pamernya girang.“ Wah keren dong say, persis Edward Cullen lagi kelaperan,” sahut saya asal. Dia tertawa. Mungkin setengah gatal ingin nimpuk mendengar komentar nggak genah saya.“ Apalagi yah kalo Edward Cullen-nya pakai baju Batman. Itu yang CD-nya diluar,” sahut saya lagi. Dia…

Ganbatte, My Man!!

Gambar
Dia satu-satunya pria yang dengan lantang kupanggil sayang, bukan karena persaudaraan, bukan juga karena hubungan percintaan tapi karena persahabatan. Ia Ia-lah orang yang membuatku menangis bukan karena hatiku telah dipatahkan tapi karena ia tegar, tak pernah mengeluh atau menangisi keadaan. Selalu bilang— aku kuat dihadapan orang. Sering bercanda seolah dunianya baik-baik saja. Padahal di dalam sana, di kepalanya ada penyakit yang menggerogotinya. Penyakit yang pernah membuatnya divonis segera tutup usia, oleh seorang dokter yang hanya manusia biasa yang sama tak tahunya dengan saya dan orang lainnya tentang rahasia jodoh, rizki, dan mati.

Kehidupan telah membawakannya gelombang lain di saat yang sama. Gelombang bernama perpisahan dengan seorang perempuan yang telah menjadi ibu dari anak-anaknya.
“ Ini jalan yang terbaik, jika kami terus bersama tak ada jaminan hubungan kami sebaik sebelumya. Terutama bagi anak-anak. Jalan kami sudah berbeda,” kisahnya suatu ketika.
“ Kami sudah membic…

ISENG ITU INDAH

Gambar
Iseng memang identik dengan konotasi negative, tapi iseng yang ini lain. Iseng yang ini biasanya menghasilkan kepuasan. Terutama untuk diri sendiri yang suka gatal jika buku bacaan sudah habis dan hanya diam bertopang dagu tak ada yang dilakukan.
Cerita bermula saat akhir bulan. Nggak punya uang, tapi pengen macam-macam. Eits! Bukan macam-macam pake tanda kutip lo, hanya ingin punya sweater rajutan. Masalanya saya tak bisa merajut. Sewaktu minta diajari tante kecil pun ia bilang cuma bisa dasar-dasarnya saja. Cukup untuk membuat pita atau tatakan vas di meja. Tapi penyakit gila saya sedang kumat! Baru diajari sehari bikin rajutan saya sudah membuat pola baju diatas kertas koran. Pola yang asal saja, karena saya tak tahu apa-apa soal bikin-membikin pola baju walau bapak saya penjahit.
Kres, kres, kres! Pola baju saya gunting. Sebentar kemudian mulai merangkai rantai-rantai dari benang wol dengan dasar yang diberikan tante saya. Satu, dua…oke juga. Seterusnya nekat saja walau tanpa guru t…

TERIMA KASIH SEMUA

Gambar
Biasanya enam bulan sebelum hari H, tanggal 19 Juli, saya sudah membuat pidato kenegaraan. Tapi kali ini tidak. Saya tak punya waktu *cieeeh gayanya. Secara kerjaan semakin hectic saja tiap harinya dan saya tak punya asisten untuk membantu saya menerjemahkan kata-kata diatas selembar kertas *gyah kumaat si Afin mah.
Tapi dalam kesempatan ini ijinkan saya untuk mengumandangkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang di sekitar saya, yang telah memberikan inspirasi, cinta, semangat dan juga duitnya (ehehehehehe).
First, tentu saja kepada Babe dan Bunda tercinta. Yang nggak bosan-bosannya mencintai saya yang ajrut-ajrutan. Yang menghancurkan impian kalian untuk punya anak perempuan yang manis dan selalu menuruti apa kata orang tua. Waks, pada saya semua itu lewat (maaf). Saya selalu tampil ala kadar, tomboy kata orang. Suka ngasal. Udahlah numpang tapi sering “ kulang ajal!”. Coba apa enggak menggemaskan? Untunglah Babe dan Bunda sabaaar, nggak sekalipun punya niatan …

GARA-GARA MY STUPID BOSS FANS STORIES

Gambar
Kemarin siang, pas istirahat siang Babe bilang ,” Tuh, ada paket buatmu.”
Syalalalalala! Ternyata paket dari Gradien Mediatama, yang udeh ditunggu ampe liuran berhari-hari. Ini paket bukan sembarang paket. Cuma orang-orang terpilih yang boleh dapat paket ini. Orang-orang yang tega curcol-nya atawa curhat colongannnya tersebar ke seluruh Indonesia, dengan resiko semua yang baca langsung kena penyakit gila mendadak stadium empat. Lha gimana enggak, di kantor, di rumah, di jalan mesam-mesem enggak jelas. Tanya tuh Mbak Kerani, chef yang udeh bikin si kece Vera Quin ampun-ampunan. Bingung gimana caranya bikin masakan yang bikin orang terpingkal-pingkal seperti masakan berjudul My Stupid Boss Fans Stories ini.


Satu, dua, tiga…Paket dibuka nggak pake lama. Langsung guling-gulingan waktu lihat isinya. Nih ada gambar si Boss alias Kloningan lele lagi nggaya, buku yang tebalnya berguna buat nimpuk bos kecil kalo kumat gelo nomernya, gantungan kunci imut, dan kaos yang bakal kupakai p…

CATATAN SEORANG RELAWAN

Gambar
Setahun lalu… Melihat berita pemboman Israel di Gaza lewat televisi itu hatiku tercabik. Keprihatinan yang dalam mendorongku untuk mendaftarkan diri menjadi relawan medis disana. Istri, mertua dan orang tuaku melarang. Bukan apa-apa, tapi itu daerah perang. Jika nyawa melayang siapa yang akan menanggung. Tapi tekad sudah bulat. Mereka memerlukan bantuan. Dan aku punya kemampuan. Selaku dokter spesialis orthopedi kurasa keahlianku dibutuhkan. Hari-hari sebelum keberangkatan adalah hari terberat untukku. Istriku menangisiku. Anak-anak tak mau lepas dari pelukanku. Mertua dan orang tuaku turut pula menghalangi langkahku. Kenapa aku harus kesana sementara menurut mereka di Indonesia masih banyak orang yang membutuhkan bantuan? Tanya mereka. Biarlah badan resmi pemerintah saja yang melakukan, bukan kamu yang tak tahu apa-apa soal menolong orang di medan perang. Benar apa yang mereka katakan. Jangankan di Palestina, disini saja masih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Tapi jika dipik…

ANAK SAYA YANG PEREMPUAN

Anak saya yang perempuan, umurnya sudah tiga puluh sekarang. Betah betul melajang, bikin hati saya empot-empotan. Mikir siang malam, apa jadinya kalau ia terus menerus sendirian. Apa dia ndak ngerti kalau kawin punya anak lewat tiga puluh itu beresiko tinggi? Bukan hanya itu, kalau terlalu tua saat punya anak itu ndak enak. Bayangkan disaat anak-anak masih memerlukan biaya besar, kita sudah loyo. Tak bertenaga untuk mencari uang. Repot kan?

Tapi dianya ringan. Tiap kali saya menyinggung perkara itu jawabannya enteng saja. Nanti juga ketemu.
Kapan?
Entahlah.
Ibu kan keburu tua. Kalau mati gimana?
Eh dia malah berkata ,” Lha kalau saya dulu yang mati?”
Skak mat! Saya ndak bisa omong. Hanya menghela nafas panjang dan membiarkannya melenggang.
Tulilut! Tulilut!
Itu hape anak perempuan saya. Nampaknya ia tak berkenan. Sambil mendecak malas ia biarkan sms itu berlalu tanpa balasan.
“ Dari siapa kak?” saya berharap yang sms itu-pria.
“ Orang kantor. Males deh. Lagi cuti juga ada aja yang nelfon kemari…

SANG PEJALAN JAUH PART 11

Gambar
Sang Pejalan Jauh
Si Kemayu. Dia tak sadari kalau aku menangkap profilenya dengan kameraku. Sebenarnya sudah lama juga menahan perasaan. Sejak masih bau kencur dan malu-malu bila ketahuan suka bocah perempuan. Di usia ketujuh belas aku menyatakan perasaan setelah sekian lama dipendam. Hasilnya hanya senyuman. Tanda diterima? Bukan? Ia menolakku dan menyatakan kalau ia menyukaiku sebagai teman. Sialan! Tapi aku tak patah arang. Masih juga berharap dengannya-lah kuhabiskan hidup hingga ajal menjelang. Lalu perempuan lain datang. Mengisi kesendirian, membuatku melupakan si kemayu. Tapi tak sepenuhnya begitu. Yang lain, yang juga kemayu, tak mampu mengusirnya sepenuhnya ia dari anganku. Tak bisa dibantah bila senyumnya mengawang di angan kurasakan kenyerian yang sulit dilukiskan. Apa itu sebuah kebodohan? Entahlah. Sekarang di usia yang sudah matang, kuulangi lagi ungkapan perasaan. Apa itu bahasa anak sekarang? Nembak kan? Dan jawabannya kembali senyuman. Ah, jadi gemas. Sungguh, s…