Postingan

JATUH CINTA SAJA PADAKU

Gambar
jatuh cinta saja padaku sebab aku memahami dalam luarmu jauh lebih dalam dibanding kekasihmu Aku menilaimu bukan karena cantikmu itu tapi keseluruhanmu jatuh cinta saja pada-Ku sebab dengan-Ku akan damai hatimu sambutlah ulur tangan-Ku berikan rindu dendam-Mu hanya padaku sebab tak ada dzat selain Aku yang pantas dapat cintamu pic taken from : http://theislamicstandard.wordpress.com

KESOMBONGAN

Seringkali kita yakin kita benar Mengucap segala hal tanpa pikir panjang Mungkin jujur itu yang dimaksudkan Tapi satu hal dilupakan Perasaan orang-orang yang mendengar si ucapan Ada kalanya kita merasa paling tahu Meski sesungguhnya tidak tahu Acapkali menyodorkan sesuatu Menganggapnya sebuah kebaikan Tanpa dipikir ulang apakah kebaikan itu baik juga untuk semua orang Maka, pelajaran hari itu membuat kepalaku benderang Cerah oleh sebuah sinar Meski perih pula bila dirasakan "Kenapa harus menunggu diberi kisikan jika yang kau lakukan itu sebuah kesalahan? Kenapa intuisimu tak kau gunakan?" Tetapi seringkali cara Tuhan memperingatkan tidak semanis madu atau gula-gula Bisa jadi pahit adalah cara terbaik untuk mengobati diri kita Lain waktu, pelajaran itu masam dirasa Bukan untuk membuat kita mundur ke belakang Tapi bagaimana menjadi manusia baru yang kaya pengalaman

Rythm of The Rain

Gambar
Oleh : Akhi Dirman Al Amin Biarkan hujan itu… Membasahi segala yang kering Meski lukamu akan perih Tetaplah tertawa Tetaplah tersenyum Biarkan hujan itu… Biarkanlah! Biarkan pula laron-laron menuju lampu Mencari damai yang hilang Di dalam pelosok Hati kita. pic : vemurivenkatrao.com

RUINS

Gambar
Bintang-bintang dimatanya pudar tersaput mega. Senyum getir menghiasi perginya. Aku kaku. Hendak menjangkau tangannya dan berkata maaf tetapi kelu. Kau tahu, aku senang kau jadi sahabatku. Mendengar keluh kesahku. Tapi cinta? Kurasa aku tak tepat untukmu. Aku bukan pria baik-baik itu. Terlampau baik dan terlampau lugu kau itu dimataku. Tak tahu seberapa dalam kau tentangku, perilaku kelamku di masa lampau. Sungguh aku tak bisa mengecewakanmu. Maka biarkan aku menolakmu. Ada yang lebih pantas untukmu. Seorang pria yang dikirimkan Tuhan sebagai qawwam-mu. Flash fiction 84 kata *qawwam : pemimpin While hearing I’ll stand by you and The Reason (Hoobastank) pic : stockfresh.com

PRIA BERTATO ITU

Tanyakan padaku berapa kali aku membenci pria itu. Pria yang dilengannya ada tatonya itu. Pria yang seringkali melarangku melakukan sesuatu, dengan segenap alasan bahwa ia lebih tahu yang mana yang paling baik untukku. Acap aku memberontak dan mementahkan semua ucapnya. Menegakkan kepalaku dan menyemburnya dengan kalimat terkasar yang kupunya. Hingga memantik kemarahannya sedemikian rupa. Tetapi ia tak pernah berhenti memberiku cinta. Sebesar apapun kesalahan yang kulakukan ia selalu memaafkan. Kau ingin tahu siapa dia? No, no, no…bukan, ia bukan pacarku. Ia ayahku. Ayah yang selalu bertanya kepadaku mengapa aku tidak makan hari itu. Yang mengajariku memasak saat usiaku belasan tahun. Yang mengajakku main layang-layang juga mengajakku menyusuri sungai untuk menjala ikan. Yang masakannya selalu kami—aku, Wendy, dan Raka rindukan. Yang pendiam, tapi selalu selalu punya cerita lucu untuk kami tertawakan. Yang kadang-kadang nampak sangar, over protective, menyebalkan tapi sangat perhat

SURAT UNTUK GITARIS AMATIR

Aku hanya bisa mengawasimu dari kejauhan, Kecil. Sudah tidak bisa kujangkau seperti ketika kau mungil. Sudah besar kau sekarang, sudah tahu mana yang baik dan yang benar. Meski begitu aku tetap punya kekhawatiran tiap kali kau bercerita tentang perempuan. Apa yang kau lihat dari matamu, Kecil? Apa kau melihat dari kacamata luar ataukah hingga ke dalam? Tidak sekedar menilai perempuan dari ukuran umum yang biasa Kau tahu, Kecil, aku juga perempuan. Aku sangat sedih jika kau membanting perempuan tanpa perasaan. Kau biarkan mereka mengira kau menyukainya, meski kau berkelit kau tidak berniat melakukannya. Kau sirami semua kembang, kau biarkan mekar. Lalu jika cinta merekah di dada mereka kau dengan manis berkata ,” Aku hanya menganggapmu teman saja.” Bisa saja kau atau kaummu berkata, perempuan saja yang bodoh. Kenapa juga mereka tidak berpikir dengan logika. Mungkin saja seseorang pernah berlaku sama padamu, Kecil. Hingga kau berpikir, tak apa jika kulakukan hal yang

KEMARAHAN HARI INI

Sepagian tadi saya emosi naik ke tingkat tertinggi. Seorang sales kena sembur karena harga-harga sekian item yang masuk di supermarket Key Account masih salah sejak 2010. Apakah Bapak tidak pernah memberi tahu perubahan harganya? Kesal saya. Begitu juga dengan seorang Supervisor dan MD Supermarket. Betapa jengkelnya saya ketika mereka masih tanya tentang laporan weekly. Padahal sudah saya jelaskan sebelumnya bahkan email ke beberapa pihak yang berkepentingan dengan laporan-laporan itu bahwa laporan akan telat saya kirimkan. Bahwa saya harus bekerja keras untuk mengisi ulang data base penjualan yang hilang sejak awal bulan karena errornya komputer kami sebelumnya, bahwa saya perlu waktu menyelesaikannya. Sialan! Batin saya sambil ngedumel tak karuan. Terlebih ketika si MD minta saya laporan berapa total karton produk obat nyamuk inovasi baru yang iklannya lagi wara-wiri di tivi itu. Huugh! Apakah aku tahu aku sedang sibuk mensetting lagi promo-promo yang bubar? Memasukkan ke

TYRE, BUKAN TIREX DEH…

Boss aye emang tergolong baek hati dan tidak sombong. Meski jabatannya udah bos, masih juga suka nyiapin barang sendiri tiap hari. Nah satu kali doi bingung pas nyiapi barang, ampe kemudian nyuruh salah satu anak gudang nanya ke aye, admin gokil ini. “Mbak, mbak…tirex apaan sih?” mendadak salah satu anak gudang muncul di ruang aye. Tirex? Ha sejak kapan kita jualan Dinosaurus? Batin aye cengo. “Nggg…virex kali. Tapi kita udah enggak jual produk itu sejak jaman kuda gigit besi tuh.” “Enggak, sumpe deh. Itu ada tuh tertulis di faktur supermarket M?” Supermarket M? Sampai njureng saya ngingetnya. Jaelah, kok tirex sih? Tyre polish kale, jawab aye sambil ngikutin si bocah yang ngeloyor ke gudang. “Pak bos, itu maksudnya pengkilap ban itu lho.” “Lho kalo pengkilan ban ya ada, Fin,” kata bos aye sambil nyuruh si anak gudang ngambilin barang. “Lha iya, Pak. Tyre itu kan ban, polish pan pengilap to…” “Ya nggak bisa dong, mestinya gak gitu nulisnya...” Twiiing! Saya nyengir. . “Lh

MENGINTIP BERANDA FACEBOOK-MU

Sebuah bayangan berhenti di sudut. Diam memperhatikan perempuan yang kepalanya terkulai di depan laptop. Setengah berbisik ia berkata, "Mengintip berandamu facebook-mu, selalu kubaca kerinduanmu di tiap lekat katamu. Untukku. Selalu. Terharu. Tapi tak bisa menjangkaumu. Hanya kurasa aku akan menjagamu dari jauh. Dan bukan memerangkapmu untuk bersetia padaku. Aku lepaskan kau dengan segenap hatiku jika memang ada seorang yang bisa menjagamu. Bukan, bukan karena tak cinta kamu. Justru kukatakan itu karena aku amat mencintaimu. Aku tak ingin kau sendiri menyusur lingkar jalan hidup ini.Aku tahu kamu teramat kuat. Amat sangat kuat. Setiap lekuk jalan sanggup kau lewati. Tapi bagaimanapun juga berdua itu lebih baik ketimbang sendirian memikul beban dipundak, tak berkawan. Menikahlah saja. Sungguh aku tak apa. Sudah cukup kurasa pengabdian dan cintamu selama kita bersama. Kini carilah bahagiamu sendiri. Jangan terpaku pada bayangku. Aku tak ada lagi disisimu. Aku kini berada disisi

SATU KETIKA DI TENGAH MALAM

Aku bertandang tengah malam ke rumah mayamu, Tuan. Menikmati anggun ruang tamumu, lalu beranjak ke galeri, menikmati foto-foto jepretanmu. Pada pohon, matahari, bunga, dan hujan pagi hari kutemukan sebuah kecintaan. Kususuri tiap detilnya dengan jemari, ringan. Berharap bisa berlarian di padang yang kau abadikan. Riang, barangkali denganmu di tengah hujan. Beranjak ke dalam, kupandangi perempuan-perempuan tertawa segar. Ranum bibirnya menggiurkan. Belah dadanya mengintip, mengundang mata melirik lebih dalam. Sejuring pipinya menggemaskan. Secara keseluruhan dalam kalimat singkat kulukiskan sebagai M-E-N-A-N-T-A-N-G! Aku terpesona, Tuan. Padahal aku perempuan. Bukan karena rasa tertarik yag berlebihan, tapi khayal menjulang andai aku sepertinya. Kurasa aku-lah yang jadi obyekmu sejak mula. Tapi sebentuk hati perempuan ini bertanya, harus begitukah melukis perempuan. Seandainya ia putriku apa yang hendak kukatakan? Apakah akan kupasung dia dan takkan boleh mendekatmu a

NAIF (MASIH PERAWAN)

Mereka bilang saya naïf, Tuan. Soalnya saya enggak ngerti cara make pil KB meski udah besar. Bukan cuma besar ibarat buah sudah matang. Tapi memang begitu, Tuan. Buat apaan, wong saya belum memerlukan. “Ah, dasar kampungan. Ini udah biasa. Masa kamu enggak tahu gimana cara makenya.” “Enggak,” kata saya sambil memandang heran pil KB yang berserakan dari tas teman saya. “Kenapa sih ngeliatin terus. Biasa lagi, Coy!” katanya ringan. Saya nyengir kuda. Pikiran saya udah kemana-mana. “Udah jangan diliatin terus itu pil. Doi gak takut kau pelototi. Udah umum kok kita make ini,” sahutnya lagi sambil make lipstick di bibir dowernya. Ya umum, buat perempuan yang berlabel istri. Lha kalau buat yang masih lajang layak aku dan kamu apa ya umum? Batin saya sambil ngeloyor balik kandang Besoknya ada lagi kejadian yang lebih mengagetkan lagi, Tuan. Seorang pria mengajak “serius” dengan saya. Tahu kan artinya. Ya,

TERIMA KASIH TUHAN

Gambar
Seperti biasa alarm tubuh saya berdentang jam 2 malam. Bergegas saya ke belakang, mengambil wudhu lalu pergi ke pesholatan, satu ruang kecil di sebelah ruang teve yang kami gunakan untuk sembahyang. Dari jendela ruang itu saya melihat keluar. Suasana terasa lengang. Tak terdengar apapun kecuali sayup suara orang nderes Al Qur’an dari arah selatan. Entah darimana tepatnya, bisa jadi dari masjid atau suaru dekat situ. Sedang apa ya orang-orang jam segini? Apa mereka juga gentayangan seperti saya atau justru sedang asyik terlelap di buai mimpi? Saya berhenti menatap keluar. Saya kenakan mukena lalu sholat isya’ yang tak sempat saya lakukan sebelumnya karena terlampau kelelahan. Usai itu saya segera ke belakang. Menyeduh teh hangat tanpa gula dan menggodok telur untuk sahur malam ini. Senyampang menunggu telur matang, saya kembali menghadap komputer yang telah saya nyalakan. Menekuri dunia kata yang akhir-akhir ini jadi kegemaran. Baru setengahnya saya diingatkan tentang telur yan

AKU SUKA DUDUK DEKAT-MU

Aku suka duduk di dekat-Mu, curhat denganmu diantara duduk santai itu. Kadang-kadang aku berpikir, kurasa terlampau banyak keluhanku. Bukankah aku punya kaki, tangan, dan pikiran? Akulah yang harus bergerak, dan membuat mukjizatku sendiri, tidak cuma menunggu-Mu, CEO nomer satu seluruh jagad untuk mengabulkan doaku. Ah, terima kasih untuk-Mu. Untuk menemaniku di waktu-waktu-Mu. Aku tahu Kau sangat sibuk. Tapi Kau selalu bersedia meluangkan waktu untukku. Terima kasih juga untuk setiap hadiah special yang Kau kirim setiap hari itu. Maaf, aku selalu lupa mengirimkan e-mail untuk sekedar memberitahu. Sok sibuk banget kan aku? My hug for u, kawan-Ku.

RINDU

Gambar
Mille notti di serenitá Faró quello che mi chiederai Andró sempre dovunque tu andrai Daró tutto lamore che ho Desisnya pelan sembari membekap geletar rasa tak terkatakan tak pelak rindu menusuk di relung terdalam menjatuhkan hujan rintik perlahan "Apa kau sedang jatuh cinta?" tanya malam Ia menggeleng pelan, menyahut dalam sunyi bahwa ia tak mengerti rasa ini Yang acap bergelombang, riuh rendah menukik perasaaan Membuat leleh sebagian ketegaran Untuk tak menanya kabar sang pejalan jauh Meski hanya lewat bait doa yang diurai Pada detik sujudnya dihampar Kala bening menggayut ujung malam Done 05.53 Suddenly missing Trib pic copas from http://luminestar.files.wordpress.com/

God's Math

In God's eyes, one plus one isn't equal two One plus one can be multiplied a thousand times that you imagine One plus one may be empty no value, beyond reason Is God completely strange ? Not really Only God's mathematic is more sophisticated than our God's accuracy beyond the reach of human thought

MY LETTER

I already written a letter for you you just drop and keep it on top of your desk for what, I'm not a meaningless inanimate objects Its useless to display it as a heritage Iqra ', iqra'! So you can gain knowledge and meaning of 114 letters

DISCORDANT ADZAN

A discordant adzan calls me home Questioned me what I want in life, whether I was satisfied with the tip of knowledge I got as if I plucked from a long sleep it sink in and flowing in my blood slowly pumping a desire again to learn about God's teachings after years I immersed in the satisfaction that I have sufficient understanding So when I jump back into it I feel myself small, almost insignificant I feel that I have been bragging In fact, I realized that I have no knowledge even though its just the tip of my nail

ADZAN

one day, its hard to hear the call to prayer I'm looking at the park, on the front page, on the road only the towering buildings and the thud of the music sounded only bikini woman and naked chest man brings surfboard passing trough the road Where is the call to prayer, God? I whispered question in orange twilight I turned the radio to find the call prayer Faint sound, arise and sink Impose dew in the sense drain sense of cool, fresh and comfortable In seconds, i feel as if adzan slapped me Reminds me of the days of the call for prayer I ignored The days when the Adzan is played from all the corners of my town births

PELAJARAN DARI TUHAN

Tuhan datang dan memberi pelajaran Lewat sayap kupu-kupu, hijau daun dan hujan Lewat mentari yang terbit dan tenggelam Lewat malam setelah hiruk pikuk rebah dalam kesunyian Juga pagi sesejuk embun pagi Tuhan datang dan memberi pelajaran Lewat temanmu yang datang terisak dan meminta pertolongan Pada seorang asing yang mendadak mengisahkan keresahan Pada rekan kerjamu yang gundah ketika cinta lain merekah liar Pada getir seorang ibu yang matanya menyiratkan ," Masihkah esok terang?" Tuhan datang dan memberi pelajaran Ketika kau tersungkur di jalan, berdarah dan kesakitan Ketika seorang mengulurkan tangan Membantumu berdiri dan tegak kembali Memelukmu dan menjagamu hingga kau mengangkasa sendiri Tuhan datang dan memberi pelajaran Dengan cara unik yang kadang tidak kita paham Sebab Tuhan ingin memberimu kail dan bukannya ikan Done, 05:20, 150211 *a bright morning while hearing Josh Groban (Broken Vow, When you say you love me) Akon (Right Now, Beautiful), Katy Perry (Firework),

CINTA KITA

seperti gerimis tanpa tanda begitu juga tautan hati kita begitu saja meluap menghampar membenihkan kasih serupa suburnya rumpun rumput di padang luas Seperti aroma bebungaan tersamar cinta kita memenuhi lembah perasaan wangi tapi tak memabukkan hanya kau rasa hangatnya membekap sehangat mentari setelah semalaman hujan jangan tanya kenapa cinta itu tiba di hati kita serupa air ia merangsek begitu saja mencari tempat-tempat rendah yang hendak dilaluinya merembes, menetes, menghalau penghalang begitulah ia datang maka biarkan saja ia subur dan mengakar disaksikan gemintang dan Tuhan yang berkata tenang ," Tlah kuciptakan manusia untuk berpasang-pasang ..." disahut nyanyi malam ,"...dengan masing-masing tiada kesempurnaan" February, 3rd 2011, 06:05 satu hari seusai menikmati Boulevard de Clichy, diiring tetabuh malam menjelang pagi, mengingat setiap curhatan yang mampir di telinga dan masuk di hati