Postingan

MUMBLE TO MY SELF : HOW MANY TIMES DO YOU SAY THANK YOU TO ALLAH?

Gambar
Buka matamu dan lihat cahaya pagi yang menyelusup di sela-sela jendela ini Lalu hirup segarnya hawa yang bahkan kau nikmati tanpa perlu membayarnya Sentuh tanganmu, raba kakimu Cubit ia, rasakan sakitnya Terasakah? Bila ya, itu tanda kau normal dan baik-baik saja Coba langkahkan kakimu, rasakan dingin lantai keramik di bawah tapakmu Berjalanlah ke kamar mandi dan ambil wudlu Apa kau bisa rasakan segarnya air menerpa wajahmu? Coba bayangkan andai saja kau alergi pada air sesegar itu Betapa tersiksanya kamu Jika sudah selesai kembalilah ke kamarmu, pakai mukena lalu sujud pada-Nya Apakah mulutmu masih bisa mengucap surat-surat pendek yang diajarkan sejak dulu kala tanpa kesulitan? Pikirkan, andai mulutmu tak lagi bisa mengucap sepatah katapun Apa yang kau rasakan? Lalu apakah kau masih ingat semua nama teman-temanmu, hal-hal menakjubkan dalam hidupmu, dan lain sebagainya? Bagaimana jika Tuhan mengambil separuh memori itu? Apa yang akan ka

RUMAH KITA

Gambar
Rumah kita Tak usah seluas lapangan bola, cukup kecil saja Tak banyak jeda agar  kita selalu bisa cilukba sepanjang masa Bahkan saat kau enggan mendekatku karena hati kita diamuk bara Rumah kita Diiringi setapak berumput di kanan kirinya Dialun lembut dedaunan dan bunga aneka warna Ditaburi jambu, lengkeng, dan mangga Tempat anak kita belajar tentang dunia sembari membaca dibawahnya Jangan, jangan kau bangun rumah kita seluasnya meski kau bisa Dimana ruang dan pintu begitu banyaknya Memberi jarak tanpa kita menyadarinya Sebab semakin banyak ruang, semakin besar kemungkinan masing-masing dari kita menemukan tempat persembunyian Lalu menjadikannya benteng kecil pelarian tiap kali permasalahan menghampar Begitu pun dengan banyak pintu kita pasang aku takut dengan banyaknya pintu justru kita terpisah perlahan Kau nyaman melalui pintu satu Dan aku dengan pintu lainnya Tanpa sadar hati kita tak lagi bertautan Rumah kita dibangun diatas pondasi batu kokoh kasih

TEMPORARY TATTOO

Gambar
Some people said that tattoo is art. The others believe that its cool. And what about you? Pic title : Temporary tattoo Location : Alun-alun Jember

TENTANGNYA, PELUKIS CAHAYA

Gambar
Aku burung kecil dan ia angin Bertemu di satu jalan, pada sebuah persimpangan hutan kehidupan Aku lupa seperti apa awalnya Kurasa karena aku mengagumi apa yang dilakukannya : melukis cahaya “Aku menyukainya, aku menikmatinya,” katanya satu ketika Menjawab tanyaku mengapa ia melakukannya selepas aku berkeliling menikmati galeri rumah mayanya Maka sejak itu kami bicara Tak lama, hanya sekilas-sekilas Tentang hal remeh-temeh yang kau temukan dijalan Tidak lebih tidak kurang Hingga kemudian percakapan berkembang Tentang langit, tentang hujan, tentang malam, tentang apa saja yang jarang di bahas dengan sembarang orang Aku merasa menemukan teman yang asyik untuk berbincang Sembari mendengarnya berkisah tentang impiannya, passion-nya Diselingi cerita tentang kupu-kupu dan wangi bunga dalam pengembaraan “Kepada kupu-kupu mewangi yang bertebaran, Yang kerling dan harumnya menghembus pelan, Aku bisa meraih semudah membalik telapak tangan, Semudah itu kupu jatuh dan be

JIKA DOAMU TAK KUKABULKAN

Gambar
Seringkali tak Ku-kabulkan doamu Karena Aku mencintaimu Aku ingin kau lebih dekat denganku Lebih lama saat bersimpuh dan menyapa-Ku Bicara hati ke hati dengan-Ku, penciptamu Seringkali kujawab harapanmu dengan kebalikan Sebab aku lebih paham yang terbaik dan bukan Kau acap tak sadar permintaanmu sering tak masuk akal Ibarat kau penderita maag akut, apakah Aku akan membolehkanmu makan jeruk? Well, itu bagus untuk mulut tapi tidak untuk perut Aku sesuai persangkaanmu Jika suram pandangmu Cobalah ganti kacamatamu Agar kau bisa memandangnya dari sudut pandang yang baru Jika masih belum lapang hatimu Bacalah surat ke-94 yang telah kukirimkan padamu Temukan jawabannya disitu *Sehabis membaca surah ke 94 Dan berkata pada diri sendiri ,”Fyuuh, kalo sedih suka lebay ya, Tuhan? Sok merasa paling menderita di dunia gitu.” pic taken from www.courtneyluv.com

Kepada Sang Pejalan Jauh Part 12

Gambar
Sudah lama tidak bertemu, apa yang terjadi padamu? Mengapa aku melihat banyak goresan pahit diseluruhmu? Mengapa mendung kelam menghuni kepalamu? Kemana perginya mata bintangmu? Yang berkilauan setiap kali kau ceritakan kemana kau hendak berpetualang. Kau sudah letih dan kuyu. Seolah beban hidup itu telah menghabiskan energimu Kurasa aku telah kehilangan dirimu. Semangatmu telah padam dan kau goyah diatas kakimu. Katakan padaku, apa terjadi padamu? Baiklah, baiklah…jika kau enggan bercerita. Kurasa kita duduk-duduk saja. Mari bicara tentang kisah lampau kita. Tentangmu, bocah kecil badung yang menyebalkanku. Kau dulu sering berbuat jahat padaku. Melempariku dengan batu. Mendorong-dorong tubuh kurusku. Membiarkan anjingmu menggigitku. Heuuuh, kalau ingat aku ingin menjitakmu! Meski begitu aku yang kau datangi dalam galaumu. Kau akan duduk duduk dibatu. Tidak berkata apa-apa selain membisu. Kau suruh aku menerka dan membacamu. Ah, mana kutahu? Aku bukan dukun atau c

MEMBANTU ANAK-ANAK PUTUS SEKOLAH DENGAN RAJUTAN

Gambar
Sederhana saja. Mimpi itu dimulai ketika saya mengaji di daerah Genteng Wetan tahun 2007-an. Saya bertemu dengan beberapa teman baru disana. Kebanyakan masih usia sekolah. Ada satu hal yang saya cermati selama itu. Bahwa di daerah mereka tinggal sudah jamak bila anak-anak putus sekolah. Lebih baik mencari kerja untuk menyambung hidup ketimbang menggapai mimpi lewat jalur pendidikan. Entah dengan prithil brambang, jadi penjahit kodian, atau jual tempe , pokoknya menghasilkan uang. Mengapa demikian? Ketika saya tanya alasan yang dikemukakan memang tak jauh-jauh dari seputar ekonomi. Kemiskinan, butuh makan, adalah hal yang sering terdengar di telinga saya. Lalu terpikir oleh saya bagaimana cara membantu mereka. Tapi bagaimana caranya? Seringnya jalan-jalan ke daerah Genteng Wetan, terutama Cangaan dan sekitar membuat saya sadar daerah itu adalah sentra industri garmen. Disana setiap hari diproduksi beratus-ratus baju sekolah, topi, jilbab, dan mungkin juga baju muslim. Pastila

TENTANG CINTA

Gambar
Apa kau mengerti? Cinta bukan lagi tentangku saja Tapi juga tentang bunga kecil yang kubawa kemana aku berada Jika engkau berkenan hadir memenuhi ceruk jiwaku Aku akan bertanya kepadamu Sanggupkah kau merawat bunga kecil itu seolah bunga yang kau tanam sejak muda ditamanmu? Lakukan jika memang kau sanggup dengan syaratku Hanya harus kau sadari meraih hati bunga kecil itu tak semudah membuka pintu rumahku Ia tahu dan merasa perempuan mana yang layak dicintanya Tempat ia rela dan bersedia mempercayakan hatinya inspired by Sasha and her daddy's image

SEMAKIN KITA MENGENAL SESEORANG

Gambar
Semakin kita mengenal seseorang Semakin kita mengetahui banyak kesalahan Sesungguhnya itulah bentuk teguran Betapa kesempurnaan hanya milik Tuhan Manusia tak ubahnya seonggok debu di lautan Semakin dalam kita memasuki hati seseorang Semakin kita dikenalkan pada sisi-sisi kelam Sesungguhnya pula itu pelajaran Betapa manusia itu gudangnya kesalahan Seorang guru pernah berkata padaku ,”Jangan terlalu jika kau mencintai sesuatu, begitu pula bila kau membenci sesuatu. Siapa tahu yang kau cinta itu satu ketika menyakitimu, sebaliknya yang kau benci justru membawa manfaat bagimu.” Dan aku belum mampu melakukan itu Hati manusiaku memiliki kecenderungan “terlalu” Maka ketika kisah demi kisah dihamparkan padaku Aku termangu ‘Tak salah apa yang guru itu katakan padaku,” gumamku Maka aku kembalikan semua kepadamu, Tuhanku Bukankah setiap lekuk kisahmu itu serangkaian pelajaran? Agar semakin bijak aku menyikapi kehidupan Menyadari padaku tersimpul

CHANGING

Gambar
Sejak sepertiga malam hingga subuh menjelang Kudengarmu bicara panjang Tentang dia, hatimu, dan sekelumit keresahan Belum pernah kau begini, kawan Sepertinya ia telah mampu “menundukkan” hatimu yang liar Aku tak tahu apakah ia rumah tempatmu pulang Hanya kedengarannya ia merubahmu besar-besaran Berapa lama kita berteman? Baru kali ini kau dibuat kelimpungan oleh mahkluk berjenis perempuan Sebelumnya kaumku-lah yang blingsatan, menadahi manis tuturmu yang melambungkan angan Duhai kemana larinya pria itu? Perayu yang ulung menaik turunkan kalbu (Mau tak mau aku tergelak lucu tiap kali celotehmu merasuki telingaku) Perasaan-perasaan lawan jenis yang dulu kau abaikan Kini berbalik menyerang dan menyusupkan segenap kekhawatiran Cemburu itu, getir itu, sedih itu Menggelenyar di laju harimu Menguakkan satu fakta baru Karang hati sang petualang telah luluh olehnya—perempuan serupa tetes hujan yang menjatuhi kalbumu dengan ketepatan Tanpa sad

UNGKAP RASAMU

Gambar
Keterbiasaan membuat kita kehilangan Ketika satu titik tidak kelihatan rasanya ada yang kurang Apakah kau merasa demikian? Bisa ya, bisa tidak Jika kau  lebih suka memendam perasaanmu dalam-dalam Pastilah enggan menunjukkan kejujuran Naif, bersembunyi di baliik kalimat ,”Tak ada dia, aku baik-baik saja.” Alih-alih hampa dan malu mengungkap rasa Maka tunggu Dan berharaplah ia mengerti Sesungguhnya kau ingin dia ada disini Berharaplah terus dan jangan bergerak Gunakan telepati (yang kau tidak punyai) Agar aku bisa mengatakan ,”Kau itu bodoh sekali!” Ayunkan satu langkah kecil, sobat Lalu lihat apa yang terjadi Katakan rasamu dengan ridho Tuhan sebagai dasar Agar tak kecewa bila ia memberi penolakan Jika memang pada kenyataan Allah tak menjadikan ia milikmu Lepaskan saja dan biarkan terbang Sebab masih banyak kisah yang harus kau pintal dalam kehidupan Yakin saja, yang terbaik yang akan tiba pic taken from :   http://www.fli

WHITE LIES

Gambar
Tanya padaku seberapa jujur aku padamu Mulanya begitu Segala hal kukatakan padamu Tapi syak wasangkamu membuatku ragu Kau hilang jernih Dan jujur justru “mematikan”-mu? Mukamu yang ayu hilang disela kerucut bibirmu Serta kernyit di jidat penuh curiga Maka sejak itu aku beralih jalan Jujurku kusimpan Kupoles dan kubingkai manis dengan sedikit kebohongan Sebab ia lebih ampuh untuk menenangkan hati yang diliputi prasangka Dan benar saja Kau tenang setelahnya Pikiranmu tak mengembara di ranah yang bukan-bukan Wajahmu cerah dibingkai senyuman Cerlang matamu kian berbinar Maka kesimpulanku white lies itu menyenangkan 10.26, December 2, 2011 Thinking about truth and lies

A LETTER TO MY SWEET NOVEMBER

Gambar
November datang dengan kelabu di langit kita Tak apa, sebab dibalik itu ada keberkahan menetesi tanah-tanah kita Sekaligus dingin yang menghantar kita bergelung dibalik selimut tebal Dan aku sendiri  menemukan kehangatan dibalik pelukmu, setiap waktu Menatap langit sore itu, keping-keping kejadian berputar Tentang pertanyaan atau celetuk kecil yang sering kudengar “Kenapa nggak makan?” “ Mbok kalau bicara itu yang halus.” “Sabar sedikit jadi orang.” “Siapa yang bilang kamu jelek? Ndak kok.” Dan aku tertawa sendiri mengingatnya. Kau tahu, hidup takkan sama tanpamu, Sebab denganmu kulampaui waktu Dengan tawa, obrolan hangat, debat menyebalkan, saling memendam kesal serta pelukan Hidup takkan asyik tanpamu Sebab denganmu aku belajar sesuatu Sebelum guru lain datang dan mengajariku Hidup takkan seru tanpamu Sebab denganmu aku melaju Dengan segenap perhatian, kecerewetan, dan cinta tanpa jeda Sering aku tak sabar menghadapimu Bahk

STATUS GE-JE TODAY *TRIIING!

Gambar
Pagi-pagi, sibuk menyemangati diri sendiri menulis cerita hingga 80 halaman, sementara deadline-nya tanggal 16 Desember, kawan! Ehehe... A fin Yulia Eighty is easy! Like  ·   ·  4 hours ago Yessy Indrasari and Pria Pena Pelangi like this. Puspita Ayuningtyas Prawesti  Eighty is sexy! 3 hours ago  ·  Like Afin Yulia   ihihihi, Jeng Pus apeu kabarnye 2 hours ago  ·  Like Puspita Ayuningtyas Prawesti   Hahahaha.. Statuse mbak apin slalu memicu kontroversi.. :-) kbr sae2 kemawon,tp, sdh ndak prnh nulis saiki, mbak apin 2 hours ago  ·  Like Afin Yulia   Kayaknya sibuk jadi ibu rt ya? Hmmm, kangen dengan gaya bahasamu Jeung 2 hours ago  ·  Like Pagi-pagi, semua pada ribut ke kondangan Pak Beye. Heuuh..padahal itu harusnya saya, Ibas dan Afin Yulia. Bukannya Ibas dan Aliya (ahiaaaaaaak) Afin Yulia lho Pak Pres katanya hari ini akadnya Ibas sama Afin Yul