Postingan

FAMILY MAN ATAU PRIA KEREN?

Gambar
Siang yang mendung, ketika mendadak Yusi menyapa. Dia salah satu teman gokil saya di dunia maya selain Vita Sophia. Bersama mereka kami kerap mengacaukan topik serius di grup kepenulisan rahasia (ahahaha berasa ikut komunitas ninja aja ya) yang kami ikuti dengan komen asal dan kadang OOT. Sebenarnya saya yang suka melakukannya, sementara Yusi dan PitShop boleh dibilang masih dalam taraf rata-rata normal saja. Pembicaraan berlangsung biasa pada mulanya, hanya tanya kerjaan saja. Tapi kemudian mengalir kepada pria idaman beberapa saat kemudian. Saya terkakak-kakak mendengar dia cerita tentang pria yang menyukainya. Saya membayangkan betapa seru ceritanya, lengkap dengan kalimat dan mimik gokil andai itu sebuah manga (komik Jepang). Hmm, ya...digandrungi pria? Ada dua kemungkinan yang terjadi pada kita, bangga atau justru bikin ilfil dan empet dibuatnya. Jadi Yusi mengalami yang mana? Yang ke...ups! Sorry saya mengunci mulut untuk tidak menjawabnya. Tetapi dari semua ceritany

SEPULUH HARI TER-WAW!

Gambar
Praktis udah empat lima hari tiba di rumah kembali setelah training selama sepuluh hari di BIN Surabaya.  Berbeda dengan Surabaya yang panasnya ampun dije ituh, Banyuwangi saban hari diguyur hujan. Nggak ada ceritanya pulang kantor nggak pake basah. Hari Rabu kemarin beberapa ruas jalan malah kebanjiran saking derasnya hujan, sampai beberapa motor jadi macet dijalanan. Cool bukan? Di kantor sih dari Senin belum ngapa-ngapain. Senin acaranya bersih-bersih berjamaah. Mule nyapu, ngepel, bersih-bersih meja, bersih-bersih WC dan dapur (di kantor BIN Banyuwangi dapurnya guede, bo! Sumpe deh...bisa buat guling-gulingan looh). Hari kedua, listrik mati dengan suksesnya selepas jam sepuluhan.  Sampai jam empat lewat nggak hidup-hidup. Gila banget deh! Alhasil kita cengo jaya, nggak ngapa-ngapain. Mati gayalah pokoknya. Udah gitu pake hujan pula klop dah. Sementara kita nongkrong, anak-anak gudang pada main futsal di dalam gudang. Abis belum ada kegiatan apa-apa, daripada bengong

CERITA SI GOKIL : MUNDUR ATAU MAJU JADI PENULIS? TERSERAH LU!

Gambar
Aku penyuka buku pada awalnya. Menyukainya hingga bermimpi punya buku atas namaku sendiri. Tetapi mimpi itu terkubur seiring hari-hari, dan aku melupakannya hingga bertahun-tahun saat blog muncul dan telah trend pada awal aku terjun. Dari sekedar ngeblog pada 2006, aku mulai merambah lomba-lomba ringan. Lomba-lomba yang mengantarkanku ke lomba-lomba berikutnya, bertemu banyak orang, menjadi rival dan kemudian berteman dengan mereka. Jangan tanya prestasiku apa. Karyaku belum banyak tembus media. Memang ada sekian antologi, tetapi majalah dan koran? Hwoow, belum banyak. Paling hanya dua jari saja. Aku juga bukan penulis yang produktif luar biasa. Menulis seenak udelnya seperti notes atau blog bisa saja kuposting setiap harinya, tapi fiksi dan non fiksi yang ada tujuannya membuatku sering mampet, terbebani, dan jadi stag mau kemana. Ealah...Belum lagi perkara disiplin dan kemauan yang masih kembang kempis seperti balon kurang isi. Aish! Klop sudah. Tahun 2012, aku denga

KALAU LAJANG DITANYA "KAPAN (KAWIN)?"

Gambar
  the gokilest mutan, yang punya pelaminan belum nyobain  malah dianya asyik gaya-gayaan, udah gitu ngajak teman pula Bila usiamu twenty something (almost thirty) or even thirty something tapi masih single aja, secara otomatis bakalan banyak yang nanya : “Kapan?” Pertanyaan simpel tapi jawabnya itu yang bikin uban langsung ngembang. Gimana enggak? Ha wong kapan yang ditanyakan itu bukan kapan ultah, tapi benernya kapan kawin?   Secara gandengan aja belum ada (truuuk kale ah gandengan), terus mau jawab apa? Belum lagi ditanyain “Emang nunggu apa? Kiamat?”. Tsaaaah! Berasa pengen banget deh nyiram si penanya pakai air keras (air isi balok es maksudnya), lalu gludukk nimpa kepalanya biar benjol saking lo dongkol. Tapi karena menyiksa orang itu dilarang kecuali kebangetan (lhoh?), otomatis lo meringis. Diem aja sambil ngemut pos kamling. Udah kebayang dah dimataku   betapa manyunnya dirimu sambil ngedumel dalam hati ,”Ngapa juga nunggu mpe kiamat, besok juga kalo a