Postingan

RESIGN (AGAIN)

Gambar
GILA ! Kurasa itu yang akan dikatakan orang-orang pada saya. Saya memutuskan hengkang dari tempat kerja hanya dalam jangka dua bulan setelah tandan tangan kontrak kerja. Bukan hal main-main mengingat mencari pekerjaan itu susah. Bahkan rekan sekerja saya berkata ,”apa nggak sayang? Sekarang nyari kerja kan gak gampang.” Saya tidak membantahnya. Saya justru memembenarkannya. Memangnya kenyataannya demikian. Pencari kerja banyaknya alakazaam, tetapi lowongan pekerjaan tidak sebanyak yang diinginkan. Semua berbondong-bondong, berebutan mencari tempat kerja. Sementara saya yang sudah dapat justru melepaskannya. Padahal   saya juga tidak punya “plan” cadangan setelahnya. Semua bermula ketika saya merasa tersiksa dengan perubahaan keadaan di tempat kerja yang baru. Saya jadi kerap pulang malam. Bahkan pernah sohib saya si pecinta onyet yang kini beralih jadi pecinta uba-uba (Lumba-Lumba) dan paus Orca (bukan Okra lho, kalo itu sayuran jepang ya hehe) pernah bilang,”Elu p

SELEPAS HUJAN

Gambar
i love to take a photograph : ) Saya sedang mengasihani diri ketika membaca status ini " "Mah, boleh gak kaka berenti kerja, trus dirumah aja, jualan sama nulis..? *gak sanggup ngomong gini ma si cantik*" di dinding sahabat maya saya. Beberapa waktu ini saya bekerja kembali, dengan setengah hati. Mungkin tidak ada setengah sehingga segala sesuatu menjadi terasa berat. Sebagian besar hati saya tidak lagi terpikir untuk bekerja di satu tempat dengan jam kerja yang tetap, dari jam 8 sampai jam 5. Tetapi mandiri, berkantor di rumah sendiri, meng-handle segala sesuatunya dari tangan kita, entah jadi penulis atau bikin rajutan dan menjualnya secara online seperti yang kulakukan sebelum ini (dan masih).  i love crochet Saya lebih suka berkutat dengan sisi kreatif ketimbang saklek dan numplek di satu tempat. Membosankan buat saya. Entah kenapa.  Tapi dalam keadaan hati dan pikiran yang tidak balance, saya mencoba melihat sisi positifnya. Apakah s

FAMILY MAN ATAU PRIA KEREN?

Gambar
Siang yang mendung, ketika mendadak Yusi menyapa. Dia salah satu teman gokil saya di dunia maya selain Vita Sophia. Bersama mereka kami kerap mengacaukan topik serius di grup kepenulisan rahasia (ahahaha berasa ikut komunitas ninja aja ya) yang kami ikuti dengan komen asal dan kadang OOT. Sebenarnya saya yang suka melakukannya, sementara Yusi dan PitShop boleh dibilang masih dalam taraf rata-rata normal saja. Pembicaraan berlangsung biasa pada mulanya, hanya tanya kerjaan saja. Tapi kemudian mengalir kepada pria idaman beberapa saat kemudian. Saya terkakak-kakak mendengar dia cerita tentang pria yang menyukainya. Saya membayangkan betapa seru ceritanya, lengkap dengan kalimat dan mimik gokil andai itu sebuah manga (komik Jepang). Hmm, ya...digandrungi pria? Ada dua kemungkinan yang terjadi pada kita, bangga atau justru bikin ilfil dan empet dibuatnya. Jadi Yusi mengalami yang mana? Yang ke...ups! Sorry saya mengunci mulut untuk tidak menjawabnya. Tetapi dari semua ceritany

SEPULUH HARI TER-WAW!

Gambar
Praktis udah empat lima hari tiba di rumah kembali setelah training selama sepuluh hari di BIN Surabaya.  Berbeda dengan Surabaya yang panasnya ampun dije ituh, Banyuwangi saban hari diguyur hujan. Nggak ada ceritanya pulang kantor nggak pake basah. Hari Rabu kemarin beberapa ruas jalan malah kebanjiran saking derasnya hujan, sampai beberapa motor jadi macet dijalanan. Cool bukan? Di kantor sih dari Senin belum ngapa-ngapain. Senin acaranya bersih-bersih berjamaah. Mule nyapu, ngepel, bersih-bersih meja, bersih-bersih WC dan dapur (di kantor BIN Banyuwangi dapurnya guede, bo! Sumpe deh...bisa buat guling-gulingan looh). Hari kedua, listrik mati dengan suksesnya selepas jam sepuluhan.  Sampai jam empat lewat nggak hidup-hidup. Gila banget deh! Alhasil kita cengo jaya, nggak ngapa-ngapain. Mati gayalah pokoknya. Udah gitu pake hujan pula klop dah. Sementara kita nongkrong, anak-anak gudang pada main futsal di dalam gudang. Abis belum ada kegiatan apa-apa, daripada bengong