Postingan

PERLUKAH MENGHUJAT LUKMAN SARDI?

Gambar
 Lukman Sardi pindah agama. Saya membaca berita itu lewat sebuah portal berita. Tidak hanya membaca berita tersebut tapi juga komen-komen mengenainya. PEUDEUS ALIAS PEDES! Begitulah kebanyakan isi komennya. Bahkan saling berbantahan antar satu dengan lainnya. Saya menutupnya. Saya tidak mau ikutan komen juga. Karena saya tahu kapasitas saya. Komen pun tidak ada gunanya? Buat apa? Yang ada justru berbantahan tidak jelas di dunia maya. Sebaliknya saya bertanya balik ke diri sendiri “ Perlukah Menghujat Lukman Sardi ?” sambil ngaca. Jawabannya : PERLU! Perlu menghujat Lukman Sardi jika : a.        Sampeyan ingin memanasi hati sampeyan sendiri, bikin sampean mengeluarkan kata-kata buruk untuk orang yang bahkan tidak sampeyan kenal

BERBOHONG ITU TIDAK GAMPANG

Gambar
Hari yang menyenangkan ketika teman saya menelepon. Seperti yang sudah-sudah kami ngobrol panjang tentang banyak hal. Tapi diantara semua hal yang ia ceritakan ada satu yang menarik perhatian saya yaitu berita soal (sebut saja namanya) Bunga. Bunga yang sekarang jauh berbeda dari Bunga yang dulu saya kenal. Gadis cantik, pintar dan baik itu telah bermetamorfosis menjadi orang yang suka omong besar. Mengaku punya usaha ini-itu dengan skala mencengangkan, tapi ketika dibuktikan tidak sesuai sama sekali. Maka bisa   dibayangkan apa yang terjadi kemudian—di jaman dimana komunikasi itu berada di ujung jari. Tak perlu telepon, tak perlu kirim surat. Tinggal buka saja BB atau WA maka berita itu menyebar dan akhirnya justru mengungkap hal lain yang lebih mencengangkan—seperti tidak bayar barang   yang ia pesan pada X padahal si barang sudah diterima, bertanya soal beberapa produk tetapi ketika diberikan contohnya dia menghilang tanpa jejak dan sebagainya. Pertanyaannya   se

AMAZING MAN : A STREET DOCUMENTATION

Gambar
Apa sih yang mengesankan dari seorang pria? Apakah tampan, rupawan, hartawan, dengan penampilan wah ala metro seksual? Nggak selalu demikian. Di jalanan saya justru ketemu pria-pria mengesankan yang justru tidak punya hal yang sudah saya sebutkan. Mereka tidak tampan, rupawan, hartawan, berbau wangi, dengan baju harga mahal. Kebanyakan justru biasa saja, sederhana seperti layaknya baju mereka. Seperti apa mereka?   Yuk tengoklah kemari, telusuri AMAZING MAN : A STREET DOCUMENTATION di bawah ini. One of a kind . Pria ini satu-satunya yang mendampingi anaknya saat karnaval TK, satu-satunya! Sementara yang lain berjenis kelamin wanita. Let me hold her . Panas sangat menyengat, pasangan muda ini lewat. Ayah menggendong anak, bunda melenggang dengan tas kecil di pundak. 

PELAJARAN DIBALIK TERBITNYA SEBUAH BUKU

Gambar
Tahun ini adalah tahun luar biasa buat saya. Dua antologi ( LoveAt School terbitan Elex dan Jomblo :Prinsip Atau Nasib terbitan Indiva), tiga novel kolaborasi saya juga terbit berurutan. Dimulai dari Short Story Girl: Pendek itu Menyakitkan (Sheila, imprint Penerbit Andi) yang terbit November 2014. Lalu disusul The UdikGirl (Sheila), Maret 2015. Tak berapa lama kemudian (hanya selang beberapa hari dari The Udik Girl), Glamo Girl terbit juga. Kali ini yang menerbitkan adalah Senja, imprint Diva Press. Lalu apa yang saya rasakan setelah itu?  Bangga nggak sih? Bangga, senang...layaknya orang yang bukunya diterbitkan. Tetapi setelah itu saya kok malah jadi kepikiran, ternyata setelah lebih dari sepuluh antologi dan tiga novel diterbitkan, saya semakin merasa kurang. Hah, apanya? Duitnya?  Eh, bukan ( kalau duitnya tak usah dibahas hihi). Kurang yang saya maksudnya itu justru soal pengetahuan. Dan   saya merasa terbitnya buku-buku itu memberi banyak

TAK BISA DIBERI KOMENTAR? APA YANG TERJADI DENGAN BLOG KITA?

Gambar
Beberapa waktu lalu saya mengalami hal seperti yang tertera dalam judul itu. Saya tak bisa membalas komen dan orang lain pun tidak bisa komen. Nah jika anda mengalami seperti saya, blog tak bisa diberi komentar , maka yang harus dilakukan adalah : 1.       Cek Setting komen Cek apakah setting komen anda sudah enable atau belum. Jangan-jangan tanpa sadar kita sudah melakukan perubahan. Jika ternyata setting berubah jadi disable, maka segera ganti settingnya menjadi enable seperti semula. 2.       Koneksi letoy Jika setting komen di cek ok saja, cek saja koneksinya. Kalau koneksi letoy, jangankan membuka web baru, komen saja susahnya minta ampun.   Jadi jika ini yang terjadi maka tunggu saja koneksinya membaik baru komen lagi.  3.       Cek Web Browser Bila koneksi sudah membaik namun tetap tidak bisa komen atau balas komen, coba cek pakai

BROS SERENA, PADUAN MOTE BIRU DAN MERAH MUDA

Gambar
Warna, secara sadar atau tidak memberi pengaruh pada jiwa kita. Ia mampu mengubah suasana hati kita menjadi lebih baik. Contohnya warna merah muda dan biru. Merah muda adalah warna cinta dan kebaikan. Warna yang menunjukkan sisi feminin seseorang. Memakai warna ini secara fisik memberi efek menenangkan. Jadi tidak heran jika anda masuk ke dalam ruangan berwarna merah muda emosi yang tadi meluap akan turun dengan sendirinya. Percobaan semacam ini pernah dilakukan oleh Channel National Geographic, kalau tidak salah untuk acara berjudul Crowd Control. Warna biru adalah warna yang menunjukkan sisi intelek. Kesan positif yang ditimbulkan adalah kepandaian, kepercayaan, komunikasi, juga kompetensi. Tak hanya itu, warna biru juga bisa membuat seseorang jadi lebih produktif karena mereka jadi lebih tenang dan fokus. See, kalau mau produktif sering-sering berada di lingkup warna ini. Dengan beberapa alasan positif di atas, kali ini saya akan memadukan dua warna itu menjadi sat

SENI MEMBERI MASUKAN

Gambar
Beberapa waktu lalu saya menerima sebuah inbox dari teman, ia meminta saya memberikan masukan untuk calon novel temannya. Sebenarnya saya merasa tidak nyaman dimintai tolong demikian. Siapalah saya? Hanya Afin Yulia, bukan siapa-siapa. Sekedar tukang menggambar pulau di atas bantal *ngeeek. Tapi apa salahnya mencoba? Siapa tahu saya bisa membantu sahabat teman saya. Maka saya membacanya dan   mengernyitkan kening karena merasa   tak ada yang istimewa dari prolog hingga akhir bab pertama. Oke deh, sekarang giliran menulis masukannya. Apa yang harusnya saya lakukan? Menilik keterangan diatas seharusnya mudah bukan menulis masukan? Tinggal serang dan babat habis kelemahannya. Tetapi di detik itu saya justru tidak bisa.  Saya teringat Dale Carnegie pernah bilang, efek sebuah kalimat itu luar biasa. Ia bisa mengubah seseorang yang terlihat tak punya potensi menjadi orang hebat lewat kalimat yang tepat. Masalahnya saya

WHAT SHOULD YOU DO WHEN SOMEBODY SAID “OMG...YOU’RE FAT!”

Gambar
Anda sehat (baca kelebihan berat) seperti saya? Pernah nggak ngalamin suatu hari saat ketemu teman-teman dan salah satu daru mereka berkata spontan ,”Ya ampuun, kamu gendut banget sih?” Atau kalau nggak gitu dia bilang ,”Astaga, kok sekarang...(bikin gestur gendut). Padahal dulu kan...(bikin gestur kurus).” Saya yakin senyum lebar yang tadinya tersemat di bibir anda langsung menghilang. Berganti dengan senyum kecut dan sebuah doa diam-diam ,”Semoga situ ngalamin juga kayak saya, huh!” Ada dua hal yang bagus untuk dilakukan saat itu juga : 1.       Lepas Stillleto anda timpuk dia seenak-enaknya, pasti dia akan terkaing-kaing setelahnya 2.       Bikin kepalan tangan yang kuat Dan boom! Langsung arahkan bogem anda ke dagunya. Itu akan membuat dia tidak berdaya. Ah, tetapi sebelum itu anda lakukan saya sarankan anda untuk berhenti saja. Bisa repot hidup anda jika korban anda melaporkan penganiayaan itu ke pihak yang berwajib.

BACK PAIN MENDERA? ATASI DENGAN RUKU SAJA!

Gambar
  “Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu”. Saya sudah sering membaca dan mendengar kalimat yang terdapat dalam Al   Qur’an surat Al Baqarah ayat 45 itu. Tapi tak benar-benar memikirkannya sampai suatu hari, ketika sakit punggung menguasai saya. Sebagai orang yang kerap duduk berjam-jam di depan komputer saya kerap mengalami sakit punggung atau back pain . Memang bukan sakit punggung kronis, tetapi membuat saya terganggu. Kerapnya merasakan hal semacam ini membuat saya benci bila harus duduk berlama-lama di depan komputer. Seolah kali saya duduk, saya akan diingatkan akan rasa sakit di punggung itu. Alhasil hal tersebut mempengaruhi produktivitas saya.   Penasaran dengan keadaan diatas, saya pun browsing dan menemukan bahwa kebiasaan duduk berjam-jam di depan komputer ternyata memberi tekanan pada piringan sendi dan ruas-ruas tulang belakang

PROBLEMA : TERPAKSA DILANGKAHI ADIK KARENA “KECELAKAAN”

Gambar
Saya sedang iseng menengok posting lama ketika membaca komentar Anonim yang berbunyi : Mbak, kalo boleh tau, setelah menikah adik mbak tinggal sama siapa? Kalo saya, karena adik masih belum mapan dan telah menghamili diluar nikah, akhirnya mau dinikahkan dan setelah itu tinggal sama ortu dan saya selaku kakak perempuan satu2nya ( kami hanya 2 bersaudara). Saya khawatir sekali akan pandangan tetangga dan saudara, sebelumnya aja mereka uda memandangi saya dgn begitu apalagi nanti adik saya menikah dan ngadain pesta dirumah.. Dan pacar adik saya adalah anak yg belum cukup umur, sedangkan saya adalah seorang wanita dewasa yg sudah saatnya menikah akan tetapi masih belum menjalin hub dgn siapapun..Alangkah baiknya jika saya bisa memiliki sifat cuek bebek seperti mbak tanpa harus mikirin kata2 org lain. Boleh minta sarannya mbak? Ada semacam perasaan bersalah muncul karena telat membacanya. Maklum posting berjudul “ Jika Status Jomblomu MenghalangiPernikahan Adikmu ” it

SAAT IBU SAKIT : SAYA PILIH MELEWATKAN KESEMPATAN ITU...

Gambar
Membaca judulnya pasti anda mengira saya telah melakukan hal yang luar biasa. Mengorbankan sebuah kesempatan besar bernilai jutaan dollar hanya demi ibu saya. Tidak. Saya tidak melakukannya. Yang saya lakukan hanyalah melewatkan kesempatan mendapatkan pekerjaan baru. Tidak lebih. Semua bermula hari Jumat pekan silam saat seorang teman mengirim pesan : “Gak minat melamar jadi tenaga pendamping? Yang dibutuhkan S1 Pertanian” Wah, lowongan yang bagus. Sesuai dengan ijazah saya. Rasanya patut dicoba. Itu sebelum saya teringat kalau jadi pendamping petani otomatis kerjanya di lapangan *krik, krik. Kalau nanti saya ikutan dan diterima (hihi udah yakin aja diterima) terus Ibu nanti sama siapa? Kalau Bapak sendiri yang menjaga ibu kasihan juga. Sementara dua adik saya sudah besar-besar dan bekerja semua. Satu nun jauh di Kalimantan, satunya lagi meski dekat tetap saja namanya orang bekerja itu tak bisa sebebas saya. Lho memang Ibu kenapa?

DEPRESI VALENTINE : PERLUKAH?

Gambar
Love is everyday, not only in valentine's day Hari valentine sudah di depan mata. Segala sesuatu yang berkaitan dengan cinta dan kasih sayang mendadak nampang di mana-mana—rangkaian bunga, perhiasan ciamik untuk si dia, segala pernak-pernik lucu seperti teddy bear merah muda hingga hiasan bentuk hati bertulis “I LOVE YOU”. Tak lupa film-film romantis yang mengetengahkan tema happily ever after di teve dan bioskop.  Buat sebagian orang hari valentine memang menyenangkan sebab di hari spesial itu mereka bisa saling mengungkapkan rasa sayang. Tetapi buat sebagian lainnya, yang jomblo dengan beragam alasan, valentine’s day kemungkinan menjadi hari yang menyedihkan. Tak hanya sedih, tapi juga menyebalkan terlebih bila melihat temanmu mendapat kejutan segebung kembang atau mengetahui mereka tengah merencanakan valentin-an dengan pacar. Alih-alih bahagia untuk mereka, yang ada si jomblo malah jadi Jones alias Jomblo Ngenes karena   mengalami depresi valentin . Kenap

DALAM KESEMPITAN SELALU ADA HAL MENAKJUBKAN!

Gambar
Saya tidak bilang hidup saya selalu senang. Kalau saya mau saya bisa menulis berlembar-lembar kesusahan. Tapi menulis hal demikian tak kan mengubah keadaan. Ibu selalu bilang ,”Simpan kesedihan untukmu sendiri. Jangan libatkan orang lain disitu. Jangan susahkan mereka dengan kesedihanmu, mereka sudah cukup punya masalah. Mengapa harus kau tambahi lagi dengan masalahmu? Tapi jika itu soal kebaikan, tak apa kau sampaikan.” Saya setuju dengan apa kata Ibu saya. Mengapa harus menyusahkan orang lain dengan masalah saya? Semua orang mengalami masalah dalam hidupnya. Tak ingin ada masalah, berarti sama dengan tidak menginginkan kehidupan.  Wah!

IIK, DAPAT LIEBSTER AWARD!

Gambar
 Liebster award. Memang tidak sekelas Tony, Emmy, atau Oscar...tapi karena award ini saya harus semedi. Demi memberikan jawaban paling nggak masuk akal. Buat yang udah baik hati ngasih ini yaitu Jeng Agia di http://www.agiasaziya.com   saya trenyuh. Saya sampai berdoa semoga besok gak dapet lagi hihihi... Mari heningkan cipta. Biar selamet sebelum dan sesudah membaca rentetan mitraliur di bawah ini : 1.       Kalo jadi tokoh antagonis di film, lo mau jadi siapa? Berikan alasannya. Aro (sumber Twilight Saga_Breaking Down Part 2)

FOOD PHOTOGRAPHY AMATIRAN : BERSENANG-SENANG DALAM KETERBATASAN

Gambar
Saya bukan pakar foto makanan. Saya hanya bersenang-senang. Semua dimulai ketika adik saya meminjami saya kamera poketnya—kamera Sony W 520 (kakak macam apa kamera saja dipinjami adiknya ahaha). Semula saya memotret apa saja. Sampai akhirnya saya belajar bahwa kamera saku mempunya keterbatasan. Kamera ini hanya bagus memotret dalam jarak satu meteran. Lebih dari itu kurang mantap Akhirnya saya beralih fokus memotret yang kecil-kecil dan berjarak dekat. Embun, rumput, kupu, kepik, belalang, buah,   sampai makanan olahan Bapak saya. Seringkali saat Bapak memasak saya mengabadikannya. Dari situ saya jadi suka memotret makanan.  Seperti yang saya ungkap dalam tulisan Si Dodol Belajar Fotografi , ya begitulah saya belajar. Dodol, konyol, banyak trial and error. Sampai sekarang. Meski pernah memenangkan lomba Food Photography-nya Blogfam , bukan berarti saya itu jagoan. Kalau ditanya kenapa menang saya akan....jeng, jeng...garuk-garuk jidat. Mungkin saya hanya luck.

MATI MENCOBA JAUH LEBIH BERHARGA

Gambar
memotret diam-diam sambil membayangkan satu hari buku-buku saya-lah yang berada di rak berbagai toko buku                         Saya tidak tahu sejak kapan tepatnya saya berani keluar dari zona nyaman dan memilih (dengan gila) keinginan hati untuk jadi penulis saja. Padahal menulis tidak menjanjikan apa-apa. Lebih sering nggak dapat uang daripada dapatnya. Lebih sering bikin dompet kosong daripada terisinya. Lebih sering bikin saya meringis karena pas mau beli bensin duitnya enggak ada hahahahaha...             Entahlah, seingat saya setelah membaca Seeking Day Light End -nya Peter O’Connor pikiran somplak itu muncul di kepala. Buku itu adalah Brainstorming bagi saya. Saya merasa apa yang dia bilang di buku itu ada benarnya. Saya harus mengejar impian saya. Saya tahu prosesnya bisa sangat melelahkan. Tapi saya harus melakukan.             Lagipula saya   sudah bosan duduk di kantor mendengar bos saya yang baik itu nyanyi lagu nina bobo (baca ngomel sambil ngamuk).

STOP DENGERIN KOMENTAR NEGATIF ORANG!

Gambar
Berkomentar, berpendapat, apapun namanya syah-syah saja. Tak ada yang melarangnya. Tetapi jika itu komentar itu negatif, rasanya kita harus berpikir ulang untuk mendengarnya. Percuma, itu takkan membawa kebaikan bagi kita. Sebaliknya komentar semacam itu justru membawa keburukan.  lihat, saya bulet-bulet gimana gitu... Semua dimulai ketika bobot saya naik banyak. Saat itulah orang-orang mulai berkomentar nyinyir saya gendutlah, kegemukanlah...FYI tinggi saya 150 cm (jinjit) dengan berat tubuh 50 kg (lewat banyak). Jadi bisa anda bayangkan betapa unyunya saya ini. Bulet-bulet gimana gitu... Komentar pedas mereka tentu saja bikin merah telinga saya. Meski tidak menampakkan di muka tapi saya jelas kepikiran apa yang mereka ketakan. Ah, andai saya kurus pasti mereka nggak bakalan ngomong begitu, batin saya. Well, okelah saya mau melakukan sesuatu. Karena menurut pakar olahraga lari itu bisa membakar lemak yang cukup banyak, kenapa saya tidak melakukannya saja? Olahr

DELAPAN HAL MENGAPA “MOMMY TRULLY SEKSI!”

Gambar
Kungfu Mommy. Mommy could do two or three jobs in the same time. Mungkin anda para Bunda, tidak pernah menyadari betapa seksinya anda. Apalagi jika anda membandingkan diri anda dengan model-model Victoria's Secret . Habislah anda mencela diri sendiri karenanya. But, wait! You should proud of your self, Bunda . Karena anda itu seksi luar biasa. Percayalah delapan hal berikut ini, akan membuat anda merasa model Victoria Secret tak ada apa-apanya. So this is, delapan hal mengapa “Mommy Trully Seksi!” : 1.     SEKSI KONSUMSI Mungkin anda memang bukan koki profesional, tapi anda selalu berusaha untuk menampilkan konsumsi terbaik untuk keluarga. Anda berpikir bagaimana makanan itu tak hanya enak tapi juga bergizi buat anak dan suami. Seandainya pekerjaan seperti ini diserahkan pada profesional, kemungkinan besar suami anda akan direpotkan dengan besarnya tagihan.

QUESTION OF LIFE : APAKAH PENDEK DAN BERWAJAH BIASA ITU MENYAKITKAN?

Gambar
(Source : Sheila books) “ Badan boleh pendek, tapi percaya diri jangan sampai sependek badan ini. Tinggi boleh kurang, tapi kita tak boleh kurang keistimewaan. Kebaikan hati dan senyum tulus dalam diri kalian sering kali menutup segala jenis kekurangan .” Itulah kalimat tertulis di lembar terima kasih yang tertera dalam novel   “ Short Story Girl : Pendek Itu Menyakitkan ?” yang terbit November lalu. Ih gaya banget ya, sok pake nulis kayak gitu segala. Tapi bukan tanpa alasan saya mengatakannya. Saya berharap siapapun yang tinggi badannya aduhai semampai kayak saya berhenti membenci kekurangannya. Malahan mereka harus berbahagia dengannya. Kenapa? Mari kita mulai saja ceritanya. Saya terlahir sempurna, tidak kurang suatu apa. Kecuali dua, tinggi dan muka biasa saja. Saya bersyukur otak saya tidak bebal-bebal amat, sehingga saya bisa menyelesaikan sekolah dengan nilai yang cukupan. Pokoknya nggak memalukan kalau dipamerin di meja makan (lha itu apaan? Taplaknya apa

SEKELUMIT KISAH TENTANG WANITA YANG KUPANGGIL IBU

Gambar
Aku yakin masih lebih banyak ibu yang hebat di dunia ini ketimbang ibuku . Tetapi   ibu-ibu paling hebat itu bukan ibuku.   Kukatakan padamu, ibuku wanita biasa , terlahir dari keluarga kelas pekerja. Ia-lah yang meletakkan seluruh dasar-dasar dalam hidupku sejak aku lahir dan kemudian beranjak menjadi besar setiap tahunnya. Semua dimulai di hari ketika aku dilahirkan di bulan Juli bertahun-tahun lalu.   Kata ibuku aku lahir menjelang pagi, tentu setelah berjam-jam membuat ibuku sakit karena aku terus mendesak untuk menghirup udara bebas setelah sembilan bulan sepuluh hari aku berada di perutnya. Seperti ibu-ibu lain, ibuku mengalami masa-masa sulit menjadi ibu baru. Tak punya pengalaman, kesulitan menyusui di awal, kurang tidur malam, dan masih ditambah lagi dengan kenyataan bahwa esok pagi ada rutinitas yang menunggu untuk dilaksanakan. Apalagi jika bukan bekerja sebagai sukwan di sebuah rumas sakit di daerah tempatku tinggal.