Postingan

GADGET YANG MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK DAN ORANG TUA, ACER LIQUID Z320 JAWABNYA!

Gambar
                Tak dipungkiri penggunaan internet meningkat pesat akhir-akhir ini. Maret 2015 Liputan 6 melansir bahwa   menurut APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) di tahun 2014 pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta. Termasuk di dalamnya remaja dan anak-anak.             Unicef Indonesia bahkan melaporkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja rutin menggunakan internet untuk menggali informasi, terhubung dengan teman (lama atau baru), sekaligus menjadikannya sarana hiburan yang menyenangkan. Perangkat canggih seperti smartphone rupanya memegang peranan penting dalam rutinitas tersebut.             Belakangan tak hanya anak-anak atau remaja, balita pun sudah mulai mengakrabi smartphone . Seperti yang terjadi pada Kenzo, keponakan saya. Meski belum paham benar apa fungsi sebenarnya, tetapi sepertinya bocah tiga tahun itu mulai memahami salah satu fungsinya yaitu untuk berkomunikasi. Terbukti ketika ada telepon masuk ia akan mengangkat sendiri d

BUKU : CANDU YANG HARUS DIPELIHARA DAN DISEBARKAN KEMANA SAJA

Gambar
                  Saya yakin anda sekalian akan terkejut jika mengetahui saya adalah pecandu. Sedari kecil saya dicekoki barang-barang aditif itu.   Dan pihak yang paling bertanggung jawab adalah orang tua saya. Merekalah yang menjerumuskan saya jadi pecandu.                 Apakah saya menyesalinya? Tidak. Saya justru bangga.                 Apakah saya perlu direhab? Sebaliknya. Jika sampai ada yang mengusulkan hal itu saya akan menolaknya.                 Bagaimana bisa?                 Sebab jenis kecanduan yang saya derita justru harus dipelihara. Bila perlu disebarkan kemana saja. Mau tahu saya kecanduan apa? Kecanduan buku!                 Dimulai di Usia Yang sangat Muda                 Sejak usia dini orang tua saya sudah mengenalkan dengan buku bacaan. Untuk anak yang belum bisa membaca pilihan ibu saya tidak biasa. Saya tidak diberi buku bergambar tetapi buku seri pengetahuan binatang. Tentu saja saya tidak paham. Yang saya lakukan hanya membolak-

DELAPAN PERMAINAN TRADISIONAL YANG GAUNGNYA HILANG DI ERA DIGITAL

Gambar
              Masa sudah berganti. Permainan tradisional yang dulu saya kenal gaungnya sudah mulai menghilang kini. Kegembiraan bocah memainkan permainan anak seperti jaman saya kecil dulu sulit ditemukan. Ketimbang keluar rumah dan bermain di bawah hangatnya matahari, kanak-kanak di era digital lebih mengakrabi permainan yang disajikan lewat komputer, tablet, atau ponsel pintar.             Jika terus demikian, maka tak heran bila kemudian permainan tradisional tinggal kenangan. Sayang bukan? Padahal permainan tradisional banyak memberikan manfaat positif seperti : 1.       Belajar mencoba hal-hal yang berbau kekuatan dan kecakapan Yang tergolong dalam permainan jenis ini adalah gobak sodor, enthik, bentengan. Tak hanya butuh kekuatan tubuh tetapi juga   kecakapan dan strategi agar seseorang bisa memenangkan permainan. 2.       Melatih panca indra Contohnya : gatheng, dakon, layangan, delikan (petak umpet), kelereng, dampar. Dengan permainan ini anak diajak meraba

AH, TERNYATA KITA LEBIH PANDAI MENCELA...

Gambar
Tahun ’98 ketika para mahasiswa demo menuntut Presiden Suharto dilengserkan, saya bertepuk tangan. Saya senang betul melihat akhirnya ia turun tahta. Tentu saja tak lupa membubuhinya dengan komentar paling pedas yang saya bisa. Lalu seseorang berkata ,”Jangan terlalu...” “Memangnya kenapa? Orang seperti dia pantas menerima hujatan. Sudah lama dia membuat kita sengsara.” “Memang benar, tetapi diantara itu pasti ada saja sisi baik yang akan dikenang.” Saya mencebik tidak percaya. Mana mungkin orang seburuk itu punya sisik baik, pikir saya sambil terus menonton riuhnya demo mahasiswa via televisi. Lalu Presiden benar-benar tumbang. Harapan saya semoga setelah ini Indonesia berjaya dan gilang-gemilang. Ekspektasi saya berlebihan. Tahun berlalu, pemimpin berganti, Indonesia masih segini-gini aja. Tak satu pun dari mereka yang bisa membawa Indonesia bersinar, pikir saya kecewa.   Rupanya tidak hanya saya yang kecewa, orang lain juga sama. Secara random ada saja d

AKHIR TAHUN MENJELANG, WAKTU YANG TEPAT MENSYUKURI KEMALANGAN

Gambar
  source : https://unsplash.com/   Tinggal sehari lagi, tahun baru akan datang. Lalu orang berbondong-bondong merayap ke berbagai titik keramaian, menyaksikan pergantian tahun dengan berbagai cara. Sekedar duduk nongkrong dengan teman, makan-makan, atau bahkan larut dalam pertunjukan seni yang diselenggarakan tanggal 31 malam. Di sosial media, tak kalah ramai orang menyambut tahun yang akan datang. Beragam status dilontarkan. Kebanyakan berisi resolusi tahun depan dan pencapaian tahun sekarang. Menyenangkan membaca yang paling belakang. Lewat berbagai ucapan syukur kepada Tuhan atau serangkaian foto kompilasi keberhasilan yang diraih sepanjang 2015 mereka mengekspresikan kegembiraan. Saya jadi tergerak untuk menuliskan ucapan selamat di bawah status mereka. Tetapi, ada yang janggal dengan saya. Tangan saya terhenti menyaksikan orang-orang “memamerkan” kebolehannya. Ya, ya...tiba-tiba saya merasa tidak bahagia, meski sungguh saya tidak menginginkannya. Itu   memb

BULAN-BULAN TERAKHIR BERSAMA IBU

Gambar
Memandang foto ibu dan bapak di tembok ruang, memang terasa timpang. Bukan karena letaknya yang miring atau kurang sesuai dengan estetika ruang. Bukan. Melainkan karena ketiadaan ibu karena berpulang tanggal 13 September silam. Mengingat jauh ke belakang, hubungan saya dan ibu dalam konteks anak dan orang tua sedari kanak-kanak tak luput dari kesalahpahaman. Seperti ombak ada kalanya pasang datang dan kami kerap berbeda pendapat tentang segala hal. Bergesekan keras meski ujungnya kembali tenang. Seperti laiknya pantai kala ombak telah surut.    Terlahir sebagai anak pertama, saya memiliki kecenderungan keras kepala dan bersikap blak-blakan. Sejak kecil saya memiliki pemikiran sendiri atas banyak hal. Tidak bisa diatur-atur atau disuruh seperti gadis kecil yang manis dan penurut. Itu bukan saya banget. Mungkin karena itulah penyebab saya dan ibu kerap bergesekan. Meski begitu, boleh dikatakan hubungan saya dan ibu tergolong aman. Dalam artian komunikasi kami berjalan b

KETIKA BLOGGER TETANGGA TAMPAK LEBIH HIJAU

Gambar
  Satu ketika, mendadak jadi ngilu melihat syarat tawaran kerjasama untuk blogger seperti di bawah ini : 1.       Blog dengan domain pribadi 2.       Blog Aktif 3.       Usia domain minim 2 tahun 4.       DA minim 20 5.       Memiliki PR minimal 2 6.       CF minimal nganu 7.       Memiliki TF minimal nganu 8.         PA minimal nganu 9.       MozRank diatas nganu 10.   MozTrust minim nganu *semakin berkunang-kunang membaca nomer 6-10 Hari lainnya, mendadak gegana (gelisah, galau, merana) melihat blogger-blogger tetangga terlihat hijau dipandangan mata. Saban kali melongok sosial media selalu mendapati mereka pamer prestasi terbarunya. Ada yang baru saja menang lomba blog berhadiah puluhan juta, ada yang dapat job review menggiurkan, ada yang baru panen google adsense-nya, ada yang pamer Alexa Rank ramping dan viewer yang sehari bisa ribuan orang. Sementara blog sendiri tak ubahnya padang yang rumputnya tumbuh jarang-jarang. Tidak segar!           

ALTITUDE 3088 : MENGHIBUR DAN MEMBERI WAWASAN

Gambar
  sumber : www.indivamediakreasi.com   Judul buku       :           Rengganis   : Altitude 3088 Penulis            :            Azzura Dayana Tahun terbit      :           Cetakan pertama, Agustus 2014 ISBN               :            978-602-1614-26-6 Ketebalan         :           232 halaman Penerbit            :            Indiva Media Kreasi Ukuran             :            20 cm Harga buku      :            Rp 46.000,00             Mengusung tema pendakian, novel ini memang   menyajikan petualangan menjejaki gunung sedari awal. Tidak sekedar tempelan untuk mempermanis cerita dengan sisi romantis yang menjadi topik utama. Dibuka dengan prolog   yang beraroma misteri, Azzura Dayana menarik rasa penasaran pembaca untuk membaca bab-bab berikutnya. Tidak dipungkiri Yana, demikian ia dipanggil, piawai melukiskan keindahan yang ditemui sepanjang pendakian. Sehingga anda selaku pembaca seolah-olah berada diarea yang sama ketika para tokohnya merambahi Cikas

ENAM HAL YANG BISA DILAKUKAN SAAT TEMAN MENGALAMI PERCERAIAN

Gambar
              Tak dipungkiri perceraian bisa menjadi sesuatu yang tragis dan menyakitkan bagi pasangan manapun. Sebagai teman, tak jarang anda ingin membantunya. Tetapi alih-alih membantu apa yang anda lakukan justru bisa menjadi bumerang jika salah melakukan pendekatan. Berikut ini 6 hal yang bisa dilakukan saat teman mengalami perceraian : 1.       Menjadi Pendengar Yang Baik Biarkan ia mengeluarkan semua uneg-unegnya. Mungkin anda akan bosan karenanya. Sebab ia bisa mengulang cerita yang sama berhari-hari lamanya.Tetapi memang begitulah situasinya. Tunggu saja hingga ia tenang. 2.       Tidak menghakimi Salah satu hal yang harus anda hindari adalah mencela atau menghakimi. Percuma saja anda melakukannya, bahkan meski dia memang benar-benar salah. Jika ini dilakukan yang ada justru penyangkalan dan kemarahan yang membesar. Alhasil tujuan anda membantunya tidak tercapai.

LAUNDRY KI LOAN : SAAT CINCIN LAMARAN NYANGKUT DI JARI LING LING

Gambar
              Omong-omong soal sitkom, setelah Bajaj Bajuri dan Preman Pensiun saya memang belum punya jagoan lagi. Bajaj Bajuri dengan Bajuri dan istrinya—Oneng yang fenomenal itu,   kerap membuat saya terpingkal-pingkal. Preman Pensiun, meski yang diangkat adalah kisah para preman tetapi jauh dari kesan menyeramkan, bahkan bisa dibilang kocak maksimal. Hadirnya Kang Mus, Kang Komar, dan kawan-kawan jelas membuat sore hari saya jadi menyenangkan             Beberapa waktu lalu seorang teman kemudian merekomendasikan Laundry Ki Loan yang tayang di TransTV pukul 18.30. Katanya itu cukup lucu. Sayangnya jam segitu bukan jam nonton saya. Setelah jam lima Babe saya (baca : Bapak euy) adalah penguasa teve sampai pukul sembilan malam. Maka yang saya lakukan pada jam-jam itu adalah membaca, nongkrongkin laptop, atau nempelin kepala di bantal dan liuran. See...saya sibuk sekali bukan? *Melet.             Namun   akhirnya saya bisa nonton juga berkat teman yang berbaik hati

PICTURES TALK : HEAVEN IS NEAR

Gambar
Tak perlu jauh mencari surga, ia ada setiap kali kau palingkan muka. Jika kau tak percaya tak apa. Kemarilah, akan kutunjukkan   bukti kalau surga itu memang benar-benar di dekat kita. Surga, begitu kau bisa menyebutnya jika pagi buta saat kau terbangun, kau masih bisa menikmati cahaya lampu panjar tersampai di matamu. Bayangkan jika malam sebelumnya kau masih bisa melihat dan keesokan paginya Tuhan mencabut indra penglihatanmu. Akan jadi seperti apa dirimu. Jadi jika kau ingin tahu rasanya surga, itulah salah satu bentuk kecilnya. Surga, begitu kau bisa mengatakannya bila kau menapakkan kakimu di luar rumah dan kau dapati pagi yang dramatis. Berdiri di bawah sebuah menara yang tingginya berkali-kali lipat tubuhmu, berlatar belakang awan-awan di pagi cenderung mendung dan angin dingin yang merasuki tubuhmu, kau pasti merasakan ketakjuban itu. Betapa luasnya alam raya dan betapa kecilnya kau disana.

SECARA FISIK JAUH DARI SEMPURNA? KAU HARUS BANGGA!

Gambar
  captured from Raisa's Music Video " Apalah Arti Menunggu "  Apakah kau tengah mendura? Menatap kaca sambil mengeluh betapa   secara fisik kau jauh dari sempurna, tak seperti Raisa? Tidak memiliki standar kecantikan yang ditetapkan segerombolan manusia—tinggi, langsing, berkulit kutih, wajah sempurna (mata serupa almond, hidung mancung, bibir tipis, pipi tinggi, alis rapi bak semut beriring, muka V shape), kaki jenjang, rambut panjang tebal baik lurus atau ikal. Kau hanyalah perempuan Indonesia biasa—berkulit kulit sawo matang, mata sipit, dan rambut hitam, cenderung keriting ketimbang disebut ikal, tinggi tak sampai 150 cm, agak gemuk dan kerap disebut si gempal. Hidungmu kecil seperti kismis yang ditempelkan di atas roti bantal. Aduh mengenaskan. Rasa-rasanya kau ingin saja memecahkan kaca. Ah, jangan begitu. Jika bening pikir yang kau gunakan akan kau lihat betapa sedikit wanita yang memiliki standar demikian. Sebagian besar adalah wanita berwa

DO WE NEED TO BE WAH YOU (WAH YOU GOTTA BE SO RUDE)?

Gambar
Sungguh bangga menjadi orang Indonesia. Selain memiliki keindahan alam yang luar biasa, kita juga dikenal sebagai bangsa yang ramah.   Begitu mudah menyapa dan menyunggingkan senyum bahkan pada siapapun yang tidak dikenalnya. Itu sisi positifnya. Sisi negatifnya apa? Tak jarang keramahan itu menjadi sesuatu yang menyebalkan. Membuat orang sakit hati dengan omongan kecil yang seharusnya tak dikatakan. Apakah mereka sadar? Tidak. Kebanyakan orang menyamaratakan keramahan dengan kepo atau berkata yang menyebalkan. Seperti yang dialami oleh seorang teman. Ia tengah berjalan ketika seorang tetangga menyapa. Layaknya orang yang bekerja dan tinggal di perantauan, wajar kiranya jika si tetangga ingin tahu kabar terbarunya. Sampai disitu semua masih baik-baik saja hingga si tetangga melihat perutnya dan berkata ,”Lho belum hamil juga? Sampeyan itu buntu apa gimana?” Teman saya diam, menahan perasaan. Kalau menuruti bisikan setan maulah ia menempeleng atau mengata-ngatai

SEMANGAT BERKARYA WALAU CARPAL TUNNEL SYNDROM MENDERA

Gambar
pic captured from  this video     Saya sedang mengasihani diri dan butuh asupan motivasi ketika membaca pengalaman Yuyun Rahmawati. Crafter yang saya kenal lewat grup membuat bros dan aksesoris di facebook mengaku ia tengah menderita penyakit CTS (Carpal Tunnel Syndrome).     Semua bermula ketika ia masih menjadi pekerja kantoran beberapa tahun silam. Layaknya pekerja kantoran lainnya, Yuyun harus berkutat dengan komputer saban hari. Selama itu semua berjalan lancar hingga suatu hari ia merasakan ada yang aneh dengan tangan kirinya. Rasa nyeri, kebas, kesemutan dan rasa seperti terbakar ia rasakan di jari dan pergelangan tangan. Semula keadaan ini tak terlampau ia pedulikan. Sampai suatu ketika ia memegang barang yang lumayan berat dengan tangan kirinya, dan ia terkejut mendapati si barang terlepas begitu saja. Dari situlah ia mengetahui bahwa ia mengalami penyakit yang dinamai Carpal Tunnel Syndrom (CTS). Rupanya  tanpa ia sadari kegiatan mengetuk-ngetuk tuts komputer secara

ALEXA RANK SUKSES BIKIN SAYA BERTANYA ,”BERAPA ALLAH RANK SAYA?”

Gambar
GENDUTNYA ALEXA RANK SAYA Saya iseng melongok Alexa, salah satu situs yang mengulas peringkat blog-blog di seluruh dunia. Peringkat saya menyentuh angka 5 juta sekian atau tepatnya 5.216.047. Pertanyaannya ,”Kecewakan saya?” Ah, tidak. Aih, masa peringkatnya segendut itu tidak kecewa? Bukankah bagi para blogger peringkat ramping itu lebih utama? Buat blogger seperti saya, peringkat segitu sudah hebat. Bagaimana tidak? Saya bisa tergolong blogger yang pas-pasan. Maklum, saya penulis yang sedang berlari mengejar cita-cita. Uang saya belum lega, saya harus pintar-pintar mengatur agar cukup setiap bulannya. Biar tidak makan banyak bea untuk online, saya lupakan niatan beli modem sekaligus paket internetnya dan memilih menggunakan wifi di taman. Itu pun tidak bisa setiap saat, paling sepekan satu-dua kali. Tetapi, semenjak beberapa bulan ini wifi sulit diharapkan. Sulit konek dan kerap hilang sinyal. Jadi saya terpaksa ngengsot ke warnet agar bisa kiri

KETIKA DIA BERKATA “SAYA PUNYA ORIENTASI SEKSUAL BERBEDA”

Gambar
Seperti ditoyor rasanya begitu mendengar pengakuan semacam itu dari teman saya. Untunglah pengakuan tersebut disampaikan lewat sms, kalau tidak ...entahlah harus bersikap bagaimana di depannya. Dia mengatakan sejak kecil ia menyadari sudah berbeda. Semakin besar perasaan itu semakin menguat. Tentu saja tidak ada yang mengetahuinya, ia memendam kuat-kuat perasaan itu bahkan kepada orang tuanya. Yang tahu siapa? Beberapa orang tahu, termasuk saya. Lalu lainnya? Ya mungkin menduga-duga. Tetapi, tidak ada yang bisa membuktikannya. Lalu, apakah dia sadar ketertarikannya pada sesama jenis itu dilarang agama? Iya. Dia sadar bahwa itu salah, tetapi lepas begitu saja juga tidak mudah. Nelangsa saya mendengarkan. Saya membayangkan jadi ibunya, kakaknya, adiknya, bapaknya, dan temannya di saat yang sama. Apa yang harus saya lakukan jika jadi mereka? Apakah saya akan membencinya, menghardiknya, memukulnya dengan kata-kata yang menyakitkan bila saya keluarganya? Atau mengucil

AYO DONASI BUKU UNTUK ANAK-ANAK KURANG MAMPU

Gambar
              Membaca tentang kiprah komunitas Jepara Satu Buku tak urung membuat kami terpesona. Berdiri akhir tahun 2014, komunitas satu ini telah berhasil membantu 600 siswa lebih dari pelosok Jepara lewat gerakan amal mereka.    courtesy http://jeparasatubuku.blogspot.com/             Komunitas ini terbentuk berawal   dari rasa prihatin melihat kesedihan seorang ibu karena “sang anak tidak mendapat keringanan dari pihak sekolah setelah tahun sebelumnya mendapatkan”. Bertujuan meringankan orang tua untuk membeli keperluan sekolah anak-anaknya, terutama buku, kemudian lahirlah gerakan amal sedekah buku tulis. Lewat gerakan ini mereka ingin mengajak berbagai kalangan, khususnya di daerah Jepara, untuk berpartisipasi menyumbangkan minimal satu buku tulis atau lebih untuk disumbangkan kepada anak-anak yang kurang mampu.             Agar semakin banyak anak Jepara yang terbantu, kami mengajak teman-teman semua untuk memberi #Donasi1buku. Caranya Setiap Pe

KEPEL, BUAH LANGKA YANG KAYA MANFAAT

Gambar
                                                                                          Kepel , jarang orang jaman sekarang mengenalnya. Pamornya kalah dengan apel, melon, semangka, dan lain-lainnya. Tanaman yang biasa hidup di atas ketinggian 600 m dpl ini bisa tumbuh hingga 25 m, dengan diameter 40 cm. Kulit luar batangnya unik, terlihat benjol-benjol, sebab semula menjadi tempat keluarnya bunga dan buah kepel. Warna buahnya coklat, berbentuk bulat, dengan bagian bawah agak lancip. Daging buahnya berwarna jingga dan berbau harum.             Menurut sejarah, kepel yang juga kerap disebut kecindul merupakan kesukaan para putri keraton. Sayang, jaman sekarang buah satu ini sudah langka. Jika pun bisa hanya ditemui di tempat tertentu seperti TMII, Taman Buah Mekarsari, Taman Kyai Langgeng ing Magelang, kraton Jogja, lan Kebun Raya Bogor.             Jarangnya orang yang membudidayakannya kemungkinan disebabkan karena menaati kepercayaan lama bahwa kepel tidak bisa dit

4 CARA AGAR TIDAK MENJADI KOMENTATOR DODOL DUNIA MAYA

Gambar
Layaknya penonton sepakbola begitulah kita saat mendapati berita yang berseliweran di beranda sosial media. Seenak-enaknya saja komentar, bahkan tanpa pikir panjang. Efeknya   runyam. Begitu komen   bodoh terlontar, kita jadi bulan-bulanan atau malah dimejahijaukan. Kalau sudah begini mau menyalahkan siapa? Sebelum itu terjadi, berikut ini ada 4 cara agar tidak menjadi komentator dodol dunia maya : 1.       Pastikan anda membaca dengan benar             Jangan sekali-kali anda berkomentar sesaat setelah membaca judulnya.   Banyak judul provokatif yang menyesatkan. Maka setelah membaca judul, bukalah tautan beritanya. Baca benar-benar agar komentar anda sesuai dengan isi berita. Kalau tidak siap-siapalah dicemooh seisi dunia. 2.       Saat berita panas muncul jangan keburu ditanggapi             Biasakan untuk berdiam diri dulu sebelum menanggapi sebuah berita. Maklum banyak oknum di luar sana yang gemar memelintirnya. Kalaupun beritanya sesuai, kondisiny

Bertualang dari Amuntai ke Maratua Itu Impian Saya!

Gambar
  credit : http://humasamuntai.blogspot.com            Tak perlu jauh-jauh untuk melihat keindahan dunia. Begitu banyak destinasi wisata bagus hanya dengan melongokkan kepala ke arah lain, selain pulau Jawa dan Bali. Salah satunya Kalimantan. Jelajah Kalimantan rassanya takkan lengkap jika belum pergi ke Amuntai dan melihat peternakan kerbau rawa. Disebut k erbau rawa , karena memang kerbau-kerbau ini tinggal diatas kandang yang terletak di rawa-rawa. Tak main-main kandang-kandang tersebut umumnya berukuran besar, berdaya tampung 50 sampai 200 ekor   kerbau, dengan langit sebagai atapnya. Tak seperti kerbau umumnya, kerbau di daerah Amuntai ini dikenal dengan kemampuannya berenang. Sehingga meski kebanyakan kandang di bangun di daerah rawa yang dalam, tak perlu khawatir si kerbau akan tenggelam.             Untuk bisa menggembalakannya, sang pemilik harus menggunakan jukung atau perahu kecil untuk bisa mengawasi ternaknya. Tak heran, dengan keunikan ini banyak