Postingan

GARA-GARA GENTLE BIRTH KESASAR KE BLOG MERISKA PW

Gambar
Bahagianya Bunda ketika anaknya lahir ke dunia. Sebagai (orang yang paling) lajang diantara teman-teman seangkatan, saya sering kali dapat warning ,”Jangan sering-sering dengar cerita orang melahirkan. Kamu kan masih lajang, nanti malah ogah kawin lho gara-gara dengar proses lahiran yang menyakitkan.” Tidak salah juga sih kalau mereka mengatakan demikian. Sebab proses persalinan yang saya dengar itu gak jauh beda dengan adegan bersalin yang kerap dipertontonkan di sinetron. Dimana perempuan terbaring di ruang bersalin dengan wajah penuh peluh dan kelelahan, berusaha keras mengejan sambil jejeritan, sementara bibir meringis menahan kesakitan. “Widih, aku hampir aja nggak kuat waktu itu!” kisah seorang teman menanggapi pertanyaan gimana rasanya pas mau melahirkan bayinya. “Udah ngejan bayinya nggak keluar-keluar...” Yang lainnya berkata ,”Gara-gara ngangkat pantat pas ngejan, aku dapet banyak jahitan. Lha piye robekan perineum-nya lebar je...” Gleg! Kalau kisah s

5 HAL INI TAK PERLU DITANYAKAN SAAT KOPDAR DENGAN TEMAN

Gambar
Tanyakan hal-hal yang menyenangkan saat kopdar, jangan sibuk mengoreksi berat badan atau hal-hal konyol yang bikin ilfil               Kopdar dengan teman lama tentu sangat menyenangkan. Sambil mengusir kangen, kita bisa juga nengenang masa silam. Tetapi diantara obrolan itu kerap tanpa sadar kita menyakiti teman. Alhasil teman jadi marah besar dan bersikap tidak ramah sesaat setelah anda bertanya satu hal. Pernahkah anda mengalaminya? Kalau ya kemungkinan besar itu berasal dari ucapan anda yang tak pantas di dengar.             Apa sajahkah itu? Berikut lima hal yang tak perlu ditanyakan saat bertemu teman lama : 1.       Kapan menikah? Pertanyaan ini umum dilontarkan pada kaum lajang, baik lelaki maupun perempuan. Yang lebih menyebalkan kalau ditambahi kalimat ,”Memangnya nunggu apa? Nunggu sampai karatan? Sudahlah kalau ada yang mau terima aja!” Pertanyaan ini kedengarannya ringan, seringan kapas yang melayang di udara. Anda hanya tidak tahu, bagi si penerima ju

QUOTE NOVEL “SWEET SOUR LOVE, FROM SPRING TO WINTER” BIKIN BAPER

Gambar
            Apa kau pernah bermimpi hidup di negara empat musim? Saranku jatuh cintalah saja agar kau bisa merasakan sensasi empat musimnya.             Itulah penggalan kalimat yang terdapat dalam novel “ Sweet Sour Love, From Spring to Winter ”.             Berkisah tentang dua orang tokohnya, Savana dan Caldera, novel yang bersetting di Bandara Schiphol-Belanda ini akan bisa bikin orang jadi baper. Nggak percaya? Coba deh baca deretan quote novel berikut ini :    

BATAL MENGELUH MEMBACA KISAH INSPIRATIF DI BLOG MBAK LISA

Gambar
Capek luar biasa! Itu yang saya rasa ketika menyinggahi rumah maya Mbak Lisa. Mata saya panas, begitu juga pantat saya. Punggung sakit, betis berkonde...aduh saya benar-benar remuk redam. Sungguh, pekerjaan yang saya geluti baru-baru ini membuat saya kelelahan. Sampai-sampai saking lelahnya, ketika pulang kerja, saya tak sanggup lagi membasuh muka. Sekedar membersihkan make up dari wajah saya. Seperti hari itu. That’s why saya yakin gak bakalan sanggup membaca satu pun artikel di rumah Mbak Lisa . Yang ada di kepala saya, saya akan ngusruk di depan komputer tak sampai lima menit kemudian. Tetapi saya salah besar. Mata saya tetap terbuka lebar menekuri tulisan-tulisan Mbak Lisa. Dimulai dari kisah pengojek payung bernama Wendra yang mengingatkan saya agar tak mudah mengeluh bagaimanapun keadaannya. Terus saja berjuang sembari menyalakan harapan. Mungkin saja harapan-harapan itu terlihat naif, aneh, dan tidak mungkin kesampaian. Tetapi, siapa yang tahu apa yang

BELAJAR SABAR DAN POSITIF DARI MBAK ESTI SULISTYAWAN

Gambar
Saya terdiam membaca tulisan seorang teman blogger , Mbak Esti , yang berjudul Pentingnya Sugesti Diri. Dalam artikel singkat itu Mbak Esti mengungkapkan perjuangannya sebelum akhirnya hamil dan memiliki anak. Empat setengah tahun bukan waktu yang singkat untuk terus bersabar dalam penantian. Aduh, saya nggak bisa bayangkan kalau itu saya. Lha wong dicoba nggak punya duit saja saya sudah merana, seolah matahari tak bersinar lagi, apalagi begitu rupa. Entah apa yang akan saya katakan pada Tuhan. Bisa jadi saya akan menggerutui apa yang ia gariskan. Tidak mau peduli bahwa Tuhan sudah memberi banyak   pada saya, berupa kesehatan, udara gratisan, pikiran yang jernih, dan keluarga serta teman yang menyenangkan.  Seperti yang dikatakan Mbak Esti “...kami memang harus berusaha sekuat tenaga, akan tetapi hasil akhir adalah hak sepenuhnya Allah Swt” itu ada benarnya. Seperti apapun manusia berusaha hak prerogatif memang ada pada Tuhan. Jika memang cobaan yang dihadirkan lebi

KERIPIK AYAM LA FOREST : HUH HAH, RENYAH, PECAH!

Gambar
   Sepertinya tak ada yang istimewa dengan keripik satu ini. Bungkusnya mungkin boleh juga. Tetapi tampilan kripiknya tidak menarik mata. Warnanya terlampau coklat, membuat calon penikmat berpikir sedikitnya dua kali untuk mencicipinya. Tetapi, laiknya mencari calon pasangan, tampilan luar ternyata tak bisa dijadikan tolak ukur. Bisa jadi yang tampilannya menarik, justru tak asyik jadi pasangan. Sebaliknya yang biasa saja dan terkesan membosankan malah mengesankan. Nah, part terakhir itulah yang tepat untuk menggambarkan keripik ayam La Forest.    Rasanya ternyata tidak mengecewakan. Begitu satu dimakan rasanya pecah di mulut, kawan! Rasanya rempahnya yang kuat, dipadu pedasnya cabai membuat kita terhenyak. Fuuh, panas! Tapi bikin nagih. Itu yang saya pikirkan waktu memakannya. Tak heran meski bolak-balik harus ber-huh-hah kepedasan, nyatanya saya tak berhenti menikmati keripik itu.

BELAJAR NULIS NONFIKSI? YUK DIMARI!

Gambar
Sedari kecil saya hanya suka membaca. Saya menikmati prosesnya, memilih buku di perpustakaan, meminjam (karena saya dulu tak punya uang untuk beli), membawanya pulang, membaca di balik selimut sampai kantuk datang, lalu esok harinya tersenyum senang karena sudah menamatkan kisah yang menyenangkan. Ketika akhirnya saya berhasil menelurkan beberapa antologi, tiga buah novel remaja bersama dua orang teman, saya menyadari itu lompatan yang besar. Andaikata saya tidak membaca mungkin hal itu takkan terjadi pada saya. Saya tidak tahu seperti apa kelak karya saya dikenang orang. Yang saya tahu ketika menulis “suara saya takkan padam”, walaupun sudah meninggal. Persis seperti apa yang Pramoedya Ananta Toer katakan.  Belakangan dari menulis fiksi saya mulai belajar menulis non fiksi. Satu atau dua dimuat di majalah. Lainnya

BELAJAR HAL-HAL BIJAK DARI SEBUAH BUKU ANAK? KENAPA TIDAK?

Gambar
  Namanya cerita anak, isinya pasti seringan bobot bukunya. Alurnya sederhana, begitu juga tutur katanya. Tentu saja hanya cocok untuk kanak-kanak, tetapi tidak untuk orang dewasa. Sebenarnya tidak juga. Meski diperuntukkan untuk anak, pesan-pesan bijak di dalamnya ternyata masih mengena untuk kita yang sudah dewasa. Bisa jadi pengingat bagaimana seharusnya bersikap dalam keseharian,   seperti yang tertera berikut ini : 1.       Tanggung jawab Apa jadinya jika seseorang lupa pada tanggung jawab atau sengaja mengabaikannya karena hal tertentu? Runyam bukan? Pesan-pesan kecil tersebut terselip   diantara deretan kalimat cerita Buku Pintar yang Hilang. 2.       Jangan mudah berprasangka Berprasangka? Boleh saja! Tetapi harus dibuktikan dulu. Itu yang ingin disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam cerita Mencari Gigi Palsu, Misteri Pecahan Kaca, dan juga Pencuri Uang Palsu.  

LASER TONER BLUEPRINT BIKIN KONSUMEN MERASA YAKIN

Gambar
   Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Johannes_Gutenberg             Sejak metode cetak pertama kali diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450-an, mesin cetak ( printer ) telah mengalami perkembangan pesat. Tak lagi menggunakan teknik engraving seperti dulu, kini mesin cetak telah menggunakan teknologi laser. Mesin penemuan Gary K. Starkweather ini akan mengubah data (teks atau gambar) yang akan dicetak dalam bentuk bitmap, lalu memindahkannya secara elektrostatik, dan dengan bantuan panas dari fuser partikel-partikel toner (tinta bubuk) akan dilelehkan sehingga terikat pada kertas   selama proses pencetakan. Laser Printer Lebih Unggul dibanding Printer Ink-Jet             Dibanding dengan laser printer , harga printer ink-jet memang jauh lebih murah. Sayangnya printer ini hanya mampu mencetak hingga 500 halaman, itupun tergantung seberapa berat proses pencetakan per-lembar-nya. Bila head -nya tersumbat atau kering, ink cartridge bisa berhenti

GADGET YANG MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK DAN ORANG TUA, ACER LIQUID Z320 JAWABNYA!

Gambar
                Tak dipungkiri penggunaan internet meningkat pesat akhir-akhir ini. Maret 2015 Liputan 6 melansir bahwa   menurut APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) di tahun 2014 pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta. Termasuk di dalamnya remaja dan anak-anak.             Unicef Indonesia bahkan melaporkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja rutin menggunakan internet untuk menggali informasi, terhubung dengan teman (lama atau baru), sekaligus menjadikannya sarana hiburan yang menyenangkan. Perangkat canggih seperti smartphone rupanya memegang peranan penting dalam rutinitas tersebut.             Belakangan tak hanya anak-anak atau remaja, balita pun sudah mulai mengakrabi smartphone . Seperti yang terjadi pada Kenzo, keponakan saya. Meski belum paham benar apa fungsi sebenarnya, tetapi sepertinya bocah tiga tahun itu mulai memahami salah satu fungsinya yaitu untuk berkomunikasi. Terbukti ketika ada telepon masuk ia akan mengangkat sendiri d

BUKU : CANDU YANG HARUS DIPELIHARA DAN DISEBARKAN KEMANA SAJA

Gambar
                  Saya yakin anda sekalian akan terkejut jika mengetahui saya adalah pecandu. Sedari kecil saya dicekoki barang-barang aditif itu.   Dan pihak yang paling bertanggung jawab adalah orang tua saya. Merekalah yang menjerumuskan saya jadi pecandu.                 Apakah saya menyesalinya? Tidak. Saya justru bangga.                 Apakah saya perlu direhab? Sebaliknya. Jika sampai ada yang mengusulkan hal itu saya akan menolaknya.                 Bagaimana bisa?                 Sebab jenis kecanduan yang saya derita justru harus dipelihara. Bila perlu disebarkan kemana saja. Mau tahu saya kecanduan apa? Kecanduan buku!                 Dimulai di Usia Yang sangat Muda                 Sejak usia dini orang tua saya sudah mengenalkan dengan buku bacaan. Untuk anak yang belum bisa membaca pilihan ibu saya tidak biasa. Saya tidak diberi buku bergambar tetapi buku seri pengetahuan binatang. Tentu saja saya tidak paham. Yang saya lakukan hanya membolak-

DELAPAN PERMAINAN TRADISIONAL YANG GAUNGNYA HILANG DI ERA DIGITAL

Gambar
              Masa sudah berganti. Permainan tradisional yang dulu saya kenal gaungnya sudah mulai menghilang kini. Kegembiraan bocah memainkan permainan anak seperti jaman saya kecil dulu sulit ditemukan. Ketimbang keluar rumah dan bermain di bawah hangatnya matahari, kanak-kanak di era digital lebih mengakrabi permainan yang disajikan lewat komputer, tablet, atau ponsel pintar.             Jika terus demikian, maka tak heran bila kemudian permainan tradisional tinggal kenangan. Sayang bukan? Padahal permainan tradisional banyak memberikan manfaat positif seperti : 1.       Belajar mencoba hal-hal yang berbau kekuatan dan kecakapan Yang tergolong dalam permainan jenis ini adalah gobak sodor, enthik, bentengan. Tak hanya butuh kekuatan tubuh tetapi juga   kecakapan dan strategi agar seseorang bisa memenangkan permainan. 2.       Melatih panca indra Contohnya : gatheng, dakon, layangan, delikan (petak umpet), kelereng, dampar. Dengan permainan ini anak diajak meraba

AH, TERNYATA KITA LEBIH PANDAI MENCELA...

Gambar
Tahun ’98 ketika para mahasiswa demo menuntut Presiden Suharto dilengserkan, saya bertepuk tangan. Saya senang betul melihat akhirnya ia turun tahta. Tentu saja tak lupa membubuhinya dengan komentar paling pedas yang saya bisa. Lalu seseorang berkata ,”Jangan terlalu...” “Memangnya kenapa? Orang seperti dia pantas menerima hujatan. Sudah lama dia membuat kita sengsara.” “Memang benar, tetapi diantara itu pasti ada saja sisi baik yang akan dikenang.” Saya mencebik tidak percaya. Mana mungkin orang seburuk itu punya sisik baik, pikir saya sambil terus menonton riuhnya demo mahasiswa via televisi. Lalu Presiden benar-benar tumbang. Harapan saya semoga setelah ini Indonesia berjaya dan gilang-gemilang. Ekspektasi saya berlebihan. Tahun berlalu, pemimpin berganti, Indonesia masih segini-gini aja. Tak satu pun dari mereka yang bisa membawa Indonesia bersinar, pikir saya kecewa.   Rupanya tidak hanya saya yang kecewa, orang lain juga sama. Secara random ada saja d

AKHIR TAHUN MENJELANG, WAKTU YANG TEPAT MENSYUKURI KEMALANGAN

Gambar
  source : https://unsplash.com/   Tinggal sehari lagi, tahun baru akan datang. Lalu orang berbondong-bondong merayap ke berbagai titik keramaian, menyaksikan pergantian tahun dengan berbagai cara. Sekedar duduk nongkrong dengan teman, makan-makan, atau bahkan larut dalam pertunjukan seni yang diselenggarakan tanggal 31 malam. Di sosial media, tak kalah ramai orang menyambut tahun yang akan datang. Beragam status dilontarkan. Kebanyakan berisi resolusi tahun depan dan pencapaian tahun sekarang. Menyenangkan membaca yang paling belakang. Lewat berbagai ucapan syukur kepada Tuhan atau serangkaian foto kompilasi keberhasilan yang diraih sepanjang 2015 mereka mengekspresikan kegembiraan. Saya jadi tergerak untuk menuliskan ucapan selamat di bawah status mereka. Tetapi, ada yang janggal dengan saya. Tangan saya terhenti menyaksikan orang-orang “memamerkan” kebolehannya. Ya, ya...tiba-tiba saya merasa tidak bahagia, meski sungguh saya tidak menginginkannya. Itu   memb

BULAN-BULAN TERAKHIR BERSAMA IBU

Gambar
Memandang foto ibu dan bapak di tembok ruang, memang terasa timpang. Bukan karena letaknya yang miring atau kurang sesuai dengan estetika ruang. Bukan. Melainkan karena ketiadaan ibu karena berpulang tanggal 13 September silam. Mengingat jauh ke belakang, hubungan saya dan ibu dalam konteks anak dan orang tua sedari kanak-kanak tak luput dari kesalahpahaman. Seperti ombak ada kalanya pasang datang dan kami kerap berbeda pendapat tentang segala hal. Bergesekan keras meski ujungnya kembali tenang. Seperti laiknya pantai kala ombak telah surut.    Terlahir sebagai anak pertama, saya memiliki kecenderungan keras kepala dan bersikap blak-blakan. Sejak kecil saya memiliki pemikiran sendiri atas banyak hal. Tidak bisa diatur-atur atau disuruh seperti gadis kecil yang manis dan penurut. Itu bukan saya banget. Mungkin karena itulah penyebab saya dan ibu kerap bergesekan. Meski begitu, boleh dikatakan hubungan saya dan ibu tergolong aman. Dalam artian komunikasi kami berjalan b

KETIKA BLOGGER TETANGGA TAMPAK LEBIH HIJAU

Gambar
  Satu ketika, mendadak jadi ngilu melihat syarat tawaran kerjasama untuk blogger seperti di bawah ini : 1.       Blog dengan domain pribadi 2.       Blog Aktif 3.       Usia domain minim 2 tahun 4.       DA minim 20 5.       Memiliki PR minimal 2 6.       CF minimal nganu 7.       Memiliki TF minimal nganu 8.         PA minimal nganu 9.       MozRank diatas nganu 10.   MozTrust minim nganu *semakin berkunang-kunang membaca nomer 6-10 Hari lainnya, mendadak gegana (gelisah, galau, merana) melihat blogger-blogger tetangga terlihat hijau dipandangan mata. Saban kali melongok sosial media selalu mendapati mereka pamer prestasi terbarunya. Ada yang baru saja menang lomba blog berhadiah puluhan juta, ada yang dapat job review menggiurkan, ada yang baru panen google adsense-nya, ada yang pamer Alexa Rank ramping dan viewer yang sehari bisa ribuan orang. Sementara blog sendiri tak ubahnya padang yang rumputnya tumbuh jarang-jarang. Tidak segar!           

ALTITUDE 3088 : MENGHIBUR DAN MEMBERI WAWASAN

Gambar
  sumber : www.indivamediakreasi.com   Judul buku       :           Rengganis   : Altitude 3088 Penulis            :            Azzura Dayana Tahun terbit      :           Cetakan pertama, Agustus 2014 ISBN               :            978-602-1614-26-6 Ketebalan         :           232 halaman Penerbit            :            Indiva Media Kreasi Ukuran             :            20 cm Harga buku      :            Rp 46.000,00             Mengusung tema pendakian, novel ini memang   menyajikan petualangan menjejaki gunung sedari awal. Tidak sekedar tempelan untuk mempermanis cerita dengan sisi romantis yang menjadi topik utama. Dibuka dengan prolog   yang beraroma misteri, Azzura Dayana menarik rasa penasaran pembaca untuk membaca bab-bab berikutnya. Tidak dipungkiri Yana, demikian ia dipanggil, piawai melukiskan keindahan yang ditemui sepanjang pendakian. Sehingga anda selaku pembaca seolah-olah berada diarea yang sama ketika para tokohnya merambahi Cikas

ENAM HAL YANG BISA DILAKUKAN SAAT TEMAN MENGALAMI PERCERAIAN

Gambar
              Tak dipungkiri perceraian bisa menjadi sesuatu yang tragis dan menyakitkan bagi pasangan manapun. Sebagai teman, tak jarang anda ingin membantunya. Tetapi alih-alih membantu apa yang anda lakukan justru bisa menjadi bumerang jika salah melakukan pendekatan. Berikut ini 6 hal yang bisa dilakukan saat teman mengalami perceraian : 1.       Menjadi Pendengar Yang Baik Biarkan ia mengeluarkan semua uneg-unegnya. Mungkin anda akan bosan karenanya. Sebab ia bisa mengulang cerita yang sama berhari-hari lamanya.Tetapi memang begitulah situasinya. Tunggu saja hingga ia tenang. 2.       Tidak menghakimi Salah satu hal yang harus anda hindari adalah mencela atau menghakimi. Percuma saja anda melakukannya, bahkan meski dia memang benar-benar salah. Jika ini dilakukan yang ada justru penyangkalan dan kemarahan yang membesar. Alhasil tujuan anda membantunya tidak tercapai.

LAUNDRY KI LOAN : SAAT CINCIN LAMARAN NYANGKUT DI JARI LING LING

Gambar
              Omong-omong soal sitkom, setelah Bajaj Bajuri dan Preman Pensiun saya memang belum punya jagoan lagi. Bajaj Bajuri dengan Bajuri dan istrinya—Oneng yang fenomenal itu,   kerap membuat saya terpingkal-pingkal. Preman Pensiun, meski yang diangkat adalah kisah para preman tetapi jauh dari kesan menyeramkan, bahkan bisa dibilang kocak maksimal. Hadirnya Kang Mus, Kang Komar, dan kawan-kawan jelas membuat sore hari saya jadi menyenangkan             Beberapa waktu lalu seorang teman kemudian merekomendasikan Laundry Ki Loan yang tayang di TransTV pukul 18.30. Katanya itu cukup lucu. Sayangnya jam segitu bukan jam nonton saya. Setelah jam lima Babe saya (baca : Bapak euy) adalah penguasa teve sampai pukul sembilan malam. Maka yang saya lakukan pada jam-jam itu adalah membaca, nongkrongkin laptop, atau nempelin kepala di bantal dan liuran. See...saya sibuk sekali bukan? *Melet.             Namun   akhirnya saya bisa nonton juga berkat teman yang berbaik hati

PICTURES TALK : HEAVEN IS NEAR

Gambar
Tak perlu jauh mencari surga, ia ada setiap kali kau palingkan muka. Jika kau tak percaya tak apa. Kemarilah, akan kutunjukkan   bukti kalau surga itu memang benar-benar di dekat kita. Surga, begitu kau bisa menyebutnya jika pagi buta saat kau terbangun, kau masih bisa menikmati cahaya lampu panjar tersampai di matamu. Bayangkan jika malam sebelumnya kau masih bisa melihat dan keesokan paginya Tuhan mencabut indra penglihatanmu. Akan jadi seperti apa dirimu. Jadi jika kau ingin tahu rasanya surga, itulah salah satu bentuk kecilnya. Surga, begitu kau bisa mengatakannya bila kau menapakkan kakimu di luar rumah dan kau dapati pagi yang dramatis. Berdiri di bawah sebuah menara yang tingginya berkali-kali lipat tubuhmu, berlatar belakang awan-awan di pagi cenderung mendung dan angin dingin yang merasuki tubuhmu, kau pasti merasakan ketakjuban itu. Betapa luasnya alam raya dan betapa kecilnya kau disana.