Postingan

GURU TERBAIK BERNAMA PEMATERI YANG MEMBOSANKAN

Gambar
Suatu hari di sebuah pelatihan menulis yang diadakan Bekraf...
Beberapa orang keluar dan tidak kembali. Yang lain terkantuk-kantuk dan mulai sibuk corat-coret buku catatannya sendiri-sendiri. Saya sendiri tak kalah sibuk, sibuk berangan-angan sambil nengok kiri-kanan. Beberapa orang nampak tidak sabar. Berkata lirih dengan teman sebelah soal topik yang diulang-ulang dari awal sang pemateri memberi paparan soal novelisasi film.

Saat istirahat saya sempat berkata pada teman, pemateri kedua ini njomplang dibanding pemateri lainnya. Dari sisi literasi kurang, komunikasi apalagi, penguasaan medan tak bisa dibahas. Aduh Mak...pelatihan menulis yang diadakan sebuah badan pemerintahan itu jadi sia-sia saja kesannya karena membawa pemateri yang salah. Ia bahkan tidak mampu menjawab pertanyaan dengan taktis, terasa nggrambyang, dan terkadang tidak nyambung babar blas. Rasa-rasanya tidur jauh lebih baik daripada bertahan di ruangan.
Tapi, beberapa waktu kemudian saya tersadar. Okelah dia tak be…

MY GENERATION, FILM YANG MENGANGKAT KESENJANGAN ANTARA ORANG TUA DAN GENERASI MILENIAL

Gambar
Membicarakan anak muda  tak urung mengingatkan saya pada lagu lama Bang Rhoma yang berjudul Darah Muda. Saya tak ingat keseluruhan liriknya kecuali beberapa, salah satunya  “Masa muda masa yang berapi-api”. Kalimat ini memang pas menggambarkan kondisi anak-anak ketika mulai menginjak usia remaja. Perubahan perilaku dan keberanian mereka mencoba sesuatu terkadang mencemaskan. Agar anak-anak ini tak tersesat jalan di rimba raya dunia, orang tua jelas melakukan perlindungan. Akan tetapi, kerap kali caranya tak sejalan dengan pemikiran anak muda. Orang tua menggunakan “kacamata lampau” untuk memahami anak muda. Sementara anak muda merasa cara-cara itu sudah tak sejalan dengan realita. Tak pelak kondisi ini memunculkan gap antara keduanya.

            Kesenjangan semacam inilah yang rupanya hendak ditangkap Upi, sutradara mumpuni yang sebelumnya berhasil membesut film sebeken My Stupid Boss (2016), lewat film “My Generation”. Diperlukan riset selama dua tahun sebelum benar-bena…

UNFOLLOW DEMI KESEHATAN JIWA

Gambar
Belakangan diam-diam saya suka unfollow orang. Bukan tanpa alasan saya melakukannya. Biasanya saya unfollow jika akun yang bersangkutan sudah terlampau sering curhat masalah sampai tidak mengenal batasan (ngamuk disertai kalimat umpatan), kerap share berita dengan sumber tak berdasar ditambahi dengan caption menyebalkan, dan kemudian menyerang orang lain yang tak sependapat atau sepemikiran dengannya meskipun bukan saya yang ditujunya.

Pada mulanya saya biarkan, toh saya bisa melewatinya. Tetapi, lama-kelamaan intensitasnya semakin besar. Pada akhirnya negativisme yang menyebar di beranda saya itu sudah melampaui batasan. Saya tidak nyaman membaca banyaknya amarah yang muncul tiap kali saya membuka akun sosial media saya. Saya jadi terprovokasi untuk “menasehatinya”, agar jangan terlalu kala bersosial media. Pakailah sudut pandang beragam, agar tidak gampang jadi orang yang panasan. Sedikit-sedikit nyinyir melambai di media sosial. Bahkan untuk hal yang belum jelas perkaranya.

MENEROBOS FIRDAUS MINI DI KAWANGSARI

Gambar
Kawangsari masih terdengar asing di dunia wisata Banyuwangi. Terletak di kampung Kawangsari, desa Wringin Putih, kecamatan Muncar, blok mangrove ini belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Berbeda dengan Pulau Merah, Teluk Ijo, atau justru Kawah Ijen yang sudah mendunia, kawasan ini baru saja muncul ke permukaan. 
Untuk mencapainya Anda harus melajukan kendaraan menuju desa Tembokrejo, langsung menuju desa Wringin Putih. Dari jalanan beraspal desa ini, Anda akan diarahkan menuju Kawang, melewati rumah-rumah penduduk yang berselang-seling dengan areal persawahan. Perjalanan mendekati akhir bila Anda mendapati deretan tambak-tambak yang memanjang di kiri-kanan jalan.
Di terik siang itu, tambak-tambak tampak lengang. Tidak ada aktivitas apapun karena sudah lama ditinggalkan. Di masa silam tambak-tambak ini pernah berjaya. Setiap hari dipenuhi aktivitas dari pemilik dan pekerja tambak yang sibuk mengurusi benur hingga jadi udang siap ekspor. Tetapi, fenomena penyakit “white spot” yang m…

SAAT KAU MERASA HIDUPMU SERASA MANUSIA DI EMPER TOKO (CUMA BISA MELIHAT ORANG-ORANG MENDAPAT YANG DIINGINKAN SEMENTARA KITA MELONGO)

Gambar
Apakah pernah Anda berada di emperan toko? Anda hanya bisa melihat orang-orang lalu-lalang masuk ke dalam toko yang megah di seberang, tanpa Anda bisa mengikutinya. Anda ingin tapi tidak bisa. Perasaan iri muncul tatkala melihat orang-orang itu tertawa sambil menenteng belanjaan. Sedih melihat mereka bisa menikmati makanan di sebuah kedai gerai siap saji di lingkup toko besar itu sementara Anda menelan ludah. Melihat ke arah lain, Anda hanya bisa menghela napas sewaktu menatap orang-orang menikmati kopi di kedai paling gaya dalam lingkup toko besar itu juga. Sedangkan Anda? Jangankan kopi, uang saja tinggal seribu rupiah. 
Anda mulai mengutuki keadaan. Mungkin juga mulai mengutuki Allah. Bertanya sembari memaki kasar kenapa Allah yang Maha Pemurah itu tak kunjung membuat hidup Anda naik kelas? Anda masih ada di level terbawah. Level kelas teri, itu teri kualitas rendah. Bukan teri berkelas yang dijajakan di toko-toko besar kenamaan. Usaha Anda seperti berhenti di tengah jalan. Anda tid…

KARENA SUKSES ITU BUTUH PROSES

Gambar
Suatu hari saya duduk dengan teman. Dia tengah memulai usaha baru, setelah memutuskan untuk tidak lagi bekerja di perusahaan tempatnya bernaung dulu. Ia memutuskan hal ini bukan tanpa perhitungan. Ia merasa  memiliki ilmu dan pengalaman, jadi kenapa tidak dicoba. Tetapi, ternyatamenjadi seorang enterpreneur memiliki banyak cobaan. Teman saya mengaku ilmu dan pengalaman yang ia miliki tak semua bisa diterapkan pada usaha barunya itu. Saya memahaminya, sebab meski kami terjun di dunia yang berbeda (dia kuliner dan saya menulis), situasi yang terjadi kurang lebih sama.
Saya ingat saat memutuskan terjun bebas di dunia menulis lima tahun lalu saya pun membawa semangat yang sama. Saya yakin mampu dan bisa. Dalam perjalanan saya menyadari “amunisi” saya masih kurang dalam menghadapi merah-birunya dunia penulisan. Buat anak baru dan unyu seperti saya, dunia menulis itu belantara. Saya tergagap-gagap mencari jalan yang mana. Saya benar-benar tidak tahu harus apa. Selama itu pula saya juga harus…

JANGAN COPY PASTE SEMBARANGAN, TAPI TEKAN TOMBOL SHARE ATAU TOMBOL BAGIKAN

Gambar
Belakangan kasus plagiarisme memang mencuat. Saya tak banyak berkomentar, karena kenyataannya saya masih harus memperbaiki soal penulisan dan bagaimana cara mencantumkan nara sumber yang benar. Tak jarang karena tulisan itu terlampau umum, kita menuliskan tanpa pikir panjang. Lalu mengunggahnya di media sosial, tanpa sekalipun terpikir menyebutkan nama penulisnya. Karena masalah inilah saya berpikir ulang sebelum ikut-ikut “nyinyir melambai” di berbagai sosial media. 
Lho kenapa kok saya berpikir demikian?
Sederhana saja, tak jarang sayaberpikir yang saya lakukan sudah lurus dan benar. Padahal saat ditelisik dan di runut sampai ke belakang, eh ternyata saya pernah melakukannya. Hanya saja kita lupa, tidak sadar, atau malah tak ketahuan.
Lalu bagaimana cara kita berkontribusi melawan plagiarisme?
Tidak perlu muluk-muluk, mulai saja dari diri sendiri dengan tidak meng-copy paste sembarangan tulisan yang tersebar di media sosial. Jika menemukan tulisan yang bagus tekan saja tombol share atau…

JARANG MENJAWAB PESAN, TANDA TEMAN TAK PERHATIAN?

Gambar
Beberapa kali saya ngobrol dengan teman, soal kekecewaan mereka pada teman lain yang susah sekali menjawab sapaan mereka via BBM, Line, WA atau sosial media. Kalaupun dijawab biasanya lama. “Jadi malas deh berteman dengannya. Masa iya balas pesan gitu aja nggak bisa. Emang sesibuk apa sih hidupnya? Lha wong aku yang sibuk ono, ini, anu, itu aja masih bisa kok balas chat di BBM atau WA.”
Saya memahaminya kekecewaannya. Saya pun pernah berpikir sama. Seorang teman yang tak membalas berarti tak lagi perhatian sama kita. Dan itu menjengkelkan saya. Saya jadi berburuk sangka padanya. Saya berpikir ia sudah tak ingat lagi pada saya. Padahal dulu semasa lajang, segala hal dilakukan dengan saya. Bahkan curhat masalahnya pun ke saya. Sekarang jangankan “say hi”, ketemu saja sulitnya minta ampun. Teman macam apa itu?
Tetapi pemikiran itu berubah ketika bertandang ke rumah seorang teman lainnya. Saya melihat bagaimana kesibukannya sebagai ibu rumah tangga yang harus menjaga anak, sambil menyetrika,…

PESAN MAMA MUDA UNTUK SINGLE FIGHTER SEPERTI SAYA: JANGAN NYEKOLAHIN ANAK KARENA GENGSI SEMATA

Gambar
Sebagai mama muda Liv (bukan nama sebenarnya), menginginkan yang terbaik untuk anak. Karena itu saat mertua menyarankan agar anak sekolah di dekat rumahnya saja, ia menolak. Liv beranggapan sekolah di desa tidak cukup baik untuk putri pertamanya. Ia ingin dia mengenyam pendidikan di sekolah terbaik. Kebetulan di kecamatan tempat dia tinggal merupakan gudang sekolah terbaik. Dari TK, SD, SMP sampai SMA semua ada. Jadi ia tidak perlu khawatir soal pendidikannya.
Karena itu begitu putri pertamanya usia lima tahun ia masukkan ke sebuah TK favorit. Meski biaya pendaftaran mahal tak apa, yang penting baik bagi putrinya. Begitu juga SD-nya. Ia bahkan rela membayar agar sang putri bisa masuk SD idaman sejuta umat itu. Tapi, apa lacur yang terjadi kemudian justru bikin Liv merasa stress sendiri. Putrinya, sebut saja Nana, enggan sekolah. Setiap hari ia harus berperang dengan putrinya, hanya agar si putri mau berangkat sekolah. Sepertinya sekolah adalah momok menakutkan bagi Nana. 
Belakangan …

ENGLISH COURSE? iCAN COURSE!

Gambar
Jaman sekarang kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan. Tidak hanya pekerjaan sebagai diplomat, penguasaha, atau mereka yang bekerja di industri pariwisata saja yang harus menguasainya, semua bidang pekerjaan juga memerlukannya. Bahkan penulis sekalipun.
Beberapa kali saya lihat web-web tertentu menawarkan kesempatan untuk menjadi pengisi konten dengan bayaran yang lumayan. Tapi, karena keterbatasan dalam berbahasa membuat saya gigit jari. Mau bagaimana lagi? Lha wong nggak bisa nulisnya. Jangankan nulis, baca saja terbata-bata. Beruntung banget sepuluh menit baca website berbahasa Inggris bisa tahu intinya. Nah, masalahnya nih kalau mau meng-up grade kemampuan itu dimana? Mau ikut kursus di satu lembaga, kapan waktunya? Inginnya sih yang kursus yang mobile saja, yang bisa dilakukan diantara kegiatan salto dan kayang...eh, kesibukan ding *hihihi. Maklumlah kalau sudah kerja agak sulit kalau harus menemukan waktu yang cocok untuk ikut kursus langsung di sebuah lembaga. Apalagi kala…

KARENA BAHAGIA NGGAK PAKAI UKURAN KOLOR TETANGGA

Gambar
Saya pikir, bahagia itu berarti memiliki suami tampan, mapan, dan rupawan. Tetapi yang memiliki ketiganya ternyata memilih untuk bubar jalan. Memiliki suami tampan, mapan, dan rupawan itu tak seindah impian. Dia manja, banyak maunya, dan tidak dewasa. Kerap melabuhkan hati dimana saja. Lupa kalau sudah beranak-pinak. 
Lalu bahagia itu apa?
Oh, mungkin ini yang dinamakan bahagia itu berwajah cantik dan memiliki pekerjaan hebat. Pasti jadi perempuan itu bahagia. Tetapi, sepertinya tidak begitu ceritanya. Si cantik dengan pekerjaan hebat itu memiliki kehidupan rumit bak sinetron. Ia memang berjaya dalam kariernya, wajah cantiknya juga tidak usah diragukan. Namun ia harus menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Suaminya dituduh melakukan korupsi dan kemudian dipenjara. Ia juga tidak bisa sembarangan berkata-kata kepada orang, karena banyak hal yang harus dijaga. Ia juga tidak memiliki banyak waktu untuk bercengkrama dengan teman-temannya. Karier yang bagus itu sudah menyita waktunya.…

STRATEGI MEMAJUKAN KOPERASI DI ERA DIGITAL

Gambar
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh The World Co-operative Monitor 2016, ranking dan kapital indeks koperasi dunia masih di dominasi oleh negara-negara barat utamanya utamanya Amerika dan Eropa. Tercatat hanya empat negara dari Asia yang berhasil masuk ke dalamnya yaitu Jepang, Korea, Singapura, dan India. Dari keempatnya hanya Korea dan Jepang yang bisa menduduki posisi sepuluh besar. Korea di urutan keempat, sedangkan Jepang menurun peringkatnya, dari posisi utama menjadi urutan kesepuluh. Sementara Perancis berhasil mendudukkan tiga koperasinya di posisi 1, 7, dan 8, German berada di posisi ke-3 dan 9, disusul oleh Amerika menduduki posisi ke-5 dan 6. Indonesia sendiri diwakili oleh Koperasi Warga Semen Gresik, KOSPIN JASA, Koperasi Karyawan Indocement, Kopkar PT. Pindodeli, dan Penabulu Jaya Bersama hanya masuk dalam daftar koperasi yang dimonitor oleh lembaga tersebut. Hal ini seolah menunjukkan bahwa mewujudkan impian Bung Hatta menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonom…

MENEMPATKAN MASALAH PADA TEMPATNYA

Gambar
Sebagai orang yang tidak berlangganan internet di rumah, saya memang acap menggunakan internet di luar. Entah wifi-an di RTH Maron atau justru di warnet. Wifi-an di RTH Maron memang sudah saya tinggalkan sejak sinyalnya mulai susah ditangkap sekitar setahunan silam. Sebagai gantinya saya lebih sering ke warnet saja. Ditempat itulah sebuah awkward moment terjadi. Satu kali saat hendak membayar jasa warnet, pemiliknya bertanya ,”Hamil to?” Saya tercenung sekian detik. Lalu dengan sigap tersenyum dan menjawab ringan ,”Ndak, Mas. Cuma gendut saja.” Seperti yang saya duga wajah pemilik warnet itu langsung berubah warna. Seperti halnya saya kalau saya salah melontarkan pertanyaan atau salah menyapa orang. Ingah-ingih-lah bahasa Jawa-nya. Tetapi, saya pura-pura tidak melihatnya. Saya tetap berlaku santai, seolah tidak ada apa-apa.
Lain hari, saat melihat-lihat pameran di Banyuwangi salah seorang penjaganya yang ramah bertanya ,”Hamil berapa bulan, Mbak?” Dziingh! Saya bingung mau jawab ap…

MUKENA KANGGO EMAK

Gambar
Mukena ing cantholan kuwi rupane wis kuning. Ana perangan kang suwek, nanging ditisik saengga ora katon. Renda ing pinggire mukena uga akeh sing dedes. Ketara menawa umure mukena wis tuwa. Mandeng mukena mau Lila dadi trenyuh. Kepingin rasane nukokne mukena anyar kanggo Emak. Nanging apa sing arep dienggo nukokne? Lha wong duwit sitheng bae ora nduwe. Kanthi rasa prihatin Lila ndeleh mukena ing cantholan maneh. Ing batin Lila ndonga supaya bisa antuk rejeki. Mbuh piye cara. Yen wus cukup mengko arep dienggo tuku mukena. Tas mari nyantholne mukena, dumadakan ana sing celuk-celuk. Lila cepet-cepet mbukak lawang ngarepan. Ngertakne sapa sing ngundang. Wo, tibane Danisha. Kanca rakete ing kelas VA. “Hei, Nish. Ana apa?” Danisha ora semaur, mung ngelungne kresek kang gemantung ing sepedahe. Lila nampani karo ujar ,”Apa iki?” “Coba delengen.” Lila nuli mbukak kresek. Tibane ing njeroanak ayam goreng tepung cacah papat. Gedhi-gedhi pisan. Wah, jan rejeki nomplok! Ora dinyana antuk lawuh enake kay…

MATUR NUWUN, MAYA

Gambar
Wis ana telung minggu Maria pindah saka Belu. Belu monosalah sijining kabupaten ing NTT. Panggone cedhak karo perbatasan Timor Leste, negara kang tau dadi propinsi paling enom ing Indonesia. Sak suwene pindah ing Genteng, Banyuwangi, Maria asring sedih. Dheweke rumangsa kesisih. Ora ana bocah sing gelem ngancani. Angger-angger mung diguyu-guyu utawa dirasani. Duh, Maria dadi gela. Menawa bisa ngono dheweke luwih milih bali lan sekolah ing Belu bae. Ing kana luwih penak. Kabeh kanca wus dikenal, malahan akeh sing kaya sedulur dhewe. Coba Papa isih ana, mestine Papa ora bakal lila menawa Maria urip ing Jawa. Kepiye meneh, kahanan wis beda nalika Papa ora ana. Dulure Marina kabeh ana telu. Mama megawene mung serabutan. Jelas ora bisa menehi panguripan apik kanggo Maria lan adhi-adhine. Siji-sijining dalan, bocah-bocah banjur digawa dening dulure kang mapan. Banjur disekolahne supaya masa depane cerah. Ora dadi wong bodho lan ketula-tula. Maria akhire melu Om Alex ing Banyuwangi. Dene adhi…

TERNYATA INI HAL YANG BIKIN SAYA TIDAK KAYA-KAYA.

Gambar
Sering saya bertanya kenapa Tuhan tidak membuat saya kaya. Setidaknya dengan kaya saya bisa melakukan banyak hal. Membantu orang tua, membantu oang lain, atau saudara. Tuhan itu nggak adil kan? Tetapi benarkah demikian? Saya merenung dan menemui bayangan diri saya. Seorang perempuan muda, dengan badan yang berisi, dan angan-angan yang terlampau luas melebihi jagad raya.
Melihatnya saya jadi tahu alasan Tuhan belum menjadikan saya secara harfiah. Secara mentalitas ternyata saya belum terasah, itu terbukti dari cara saya saya menyikapi banyak hal. Contohnya ketika saya ingin membantu orang. Saya sering pilih-pilih kepada siapa bantuan itu hendak diberikan. Saya terlampau takut jika kelak bantuan yang susah-susah saya berikan tidak diingat atau dilupakan. Alhasil saya mundur melakukan kebaikan. Atau bahasa mudahnya tidak ikhlas. Padahal Empunya hidup yang lebih kaya saja nggak banyang cing-cong memberi pada saya. Dalam bentuk apa saja. Dari mulai kesehatan sampai beragam kesenangan yang t…

KAPOKE MIKO

Gambar
Bocah tomboy kang lungguh ing ngarepku kuwi jenenge Cherry. Cherry Tanoyo lengkape. Cherry mono isih anyar ingkampungku kene. Sakdurunge Cherry urip ing Semarang, awor karo simbahe. Nalika dak takoni ngapa kok pindah ing Sarirejo, Cherry kandha menawa melu Papahe. Papahe tibane kelairan desa Sarirejo. Dene Mamahe asli saka Semarang kana. “Apa ora penak ing Semarang to, Cher?” Cherry manggut. Anging piye maneh. Soale Papahe diserahi ngurus perusahaan beras ing Sarirejo kene. Aku manthuk-manthuk krungu semaure Cherry. “Eh, kowe arep lumpia? Aku tas bae dikirimi Omaku ka Semarang.” “Tenane?” Cherry ngacungke jempole. Wah, ndeleng kuwi aku ora kathik mikir maneh. Langsung njawab iya. Cherry banjur menehi isyarat supaya aku nunggu sedhela. Dheweke arep mlebu lan njupuk lumpia dhisik. Aku mung manthuk kaya beo. Dene Cherry banjur bablas menyang njero omahe. Ora nganti limang menit Cherry bali karo nggawa baki. Ing dhuwure baki mau wus ana lumpia cacah papat lan es jeruk. “Byuh, kok repot-repot me…

SEKEPING PELAJARAN LEWAT SEONGGOK TAS

Gambar
Saya memang tergolong orang yang cuek soal tas. Ketika banyak teman perempuan berlomba membeli tas kece, saya justru jarang sekali. Saya bukan nggak doyan lihat tas caem, masalahnya tas caem itu nggak mungkin saya bawa sembarangan. Oleh karena itu saya lebih memilih tas ransel atau tas-tas selempang murah tapi fungsional. Bisa bawa kamera saku, ponsel, flashdisk, dompet, dan charger.
Meski begitu saya punya juga tas yang berharga lumayan. Kurang lebih setengah juta. Saya beli itu dengan pertimbangan bahwa saya butuh tas yang kuat, yang besar, dan muat untuk membawa banyak barang. Sebelumnya saya beli paling mahal seratus ribuan, tapi karena bolak-balik talinya putus akhirnya nekatlah saya membeli tas itu. Maklum saat masih ngantor dulu saya sering kali bawa kerjaan kantor pulang yang beratnya aduhai benar.
Oke deh, tasnya memang sesuai harapan. Satu hal yang diluar prediksi saya adalah tas itu ternyata berat sekali. Itu dalam kondisi kosongan, belum berisi barang-barang. Kalau berisi ba…

KETIKA JALAN KELUAR ITU BERNAMA PERCERAIAN

Gambar
Saya tidak tahu sejak kapan saya jadi pendengar bagi orang-orang. Saya bukan orang yang bijak, berilmu, dan pantas dimintai nasehat. Tetapi mungkin itu hadiah Tuhan. Saya jadi belajar banyak dari pengalaman orang-orang.
Dari sekian banyak hal yang membuat saya bersedih adalah mendengar kata perceraian. Mungkin saya akan baik-baik saja di depan si pencerita, tapi setelahnya saya bisa menangis berderai-derai tanpa tahu kenapa saya yang harus menangis bukannya dia. Terutama jika orang yang hendak bercerai punya anak, saya membayangkan jika saya berposisi sebagai anak mereka. Pasti saya akan sedih melihat dua orang yang saya cinta terpisah dengan alasan PERBEDAAN YANG TAK DAPAT DISATUKAN.
Diam-diam saya membayangkan saya menjadi mereka, jatuh cinta pada seseorang dan yakin benar untuk melangkah ke gerbang pelaminan bersamanya. Sebegitu gembiranya saya maka yanglupa untuk melakukan persiapan. Kalaupun ada, tak ubahnya persiapan layaknya orang yang pergi berwisata. Saya siapkan koper berisi p…

MAAF, SAYA BLOGGER YANG TIDAK ADIL

Gambar
Seperti halnya orang lain saya senang jika ada yang mengunjungi blog saya. Tetapi, sebaliknya saya jarang sekali berkunjung ke rumah blogger lainnya. Situasi saya memang tidak lega. Saya tidak bisa komen sebebasnya. Saya baru bisa koment kalau sudah online di warnet. Masa sih nggak bisa koment via ponsel? Pernah nyoba, berat dan susah. Setiap kali mengisi capcha (entahlah saya sebenarnya tidak pernah pasang, tapi sudah ada begitu saja di blog), selalu fail. Jadi komen via ponsel tak saya lakukan.
Online via warnet juga terbatas waktunya. Selama dua jam biasanya sudah disesaki agenda yang panjang. Posting ini di blog, browsing artikel pendukung cerita, cari video ini, kirim naskah...alhasil komen di blog sendiri saja kadang nyempet-nyempetin. Syukur nggak kelewat, kalau kelewat ya sudahlah. Saya terkadang merasa tak enak sendiri, pada mereka yang sudah blogwalking. Sudah didolani kok ya nggak mau bales dolan balik. But, thats true.