Postingan

Buah Menebar Kebaikan Lewat Sedekah

Gambar
Foto oleh Matt Collamer dari Unsplash Semasa  bekerja kantoran, saya sisihkan sebagian kecil gaji saya. Saya kumpulkan sedikit demi sedikit, lalu dibagikan  menjelang hari raya baru. Alokasi utama biasanya pada keluarga terdekat terlebih dahulu, baru kemudian orang lain seperti tetangga, kenalan, atau siapa saja yang membutuhkan. Jumlah tidak banyak. Keluarga paling hanya tiga, orang lain mungkin hanya 3-4 orang. Untuk keluarga biasanya Bapaklah yang menyampaikan, sementara orang lain saya sendiri yang mengantar. Acap saya tidak bertemu orangnya secara langsung. Saya selipkan saja lewat celah pintu atau jendela rumahnya.  Kenapa nggak menunggu orangnya? Kalau ditanya begitu jawabannya sederhana, kelamaan.  Saya harus buru-buru berangkat kerja. Yang penting niat sudah tersampaikan. Bertemu atau tidak bukan hal yang utama. Tetapi, keadaan berubah setelah tahun 2012. Berbagi dengan orang lain itu menjadi lebih susah. Lho kok bisa? Bagaimana ceritanya? Yuk, simak lanjutannya

Ekowisata Jaga Hutan Papua

Gambar
Sumber gambar: https://www.econusa.id Bicara tentang Papua tak urung mengingatkan kita sewaktu Presiden Jokowi meresmikan Monumen Kapsul Mimpi di lapangan Bupati Merauke, tahun 2015 silam. Saat itu ia berujar bahwa Papua adalah tanah yang indah, laksana surga kecil yang jatuh ke bumi. Tak berlebihan apa yang beliau katakan. Papua memang memiliki segalanya. Selain pemandangan elok dan kekayaan tambang, di sana juga terdapat hutan hujan tropis yang menyumbang 50% keanekaragaman hayati Indonesia.   Dikutip dari buku “Ekologi Papua” Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA.—Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia tahun 2011-2014—menuliskan dalam pengantarnya bahwa wilayah tersebut merupakan habitat bagi 15.000-20.000 jenis tumbuhan (55% endemik), 602 jenis burung, (52% endemik), 125 jenis mamalia (58% endemik), dan 223 jenis reptil (35% endemik). Pertanyaannya kemudian, berapa lama keanekaragaman flora dan fauna tersebut akan lestari ditengah ancaman degradasi serta defo

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash: Antara Mood, Social Distancing, dan Corona

Gambar
              Tinggal di negara tropis, membuat kita akrab dengan hawa panas. Saat temperatur meninggi, sistem saraf pusat yang disebut sebagai hipotalamus memberikan pesan pada tubuh untuk mengeluarkan keringat. Semakin tinggi temperatur, semakin banyak pula keringat yang keluar untuk mendinginkannya.             Repotnya begitu keringat membasahi badan, bau tak sedap pun turut mengekor di belakang.   Penyebabnya beragam, salah satunya adalah kurangnya kebersihan badan. Untuk mengatasi hal tersebut salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mandi dua kali sehari.             Nah, agar kulit jadi lembut, bercahaya, serta wangi—Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash adalah pilihan   tepat. Sabun mandi cair produksi PT Unza Vitalis ini memiliki tiga varian antara lain White Glow, Fresh Dazzle dan Soft Beauty. Istimewanya masing-masing varian dilengkapi dengan manfaat ekstra yang berbeda. Ulasan Tiga Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash a.        White Glow,