13 Januari 2010

SILLY THINGS, FUNNY THINGS IN MY LIFE

Dikira Pembantu
Sepasang suami istri datang mencari Bapak, tapi karena beliau tidak ada mereka pun pulang. Besoknya Bulik saya bercerita, tamu Bapak yang juga dikenalnya itu mengira kalau saya ini pembantu Bapak dan Ibu. Maka manyunlah bocah sepuluh tahun yang dikira pembantu itu (saya maksudnya) sambil ngedumel,” Asem!”
Tapi ya nggak salah sih kalau dikira pembantu, lah wong sesore itu saya masih belum mandi, rambut awut-awutan, keringat bercucuran gara-gara membabu buta menyelesaikan tugas bersih-bersih rumah. Ugh!

Bukan Babe………
Tanpa ba-bi-bu saya langsung menyeret Babe pulang, saya sudah bosan disuruh ikut ngider-ngider di pasar. Aneh kok Babe gak bergeming, begitu mendongak….Hiks, bukan Babeku. Tanpa menoleh aku langsung menuju kearah Babe yang sedang berdiri di depan kios sayuran.

BOLOS TAPI SIAL
Celingak, celinguk, tengok kiri tengok kanan…ah aman! Dan hup, saya langsung menaiki tembok dan melompatinya dengan selamat. Apesnya baru saja berniat melangkah pergi eh seluruh penduduk bangsa yang berseragam biru putih berhamburan keluar pada jam 10 lebih sekian. Yaah sudah capek-capek bolos campur deg-degan nggak karuan ternyata…..

Saya nggak sakit apa-apa
Aduuh! Saya langsung pucat begitu perut ini melilit tak tertahankan. Saya langsung ke kamar mandi sekolah, dan malah balik kanan karena baunya yang super harum tapi mematikan. Teman-teman yang melihat betapa pucatnya muka saya, langsung berinisiatif mencarikan surat ijin pulang ke BP. Besoknya di sekolah anak-anak langsung mendatangi saya sambil bertanya gimana keadaan saya, usai saya cerita semua langsung mendelik dan ngedumel gemas. Hihihi, gimana nggak ngamuk kalau saya mengatakan kemarin saya pucat bukan karena sakit perut parah, tapi menahan BAB yang tidak tersalurkan.

Kok Lurus Tanpa Hambatan?
Sayaa punya kebiasaan buruk merangkul atau menggandeng adik saya dimana saja, lantas mengacau rambut atau menggemas pipinya sampai puas. Begitu juga hari itu. Kami sedang asyik bicara saat kebiasaan buruk itu kumat. Iih tapi kok aneh, biasanya bergelombang tapi ini kok lurus tanpa hambatan?Haah…begitu menoleh ke bawah teman adik saya cengengesan. Waduh salah sasaran, ternyata adik saya duduknya sudah pindah. Asem!

Menjolok Rambutan
Siang itu hujan rintik meyerbu turun bersama hawa dingin yang mengobarkan hawa malas. Untuk membunuh kebosanan Nonik mengajak saya menjolok rambutan, mumpung Mami Kost lagi pulas. Tapi baru saja kami melakukannya sebuah bayangan mencurigakan tampak dari sudut mata. Saya melongok lagi kearah beranda belakang dan yaa…itu Mami Kost! Hiks saya langsung melesat meninggalkan Nonik yang terbengong di tengah halaman.

High Heels Oh High Heels
Maunya sih keren dengan High Heels. Biasalah selain lagi in, saya juga kepingin. Eh dasar sial pas lagi jalan di tempat yang tak rata, kaki saya selip dan bruuk saya jatuh diiringi tawa geli dan tatap mata kasihan banyak orang. Gimana enggak kalau saya jatuh di depan pertokoan.

1 komentar: