18 Januari 2019

MENIKMATI JAWATAN, YANG SERUPA HUTAN FANGORN, DI KALA LENGANG



Jawatan, bukan sekali ini saya mendatanginya. Pada hari-hari libur biasanya terlampau sesak. Di mana-mana manusia, tidak bisa khidmat menikmati keindahannya. Maka saya memilih hari-hari kerja, di mana semua orang sibuk agar bisa mengaguminya secara leluasa. Memotret hal-hal asyik pada tiap sudutnya tanpa terganggu oleh orang-orang yang lalu lalang, pasangan-pasangan yang berpose demi mengabadikan kenangan, sekumpulan anak muda yang ribut foto sana-sini.

Seperti dugaan saya, Jawatan memang sepi di hari-hari kerja. Maka dengan tenang saya berjalan menapaki tanahnya. Melemaskan kaki di bawah naungan dahan-dahan trembesi tua yang saling bertaut membentuk kanopi. Tumbuhan paku yang tumbuh lebat di atas dahan-dahannya yang keriput itu mengingatkan saya pada pria-pria yang menjadi tokoh orang bijak di televisi. Tua, bijaksana, di mana janggut memanjang melengkapinya.

Soal tua, itu memang iya. Konon trembesi di sini sudah ada sejak jaman Belanda. Perkara bijaksana, mungkin para kelelawar yang menjadi penghuninya kala malam jauh lebih paham. Sebab bertahun-tahun mereka sudah berkawan. Trembesi membiarkan mereka bergelantungan dan menjadikan ranting-ranting dan dahannya menjadi rumah untuk pulang sejak dari buyut-buyut mereka. Soal janggut (tumbuhan paku lebih tepatnya) yang melengkapi tampilan bijaksana itu, kau bisa melihatnya lebih dekat dan seksama jika naik ke atas rumah pohon. Kau bahkan bisa merasakan teksturnya, bersama dengan lumut yang tumbuh bersama dengan si paku.


Dari atas rumah pohon itu, kau bisa melihat ke arah mana saja. Pada musim kemarau mungkin rerumputan akan menguning. Sementara saat hujan, rerumputan sejauh mata memandang nampak hijau segar. Menyenangkan berada di sana, menyandarkan badan pada pagar pembatasnya. Lalu merasakan sepoi angin dan cahaya matahari yang lembut menerobos celah dedaunan. Seperti di surga rasanya. Namun saat akhir pekan atau musim liburan jangan harap kau bisa merasakan kemewahan semacam ini. Orang-orang pasti tak sabar menanti gilirannya naik, untuk kemudian selfie. Maka catat bagimu jika ingin kemari dan merasakan hal semacam itu seolah Jawatan milikmu sendiri, pergilah pagi-pagi sekali.


Jika sudah puas di sini, turunlah dan teruskan perjalanan kembali. Mungkin langsung menaiki delman atau bisa juga naik motor ATV. Naik delman sendiri memang lumayan mahal, Rp30.000,00 sekali jalan. Kalau ramai-ramai tentu saja lebih murah. Harganya berkisar Rp40.000,00 atau lebih. Tergantung kepandaian kita bernegosiasi. Naik ATV kalau tidak salah Rp25.000,00-Rp35.000,00 tergantung besar kecilnya motor sepertinya.
Jika naik kuda per orang tarifnya Rp10.000,00 saja. Nah, sekarang tinggal pilih saja. Mau menggunakan transportasi jenis apa. Hanya saja menurutku yang paling tepat jika kemari adalah jalan kaki. Kau bisa mengeksplorasi berbagai tempat secara leluasa. Tak sekedar sambil lalu. Benar-benar menikmati tampilan alami tempat wisata satu ini.

16 Januari 2019

Lima Alasan Mengapa ASUS ZenBook S UX391UA Bikin Liburan Lebih Mengasyikkan


"A dream doesn't become reality through magic; 
it takes sweat,determination and hard work."

Demikian  kutipan dari Colin Powell. Kutipan itu banyak benarnya. Tanpa peluh, determinasi dan bekerja keras tidak mungkin sebuah mimpi akan tercapai. Yang ada hanya akan jadi onggokan bunga tidur, yang tak kunjung menjadi kenyataan. Akan tetapi, bekerja terlampau keras tanpa jeda ternyata kurang baik bagi tubuh kita. Tanpa disadari kita jadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan imunitas tubuh menurun  sehingga mudah sakit-sakitan.
Hal semacam ini pernah saya alami. Demi menyelesaikan naskah saya rela begadang mengurangi istirahat. Tak ayal tubuh berontak, ditandai dengan kondisi tubuh yang tak sebaik semula. Saya jadi mudah meriang dan terkena flu. Bukan itu saja, ketika saya paksakan pekerjaan saya tak juga kelar karena fokus berkurang. Belakangan saya tahu ternyata itu adalah efek dari bekerja tanpa jeda. Agar bisa mengembalikan kondisi seperti semula saya hanya perlu istirahat dan menikmati waktu dengan berjalan-jalan. Begitu dicoba ternyata benar juga.

Jawatan, hutan yang menyerupai hutan Fangorn di film Lord Of The Ring.
Kini saya selalu menerapkannya. Di tengah-tengah asyiknya bekerja sebagai penulis, saya menyempatkan diri untuk bepergian.  Menyenangkan diri dengan liburan. Tidak jauh, hanya seputar Banyuwangi saja. Bertemu dengan alam dan mengagumi kemolekannya seperti waktu berkunjung ke Jawatan beberapa waktu lalu. Berada di tempat yang menyerupai hutan Fangorn di film Lord Of The Ring ini tak hanya menyegarkan mata, tetapi juga tubuh, jiwa, dan pikiran. Rupanya berlibur ke sana  juga mampu membuat semangat membara kembali seperti sebelumnya. Alhasil ide-ide segar mengalir begitu saja dan memenuhi kepala.

Asyik duduk sambil mengetik di antara rindangnya pohon di Jawatan.
Nah, yang cocok di bawa ke liburan macam ini tentunya laptop yang ramping dan baterainya cukup tahan lama. Semisal Asus Slimbook X401U andalan saya sejak enam tahun silam. Bentuknya slim, bobotnya juga ringan (1,76kg), nggak bikin pundak capek kalau dibawa ke mana-mana. Baterainya pun bertahan cukup lama, kurang lebih 3-4 jam. Sehingga sewaktu-waktu ide muncul, saya bisa menuliskannya dengan rentang waktu cukup lama tanpa tanpa bingung mencari colokan. Sebab ketahanan daya baterai cukup bisa diandalkan.
Laptop ini buat saya mengesankan karena tetap bekerja dengan baik meski pernah kehujanan. Itu terjadi lebih dari lebih dari sekali. Saya ingat situasi itu terjadi ketika saya sedang jalan-jalan sembari browsing dan mengirim naskah cerita. Mendadak hujan datang dan bikin saya pontang-panting menyelamatkan laptop kesayangan. Saya sudah khawatir si laptop kenapa-napa.  Aduh, untunglah laptop saya ini bandel! Setelah kehujanan ternyata tetap lancar digunakan hingga sekarang dan menghasilkan buku kurang lebih lima belas buah. Baik berupa antologi, trio, atau solo. Bahkan memenangkan sekian banyak lomba sejak dipakai hingga sekarang. Keren ‘kan?
Dan ternyata generasi baru ASUS  yakni ZenBook S UX391UA bisa memenuhi semua harapan. Bahkan lebih! Kok bisa? Nih, penjelasannya :
1.      Tidak merepotkan dan cocok untuk pengguna yang demen bepergian
Laptop satu ini memiliki bentuk yang sangat ramping. Dengan dimensi 31,1 x 21,3x 1,29 cm, orang-orang yang acap bepergian baik untuk bekerja atau justru jalan-jalan bisa dengan mudah memasukkannya tanpa takut menyita ruang untuk barang lain yang lebih penting. Bobotnya yang hanya mencapai 1 kg, tentu tak memberatkan pundak mereka yang gemar jalan-jalan menggunakan ransel dan bukannya koper, seperti saya. Jadi jika ingin memilih komputer portable, ASUS ZenBook S UX391UA adalah pilihan utama.



2.      Daya tahan baterainya luar biasa, fast charge pula
Daya tahan baterai ASUS ZenBook S UX391UA mencapai 13,5 jam.  Bayangkan jika jalan-jalan di daerah terpencil seperti Teluk Ijo atau Alas Purwo. Di tempat seperti ini mencari colokan untuk mengisi daya susah karena listrik tidak ada atau kalaupun ada jarak tempuhnya jauh. Dengan kemampuan semacam ini jelas membantu sekali. Kita tetap bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa dihantui rasa was-was jika laptop mati di tengah-tengah bekerja.
Yang mengasyikkan pengisian dayanya tidak memerlukan waktu lama. Hanya butuh waktu 49 menit untuk mengisi ulang hingga kapasitas 60%. Semua itu berkat teknologi fast-charge yang digunakan oleh ASUS ZenBook S UX391UA. Nah, ini nih bikin acara traveling jadi makin menyenangkan! Dengan begini kita memiliki banyak waktu untuk explore destinasi wisata yang kita datangi ketimbang duduk  berlama-lama menunggu baterai laptop terisi penuh.
3.      Tangguh dan berstandar militer
Buat mereka yang gemar melancong ke mana-mana, ASUS ZenBook S UX391UA adalah pilihan yang tepat. Bagaimana tidak? Laptop ini memenuhi standar militer MIL-STD 810G—tahan terhadap tabrakan, benturan, getaran serta guncangan keras yang mungkin terjadi saat beraktivitas. Dan hebatnya tetap selamat tanpa kerusakan eksternal atau internal yang serius.
Dalam lingkungan yang ekstrem pun laptop tetap bertahan. Laptop tetap bekerja di suhu rendah atau tinggi. Berada di lingkungan dengan kelembaban tinggi atau di ketinggian 40.000 kaki laptop tak masalah.
Selain itu, bagian-bagian laptop ini juga sudah mengalami serangkaian uji ketahanan yang mungkin tak pernah kita bayangkan. Mulai dari tes ketahanan keyboard, tes engsel, tes tekanan panel, hingga tes tekanan layar. Semua tes ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan bahwa tiap komponen pada laptop bisa diandalkan dan bisa memberikan layanan terbaik dalam waktu lama.
Aduh, jika begini tak sabar rasanya pergi ke Ijen dan mendakinya sembari membawa ASUS ZenBook S UX391UA yang handal luar biasa!

4.      Desainnya mengutamakan kenyamanan pengguna
Sebagai penulis saya paham benar bagaimana rasanya ketika mengetik di atas laptop dalam posisi yang tidak nyaman. Saya harus mengatur kemiringan agar enak kala digunakan mengetik dalam jangka waktu yang panjang. Nah, ASUS ZenBook S UX391UA dirancang sedemikian rupa dengan engsel Ergolift yang secara otomatis membuat keyboard berada di posisi kemiringan 5,50 sementara layar 1450. Sudut ini merupakan sudut paling optimal untuk melakukan pengetikan. Di mana tingkat kemiringan ini juga diperhitungkan agar bisa meningkatkan kinerja audio yang dilengkapi speaker Harman Kardon dan ASUS SonicMaster, pun pendingin laptop istimewa yang memiliki sistem efisien dan tenang bahkan saat saat beban sedang tinggi.


Keyboard-nya yang ergonomis sengaja dirancang untuk memanjakan penggunanya. Jarak antar tombol yang cukup lebar dengan permukaan tombol yang lembut menjadikan proses pengetika jadi lebih akurat dan nyaman. Cahaya lembut keemasan dari keyboard memungkinkan pemakai laptop bekerja dalam kondisi minim cahaya sekalipun.

03 Januari 2019

Melarung Penat di Air Terjun Telunjuk Raung


Air terjun Telunjuk Raung.
 
Cuaca cukup cerah saat saya berangkat ke air terjun Telunjuk Raung di dusun Sumberasri, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Apalagi tujuannya jika bukan melarung penat setelah sibuk berkutat di depan komputer. Agak kesiangan memang, karena tadinya saya berniat berangkat sekitar pukul 7, tetapi molor kurang lebih dua jam-an. Berjarak 28 km dari rumah, air terjun Telunjuk Raung bisa ditempuh dalam waktu sejam. Meski demikian, jika tak terbiasa lumayan terasa juga di pantat. Apalagi kalau naik motor. Aduh, rasanya pantat ini seperti tidak ada saking kebasnya.

Lalu bagaimana cara menujunya?
Ada beragam jalur yang bisa dipakai. Tetapi, saya bahas yang paling mudah saja ya? Lewat jalur utama yaitu :
1. Dari arah Jember
Jika kawan-kawan berangkat dari arah Jember, dari arah Kalibaru ikuti saja jalur utama sampai menemukan pertigaan Genteng Wetan. Berbeloklah ke kiri (jalan KH. Hasyim Asyari, arah kantor Kecamatan Genteng), lantas lurus menuju jalan Temuguruh, hingga menemukan rel kereta api di dekat stasiun Temuguruh.
Dari sini teruslah menuju jalan Aruji Kartawinata Gendoh  sampai menemukan pertigaan. Dari pertigaan ini ambil arah ke kanan, menuju Songgon.  

31 Desember 2018

BLOG BERPERAN PENTING DALAM PROSES KEPENULISAN SAYA

 

Pukul 19.30, saya menatap kalender yang terpampang di depan kepala. Beberapa jam lagi penanggalan ini takkan tergantung di tembok lagi. Ia akan turun dan digantikan oleh penanggalan yang baru, penanggalan tahun 2019. Menatapnya tak urung mengingatkan saya pada perjalanan menulis yang panjang. Sebelum menulis cerita anak, artikel, dan novel, saya terlebih dulu menulis di blog pribadi yang dimulai tanggal 29 Mei 2006.

Cerita saya dua belas tahun lalu menggelikan. Sangat alay dan tak ada maknanya, isinya pun sekedar curhat saja. Cara menulisnya pun berantakan. Jangan tanya soal tanda titik atau koma. Pokoknya hajar saja. Di masa itu yang terpikir di kepala saya adalah menuliskan isi hati. Percayalah, kini setiap kali saya membacanya yang terpikir di kepala adalah "Kok bisa sih saya nulis kayak begini?" sambil tertawa-tawa.

Akan tetapi, tak bisa dipungkiri dari bloglah saya belajar menulis pertama kali. Dari sana saya belajar menuangkan isi kepala, apa pun topiknya. Lalu membaca ulang dan mengoreksi sebelum di terbitkan. Begitu terus secara berulang-ulang hingga tanpa sadar tulisan saya menjadi berkembang. Saya yang semula awam soal tanda baca, kaidah penulisan judul, dan sebagainya, perlahan mulai paham.

Blog pula yang mengajarkan saya untuk mandiri dan tidak tergantung orang lain. FYI, di tahun-tahun saya nge-blog awal memperindah blog dengan menambahkan widget tak semudah sekarang yang tinggal klik "add gadget" dan lalu masukkan kodenya. Dulu harus edit HTML, jadi harus metani (mencari) satu-satu di mana kode tersebut ditempatkan. Kurang dalam penulisan kode atau salah penempatan, blog bisa berantakan. Saya pernah mengalami ini dan hampir nangis. Sudah awam, blog berantakan, bagaimana cara mengembalikannya? Akan tetapi, semua kesulitan itu tanpa sadar memberikan kebaikan. Secara tak langsung saya diajari untuk mencari jawabannya sendiri tanpa perlu merepotkan orang. Sikap ini pula yang membantu saya di awal-awal terjun di dunia kepenulisan. Saya memilih untuk mencari tahu segala sesuatunya sendiri, sebelum tanya pada senior di bidang kepenulisan. Kecuali saya tak menemukan jawaban, barulah saya tanyakan.

Tidak hanya itu saja, dari blog pula saya belajar percaya diri. Saat Blogfam (komunitas blogger kece di masanya) mengadakan lomba, saya ikut saja meskipun tahu kepandaian saya tak ada seujung kuku. Waktu itu Blogfam mengadakan lomba "Ngeluh Gombal". Seperti dapat durian runtuh! Tulisan saya yang berjudul "I love You Just The Way You're” dapat nomor tiga. Tahun berikutnya, saya menang lagi lomba Agustusan Blogfam. Tulisan berjudul "Surat Kepada Presiden" jadi nomor dua di ajang lomba itu. Secara kasatmata, tulisan ini sudah lebih baik dari tulisan yang tampil di blog pertama kalinya. Penggunaan tanda baca, cara menuliskan judul, serta isi lebih mantul kata anak sekarang. Tentu masih banyak salahnya, namun tak sebanyak di awal.

19 Desember 2018

Kulit Halus, Kenyal, dan Sehat Dengan Zalfa Miracle Lightening Active Body Serum




Saya bukan  jenis perempuan yang terlampau memperhatikan perawatan kulit. Setiap hari hanya mengandalkan hand body lotion untuk merawat kulit meskipun acap berada di luar ruangan untuk kegiatan sosial atau melampiaskan solo trip dengan motor demi menyaksikan berbagai atraksi budaya dan wisata yang mengasyikkan di Banyuwangi. Tanpa perlindungan yang memadai—paparan sinar matahari, debu, serta polusi udara—menyebabkan kelembaban kulit berkurang. Tidak heran jika kulit saya menjadi kusam dan kasar.



Kondisi ini mendorong saya mencari produk perawatan kulit yang bisa membantu memperbaikinya. Setelah sekian saat mencari ketemulah saya dengan Zalfa Miracle, salah satu brand kosmetik lokal yang fokus pada perawatan kecantikan. Membaca semua testimoni positif di sana, tak urung mendorong saya untuk mencoba salah satu produknya yakni Lightening Active Body Serum yang mengandung kakadu kakadu plum ekstrak.

"Eh, tapi soal kehalalan produk dan keamanannya bagaimana? Mengingat banyak produk perawatan kulit yang tidak aman dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kehalalannya!" peringat hati kecil saya.

Tak mau gegabah, saya menuruti peringatan kecil itu. Hasilnya melegakan! Produk Zalfa Miracle rupanya mendapatkan sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Jawa barat dengan nomor 01151185620517 seperti tertera di bawah ini :

Sumber gambar : https://www.zalfa.co.id/sertifikat-halal-zalfa/
 
Selain halal produk Zalfa Miracle Lightenign Active Body Serum juga sudah mendapatkan notifikasi dari BPOM,  (NA18160101169), sehingga aman digunakan bagi kulit seperti terlihat di bawah ini :

Sumber gambar : http://notifkos.pom.go.id/
Dua hal ini yang bikin saya tidak ragu untuk menggunakan body serum dari Zalfa Miracle ini.

Dua Pekan Pemakaian, Kulit Jadi Lebih Halus

 
Tuangkan Lightening Active Body Serum Zalfa Miracle, usapkan merata di kulit sebelum tidur.

Selama dua pekan saya memakai Lightenting Active Body Serum dari Zalfa Miracle. Sengaja selama itu saya hanya memakai di tangan kanan saja, sementara tangan kiri tidak untuk perbandingan. Selama itu pula saya mengabadikan perkembangannya. Hasilnya ternyata kulit di tangan kanan lebih halus dan kenyal dibanding tangan kiri. 

Sebelum memakai Lightening Active Body Serum Zalfa Miracle


Setelah memakai body serum dari Zalfa Miracle, tangan kanan lebih halus, kenyal, dan sehat dibanding tangan kiri
Rupanya kandungan kakadu plum ekstrak serta lightening agent yang diperkaya dengan multivitamin kompleks dan glutathione membantu menjaga kelembaban kulit. Tidak hanya itu saja antioksidan yang ada di dalam ekstrak kakadu plum juga bermanfaat untuk menghalau radikal bebas penyebab kulit kusam dan kasar, yang disebabkan oleh faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari dan polusi udara. Efeknya kulit menjadi lebih sehat, kenyal, serta halus. Satu lagi, bonusnya kulit jadi cerah juga.




Lalu kakadu plum itu apa? Kenapa digunakan sebagai bahan pembuatan produk body serum Zalfa Miracle? Kakadu plum (Terminalia ferdinandiana) merupakan buah yang mengandung vitamin C tinggi yakni 30000 mg/100 gr buah. Vitamin C ini  merangsang produksi kolagen, mengurangi garis-garis halus, keriput pada kulit, dan jaringan parut, serta hiperpigmentasi.

Nah, jika informasi ini tak cukup dan masih penasaran, klik saja laman www.zalfa.co.id atau cek instagram www.instagram.com/zalfamiracle.
Jika setelah itu tertarik ingin beli, tetapi tak tahu caranya, klik saja www. zalfa.id/pusat. Tenang saja, ada diskon 10% untuk kawan-kawan semua. Syaratnya mudah, gunakan saja kode voucher INBR1018 saat membeli.


Kini waktunya giliran kawan-kawan merasakan manfaat yang sama. Mendapatkan kulit sehat, halus, lembut, dan kenyal berkat Lightening Active Body Serum dari Zalfa Miracle. Agar lebih yakin silakan tengok video first impression produk tersebut di bawah ini :