Postingan

#lniUntukKita-Babat Perilaku Konsumtif Milenial dengan Literasi Ekonomi

Gambar
Sumber gambar: Gustavo Fring dari Pexels Generasi milenial umumnya lahir antara tahun 1980 hingga tahun 1995. Berbeda dari pendahulunya, generasi baby boomer, kaum milenial dibesarkan di tengah kemajuan teknologi. Tidak mengherankan bila teknologi selalu ada dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Hal ini pula yang menjadikan pola pikir generasi milenial berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka lebih kritis, open minded, berani, dan menjunjung tinggi kebebasan. Kemampuan untuk multi tasking dalam bekerja juga menjadi keunggulan generasi milenial. Selain itu mereka juga dikenal kreatif, cepat tanggap, dan mudah beradaptasi menghadapi berbagai perubahan.Namun, disamping hal-hal positif tersebut kaum milenial memiliki sisi negatif. Mereka dinilai sebagai generasi yang lebih konsumtif. Dikutip dari CNN (1/9/2020), salah satu hal yang mempengaruhi menurut Ben Subiakto adalah budaya digital dan penggunaan internet. Kaum milenial tidak hanya menggunakannya untuk bekerja dan berkomunikasi, teta…

Modena Calma WD 1157 Penunjang Gaya Hidup Sehat dan Bersih di Tengah Pandemi Corona

Gambar
Banyak yang harus disesuaikan ketika virus corona merebak dan jadi pandemi di seluruh dunia. Social distancing diberlakukan demi mencegah penyebarannya. Seruan untuk stay at home juga digaungkan dengan tujuan sama. Maka tak heran, sejak Maret silam Bapak tak lagi jogging, jalan pagi atau bersepeda bareng teman-temannya. Sebagai gantinya ia jalan-jalan pagi dan lari kecil di seputaran rumah saja. Tentu tidak lupa memajang masker di wajahnya. Kalau Bapak ke pasar untuk belanja, masker tak pernah dilupakan. Setiba di rumah, Bapak segera mencuci tangannya sesuai anjuran untuk mematikan virus-virus yang mungkin ikut terbawa sewaktu belanja. Kerumunan? Ah, Bapak benar-benar menghindarinya. Bukan karena takut, tapi paham bahayanya jika melanggar. Bahkan ketika ada orang yang bilang “Heleh gitu aja nggak mau salaman, nggak-nggak kalau kena virusnya!”, Bapak hanya berkata ,”Sampeyan yakin nggak bawa virus. Nah, apa sampeyan yakin aku nggak bawa?”Jreng! Kawannya hanya tertawa-tawa saja mendenga…

Upaya Warga Koelon Tangsi Cegah Penyebaran Covid-19: Dari Menutup Pasar Kuliner Hingga Terapkan Physical Distancing

Gambar
Nama Banyuwangi tengah berkibar akhir-akhir ini. Banyak destinasi wisata yang digandrungi para pelancong baik lokal maupun manca. Mulai dari gunung, pantai, hingga budaya. Sungguh, tidak cukup seminggu untuk mengeksplorasi keindahan yang terbentang di Kabupaten berjuluk sunrise of java ini. Belakangan tidak hanya itu saja atraksi yang membuat wisatawan datang ke Banyuwangi. Hadirnya pasar wisata kuliner di wilayah yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah pasar kuliner tematik yang didirikan oleh warga jalan Raung, Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, yang acap disebut sebagai warga kulon tangsi. Kulon artinya barat, sedangkan tangsi berarti asrama atau barak tentara/polisi. Merujuk dari penyebutan inilah pasar jajanan di wilayah tersebut dinamai Pasar Koelon Tangsi. Adapun penulisannya menggunakan ejaan lama, sesuai dengan konsepnya yang bertema “Djadoel”.
Tak kurang dari 50 stan meramaikan pasar ya…

Buah Menebar Kebaikan Lewat Sedekah

Gambar
Semasa  bekerja kantoran, saya sisihkan sebagian kecil gaji saya. Saya kumpulkan sedikit demi sedikit, lalu dibagikan  menjelang hari raya baru. Alokasi utama biasanya pada keluarga terdekat terlebih dahulu, baru kemudian orang lain seperti tetangga, kenalan, atau siapa saja yang membutuhkan. Jumlah tidak banyak. Keluarga paling hanya tiga, orang lain mungkin hanya 3-4 orang. Untuk keluarga biasanya Bapaklah yang menyampaikan, sementara orang lain saya sendiri yang mengantar. Acap saya tidak bertemu orangnya secara langsung. Saya selipkan saja lewat celah pintu atau jendela rumahnya.  Kenapa nggak menunggu orangnya? Kalau ditanya begitu jawabannya sederhana, kelamaan.  Saya harus buru-buru berangkat kerja. Yang penting niat sudah tersampaikan. Bertemu atau tidak bukan hal yang utama. Tetapi, keadaan berubah setelah tahun 2012. Berbagi dengan orang lain itu menjadi lebih susah. Lho kok bisa? Bagaimana ceritanya? Yuk, simak lanjutannya berikut ini.
Bersedekah Kala Susah Sungguh Tak Mudah
Da…