04 April 2019

Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019, Gelaran Olahraga Berkonsep Sport Tourism

Start peserta di Taman Blambangan.

Memiliki kontur yang unik, dari dataran rendah hingga dataran tinggi tak urung menjadikan Banyuwangi surga kecil di ujung timur pulau Jawa. Kita bisa menemukan beragam destinasi wisata yang menawan dari pantai hingga ke pegunungan, dari sawah hingga perkebunan. Tak heran, sekali jalan begitu banyak area yang bisa dijadikan tempat melarikan diri dari kepenatan.

Memiliki aset sedemikian hebat, Pemkab Banyuwangi tak tinggal diam. Wisata alam dan budayanya dipasarkan sedemikian rupa sehingga orang mau berdatangan untuk bisa merasakan secara langsung bagaimana asyiknya bertualang di sana senyampang menikmati pengalaman mencicip wisata budaya lewat beragam festival.

Untuk lebih memacu sektor pariwisita, Banyuwangi kemudian mengusung agenda olahraga yang berkonsep sport tourism. Konsep ini dipilih karena bisa memperkenalkan destinasi wisata di wilayah Banyuwangi secara efektif. Salah satunya adalah Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019 yang diadakan tanggal 31 Maret silam. Tidak main-main, ajang ini merupakan langkah awal menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi marathon baik nasional maupun internasional.

Lalu seperti apa sih penyelenggaran event satu ini? Yuk, simak ceritanya.

Pelepasan peserta lomba lari kategori 10 K oleh Dirut PT. Bank Mandiri (Tbk)

Gelaran Mandiri Banyuwangi Half Marathon ini merupakan kolaborasi PT. Bank Mandiri (Tbk) dengan Pemkab Banyuwangi. Diselenggarakan di Taman Blambangan,  ajang ini memiliki tiga kategori lomba yaitu 21K, 10K, dan terakhir 5K. Pesertanya sebanyak seribu orang  orang, berasal dari berbagai kota di Indonesia. Ada yang datang secara perorangan, akan tetapi tak sedikit yang berasal dari satu komunitas lari. Seperti komunitas lari dari Pandaan, Arpamazsc Runners.

Arpamazsc Runners dari Pandaan.

Khusus untuk kategori 21K, pelari yang turun adalah pelari marathon profesional sebanyak seratus orang. Sementara sisanya merupakan para pelari yang akan berjuang di kategori 10K dan 5K. Sewaktu saya datang, Taman Blambangan sudah dipadati para peserta lomba. Tak hanya peserta dewasa, peserta cilik pun ikut merambaikan lomba. Masing-masing sibuk melakukan pemanasan atau lari-lari kecil di seputaran race village. Wah, melihat semangat dan optimisme yang terpancar di wajah mereka saya jadi ikut bersemangat juga. Terbersit harapan kelak bisa ikutan event ini dan mencicipi bagaimana rasanya tiba di garis finish setelah berjuang.

29 Januari 2019

ZenFone Max M2, Smartphone Gaming Dengan Harga Terjangkau






Main game di jaman dulu berarti mantengin PC berlama-lama. Atau jika tidak, pergi ke persewaan PS (PlayStation), untuk memainkan konsol game andalan pada masanya. Tentu saja bermain game menggunakan keduanya tak leluasa. Keduanya tak cukup portable untuk bisa dimainkan di mana saja.

Kini era sudah berbeda. Era mobile games di depan mata. Cukup membawa smartphone Anda sudah bisa merasakan pengalaman bermain game sebaik PC atau konsol game. Tentu saja smartphone gaming memiliki kriteria khusus yang menunjang. Misalnya kapasitas baterai besar, resolusi layar HD, chipset atau disebut juga SoC (System on a Chip) yang unggul, serta RAM dan memori internal yang besar.

Sayangnya, smartphone semacam ini biasanya membutuhkan budget tinggi. Lalu adakah smartphone yang cocok untuk gaming, tetapi tidak menguras kantong terlampau dalam? Yang harganya kira-kira 2 jutaan?

Asus ZenFone Max M2 adalah jawabannya. Berikut ini alasan mengapa ZenFone Max M2 adalah smartphonme gaming tepat untuk Anda :
1. Kapasitas baterai besar
Menggunakan baterai li-polimer 4000mAh, smartphone satu ini mampu digunakan bermain Garena Free Fire  selama delapan jam. Dalam penggunaan biasa, ZenFone Max M2  yang sudah diisi daya penuh bisa digunakan selama dua hari penuh.
Tidak hanya itu saja, dengan baterai berkapasitas besar, Asus ZenFone Max M2 memiliki waktu standby di jaringan 4G selama 33 hari, waktu bicara selama 35 jam, menonton beragam video kesayangan selama 21 jam, serta mampu bertahan selama 22 jam berselancar menggunakan Wifi.

2. Layarnya luas
Layar merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan bagi penggemar smartphone gaming. Untuk memenuhi harapan para penggunanya ZenFone Max M2 membenamkan layar berteknologi IPS seluas 6,3 inci, dengan rasio 19:9 serta resolusi HD+. Layar ini mampu menghasilkan gambar dengan kualitas baik, akurat, serta memungkinkan dilihat dari berbagai sudut. Sangat ideal untuk bermain game karena grafis yang ditampilkan tidak pecah.

3. Sistem Operasi yang mumpuni
ZenFone Max M2 menggunakan Stock Android Oreo 8.0 dalam sistem operasinya. Penggunaan sistem operasi ini memberikan keuntungan tersendiri karena ringan dan terjamin kestabilannya, bahkan saat bermain game. Tidak mengherankan karena desain sistem operasi ini memang ditekankan pada kinerja dan performa smartphone.

24 Januari 2019

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

Pemukulan rebana dalam rangka launching agro wisata dan festival buah naga.


Mendung dan hujan yang menggayuti langit Banyuwangi bulan Desember silam sebenarnya sempat membuat saya enggan keluar. Dua hari sebelum Festival Buah Naga digelar, saya mangu-mangu untuk datang. Akan tetapi, rasa penasaran yang besar membuat saya nekat datang. Tidak tahu kenapa saya merasa kalau nggak datang saya akan rugi besar. Padahal sungguh saya nggak tahu jalan. Meski beberapa kali ke Pulau Merah (iya daerah yang hendak saya datangi ini memang sejalur dengan jalan menuju Pulau Merah yang terkenal itu), tapi saya belum pernah sekali pun ke sana.

Tadinya saya hendak berangkat hari Sabtu pagi, sekitar pukul 6.00, agar nututi acara yang berlangsung sejak pukul 7.00. Akan tetapi, saya sangsi bisa datang tepat waktu jika datang hari Sabtu. Membayangkan diri ini masih harus mencari jalan, tanya sana-tanya sini, cek google map dengan kemungkinan salah yang cukup besar, saya memutuskan untuk datang sehari lebih awal. Artinya saya harus menginap di sana. Kebetulan Rizka, salah satu panitia festival saya kenal baik. Well, dengan mantap saya pun mengabarkan padanya bahwa saya akan datang hari Jumat, selepas sholat Jumat.

Tepat seperti dugaan saya, saya bingung mencari jalan. Sudah melongok google map pun, ternyata tiada guna ketika berhadapan langsung dengan kondisi nyata. Tetap saja saya harus tanya sana-sini plus minta panduan Rizka, kawan yang hendak saya datangi itu, via WhatsApp. Satu hal saya aktakan dalam hati waktu itu “Kalau tidak menemukan, saya balik kanan dan pulang”. Syukurlah, Allah masih memudahkan jalan saya. Meski sempat krik-krik, karena bingung jalurnya akhirnya saya sampai juga.

Tiba di dusun Ringinsari, hari masih sore. Warga setempat saat itu sibuk mengurusi printilan untuk acara yang dihelat esok harinya. Mendirikan tenda untuk pameran dan lomba lukis, menyiapkan kebun agro wisatanya, menyiapkan dekorasi panggung, dan sebagainya. Malam hari, acara tersebut tak reda. Malah kian menjadi. Saya sendiri tidak ikut sibuk apa-apa. Hanya duduk di sekretariat, menyaksikan duo MC, Sandy dan Meyda sibuk  bikin konsep. Sementara Rizka yang jadi wakil ketua panitia, sibuk wara-wiri mengurusi tenda-tenda untuk tenant yang mengisi festival tersebut. Tenda untuk penjual es cendol di mana, bakso di mana, kue di mana, begitu juga lainnya.

Ketika saya dan  Meyda tidur tidur, Rizka masih sibuk di sekretariat. Baru datang menyusul kami menjelang pagi. Itu pun tidak lama. Saat adzan subuh berkumandang ia bangun dan menyeret langkah menyiapkan acara hari itu. Semua panitia bahkan sudah stand by sekitar pukul enam, lalu sibuk dengan tugas masing-masing, seperti yang sudah ditetapkan.

Menggambar dengan tema "Buah Naga".

UKM yang hendak mengisi tenda pamer juga sudah berdatangan. Menyiapkan barang masing-masing di atas meja, sementara ibu-ibu dengan anak-anak TK-nya berdatangan mengisi tenda di dekat panggung. Di sana mereka duduk sambil membawa meja untuk mengikuti acara menggambar, yang masih satu rangkaian dengan Festival Buah Naga. Ada yang ibunya heboh ngurusin anaknya, ada yang santai bak di pantai, ada pula yang ngerumpi dengan kawannya sementara si anak mewarnai gambar buah nagar. Beberapa saya lihat teknik mewarnainya sudah bagus dan merata. Lainnya masih biasa. Namun keberanian mereka patut diacungi jempol. Buat anak-anak seusia mereka, bukan menang yang jadi tujuan utama. Namun memupuk keberanian jauh lebih utama.

Salah satu produk yang dijual di areal festival buah naga.

Sementara ibu-ibu sibuk dengan anak-anaknya, tenda-tenda tempat para UKM menata produk sudah terisi dengan rapi. Saya berjalan-jalan dari ujung ke ujung dan menikmati apa yang dipajang tenant. Ada yang membawa kaus dan baju, buah, olahan buah naga (dari mulai kripik hingga dodol), kue-kue dan pastry, juga jajanan yang digemari sejuta umat seperti cilok dan telur gulung. Mau bakso? Ada. Kue tradisional? Tidak ketinggalan. Es cendol dan es kelapa muda? Tersedia. Tinggal narik isi dompet saja, semua bisa dibawa.
Tak jauh dari sana, para pengisi acara—mulai dari panjak (penabuh gamelan), sinden, hingga penari yang berasal dari Sanggar Seni Kuwung Wetan—sibuk mengisi berdandan dan mempersiapkan diri sebelum tampil sejam kemudian. Sebagaimana profesional mereka berdandan cekatan dan taktis. Sebelum jamnya semua sudah selesai berdandan dan berpakaian.

18 Januari 2019

MENIKMATI JAWATAN, YANG SERUPA HUTAN FANGORN, DI KALA LENGANG



Jawatan, bukan sekali ini saya mendatanginya. Pada hari-hari libur biasanya terlampau sesak. Di mana-mana manusia, tidak bisa khidmat menikmati keindahannya. Maka saya memilih hari-hari kerja, di mana semua orang sibuk agar bisa mengaguminya secara leluasa. Memotret hal-hal asyik pada tiap sudutnya tanpa terganggu oleh orang-orang yang lalu lalang, pasangan-pasangan yang berpose demi mengabadikan kenangan, sekumpulan anak muda yang ribut foto sana-sini.

Seperti dugaan saya, Jawatan memang sepi di hari-hari kerja. Maka dengan tenang saya berjalan menapaki tanahnya. Melemaskan kaki di bawah naungan dahan-dahan trembesi tua yang saling bertaut membentuk kanopi. Tumbuhan paku yang tumbuh lebat di atas dahan-dahannya yang keriput itu mengingatkan saya pada pria-pria yang menjadi tokoh orang bijak di televisi. Tua, bijaksana, di mana janggut memanjang melengkapinya.

Soal tua, itu memang iya. Konon trembesi di sini sudah ada sejak jaman Belanda. Perkara bijaksana, mungkin para kelelawar yang menjadi penghuninya kala malam jauh lebih paham. Sebab bertahun-tahun mereka sudah berkawan. Trembesi membiarkan mereka bergelantungan dan menjadikan ranting-ranting dan dahannya menjadi rumah untuk pulang sejak dari buyut-buyut mereka. Soal janggut (tumbuhan paku lebih tepatnya) yang melengkapi tampilan bijaksana itu, kau bisa melihatnya lebih dekat dan seksama jika naik ke atas rumah pohon. Kau bahkan bisa merasakan teksturnya, bersama dengan lumut yang tumbuh bersama dengan si paku.


Dari atas rumah pohon itu, kau bisa melihat ke arah mana saja. Pada musim kemarau mungkin rerumputan akan menguning. Sementara saat hujan, rerumputan sejauh mata memandang nampak hijau segar. Menyenangkan berada di sana, menyandarkan badan pada pagar pembatasnya. Lalu merasakan sepoi angin dan cahaya matahari yang lembut menerobos celah dedaunan. Seperti di surga rasanya. Namun saat akhir pekan atau musim liburan jangan harap kau bisa merasakan kemewahan semacam ini. Orang-orang pasti tak sabar menanti gilirannya naik, untuk kemudian selfie. Maka catat bagimu jika ingin kemari dan merasakan hal semacam itu seolah Jawatan milikmu sendiri, pergilah pagi-pagi sekali.


Jika sudah puas di sini, turunlah dan teruskan perjalanan kembali. Mungkin langsung menaiki delman atau bisa juga naik motor ATV. Naik delman sendiri memang lumayan mahal, Rp30.000,00 sekali jalan. Kalau ramai-ramai tentu saja lebih murah. Harganya berkisar Rp40.000,00 atau lebih. Tergantung kepandaian kita bernegosiasi. Naik ATV kalau tidak salah Rp25.000,00-Rp35.000,00 tergantung besar kecilnya motor sepertinya.
Jika naik kuda per orang tarifnya Rp10.000,00 saja. Nah, sekarang tinggal pilih saja. Mau menggunakan transportasi jenis apa. Hanya saja menurutku yang paling tepat jika kemari adalah jalan kaki. Kau bisa mengeksplorasi berbagai tempat secara leluasa. Tak sekedar sambil lalu. Benar-benar menikmati tampilan alami tempat wisata satu ini.

16 Januari 2019

Lima Alasan Mengapa ASUS ZenBook S UX391UA Bikin Liburan Lebih Mengasyikkan


"A dream doesn't become reality through magic; 
it takes sweat,determination and hard work."

Demikian  kutipan dari Colin Powell. Kutipan itu banyak benarnya. Tanpa peluh, determinasi dan bekerja keras tidak mungkin sebuah mimpi akan tercapai. Yang ada hanya akan jadi onggokan bunga tidur, yang tak kunjung menjadi kenyataan. Akan tetapi, bekerja terlampau keras tanpa jeda ternyata kurang baik bagi tubuh kita. Tanpa disadari kita jadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan imunitas tubuh menurun  sehingga mudah sakit-sakitan.
Hal semacam ini pernah saya alami. Demi menyelesaikan naskah saya rela begadang mengurangi istirahat. Tak ayal tubuh berontak, ditandai dengan kondisi tubuh yang tak sebaik semula. Saya jadi mudah meriang dan terkena flu. Bukan itu saja, ketika saya paksakan pekerjaan saya tak juga kelar karena fokus berkurang. Belakangan saya tahu ternyata itu adalah efek dari bekerja tanpa jeda. Agar bisa mengembalikan kondisi seperti semula saya hanya perlu istirahat dan menikmati waktu dengan berjalan-jalan. Begitu dicoba ternyata benar juga.

Jawatan, hutan yang menyerupai hutan Fangorn di film Lord Of The Ring.
Kini saya selalu menerapkannya. Di tengah-tengah asyiknya bekerja sebagai penulis, saya menyempatkan diri untuk bepergian.  Menyenangkan diri dengan liburan. Tidak jauh, hanya seputar Banyuwangi saja. Bertemu dengan alam dan mengagumi kemolekannya seperti waktu berkunjung ke Jawatan beberapa waktu lalu. Berada di tempat yang menyerupai hutan Fangorn di film Lord Of The Ring ini tak hanya menyegarkan mata, tetapi juga tubuh, jiwa, dan pikiran. Rupanya berlibur ke sana  juga mampu membuat semangat membara kembali seperti sebelumnya. Alhasil ide-ide segar mengalir begitu saja dan memenuhi kepala.

Asyik duduk sambil mengetik di antara rindangnya pohon di Jawatan.
Nah, yang cocok di bawa ke liburan macam ini tentunya laptop yang ramping dan baterainya cukup tahan lama. Semisal Asus Slimbook X401U andalan saya sejak enam tahun silam. Bentuknya slim, bobotnya juga ringan (1,76kg), nggak bikin pundak capek kalau dibawa ke mana-mana. Baterainya pun bertahan cukup lama, kurang lebih 3-4 jam. Sehingga sewaktu-waktu ide muncul, saya bisa menuliskannya dengan rentang waktu cukup lama tanpa tanpa bingung mencari colokan. Sebab ketahanan daya baterai cukup bisa diandalkan.
Laptop ini buat saya mengesankan karena tetap bekerja dengan baik meski pernah kehujanan. Itu terjadi lebih dari lebih dari sekali. Saya ingat situasi itu terjadi ketika saya sedang jalan-jalan sembari browsing dan mengirim naskah cerita. Mendadak hujan datang dan bikin saya pontang-panting menyelamatkan laptop kesayangan. Saya sudah khawatir si laptop kenapa-napa.  Aduh, untunglah laptop saya ini bandel! Setelah kehujanan ternyata tetap lancar digunakan hingga sekarang dan menghasilkan buku kurang lebih lima belas buah. Baik berupa antologi, trio, atau solo. Bahkan memenangkan sekian banyak lomba sejak dipakai hingga sekarang. Keren ‘kan?
Dan ternyata generasi baru ASUS  yakni ZenBook S UX391UA bisa memenuhi semua harapan. Bahkan lebih! Kok bisa? Nih, penjelasannya :
1.      Tidak merepotkan dan cocok untuk pengguna yang demen bepergian
Laptop satu ini memiliki bentuk yang sangat ramping. Dengan dimensi 31,1 x 21,3x 1,29 cm, orang-orang yang acap bepergian baik untuk bekerja atau justru jalan-jalan bisa dengan mudah memasukkannya tanpa takut menyita ruang untuk barang lain yang lebih penting. Bobotnya yang hanya mencapai 1 kg, tentu tak memberatkan pundak mereka yang gemar jalan-jalan menggunakan ransel dan bukannya koper, seperti saya. Jadi jika ingin memilih komputer portable, ASUS ZenBook S UX391UA adalah pilihan utama.



2.      Daya tahan baterainya luar biasa, fast charge pula
Daya tahan baterai ASUS ZenBook S UX391UA mencapai 13,5 jam.  Bayangkan jika jalan-jalan di daerah terpencil seperti Teluk Ijo atau Alas Purwo. Di tempat seperti ini mencari colokan untuk mengisi daya susah karena listrik tidak ada atau kalaupun ada jarak tempuhnya jauh. Dengan kemampuan semacam ini jelas membantu sekali. Kita tetap bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa dihantui rasa was-was jika laptop mati di tengah-tengah bekerja.
Yang mengasyikkan pengisian dayanya tidak memerlukan waktu lama. Hanya butuh waktu 49 menit untuk mengisi ulang hingga kapasitas 60%. Semua itu berkat teknologi fast-charge yang digunakan oleh ASUS ZenBook S UX391UA. Nah, ini nih bikin acara traveling jadi makin menyenangkan! Dengan begini kita memiliki banyak waktu untuk explore destinasi wisata yang kita datangi ketimbang duduk  berlama-lama menunggu baterai laptop terisi penuh.
3.      Tangguh dan berstandar militer
Buat mereka yang gemar melancong ke mana-mana, ASUS ZenBook S UX391UA adalah pilihan yang tepat. Bagaimana tidak? Laptop ini memenuhi standar militer MIL-STD 810G—tahan terhadap tabrakan, benturan, getaran serta guncangan keras yang mungkin terjadi saat beraktivitas. Dan hebatnya tetap selamat tanpa kerusakan eksternal atau internal yang serius.
Dalam lingkungan yang ekstrem pun laptop tetap bertahan. Laptop tetap bekerja di suhu rendah atau tinggi. Berada di lingkungan dengan kelembaban tinggi atau di ketinggian 40.000 kaki laptop tak masalah.
Selain itu, bagian-bagian laptop ini juga sudah mengalami serangkaian uji ketahanan yang mungkin tak pernah kita bayangkan. Mulai dari tes ketahanan keyboard, tes engsel, tes tekanan panel, hingga tes tekanan layar. Semua tes ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan bahwa tiap komponen pada laptop bisa diandalkan dan bisa memberikan layanan terbaik dalam waktu lama.
Aduh, jika begini tak sabar rasanya pergi ke Ijen dan mendakinya sembari membawa ASUS ZenBook S UX391UA yang handal luar biasa!

4.      Desainnya mengutamakan kenyamanan pengguna
Sebagai penulis saya paham benar bagaimana rasanya ketika mengetik di atas laptop dalam posisi yang tidak nyaman. Saya harus mengatur kemiringan agar enak kala digunakan mengetik dalam jangka waktu yang panjang. Nah, ASUS ZenBook S UX391UA dirancang sedemikian rupa dengan engsel Ergolift yang secara otomatis membuat keyboard berada di posisi kemiringan 5,50 sementara layar 1450. Sudut ini merupakan sudut paling optimal untuk melakukan pengetikan. Di mana tingkat kemiringan ini juga diperhitungkan agar bisa meningkatkan kinerja audio yang dilengkapi speaker Harman Kardon dan ASUS SonicMaster, pun pendingin laptop istimewa yang memiliki sistem efisien dan tenang bahkan saat saat beban sedang tinggi.


Keyboard-nya yang ergonomis sengaja dirancang untuk memanjakan penggunanya. Jarak antar tombol yang cukup lebar dengan permukaan tombol yang lembut menjadikan proses pengetika jadi lebih akurat dan nyaman. Cahaya lembut keemasan dari keyboard memungkinkan pemakai laptop bekerja dalam kondisi minim cahaya sekalipun.