Postingan

Peran Danone Memutus Mata Rantai Anemia Defisiensi Besi Lintas Generasi

Gambar
  Lemah, letih, lesu, karena anemia (Andrea Piacquadio dari Pexels)   Remaja putri rentan terkena anemia, begitu berita yang saya baca di salah satu media online Januari silam. Hal semacam ini pernah saya alami saat remaja. Kala itu saya berpikir yang saya alami hanya kelelahan biasa. Dampak dari kegiatan sekolah dan les tambahan di luar sekolah. Anehnya, kelelahan itu tak juga menghilang meski sudah beristirahat cukup. Bersamaan dengan itu saya pun mengalami kesulitan kala belajar. Konsentrasi benar-benar ambyar dan susah mencerna apa yang guru ajarkan. Baik di sekolah maupun di tempat les. Hal yang saya inginkan adalah meyandarkan kepala di meja dan tiduran. Saya baru sadar kalau itu anemia ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan. Dari sanalah timbul kesadaran jika ternyata kelelahan itu bukan hal biasa. Akan tetapi, karena anemia, yaitu suatu kondisi di mana seseorang mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam darahnya. Untuk diketahui anemia yang umum terjadi adalah anemia

Suatu Hari Pada Tanggal 6 Februari

Gambar
  Pria berkacamata itu ia selalu mendatangi Nikmah sejak delapan tahun silam. Bukan untuk menggoda dirinya yang janda. Akan tetapi, memesan kue-kue serta tumpeng untuk istrinya. Waktunya selalu sama, tiga hari sebelum tanggal 6 Februari. Sepanjang itu kue-kue yang dipesan tak pernah berubah. Selalu lemper, kue sus, lapis Surabaya, dan pastel basah. Nikmah bukan tak pernah menawari lainnya. Selama tiga tahun berturut-turut, ia berupaya membujuk pria itu untuk menggantinya dengan kue-kue yang lebih kekinian. Mulai dari fudgy brownies , banana roll cake , hingga kurma stick bars . Namun, pria tujuh puluh tahun tersebut selalu menolak. “Kue-kue tersebut kesukaan istri saya. Perayaan ulang tahunnya kurang berkesan tanpa itu semua,” begitu dalihnya Nikmah terpesona. Ia paham sekarang mengapa pria itu selalu memesan makanan yang sama. Semua karena ia ingin menyenangkan sang belahan jiwa lewat hal-hal kecil yang disukainya. Berbeda dengan mantan suaminya yang lebih mementingkan diri s

#lniUntukKita-Babat Perilaku Konsumtif Milenial dengan Literasi Ekonomi

Gambar
  Sumber gambar: Gustavo Fring dari Pexels Generasi milenial umumnya lahir antara tahun 1980 hingga tahun 1995. Berbeda dari pendahulunya, generasi baby boomer , kaum milenial dibesarkan di tengah kemajuan teknologi. Tidak mengherankan bila teknologi selalu ada dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Hal ini pula yang menjadikan pola pikir generasi milenial berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka lebih kritis, open minded , berani, dan menjunjung tinggi kebebasan. Kemampuan untuk multi tasking dalam bekerja juga menjadi keunggulan   generasi milenial. Selain itu mereka juga dikenal kreatif, cepat tanggap, dan mudah beradaptasi menghadapi berbagai perubahan. Namun, disamping hal-hal positif tersebut kaum milenial memiliki sisi negatif. Mereka dinilai sebagai generasi yang lebih konsumtif. Dikutip dari CNN (1/9/2020), salah satu hal yang mempengaruhi menurut Ben Subiakto adalah budaya digital dan penggunaan internet. Kaum milenial tidak hanya menggunakannya untuk bekerja dan berko

Modena Calma WD 1157 Penunjang Gaya Hidup Sehat dan Bersih di Tengah Pandemi Corona

Gambar
Banyak yang harus disesuaikan ketika virus corona merebak dan jadi pandemi di seluruh dunia. Social distancing diberlakukan demi mencegah penyebarannya. Seruan untuk stay at home juga digaungkan dengan tujuan sama. Maka tak heran, sejak Maret silam Bapak   tak lagi jogging, jalan pagi atau bersepeda bareng teman-temannya. Sebagai gantinya ia jalan-jalan pagi dan lari kecil di seputaran rumah saja. Tentu tidak lupa memajang masker di wajahnya. Kalau Bapak ke pasar untuk belanja, masker tak pernah dilupakan. Setiba di rumah, Bapak segera mencuci tangannya sesuai anjuran untuk mematikan virus-virus yang mungkin ikut terbawa sewaktu belanja. Kerumunan? Ah, Bapak benar-benar menghindarinya. Bukan karena takut, tapi paham bahayanya jika melanggar. Bahkan ketika ada orang yang bilang “Heleh gitu aja nggak mau salaman, nggak-nggak kalau kena virusnya!”, Bapak hanya berkata ,”Sampeyan yakin nggak bawa virus. Nah, apa sampeyan yakin aku nggak bawa?” Jreng! Kawannya hanya tertawa-tawa saja

Upaya Warga Koelon Tangsi Cegah Penyebaran Covid-19: Dari Menutup Pasar Kuliner Hingga Terapkan Physical Distancing

Gambar
  Nama Banyuwangi tengah berkibar akhir-akhir ini. Banyak destinasi wisata yang digandrungi para pelancong baik lokal maupun manca. Mulai dari   gunung, pantai, hingga budaya. Sungguh, tidak cukup seminggu untuk mengeksplorasi keindahan yang terbentang di Kabupaten berjuluk sunrise of java ini. Belakangan tidak hanya itu saja atraksi yang membuat wisatawan datang ke Banyuwangi. Hadirnya pasar wisata kuliner di wilayah yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah pasar kuliner tematik yang didirikan oleh warga jalan Raung, Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, yang   acap disebut sebagai warga kulon tangsi . Kulon artinya barat, sedangkan tangsi berarti asrama atau barak tentara/polisi. Merujuk dari penyebutan inilah pasar jajanan di wilayah tersebut dinamai Pasar Koelon Tangsi. Adapun penulisannya menggunakan ejaan lama, sesuai dengan konsepnya yang bertema “Djadoel”. Tak kurang dari 50 stan me